Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM BOTANI

PENGKAJIAN MORFOLOGI, SISTEMATIKA, ZAT AKTIF DAN KHASIAT


TUMBUHAN JERUK NIPIS DALAM BIDANG FARMASI

Disusun oleh :
Nama : Mirna antika (31119161)
Kelas : Farmasi 1D

Program Studi S1-Farmasi


STIKes Bakti Tunas Husada
Tasikmalaya
2020
Bab I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Kunyit (Curcuma domestica Val) termasuk salah satu tanaman rempah dan obat, habitat
asli tanaman ini meliputi wilayahAsia khususnya Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian
mengalami persebaran ke daerahIndo-Malaysia,Indonesia,Australia bahkan Afrika. Hampir
setiap orangIndonesia danIndia serta bangsaAsia umumnya pernah mengkonsumsi tanaman
rempah ini, baik sebagai pelengkap bumbu masakan, jamu atau untuk menjaga kesehatan dan
kecantikan.
Kunyit tumbuh dengan baik di tanah yang tata pengairannya baik, curah hujan 2.000 mm
sampai 4.000 mm tiap tahun dan di tempat yang sedikit terlindung. Tapi untuk menghasilkan
rimpang yang lebih besar diperlukan tempat yang lebih terbuka. Rimpang kunyit berwarna
kuning sampai kuning jingga.Beberapa kandungan kimia dari rimpang kunyit yang telah
diketahui yaitu minyak atsiri sebanyak 6% yang terdiri dari golongan,senyawa monoterpen dan
sesquiterpen (meliputi zingiberen, alfa dan beta-turmerone.

B. Rumusan masalah

1. Apa pengertian dari kunyit ?

2. Apa saja morfologi dan karakteristik pada kunyit ?

3.. Apa saja khasiat dan manfaat dari kunyit ?

C. Tujuan

1. Dapat mengetahui tanaman kunyit ?

2. Mengetahui khasiat serta manfaat tanaman kunyit


BAB II

PEMBAHASAN

1. Pengertian Tanaman kumyit

Kunyit merupakan salah satu jenis tanaman obat yang banyak memiliki manfaat dan
banyak ditemukan diwilayah Indonesia. Kunyit merupakan jenis rumput – rumputan, tingginya
sekitar 1 meter dan bunganya muncul dari puncuk batang semu dengan panjang sekitar 10 – 15
cm dan berwarna putih. Umbi akarnya berwarna kuning tua, berbau wangi aromatis dan rasanya
sedikit manis. Bagian utamanya dari tanaman kunyit adalah rimpangnya yang berada didalam
tanah. Rimpangnya memiliki banyak cabang dan tumbuh menjalar, rimpang induk biasanya
berbentuk elips dengan kulit luarnya berwarna jingga kekuning – kuningan.

2. Ciri Morfologi tanamaan kunyit

1) Batang Kunyit memiliki batang semu yang tersusun dari kelopak atau pelepah daun yang
saling menutupi. Batang kunyit bersifat basah karena mampu menyimpan air dengan baik,
berbentuk bulat dan berwarna hijau keunguan. Tinggi batang kunyit mencapai 0,75 – 1m
(Winarto, 2004).

2) Daun Daun kunyit tersusun dari pelepah daun, gagang daun dan helai daun. Panjang
helai daun antara 31 – 83 cm. lebar daun antara 10 – 18 cm. daun kunyit berbentuk bulat telur
memanjang dengan permukaan agak kasar. Pertulangan daun rata dan ujung meruncing atau
melengkung menyerupai ekor. Permukaan daun berwarna hijau muda. Satu tanaman mempunyai
6 – 10 daun (Winarto, 2004).

3) Bunga Bunga kunyit berbentuk kerucut runcing berwarna putih atau kuning muda
dengan pangkal berwarna putih. Setiap bunga mempunyai tiga lembar kelopak bunga, tig lembar
tajuk bunga dan empat helai benang sari. Salah satu dari keempat benang sari itu 6 berfungsi
sebagai alat pembiakan. Sementara itu, ketiga benang sari lainnya berubah bentuk menjadi heli
mahkota bunga (Winarto, 2004).

4) Rimpang Rimpang kunyit bercabang – cabang sehingga membentuk rimpun. Rimpang


berbentuk bulat panjang dan membentuk cabang rimpang berupa batang yang berada didalam
tanah. Rimpang kunyit terdiri dari rimpang induk atau umbi kunyit dan tunas atau cabang
rimpang. Rimpang utama ini biasanya ditumbuhi tunas yang tumbuh kearah samping, mendatar,
atau melengkung. Tunas berbuku – buku pendek, lurus atau melengkung. Jumlah tunas umunya
banyak. Tinggi anakan mencapai 10,85 cm (Winarto, 2004). Warna kulit rimpang jingga
kecoklatan atau berwarna terang agak kuning kehitaman. Warna daging rimpangnya jingga
kekuningan dilengkapi dengan bau khas yang rasanya agak pahit dan pedas. Rimpang cabang
tanaman kunyit akan berkembang secara terus menerus membentuk cabang – cabang baru dan
batang semu, sehingga berbentuk sebuah rumpun. Lebar rumpun mencapai 24,10 cm. panjang
rimpang bias mencapai 22,5 cm. tebal rimpang yang tua 4,06 cm dan rimpang muda 1,61 cm.
rimpang kunyit yang sudah besar dan tua merupakan bagian yang dominan sebagai obat
(Winarto, 2004).

5) Kandungan senyawa kimia Senyawa kimia utama yang terkandung dalam kunyit adalah
kurkuminoid atau zat warna, yakni sebanyak 2,5 – 6%.Pigmen kurkumin inilah yang memberi
warna kuning orange pada rimpang (Winarto, 2004). Salah satu fraksi yang terdapat dalam
kurkuminoid adalah kurkumin. Komponen kimia yang terdapat didalam rimpang kunyit
diantaranya minyak atsiri, pati, zat pahit, resin, selulosa dan beberapa mineral. Kandungan
minyak 7 atsiri kunyit sekitar 3 – 5%. Disamping itu, kunyit juga mengandung zat warna lain,
seperti monodesmetoksikurkumin dan biodesmetoksikurkumin, setiap rimpang segar kunyit
mengandung ketiga senyawa ini sebesar 0,8%.

3. KLASIFIKASI TANAMAN KUNYIT

Dalam taksonomi tumbuhan, kunyit dikelompokkan sebagai berikut (Winarto, 2004) :

Kingdom : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Sub-divisi : Angiospermae

Kelas : Monocotyledonae

Ordo : Zingiberales

Family : Zingiberaceae

Genus : Curcuma

Spesies : Curcuma domestica Val

4. KANDUNGAN KIMIA TANAMAN KUNYIT

Kandungan zat-zat kimia yang terdapat dalam rimpang kunyit adalah sebagai berikut :
a. zat warna kurkuminoid yang merupakan suatu senyawa diarilheptanoid 3-4% yang
terdiri dari Curcumin, dihidrokurkumin, desmetoksikurkumin dan
bisdesmetoksikurkumin.
b. Minyak atsiri 2-5% yang terdiri dari seskuiterpen dan turunan fenilpropana turmeron
(aril-turmeron, alpha turmeron dan beta turmeron), kurlon kurkumol, atlanton, bisabolen,
seskuifellandren, zingiberin, aril kurkumen, humulen.
c. Arabinosa, fruktosa, glukosa, pati, tanin dan dammar
d. Mineral yaitu magnesium besi, mangan, kalsium, natrium, kalium, timbal, seng, kobalt,
aluminium dan bismuth (Sudarsono et.al, 1996).

5. KHASIAT TANAMAN KUNYIT

 Mencegah penyakit jantung

Studi menunjukkan bahwa curcumin dapat meningkatkan fungsi endothelial atau kesehatan
lapisan membran dalam jantung dan pembuluh darah. Membran tipis ini berperan untuk
mengatur tekanan darah. Menurunnya fungsi endothelial berhubungan dengan meningkatnya
risiko penyakit jantung.

Curcumin bisa melindungi melawan menurunnya fungsi organ akibat proses penuaan sehingga
bisa mencegah risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2.

Namun masih dibutuhkan lebih lanjut mengenai efektivitas dan keamanan mengonsumsi kunyit
jangka panjang sebagai alternatif pengobatan penderita penyakit jantung.

 Mencegah kanker

Curcumin dapat mencegah dan bahkan dianggap bisa mengobati berbagai jenis kanker seperti
usus besar, pankreas, prostat, payudara, dan perut. Senyawa antiinflamasi yang terkandung
dalam curcumin dapat menekan pertumbuhan tumor dan kanker.

Curcumin dapat meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh dari
penyakit yang merusak sel akibat radikal bebas dan mengurangi stres oksidatif. Para peneliti
telah melakukan banyak percobaan pada potensi kunyit sebagai pengobatan komplementer pada
pasien kanker.

Mereka juga menemukan bahwa curcumin secara selektif dapat menargetkan sel-sel kanker dan
menghambat kemunculan dan pertumbuhan tumor. Kunyit juga membantu mengurangi
peradangan dan rasa sakit akibat kemoterapi.

 Membantu mengendalikan diabetes

Melansir everydayhealth, curcumin mampu menurunkan kadar glukosa yang dipercaya bisa


mencegah diabetes tipe 1 dan 2. Hal tersebut berkat kandungan antiinflamasi dan antioksidan
yang menekan kadar insulin serta menstabilkan gula darah dan lemak darah (hiperlipidemia).
Hiperlipidemia berkolerasi dengan tingginya kolesterol jahat atau LDL.

Bahkan, sebuah studi menunjukkan bahwa curcumin 400 kali lebih kuat daripada obat diabetes
seperti metformin, dengan mengaktifkan enzim yang menghambat proses degeneratif di tubuh
atau enzim AMPK. Aktivasi AMPK inilah yang dianggap oleh para peneliti sebagai
terapi pengobatan untuk diabetes tipe 2.

 Mencegah Alzheimer
Kunyit bisa meningkatkan kesehatan otak dengan melawan penyakit degeneratif seperti
demensia dan Alzheimer. Meski hingga kini belum ditemukan obat untuk Alzheimer, namun
kunyit setidaknya bisa membantu mencegah seseorang terkena penyakit tersebut.

Gangguan fungsi otak seperti Alzheimer berhubungan dengan peradangan dan kerusakan
oksidatif yang menimbulkan penumpukan plak pada otak. Sementara curcumin dalam dosis yang
tepat mampu membersihkan plak.

 Mengobati depresi

Depresi merupakan kondisi medis yang menyebabkan perasaan sedih atau hilangnya minat untuk
melakukan aktivitas tertentu. Tentu kondisi ini dapat mengganggu penderitanya. Untungnya,
depresi dapat diobati. Dalam sebuah penelitian, curcumin pada kunyit terbukti sama efektifnya
dengan obat antidepresan seperti Prozac.

Hal tersebut juga didukung dengan pengujian lab yang menunjukkan bahwa kunyit dapat
memengaruhi keseimbangan neurotransmitter di otak. Curcumin memiliki efek antidepresan dan
ansiolitik yang mampu memodulasi kadar serotonin dan dopamin. Untuk mendapatkan khasiat
antidepresan dari kunyit, cobalah konsumsi 1.000 mg kunyit selama setidaknya 6 minggu. 

 Meningkatkan kesehatan kulit

Kandungan antiinflamasi, antibakteri, dan antioksidan bisa menjadi obat untuk berbagai penyakit
kulit seperti jerawat, eksim atau atopik dermatitis, dan psoriasis. Berdasarkan Macedonian
Journal of Medical Sciences, kunyit adalah pengobatan yang aman dan efektif untuk psoriasis.

Para peneliti juga mengonfirmasi bahwa curcumin mengurangi stres oksidatif pada kulit yang
bermasalah. Kunyit juga meningkatkan sintesis kolagen dan mempercepat perbaikan jaringan
kulit, memperkecil pori-pori, mengurangi dan mencegah jerawat, bahkan membuat wajah lebih
bercahaya apabila digunakan sebagai masker.

Tetapi perlu diingat bahwa kunyit dapat menyebabkan reaksi alergi bagi kulit. Untuk itu,
sebelum mengaplikasikannya ke wajah, lakukan tes dengan mengoleskan sedikit kunyit ke
lengan kemudian tunggu selama 24 hingga 48 jam untuk melihat reaksi alergi.
 Mengurangi sakit punggung

Radang adalah kondisi ketika imun tubuh merespons rasa sakit atau iritasi yang biasanya
ditandai dengan gejala bengkak, kemerahan, dan nyeri atau ngilu. Meskipun merupakan reaksi
yang wajar, namun bengkak bisa mengarah pada masalah kesehatan yang serius.

Sakit punggung kronis merupakan masalah peradangan tulang belakang. Meskipun kunyit bukan
obat langsung untuk mengobati kondisi ini, kunyit berpotensi meredakan sakit punggung bagian
atas dan bawah dengan menargetkan peradangan dan mengurangi kerusakan akibat radikal
bebas.

 Mengencerkan darah 

Ketika tubuh normal, sel darah trombosit akan cepat menggumpal dan menyumbat area yang
terluka. Namun ada kondisi kesehatan tertentu yang membutuhkan pengencer darah untuk
mencegah penyumbatan. Curcumin berpotensi bekerja sebagai antikoagulan (pengencer darah).

Sebuah penelitian pada 2012 menunjukkan bahwa mengonsumsi kunyit misalnya dalam bentuk
suplemen, jamu, atau mengolahnya menjadi makanan kari sekalipun dapat membantu mencegah
penggumpalan darah.

Penggumpalan atau pembekuan darah bisa mengancam nyawa karena bisa menyumbat di paru-
paru, otak, dan sebagainya sehingga menghambat asupan darah ke organ vital lain.

 Mengurangi risiko kambuhnya alergi dan asma

Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru mengidentifikasi zat asing sebagai bahaya,
kemudian tubuh bereaksi berlebihan. Kandungan antiinflamasi kunyit dapat mengurangi
kemungkinan kambuhnya asma karena membantu mengurangi obstruksi atau tersumbatnya jalan
napas dan bisa menjadi pengobatan alternatif untuk asma.

Selain itu, penelitian menunjukkan curcumin membantu melawan banyak gejala yang
berhubungan dengan alergi seperti bersin, hidung tersumbat, pilek, dan demam.

 Mendetoksifikasi hati

Detoksifikasi atau detoks berfungsi untuk menghilangkan racun dari darah dan melancarkan
metabolisme untuk memastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Hati merupakan
sistem penyaringan sentral tubuh. Hati yang sehat sangat penting untuk kesehatan fisik dan
mental yang optimal.

Beberapa studi menunjukkan kemampuan curcumin untuk membatasi kerusakan pada hati dari
zat-zat berbahaya. Kunyit juga merangsang produksi empedu dan membantu menghilangkan
racun atau zat berbahaya yang tidak diinginkan dari tubuh.
Detoksifikasi mengeluarkan dan menghilangkan racun yang tidak dibutuhkan oleh tubuh
sehingga kita dapat terlindung dari penyakit dan menambah daya tahan tubuh.

Detoksifikasi juga berarti membersihkan darah dengan cara menghilangkan kotoran dari darah di
hati, tempat racun diproses. Curcumin dapat membantu hati untuk mendetoksifikasi tubuh dan
mengurangi beberapa efek dari karsinogen berbahaya.

BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

Dilihat dari latar belakang di atas dapat disimpulkan bahwa :

kunyit merupakan salah satu tanaman obat potensial, selain sebagai bahan baku obat juga
dipakai sebagai bumbu dapur dan zat pewarna alami. Dilihat dari maanfaatnya setelah dilakukan
beberapa penelitian secara in vitro  dan in vivo menunjukkan, kunyit memunyai aktivitas sebagai
antiinflamasi (antiperadangan), aktivitas terhadap peptic ulcer,antitoksik, antihiperlipidemia,dan
aktivitas antikanker. Setelah mengkaji lebih dalam mengenai tumbuhan kunyit, penyusun dapat
mengambil suatu simpulan bahwa kunyit sangatlah bermanfaat bagi manusia, karena Didalam
kunyit terdapat banyak kandungan kimia yaitu karbohidrat, vitamin C, dan dan garam-garam
mineral seperti besi dan kalsium, dengan adanya kandungan ini, maka kunyit dapat diolah
menjadi obat berbagai macam penyakit, seperti diabetes mellitus, tifus, usus buntu, disentri, sakit
keputihan, haid tidak lancar, perut mulas saat haid, memperlancar ASI, amandel, berak lendir
dan morbili. 

2.Saran

Dalam bab pembahasan telah diuraikan cara mengelolah tumbuhan kunyit menjadi obat
untuk penyakit-penyakit yang telah disebutkan, maka dari itu penyusun mengaharapkan kepada
kita semua jika kita mengalami atau melihat seseorang terkena penyakit-penyakit diatas mari kita
coba menyembuhkannya dengan mengelolah tumbuhan kunyit menjadi obat penyakit-penyakit
tersebut.
BAB IV

Daftar Pustaka

Jamiatul, Wahdah. 2013. Bentuk batang, Arah tumbuh, Permukaan, dan Modifikasi batang.
Bandung.

Haryati, Marlinda.2003. TerampilMembuatEkstrakTemu-Temuan.Yogyakarta: AdityaKarya


Nusa.

Tjitrosoepomo, Gembong. 2004. Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta : GMU Press.