Anda di halaman 1dari 7

2.

1 Sistem Perekonomian
Berbagai perekonomian yang ada di dunia ini diorganisasikan secara berbeda-beda.
Bentuk organisasi dalam perekonomian tersebut sangat dipengaruhi oleh nilai – nilai
kebudayaan, pandangan politik dan ideologi ekonomi dan masyarakat tersebut. Telah
dijelaskan bahwa secara garis besarnya organisasi perekonomian yang pernah atau sedang
dipraktekan di berbagai negara dapat dibedakan menjadi tiga bentuk sistem pasar bebas,
sistem ekonomi campuran dan sistem ekonomi perencanaan pusat. Dalam uraian di bawah ini
akan diterangkan ciri-ciri penting dari setiap sistem ekonomi tersebut memecahkan tiga
persoalan pokok dalam perekonomian, yaitu “Apa?”, “Bagaimana?” dan “Untuk Siapa?”.

2.1.1 Sistem Pasar Bebas atau Laissez-Faire

Dalam teori ekonomi dan dalam keadaan yang sebenarnya sistem pasar
bebas atau sistem laissez faire merupakan sistem ekonomi yang paling ideal.
Oleh sebab itu pada masa ini semakin banyak negara yang melaksanakan sistem
ini dengan sebaik-baiknya.

Sistem ekonomi laissez faire seringkali disebut sebagai bentuk paling


murni dari sistem ekonomi pasar bebas, di mana pemerintah sama sekali tidak
ikut campur tangan dalam pengambilan keputusan perekonomian. Dalam sistem
ekonomi ini, individu dan perusahaan mengejar kepentingan mereka sendiri
tanpa adanya arahan atau aturan (dari pemerintah). Sesuai dengan
konsep invisible hand dari Adam Smith, perilaku dari individu-individu itulah
yang menentukan hasil perekonomian.

“Kebebasan penuh di dalam kegiatan ekonomi” artinya adalah suatu


sistem ekonomi dimana pemerintah sama sekali tidak ikut campur tangan dan
tidak pula berusaha mempengaruhi kegiatan ekonomi yang dilakukan
masyarakat. Seluruh sumber daya yang tersedia dimiliki dan di kuasai oleh
anggota – anggota masyarakat dan mereka mempunyai kebebasan penuh untuk
menentukan bagaimana sumber – sumber daya tersebut akan digunakan. Mereka
bebas menentukan jenis pekerjaan yang ingin mereka lakukan, jenis usaha yang
ingin mereka kembangkan, dan jenis barang-barang yang akan mereka beli dari
pendapatan yang diperoleh. Sistem pasar bebas atau mekanisme pasar dapat
menciptakan efisiensi yang cukup tinggi dalam mengatur kegiatan dalam
perekonomian. Mekanisme pasar merupakan sistem ekonomi yang telah
memungkinkan pertumbuhan ekonomi di negara – negara barat.

Dalam dunia ini tidak ada satu negara pun yang menggunakan sistem
ekonomi ini (secara murni). Hal ini disebabkan karena pemerintahan di suatu
negara dapat dipastikan akan memiliki kebijakan tertentu untuk mengendalikan
perekonomian dalam batas-batas tertentu.
2.1.2 Sistem Ekonomi Campuran

Ekonomi campuran adalah sistem perekonomian yang menggabungkan


lebih dari satu aspek sistem ekonomi. Biasanya, di dalam ekonomi campuran
terdapat paduan unsur kapitalisme dan sosialisme. Tidak ada satu definisi yang
pasti untuk ekonomi campuran, tetapi aspek penting yang menjadi cirinya
adalah terdapatnya tingkat kebebasan ekonomi individu (termasuk kepemilikan
industri secara individu) yang bersipadu dengan ekonomi terancang (termasuk
campur tangan atas tanggung jawab sosial, pemulihan lingkungan, atau
pemilikan aset atau sumber pengeluaran oleh negara).

Ciri – Ciri dan Prinsip Sistem Ekonomi Campuran

Sebenarnya tidak ada definisi dan ciri pasti dari sistem ekonomi
campuran, tetapi secara umum ciri-cirinya adalah sebagai berikut :

1. Pemerintah dan pihak swasta berperan aktif dan sama dalam kegiatan
ekonomi.
2. Pihak swasta diberikan kebebasan dalam batasan yang telah ditentukan oleh
pemerintah.
3. Perencanaan, peraturan dan penetapan kebijakan di bidang ekonomi di susun
oleh pemerintah.
4. Persaingan yang terjadi di pasar adalah persaingan bersih yang di kontrol
langsung oleh pemerintah.
5. Jenis dan jumlah barang yang diproduksi ditentukan oleh mekanisme pasar.
6. Sumber daya vital yang menyangkut hajat hidup orang banyak dikuasai oleh
pemerintah.
7. Peran swasta dan pemerintah sama.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Campuran

a. Kelebihan Sistem Ekonomi Campuran

1. Hak individu diakui.


2. Penetapan harga barang lebih terkendali.
3. Pemerintah mementingan kepentingan masyarakatnya.
4. Pihak swasta tidak bisa semena-mena dalam memanfaatkan sumber daya.
5. Kestabilan ekonomi terjamin.
6. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan hasil
yang maksimal.
7. Inisiatif dan motivasi individu untuk membuat hidupnya lebih baik tetap
ada.
8. Persaingan bebas membuat perkembangan ekonomi ke jalan yang lebih
baik.
9. Tidak terjadi monopoli baik oleh pemerintah ataupun pihak swasta.

b. Kekurangan Sistem Ekonomi Campuran

1. Pemerintah menanggung beban yang lebih berat dibandingkan pihak


swasta.
2. Sumber daya modal yang dimiliki sangat mempengaruhi keberhasilan
sehingga yang kaya cenderung lebih mudah untuk menjadi lebih kaya.
3. Walaupun peran pemerintah cukup besar, tetapi masalah ekonomi seperti
inflasi, pengangguran, dll masih saja terus muncul dan berkembang.
4. Agak sulit melakukan pemerataan pendapatan.
5. Tidak ada kejelasan tentang seberapa besar pengaruh pemerintah dalam
suatu kegiatan perekonomian.
6. Pertumbuhan ekonomi cenderung lebih lambat jika dibandingan sistem
ekonomi pasar (liberal). 

a. Efek Sistem Pasar Bebas


Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang
dikendalikan dan diawasi oleh pemerintah tetapi masyarakat masih
mempunyai kebebasan yang cukup luas untuk menentukan kegiatan-
kegiatan ekonomi yang ingin mereka jalankan. Mekanisme pasar masih
tetap memegang peranan penting dalam menentukan corak kegiatan
ekonomi yang dilakukan dalam masyarakat. Dalam perekonomian
campuran, tujuan pokok dari campur tangan pemerintah adalah untuk
menghindari akibat-akibat yang kurang menguntungkan dari sistem pasar
bebas. Dalam sistem pasar bebas, misalnya, golongan yang lemah makin
lama akan semakin tertindas dan golongan yang kuat semakin
memperkukuh kedudukannya. Campur tangan pemerintah memungkinkan
dilakukannya usaha- usaha untuk menghindari keadaan tersebut. Satu
contoh lain, di dalam mekanisme pasar yang sangat bebas, kegiatan
perekonomian cenderung akan mengalami siklus naik dan turun yang relatif
besar. Kemelesetan yang serius dan kemakmuran selalu secara bergantian
berlaku dan ini dapat menimbulkan beberapa akibat buruk kepada
masyarakat. Dengan adanya campur tangan pemerintah maka siklus naik
turun kegiatan ekonomi dapat dikurangi tingkat keseriusannya.

b. Peranan Campur Tangan Pemerintah


2.2 Campur tangan pemerintah dalam perekonomian dapat dibedakan dalam tiga bentuk.
Yang pertama adalah berupa peraturan-peraturan yang bertujuan untuk mengaturkan dan
mengawasi kegiatan ekonomi agar mereka dijalankan dalam norma-norma yang wajar.
Campur tangan pemerintah yang seperti itu dapat dipa Sistem Perekonomian
Berbagai perekonomian yang ada di dunia ini diorganisasikan secara berbeda-beda.
Bentuk organisasi dalam perekonomian tersebut sangat dipengaruhi oleh nilai – nilai
kebudayaan, pandangan politik dan ideologi ekonomi dan masyarakat tersebut. Telah
dijelaskan bahwa secara garis besarnya organisasi perekonomian yang pernah atau sedang
dipraktekan di berbagai negara dapat dibedakan menjadi tiga bentuk sistem pasar bebas,
sistem ekonomi campuran dan sistem ekonomi perencanaan pusat. Dalam uraian di bawah ini
akan diterangkan ciri-ciri penting dari setiap sistem ekonomi tersebut memecahkan tiga
persoalan pokok dalam perekonomian, yaitu “Apa?”, “Bagaimana?” dan “Untuk Siapa?”.

2.2.1 Sistem Pasar Bebas atau Laissez-Faire

Dalam teori ekonomi dan dalam keadaan yang sebenarnya sistem pasar
bebas atau sistem laissez faire merupakan sistem ekonomi yang paling ideal.
Oleh sebab itu pada masa ini semakin banyak negara yang melaksanakan sistem
ini dengan sebaik-baiknya.

Sistem ekonomi laissez faire seringkali disebut sebagai bentuk paling


murni dari sistem ekonomi pasar bebas, di mana pemerintah sama sekali tidak
ikut campur tangan dalam pengambilan keputusan perekonomian. Dalam sistem
ekonomi ini, individu dan perusahaan mengejar kepentingan mereka sendiri
tanpa adanya arahan atau aturan (dari pemerintah). Sesuai dengan
konsep invisible hand dari Adam Smith, perilaku dari individu-individu itulah
yang menentukan hasil perekonomian.

“Kebebasan penuh di dalam kegiatan ekonomi” artinya adalah suatu


sistem ekonomi dimana pemerintah sama sekali tidak ikut campur tangan dan
tidak pula berusaha mempengaruhi kegiatan ekonomi yang dilakukan
masyarakat. Seluruh sumber daya yang tersedia dimiliki dan di kuasai oleh
anggota – anggota masyarakat dan mereka mempunyai kebebasan penuh untuk
menentukan bagaimana sumber – sumber daya tersebut akan digunakan. Mereka
bebas menentukan jenis pekerjaan yang ingin mereka lakukan, jenis usaha yang
ingin mereka kembangkan, dan jenis barang-barang yang akan mereka beli dari
pendapatan yang diperoleh. Sistem pasar bebas atau mekanisme pasar dapat
menciptakan efisiensi yang cukup tinggi dalam mengatur kegiatan dalam
perekonomian. Mekanisme pasar merupakan sistem ekonomi yang telah
memungkinkan pertumbuhan ekonomi di negara – negara barat.

Dalam dunia ini tidak ada satu negara pun yang menggunakan sistem
ekonomi ini (secara murni). Hal ini disebabkan karena pemerintahan di suatu
negara dapat dipastikan akan memiliki kebijakan tertentu untuk mengendalikan
perekonomian dalam batas-batas tertentu.
2.2.2 Sistem Ekonomi Campuran

Ekonomi campuran adalah sistem perekonomian yang menggabungkan


lebih dari satu aspek sistem ekonomi. Biasanya, di dalam ekonomi campuran
terdapat paduan unsur kapitalisme dan sosialisme. Tidak ada satu definisi yang
pasti untuk ekonomi campuran, tetapi aspek penting yang menjadi cirinya
adalah terdapatnya tingkat kebebasan ekonomi individu (termasuk kepemilikan
industri secara individu) yang bersipadu dengan ekonomi terancang (termasuk
campur tangan atas tanggung jawab sosial, pemulihan lingkungan, atau
pemilikan aset atau sumber pengeluaran oleh negara).

Ciri – Ciri dan Prinsip Sistem Ekonomi Campuran

Sebenarnya tidak ada definisi dan ciri pasti dari sistem ekonomi
campuran, tetapi secara umum ciri-cirinya adalah sebagai berikut :

8. Pemerintah dan pihak swasta berperan aktif dan sama dalam kegiatan
ekonomi.
9. Pihak swasta diberikan kebebasan dalam batasan yang telah ditentukan oleh
pemerintah.
10. Perencanaan, peraturan dan penetapan kebijakan di bidang ekonomi di susun
oleh pemerintah.
11. Persaingan yang terjadi di pasar adalah persaingan bersih yang di kontrol
langsung oleh pemerintah.
12. Jenis dan jumlah barang yang diproduksi ditentukan oleh mekanisme pasar.
13. Sumber daya vital yang menyangkut hajat hidup orang banyak dikuasai oleh
pemerintah.
14. Peran swasta dan pemerintah sama.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Campuran

c. Kelebihan Sistem Ekonomi Campuran

10. Hak individu diakui.


11. Penetapan harga barang lebih terkendali.
12. Pemerintah mementingan kepentingan masyarakatnya.
13. Pihak swasta tidak bisa semena-mena dalam memanfaatkan sumber daya.
14. Kestabilan ekonomi terjamin.
15. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan hasil
yang maksimal.
16. Inisiatif dan motivasi individu untuk membuat hidupnya lebih baik tetap
ada.
17. Persaingan bebas membuat perkembangan ekonomi ke jalan yang lebih
baik.
18. Tidak terjadi monopoli baik oleh pemerintah ataupun pihak swasta.

d. Kekurangan Sistem Ekonomi Campuran

7. Pemerintah menanggung beban yang lebih berat dibandingkan pihak


swasta.
8. Sumber daya modal yang dimiliki sangat mempengaruhi keberhasilan
sehingga yang kaya cenderung lebih mudah untuk menjadi lebih kaya.
9. Walaupun peran pemerintah cukup besar, tetapi masalah ekonomi seperti
inflasi, pengangguran, dll masih saja terus muncul dan berkembang.
10. Agak sulit melakukan pemerataan pendapatan.
11. Tidak ada kejelasan tentang seberapa besar pengaruh pemerintah dalam
suatu kegiatan perekonomian.
12. Pertumbuhan ekonomi cenderung lebih lambat jika dibandingan sistem
ekonomi pasar (liberal). 

c. Efek Sistem Pasar Bebas


Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang
dikendalikan dan diawasi oleh pemerintah tetapi masyarakat masih
mempunyai kebebasan yang cukup luas untuk menentukan kegiatan-
kegiatan ekonomi yang ingin mereka jalankan. Mekanisme pasar masih
tetap memegang peranan penting dalam menentukan corak kegiatan
ekonomi yang dilakukan dalam masyarakat. Dalam perekonomian
campuran, tujuan pokok dari campur tangan pemerintah adalah untuk
menghindari akibat-akibat yang kurang menguntungkan dari sistem pasar
bebas. Dalam sistem pasar bebas, misalnya, golongan yang lemah makin
lama akan semakin tertindas dan golongan yang kuat semakin
memperkukuh kedudukannya. Campur tangan pemerintah memungkinkan
dilakukannya usaha- usaha untuk menghindari keadaan tersebut. Satu
contoh lain, di dalam mekanisme pasar yang sangat bebas, kegiatan
perekonomian cenderung akan mengalami siklus naik dan turun yang relatif
besar. Kemelesetan yang serius dan kemakmuran selalu secara bergantian
berlaku dan ini dapat menimbulkan beberapa akibat buruk kepada
masyarakat. Dengan adanya campur tangan pemerintah maka siklus naik
turun kegiatan ekonomi dapat dikurangi tingkat keseriusannya.

d. Peranan Campur Tangan Pemerintah


Campur tangan pemerintah dalam perekonomian dapat dibedakan
dalam tiga bentuk. Yang pertama adalah berupa peraturan-peraturan yang
bertujuan untuk mengaturkan dan mengawasi kegiatan ekonomi agar mereka
dijalankan dalam norma-norma yang wajar. Campur tangan pemerintah
yang seperti itu dapat dipandang sebagai mengujudkan "rules of the game"
atau "aturan Pemainan" dari kegiatan-kegiatan ekonomi yang dilakukan
masyarakat. Bentuk campur tangan yang kedua adalah berupa secara
langsung melakukan kegiatan-kegiatan ekonomi. Di negara kita campur
tangan iangsurig tersebut adaiah cukup luas. Ini terbukti dari besarnya
jumiah perusahaan yang dimiiiki oleh negara. Campur tangan yang ketiga
adalah dengan melaksanakan kebijakan fiskal (kebijakan mengubah pajak
dan pengeluaran pemerintah) dan kebijakan moneter (mengatur dan
mengawasi kegiatan sektor keuangan) dengan tujuan agar perekonomian
dapat berkembang dengan pesat dan secara teratur tanpa mengalami inflasi.
ndang sebagai mengujudkan "rules of the game" atau "aturan Pemainan"
dari kegiatan-kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat. Bentuk campur
tangan yang kedua adalah berupa secara langsung melakukan kegiatan-
kegiatan ekonomi. Di negara kita campur tangan iangsurig tersebut adaiah
cukup luas. Ini terbukti dari besarnya jumiah perusahaan yang dimiiiki oleh
negara. Campur tangan yang ketiga adalah dengan melaksanakan kebijakan
fiskal (kebijakan mengubah pajak dan pengeluaran pemerintah) dan
kebijakan moneter (mengatur dan mengawasi kegiatan sektor keuangan)
dengan tujuan agar perekonomian dapat berkembang dengan pesat dan
secara teratur tanpa mengalami inflasi.