Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PENDAHULUAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA

PASIEN GANGGUAN CITRA TUBUH

TUGAS KEPERAWATAN JIWA


Dosen Pengajar : Ns. Yafet Pradikatama Prihanto, M.Kep

OLEH :

ANJELINUS IAS LODONG

NIM. 181470

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PANTI WALUYA MALANG

MALANG

2020
FORMAT PENGKAJIAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

Tanggal MRS : 19 Maret 2020


Tanggal dirawat di Ruangan : 22 Maret 2020
Tanggal Pengkajian : 23 Maret 2020
Ruang Rawat : Mawar

I. IDENTITAS KLIEN
Inisial : Ny. A
Umur : 25 th
Alamat : Bandulan Barat 75
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Ibu RT
Jenis Kel : Perempuan
Agama : Islam
No RM : 251872

II. ALASAN MASUK (FAKTOR PRESIPITASI)


a. Data Primer
Keluarga pasien mengatakan, pasien sering menangis secara tiba-tiba,
selalu mengurung diri dan tidak mau berinteraksi dengan keluarga
maupun lingkungannya
b. Data Sekunder
Menurut ibu pasien, semenjak pasien mengalami kecelakaan sampai
tangan kirinya harus diamputasi, pasien lebih sering berdiam diri dan
suka berbicara sendiri. Terkadang pasien juga sering menangis secara
tiba-tiba sambil melihat tangannya yang telah diamputasi.
c. Keluhan utama saat pengkajian
menurut pasien untuk apa dia hidup tanpak fisik yang lengkap oleh
sebab itu dia ingin mengakhiri hidupnya. pasien mengatakan rasa
begitu ketakutan dan merasa malu, yang menyebabkan pasien lebih
sering menangis secara tiba-tiba dan pasien sempat beberapa kali
menangis sambil memukul-pukul tangan kirirnya.
III. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG (FAKTOR PRESIPITASI)
pasien mengalami kecelakaan bermotor sampai-sampai pasien harus
kehilangan tangan kirinya. Keluarga mengatakan pasien lebih banyak
termenung, berdiam diri dan suka secara tiba-tiba menangis sambil melihat
tangan kirinya yang telah diamputasi dan berhenti lalu tertawa sendiri.
Melihat prilaku anaknya yang berubah setelah kecelakaan tersebut, maka
ayah pasien langsung membawa pasien ke RSJ Bangli pada tanggal 22
Maret 2020. Pasien dilakukan pengkajian pada tanggal 23 Maret 2020 di
RSJ Bangli, pasien mengatakan rasa begitu ketakutan dan merasa malu,
yang menyebabkan pasien lebih sering menangis secara tiba-tiba dan
pasien sempat beberapa kali menangis sambil memukul-pukul tangan
kirirnya. Pada saat dilakukan pengkajian didapatkan tanda-tanda vital
pasien :
TD : 120/60 mmHg
N : 80x/menit
S : 36,50C
RR : 18x/menit

IV. RIWAYAT PENYAKIT LALU (FAKTOR PREDISPOSISI)


1. Pernah mengalami gangguan jiwa dimasa lalu
o YA
o Tidak
Jika Ya, jelaskan kapan tanda gejala/keluhan :
..................................................................................................................
2. Faktor penyebab/pendukung:
a. Riwayat trauma
Usia Pelaku Korban Saksi
1. Aniaya fisik - - - -
2. Aniaya seksual - - - -
3. Penolakan - - - -
4. Kekerasan dalam - - - -
keluarga
5. Tindakan kriminal - - - -
jelaskan :
Sebelum MRS pasien mengatakan tidak mempunyai riwayat
trauma seperti aniaya fisik, aniaya seksual, penolakan, kekerasan
dalam keluarga dan tindakan kriminal.
Diagnosa Keperawatan: Tidak ada
b. Pernah melakukan upaya/percobaan/bunuh diri
jelaskan :
Keluarga pasien mengatakan, dulu pasien sempat melakukan
percobaan bunuh diri karena merasa malu dengan keadaannya dan
merasa hidupnya tidak berarti lagi.
Diagnosa Keperawatan: Gangguan Citra Tubuh

c. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan (peristiwa


kegagalan, kematian, perpisahan)
Jika ada jelaskan : -
Diagnosa Keperawatan: tidak ada
d. Pernah mengalami Penyakit fisik (termasuk gangguan timbuh
kembang)
o YA
o Tidak
Jika ada jelaskan :
Pasien pernah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan tangan
kirinya harus diamputasi. Setelah tangannya diamputasi pasien
mengurung diri dan tidak mau berinteraksi dengan keluarga
maupun lingkungannya.
Masalah Keperawatan : gangguan citra tubuh
e. Riwayat penggunaan NAPZA
jelaskan :
pasien mengatakan tidak perna mengkonsumsi obat-obat terlarang
Diagnosa Keperawatan: Tidak ada
3. Upaya yang telah dilakukan terkait kondisi diatas dan hasilnya:
jelaskan : -
Diagnosa Keperawatan: Tidak ada
4. Riwayat Penyakit Keluarga
Adakah anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa
o Ya
o Tdk
Kalau ada :
Hubungan keluarga :
.................................................
Gejala : .................................................
Riwayat pengobatan/perawatan : .................................................
Diagnosa Keperawatan: Tidak ada

V. PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL (Sebelum dan sesudah sakit)


1. Genogram

Keterangan :

: Laki-laki

: Perempuan

: Garis keturunan

: Garis perkawinan

: Pasien

x : Meninggal

: Tinggal serumah

jelaskan :
Pasien merupakan anak kedua dari 4 bersaudara. Orang tua
pasien sudah bercerai dan pasien tinggal serumah dengan ayah dan
kakak I laki-laki. Sedangkan kedua adiknya tinggal bersama ibu
nya. Kakek dan nenek pasien, baik dari ayah maupun ibu sudah
meninggal dunia. Di keluarga pasien tidak ada yang memiliki
penyakit yang sama dengan pasien dan tidak ada yang mempunyai
penyakit menular serta penyakit keturunan. Namun mertua pasien
mengidap penyakit gangguan jiwa dan sekarang sudah sembuh.
Diagnosa Keperawatan: Tidak ada
2. Konsep Diri
a. Citra tubuh : Saat pengkajian pasien mengatakan malu terhadap
fisiknya yang sekarang. Pasien merasa penampilannya yang
sekarang tidak lengkap seperti dulu, pasien mengatakan dulu pasien
senang berfasion, berdandan dan pergi bersama teman-teman.
Tetapi sekarang pasien lebih sering berdiam diri saja.
b. Identitas : Pasien “Ny. SH”, pasien menyebutkan tanggal lahirnya
dan usianya, pasien juga menyebutkan asalnya dari Badung.
c. Peran : Pasien mengatakan dirumah dia membatu ayahnya untuk
mengurus rumah, sedangkan ayah dan kakaknya mencari nafkah
d. Ideal diri : Pasien mengatakan ingin menjadi anak yang bisa
membanggakan orang tua. Ia ingin sekali menjadi seorang penata
busana yang terkenal.
e. Harga diri : Saat pengkajian pasien mengatakan malu terhadap
keadaan fisiknya sekarang dan malu jika bertemu dengan keluarga
maupun teman-temannya. Pasien juga mengatakan takut berada
dilingkungannya sekarangan karena orang-orang yang berada
disana selalu berteriak-teriak dan suka merampas barang-barang
pribadinya. Pasien juga mengatakan ingin mengakhiri hidupnya
karena tidak menerima keadaan fisiknya sekarang. Pasien juga
terlihat sering menangis sendiri terkadang sampai histeris dan
kadang terlihat berbicara sendri

Diagnosa Keperawatan: Gangguan Citra Tubuh


3. Hubungan Sosial
a. Orang yang berarti :
Orang yang sangat berarti dalam hidupnya yaitu orang tua pasien.
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat :
Pasien mengatakan sebelum MRS pasien hanya mengikuti
organisasi truna-truni dilingkungannya.
c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain :
Setelah MRS dan setelah terjadi kecelakaan tersebut, Ny. SH lebih
sering mengurung dirinya dirumah dan tidak mau berinteraksi
dengan orang-orang disekitarnya.
Masalah Keperawatan : Isolasi sosial : menarik diri

4. Spiritual
a. Nilai dan keyakinan :
Pasien mengatakan ia beragama hindu dan percaya akan adanya
Tuhan.
b. Kegiatan ibadah :
Pasien mengatakan sebelum MRS dia rajin sembahyang di
rumahnya.
Masalah Keperawatan : tidak ada masalah keperawatan

VI. PEMERIKSAAN FISIK


1. Keadaan Umum
Komposmentis
2. Kesadaran (Kuantitas)
Cukup
3. Tanda Vital
TD : 120/60 mmHg
N : 80x/menit
S : 36,50C
RR : 18x/menit
4. Ukur
TB : 152 Cm
BB : 48 Kg
IM : BB (kg) / TB(m)2 48/1,522 = 21 kg/m2 (IMT=18,5-22,9)
Jelaskan: Berat badan pasien saat MRS 50 kg dan saat pengkajian
berat badan pasien tetap
5. Keluhan Fisik
Jelaskan: pasien ada keluhan di bagian tubuhnya, yaitu tangan kirinya
yang diamputasi akibat kecelakan.
Masalah Keperawatan : gangguan citra tubuh
VII. STATUS MENTAL
1. Penampilan (usia, cara berpakaian, kebersihan)
Jelaskan: pasien terlihat bersih namun kurang rapi, rambut pasien
kurang rapi (kurang disisir), rambut pasien panjangnya sebahu, dan
pasien mengatakan sering menyikat giginya, tampak memakai celana
hitam dan memakai baju pink dan jaket putih yang sering digunakan
pasien RSJ, pasien mampu mandi teratur 1 x sehari.
Masalah Keperawatan : tidak ada masalah keperawatan
2. Pembicaraan (Frekuensi, volume, jumlah, karakter)
Jelaskan: saat diberikan beberapa pertanyaan oleh perawat saat
pengkajian pasien terlihat lambat dalam merespon pertanyaan dari
perawat tersebut. Itu dikarenakan pasien malu dan takut jika bertemu
dengan orang baru.
Masalah keperawatan : tidak ada masalah keperawatan
3. Aktivitas Motorik/Psikomotor
Kelambatan :
o Hipokinesia, hipoaktivitas
o Katalepsi
o Sub stupor katatonik
o Fleksibibilitas serea
jelaskan :
Pasien tidak mengalami perlambatan masalah aktivitas motorik baik
saat bercerita dengan perawat atau saat melakukan aktivitasnya.
Peningkatan :
o Hiperkinesia, hiperaktifitas ○Grimace
o Stereotipi ○Otomatisma
o Gaduh gelisah katatonik ○Negativisme
o Mannarism ○Reaksi konversi
o Tik ○Tremor
o Kataplkeksi ○Verbigerasi
o Ekhopraxia ○Berjalan kaku/rigid
o Command automism
o Kompulsif : sebutkan ..................
jelaskan :
saat pengkajian pasien tidak mengalami peningkatan aktivitas motorik
Masalah Keperawatan : tidak ada masalah keperawataN
4. Mood dan Afek
a. Mood
o Depresi ○ Khawatir
o Ketakutan ○ Anhedonia
o Euforia ○ Kesepian
o Lain-lain
Jelaskan: Pasien lebih suka menunduk jika diajak berbicara oleh
perawat.
b. Afek
o Sesuai
o Tumpul/dangkal/datar
o Tidak sesuai
o Labil
jelaskan : Saat pengkajian pasien terlihat datar saat menjawab
pertanyaan dari perawat
Diagnosa Keperawatan: Tidak ada

5. Interaksi selama wawancara


o Bermusuhan
o Tidak kooperatif
o Mudah tersinggung
o Kontak mata (-)
o Defensif
o Curiga
jelaskan :
Pada saat pengkajian pasien tampak kurang kooperatif, pasien hanya
menjawab pertanyaan yang diberikan, tanpa mau bertanya balik,
kontak mata masih kurang pasien lebih sering menunduk dan akan
menatap perawat sesekali saja.
Diagnosa Keperawatan: Isolasi sosial : menarik diri

6. Persepsi – Sensorik
a. Halusinasi
o Pendengaran
o Penglihatan
o Perabaan
o Pengecapan
o Penghidu
b. Ilusi
o Ada
o Tidak ada
Jelaskan : Pasien tidak mengalami gangguan persepsi. Saat
pengkajian pasien mengatakan tidak pernah mendengar suara-suara
aneh dan melihat bayangan aneh ataupun gangguan persepsi
lainnya.
Diagnosa Keperawatan: Tidak ada masalah keperawatan
7. Proses pikir
a. Arus Pikir
o Koheren ○flight of idea
o Inkoheren ○bicara cepat
o Sirkumtansial ○irelevansi
o Neologisme ○main kata-kata
o Tangensial ○blocking
o Logorea ○pengulangan pembicaraan
o kehilangan asosiasi ○afasia
o bicara lambat ○aosiasi bunyi
o lain-lain:...................
jelaskan :
Saat pengkajian pasien dapat menjawab pertanyaan tetapi pasien
sering mengulang pembicaraannya seperti selalu mengatakan malu
dan takut sat diajak bicara oleh perawat.
Masalah Keperawatan : tidak ada masalah keperawatan
b. Isi Pikir
o Obsesi ○Pikiran isolasi sosial
o Ekstasi ○ide yang terkait
o Fantasi ○pikiran rendah diri
o Alienasi ○pesimisme
o Pikiran bunuh diri ○pikiran magis
o Preokupasi ○pikiran curiga
o fobia, sebutkan :.....
o Waham
 Agama
 somatik
 kebesaran
 uriga
 Nihilistic
 sisip pikir
 siar pikir
 kontrol pikir
o lain-lain:...................
jelaskan :
Pasien tidak memiliki gangguan isi pikir dan tidak memiliki
keyakinan terhadap sesuatu hal yang berlebihan.
c. Bentuk Pikir
o realistik
o non realistik
o Dereistik
o Otistik
jelaskan :
saat diberikan pertanyaan pasien mampu menjawab pertanyaan
dari perawat dengan benar dan sesuai
Diagnosa Keperawatan: Tidak ada
8. Tingkat kesadaran
o Orientasi (waktu, tempat, orang)
jelaskan : Tingkat kesadaran klien baik dan klien tidak mengalami
disorientasi terhadap waktu, tempat dan orang. Buktinya klien masih
mengingat tanggal masuk rumah sakit dan dia tahu berada di ruang
Mawar

o Menurun:
 Kesadaran berubah
 Hipnosa
 Confusion
 Sedasi
 Stupor’
o Meninggi
jelaskan :
Saat pengkajian pasien terlihat sadar secara penuh , pasien mampu
menjawab saat ditanya meski responnya lambat dan kontak mata
kurang.
Diagnosa Keperawatan: Tidak ada
9. Memori
o Gangguan daya ingat jangka panjang (> 1 bulan)
o Gangguan daya ingat jangkamenengah (24 - < 1 bulan)
o Gangguan daya ingat jangka pendek ( kurun waktu 10 detik sampai
15 menit)
Jelaskan :
Pasien mengatakan masih mengingat kejadian-kejadian yang pernah
dialami dulu. Seperti mengingat kejadian kecelakaan yang dialami dan
saat pasien di bawa ke RSJ Bangli.
Diagnosa Keperawatan: Tidak ada
10. Tingkat konsentrasi dan berhitung
a. Konsentrasi
o Mudah beralih
o Tidak mampu konsentrasi
jelaskan :
kadang-kadang pasien kurang berkonsentrasi sehingga
pertanyaannya diulang. Pasien mampu menjawab/berhitung seperti
menjumlahkan, dan mengurangi.
b. Berhitung
jelaskan :
pasien mampu berhitung 1-10 sesuai anjuran perawat. Pasien
mampu menjawab/berhitung seperti menjumlahkan, dan
mengurangi.
Diagnosa Keperawatan : tidak ada
11. Kemampuan penilaian
o Gangguan ringan
o Gangguan bermakna
jelaskan :
Saat diberikan pilihan antara menggosok gigi atau makan, pasien
memilih makan dahulu dan ketika diberikan pilihan antara makan atau
cuci tangan pasien memilih cuci tangan karena itu lebih didahulukan.
Masalah keperawatan : tidak ada masalah keperawatan

12. Daya tilik diri


o Mengingkari penyakit yang diderita
o Menyalahkan hal- hal diluar dirinya
jelaskan :
saat pengkajian pasien tidak mengingkari penyakit yang dideritanya
dan tidak menyalahkan orang lain maupun lingkukangannya dengan
kondisinya saat ini pasien mengakui kalau dirinya dibawa ke rumah
sakit.
Masalah Keperawatan : tidak ada masalah keperawatan

VIII. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG


1. Kemampuan klien memenuhi kebutuhan
o Perawatan kesehatan
o Transportasi
o Tempat tinggal
o Keuangan dan kebutuhan lainnya
jelaskan :
Klien mengatakan jarang pergi ke pusat kesehatan untuk
memeriksakan diri.

2. Kegiatan hidup sehari-hari


a. Perawatan diri
1) Mandi
jelaskan :
Pasien mampu mandi secara mandiri namun hanya perlu
disiapkan alat alat mandi saja
2) Berpakaian/ berhias dan berdandan
jelaskan :
Pasien saat berpakian dan berhias masih perlu bantuan orang
lain namun tidak sepenuhnya.
3) Makan
jelaskan :
Penjelasan : Pasien makan hanya perlu diingatkan saja, pasien
mampu makan secara mandiri dengan baik.
4) Toileting (BAB / BAK)
jelaskan :
Penjelasan : Pasien mampu melakukan toileting secara mandiri.
Diagnosa Keperawatan: Tidak ada
b. Nutrisi
Berapa frekuensi makan dan frekuensi kudapan dalam sehari
jelaskan :
makannya 3x/hari dengan 2x/hari kudapan atau snacknya
Bagaimana nafsu makannya
jelaskan : nafsu makannya baik dan makannyapun lahap
Bagaimana berat badannya
jelaskan :
berat badan klien mengalami peningkatan selama di RS
sebanyak 1 kg yang sebelumnya 48 kg menjadi 49 kg
Diagnosa Keperawatan: Tidak ada
c. Tidur
1) Istirahat tidur
Tidur siang, lama : 13.00 s/d 14.00
Tidur malam, lama : 22.00 s/d 06.00
Aktifitas sebelum/sesudah tidur: tidak ada kebiasaan
pengantar tidur
jelaskan :
Klien tidak mengalami gangguan tidur. Klien tidur siang 1-2
jam dan untuk tidur malam 8-9 jam. tidak aktivitas kebiasaan
pengantar tidur
2) Gangguan tidur
o Insomnia
o Hipersomnia
o Parasomnia
o Lain-lain
jelaskan :
klien mengatakan bisa tidur nyenyak tanpa ada gangguan
apapun
Diagnosa Keperawatan: Tidak ada
3. Kemampuan lain-lain
o Mengantisipasi kebutuhan hidup
Pasien mengatakan sebelum sakit berjualan sosis
o Membuat keputusan berdasarkan keinginannya
Pasien mampu membuat keputusan berdasrkan keinginannya
sendiri
o Mengatur penggunaan obat dan melakukan pemeriksaan
kesehatannya sendiri
Untuk pengguanaan obat Klien tidak membutuhkan bantuan karena
Klien bisa melakukannya sendiri dan mengetahui obat-obat yang di
konsumsi
Diagnosa Keperawatan: tidak ada
4. Sistem pendukung
Ya Tidak
Keluarga □ □
Terapis □ □
Teman sejawat □ □
Kelompok sosial □ □
jelaskan :
Pasien mengatakan mendapat dukungan untuk sembuh dari
keluarganya
Diagnosa Keperawatan: Tidak ada

IX. MEKANISME KOPING


Jelaskan:
pasien jika ada masalah jarang membicarakannya dengan orang lain untuk
menyelesaikan masalahnya pasien menyembunyikan bahwa tangannya
telah diamputasi dengan bersembunyi dan berdiam diri di rumah.
X. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN
o Masalah dengan dukungan kelompok, spesifik :
jelaskan : Klien mengatakan keluarga dan saudaranya mendukung
untuk kesembuhannya.

o Masalah behubungan dengan lingkungan, spesifik :


jelaskan : Saat pengkajian pasien tampak jarang sekali beradaptasi
dengan lingkungannya. Pasien lebih sering berdiam diri didalam
kamar.
o Masalah dengan pendidikan, spesifik :
jelaskan :
Pasien mengatakan tidak ada masalah dengan pendidikannya. Pasien
mengatakan pendidikan terakhirnya SMA.
o Masalah dengan pekerjaan, spesifik :
jelaskan :
Pasien mengatakan dia tidak bekerja. Sehari-hari dia hanya membantu
sang ayah untuk mengurus rumah, sedangkan ayahnya mencari nafkah
o Masalah dengan perumahan, spesifik :
jelaskan :
Pasien mengatakan tidak ada masalah dirumahnya. Pasien tinggal
bersama ayah dan kakak laki-lakinya.
o Masalah ekonomi, spesifik :
jelaskan :
Klien mengatakan hidupnya dan keluarganya masih mampu dan
berkecukupan
o Masalah dengan pelayanan kesehatan, spesifik :
jelaskan :
Pasien mengatakan tidak ada masalah dengan pelayanan kesehatan
dirinya.
o Masalah lainnya :
jelaskan :
Pasien jarang berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan
ataupun orang lain di lingkungannya. Dan ia sering menilai dirinya
negative, pasien sering menyendiri di tempat tidur maupun saat di luar
ruangan.

XI. ASPEK PENGETAHUAN


Apakah klien mempunyai masalah yang berkaitan dengan pengetahuan
yang kurang tentang suatu hal?
Bagaimana pengetahuan klien/keluarga saat ini tentang penyakit/gangguan
jiwa, perawatan dan penatalaksanaanya faktor yang memperberat masalah
(presipitasi), obat-obatan atau lainnya. Apakah perlu diberikan tambahan
pengetahuan yang berkaitan dengan spesifiknya masalah tersebut.
o Penyakit jiwa
o sistem pendukung
o Faktor presipitasi
o penyakit fisik
o Koping
o obat – obatan
o Lainnya :
jelaskan :
Pasien mengatakan cukup mengetahui tentang penyakit.
Diagnosa Keperawatan: Tidak ada

XII. ASPEK MEDIS


1. Diagnosa medik : Skizofrenia Residual
2. Diagnosa multi axis
Axis I :....................
Axis II :....................
Axis III :....................
Axis IV :....................
Axis V :....................
3. Terapi medik :
Nama Dosis Waktu Rute Indikasi
Trihexyphenidyl 2mg 2x1(@12 jam) I.O Obat THP gunanya untuk
merileksasikan pikiran dan
otot agar tidak kaku
Clozapine 25 mg 2x1 tab (@12 I.O Antipsikotik yang digunakan
jam) untuk gejala psikosis
Merlopam 2 mg 1x1 tab (@24 I.O Untuk gejala ansietas yang
jam) berhubungan dengan depresi

XIII. ANALISA DATA


NO Data Diagnosa Keperawatan
1. DS : Gangguan Citra Tubuh
o px mengatakan lebih banyak
termenung, berdiam diri.
o Px mengatakan tiba-tiba menangis
sambil melihat tangan kirinya yang
telah diamputasi
o Pasien mengatakan merasa malu
dengan keadaannya saat ini
o Pasien mengatakan tidak berguna
lagi karena tangan kirinya telah
diamputasi
o Pasien mengatakan merasa takut
ditolak oleh keluarga dan teman-
temannya
o Pasien mengatakan putus asah
dengan keadaan saat ini
DO :
o Pasien tampak menangis sambil
melihat tangan kirinya
o Pasien tampak lebih banyak
termenung dan berdiam diri
o Pasien tampak ketakutan
o Pasien tampak tidak menghiraukan
dirinya
XIV. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Nama : Ny. A No Register : 251872
Umur : 25 Tahun Diagnosa Medis: Skizofrenia Residual
No Tanggal Diagnosa Keperawatan
1. 23/03/20 Gangguan Citra Tubuh b.d Perubahan Fungsi
Tubuh (mis. proses penyakit) d.d tangan kiri tidak
berfungsi lagi

XV. POHON MASALAH


Berduka (Kehilangan Anggota Tubuh)

Gangguan Citra Tubuh

XVI. PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Gangguan Citra Tubuh b.d Perubahan Fungsi Tubuh (mis.
proses penyakit) d.d tangan kiri tidak berfungsi lagi

Lawang, 23 Maret 2020


Mahasiswa yang mengkaji

Anjelinus Ias Lodong


NIM : 181470
PROSES KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA DI RAWAT JALAN
(KLNIK KESEHATAN JIWA / IGD / REHABILITASI)
RSUD. MALANG

A. RENCANA KEPERAWATAN
Nama : Ny. A No Register : 14862
Umur : 25 Tahun Diagnosa Medis : Skizofrenia Residual

No. Tujuan Kriteria Hasil Intervensi


Dx
1. Setelah dilakukan TTV dalam batas Observasi :
tindakan keperawatan normal : 1. Lakukan BHSP
1x24 jam persepsi TD : 110-140/60-90 2. Monitor TTV
klien terhadap mmHg Promosi Citra Tubuh
penerimaan citra S : 36,0-37,5oC 3. Identifikasi harapan citra tubuh
tubuhnya mengalami N : 60-100 x/menit berdasarkan tahap perkembangan
peningkatan RR : 12-20 x/menit 4. Identifikasi budaya, agama, jenis
Citra Tubuh kelamin, dan umur terkait citra tubuh
- Melihat bagian 5. Monitor frekuensi pernyataan kritik
tubuh dan terhadap diri sendiri
menyentuh bagian 6. Monitor apakah pasien bisa melihat
tubuh meningkat bagian tubuh yang berubah
- Verbalisasi Terapeutik :
kecacatan bagian 7. Diskusikan perubahan tubuh dan
tubuh meningkat fungsinya
- Verbalisasi 8. Diskusikan perbedaan penampilan fisik
perasaan negatif terhadap harga diri
tentang perubahan 9. Diskusikan kondisi stres yang
tubuh menurun mempengaruhi citra tubuh (mis.
- Fokus pada bagian penyakit)
tubuh menurun 10. Diskusikan persepsi pasien dan keluarga
tentang perubahan citra tubuh
- Fokus pada
Edukasi :
penampilan masa
11. Jelaskan kepada keluarga tentang
lalu menurun
perawatan perubahan citra tubuh
- Fokus pada 12. Anjurkan mengungkapkan gambaran diri
kekuatan masa lalu terhadap citra tubuh
menurun 13. Latih fungsi tubuh yang dimiliki
Harga Diri 14. Latih pengungkapan kemampuan diri
- Percaya diri bicara kepada orang lain maupun kelompok
meningkat Promosi Koping
- Kosentrasi Observasi :
meningkat 15. Identifikasi pemahaman proses penyakit
- Postur tubuh 16. Identifikasi dampak situasi terhadap
menampakkan peran dan hubungan
wajah meningkat Terapeutik :
- Perasaan malu 17. Diskusikan perubahan peran yang
menurun dialami
- Perasaan tidak Edukasi :
melakukan apapun 18. Anjurkan mengungkapkan perasaan dan
menurun persepsi
Kesadaran Diri 19. Anjurkan keluarga terlibat
- Mengakui 20. Latih penggunaan teknik relaksasi
kemampuan fisik 21. Latih mengembangkan penilaian
meningkat\ obyektif
- Mengenali
keterbatasan fisik
meningkat

B. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
Nama : Ny. A No Register : 251872
Umur : 25Tahun Diagnosa Medis: Skizofrenia Residual

Tanggal Waktu No. Implementasi Tanda


(Jam) Dx Tangan
23 Maret 09.00 1 1. Melakukan BHSP IAS
2020 2. Melakukan monitor TTV
3. Mengidentifikasi harapan citra tubuh
berdasarkan tahap perkembangan
4. Menanyakan apakah pasien bisa
melihat bagian tubuh yang berubah
5. Menanyakan pemahaman pasien akan
proses penyakitnya
6. Menanyakan dampak yang
ditimbulkan terhadap peran dan
hubungan pasien
7. Mendiskusikan perubahan tubuh dan
fungsinya
8. Mendiskusikan perbedaan penampilan
fisik terhadap harga diri
9. Mendiiskusikan persepsi pasien dan
keluarga tentang perubahan citra tubuh
10. Menanyakan perubahan peran yang
dialami
11. Menganjurkan mengungkapkan
gambaran diri terhadap citra tubuh
12. Mengajurkan keterlibatan keluarga
13. Melatih teknik relaksasi
C. EVALUASI
Nama : Ny. A No Register : 251872
Umur : 25 Tahun Diagnosa Medis: Skizofrenia Residual

Tanggal Waktu No. Evaluasi Tanda


(Jam) Dx Tangan
23 Maret 10.00 1 S: Ias
2020
- Klien mengatakan ingin cepat sembuh dan berkumpul
dengan keluarganya
- Klien mengatakan malu akan tubuhnya saat ini karena
tidak bisa melakukan apa-apa
- Klien mengatakan dampak yang ditimbulkan akan sakitnya
tidak bisa melakukan kewajiban
- Klien mengatakan merasa takut ditolak oleh keluarga dan
masyarakat
O:
- Klien tampak termenung dan diam
- pasien tampak ketakutan
- Klien terlihat mau mengungkapkan semua yang dipikirkan
- Hasil TTV
TD : 110/70 mmHg
N : 85 x/menit
S : 36,8oC
RR : 19 x/menit