Anda di halaman 1dari 3

NO BAHASA INDONESIA BAHASA MELAYU

1 MENCUCI BASUH
2 NANTI KARANG
3 KEMARIN SETARI
4 KAMU DIKAU
5 MEREKA MIKE
6 LUPA LUPE
7 TIDUR MEMBUTE
8 SENDAL KASUT
9 MOBIL MENTOKA, KERETA
10 MENDUNG POKOK ARI
11 LAPAR KEBULUR
12 MIRIP SECORAK
13 JENDELA TINGKAP
14 KERANJANG RAGE
15 BUAH SAWO BUAH CIKU
16 MAKAN RADAK
17 CANTIK/GANTENG LAWA
18 ISTRI BINI
19 SUAMI LAKI
20 TANTE/BIBI MAK SAUDARE
21 OM/PAMAN PAK SAUDARE
22 IYA AOK
23 MEMBERITAHU KABAR
24 SEMBUNYI MENYOROK
25 GELAS CAWAN
2. Identifikasi Keunikan Pakaian Adat Melayu

Pakaian adat melayu identik dengan warna kuning keemasan/oranye, hijau lumut dan merah darah.
Untuk laki-laki dikenal dengan Baju Kurung Cekak Musang dan dilengkapi dengan kopiah atau tanjak
diatas kepala, sedangkan untuk perempuan dikenal dengan Kebaya Laboh yang dilengkapi dengan
selendang atau jilbab. Kedua pakaian ini dikombinasikan dengan kain sarung motif atau kain songket.

Adapun untuk filosofi warna dalam pakaian adat melayu yaitu sebagai berikut :

1. Warna Kuning Keemasan/Oranye, melambangkan kebesaran, otoritas dan kemegahan. Warna


kuning keemas an pada masa kerajaan Melayu dulunya merupakan warna larangan yang tidak
boleh digunakan sembarangan sehingga warna kuning emas begitu tabu bagi rakyat biasa jika
memakainya. Orang yang berhak memakai warna tersebut adalah Sultan atau Raja dari
Kerajaan-kerajaan Melayu.
2. Warna Hijau Lumut, melambangkan kesuburan dan kesetiaan, taat dan patuh pada ajaran
agama. Warna hijau lumut sering digunakan oleh kaum bangsawan.
3. Warna Merah Darah, melambangkan kepahlawanan dan keberanian, taat dan setia kepada raja
dan rakyat. Warna merah mempunya arti bagi masyarakat melayu sebagai kecemerlangan.

Selain ketiga warna tersebut, masyarakat melayu juga identic dengan warna hitam yang melambangkan
kesetiaan, ketabahan dan bertanggungjawab serta jujur. Gaun hitam sering dikenakan oleh orang-orang
hebat di Kerajaan Melayu dalam acara kebesaran dan perayaan kerajaan.
3. Lagu Daerah beserta Terjemahan
Segantang lada namanya Kepulauan Riau 2x

Segantang Lada sebutan Kepulauan Riau 2x

Ibukotanya di Pulau Bintan 2x

Ibu kotanya di Pulau Bintan 2x

Hati gelisah nan risau 2x

Hati gelisah dan khawatir 2x

Bila dikenang wajahmu tuan 2x

Ketika terbayangkan wajahmu tuan 2x

Makna tersirat :

Dikarenakan banyaknya jumlah pulau yang ada di sana kerap membuat Sultan terlupa sudah
berapa pulau yang dilewati dan terhitung. Sehingga diambil inisiatif untuk menggunakan media
“gantang” dan “lada”. Gantang artinya nampan, sementara Lada artinya cabai.

Disetiap pulau yang dilihat maka diletak sebiji “lada” ke dalam “gantang”. Setelah melewati
pulau-pulau yang terdapat di Kepulauan Riau, maka didapati bahwa gantang yang menjadi
tempat ditadah (ditampung) tersebut telah penuh.