Anda di halaman 1dari 16

DESAIN BARANG DAN JASA

Dosen Pengampuh :

oleh :
Aditiya Pandu Wijaya : B1033171056

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2018
KATA PENGANTAR

Puji dyukur kepada Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Kami panjatkan puji dan syukur akan Kehadirat-Nya yang telah memberi
kesehatan dan kekuatan kepada kami, sehingga dapat menyelesaikan makalah ini
dengan judul “Ragam dan Ciri-Ciri Karya Ilmiah Dalam Bahasa Indonesia”.
Walau kami banyak mendapat hambatan, tapi kami berhasil menyelesaikan
makalah ini tepat waktu.
Tidak lupa kami sampaikan terimakasih kepada dosen pembimbing bahasa
indonesia yang telah membimbing kami dalam mengerjakan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam menyusun karya ilmiah ini masih jauh
dari kesempurnaan, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun guna sempurnanya makalah ini. Penulis berharap agar karya
ilmiah ini bisa bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada
umumnya.

Pontianak, 9 September 2017

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah........................................................................... 2
1.3 Tujuan Penulisan............................................................................ 2

BAB II PEMBAHASAN.................................................................................. 3
2.1 Pengertian....................................................................................... 3
2.2 Desain Barang................................................................................. 3
2.3 Desain Jasa...................................................................................... 8
2.4 ........................................................................................................ 11

BAB III PENUTUP.......................................................................................... 12


3.1 Kesimpulan..................................................................................... 12
3.2 Saran............................................................................................... 12

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 13

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pada dasarnya karya ilmiah sangat berkaitan erat dengan dunia pendidikan dan
juga dunia penelitian. Kebanyakan karya limilah yang diterbitkan merupakan hasil
dari berbagai macam riset yang dilakukan oleh lembaga penelitian ataupun
lembaga pendidikan.
Karya ilmiah adalah laporan tertulis hasil penelitian atau pengkajian yang
telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan
etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Karya ilmiah yang ditulis dan diterbitkan laporan yang menyajikan hasil
penelitian atau studi yang telah dilakukan oleh seorang individu atau tim untuk
memenuhi aturan dan etika ilmu dikonfirmasi dan dipatuhi oleh komunitas ilmiah.
Di perguruan tinggi, khususnya S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan
karya ilmiah seperti makalah, laporan laboratorium, atau tesis. Tesis umumnya
merupakan laporan penelitian berskala kecil, tetapi cukup mendalam. Sementara
itu, sebagai mahasiswa dalam dunia akademik, membuat karangan merupakan
sebuah keniscayaan, dimana setiap mahasiswa dituntut untuk menguasainya. Baik
dari segi teknik penulisan, pengembangan ide pokok menjadi sebuah paragraf
yang koheren, serta mampu mengkomunikasikan dengan pembaca. Selain itu
dalam tingkat akhir pendidikannya, mahasiswa juga diwajibkan untuk membuat
skripsi atau tugas akhir, sehingga penting bagi mahasiswa untuk menguasai teori
penulisan karya tulis, baik yang ilmiah maupun non ilmiahdisamping penguasaan
tata bahasa.
Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian atau skripsi,
makalah seminar atau simposium, dan artikel yang pada dasarnya semua itu
merupakan produk dari kegiatan ilmuan. Didalam makalah ini kami akan lebih
menjelaskan mengenai ragam karya ilmiah dan apa saja ciri-ciri karya ilmiah itu
sendiri.

1
2

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang yang disampaikan pada paparan di atas,
ada beberapa permasalahan yang bisa diangkat.
1. Apa pengertian karya ilmiah?
2. Apa saja jenis-jenis dari karya ilmiah?
3. Apakah ciri-ciri dalam sebuah karya ilmiah?
4. Apa saja syarat untuk membuat sebuah karya ilmiah?
1.3 Tujuan Penulisan
Sesuai dengan latar belakang dan rumusan masalah yang disampaikan
di atas, ada beberapa tujuan yang ingin kami capai.
1. Mendeskripsikan dari karya ilmiah.
2. Mendeskripsikan jenis-jenis dari sebuah karya ilmiah.
3. Mendeskripsikan ciri-ciri karya ilmiah.
4. Mendeskripsikan syarat-syarat untuk membuat sebuah karya ilmiah.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian
Istilah karya ilmiah disini yaitu mengacu kepada karya tulis yang
menyusun dan penyajiannya didasarkan pada kajian ilmiah dan cara kerja ilmiah.
Karya tulis ilmiah dibedakan atas makalah dan laporan penelitian. Dalam
penulisan, baik makalah maupun laporan penelitian, didasarkan kepada kajian
ilmiah dan cara kerja ilmiah. Penyusunan dan penyajian karya semacam itu
didahului oleh studi pustaka dan lapangan (Azyumardi, 2008: 11).
Menurut Eko Susilo M (1995:11), karya ilmiah merupakan suatu tulisan
ataupun karangan yang didapatkan sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari
dari berbagai hasil pengamatan, penelitian, dan peninjauan terhadap bidang ilmu
tertentu, yang disusun dengan menggunakan metode tertentu dengan
memperhatikan sistematika penulisan yang baik dan santun, serta dapat
dipertanggungjawabkan keilmiahannya.
Menurut Drs. Totok Djuroto dan Dr. Bambang Supriyadi, pengertian karya
ilmiah adalah serangkaian kegiatan penulisan yang berlandaskan pada hasil
penelitian yang disusun secara sistematis mengikuti metodologi ilmiah yang
bertujuan untuk mendapatkan jawaban ilmiah dari suatu permasalahan.
2.2 Jenis-jenis Karya Ilmiah
a) Makalah
Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang
pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-
objektif. Makalah biasanya disajikan dalam sebuah seminar atau
dipresentasikan di kelas (tugas perkuliahan). Sistematika dalam penulisan
makalah yaitu pendahuluan, pembahasan, dan kesimpulan.
Sistematika Penulisan Makalah:
1. Bagian Pembuka: sampul, kata pengantar, dan daftar isi.

3
4

2. Tubuh Tulisan:
a. BAB I (Pendahuluan): latar belakang, rumusan masalah,
tujuan penulisan makalah, metode ilmiah, sistematika
penulisan, tinjauan pustaka.
b. BAB II (Pembahasan Materi)
c. BAB III (Hasil dan Pembahasan)
d. BAB IV (Simpulan dan Saran)
3. Bagian Akhir: daftar pustaka dan lampiran
b) Artikel
Dalam istilah jurnalistik, artikel adalah tulisan berisi pendapatan subjektif
penulisannya tentang suatu masalah atau peristiwa. Dalam konteks ilmiah,
artikel adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau
kumpulan artikel yang ditulis dengan tata cara ilmiah dan mengikuti
pedoman atau konvensi ilmiah yang telah disepakati.
Sistematika Penulisan Artikel :
1. Judul (maksimum 12 kata)
2. Identitas Penulis
3. Abstrak (250 kata)
4. Keywords (3-5 kata)
5. Pendahuluan
6. Tinjauan Pustaka
7. Hasil Penelitian
8. Pembahasan
9. Penutup (simpulan dan saran)
10. Pustaka Rujukan
c) Kertas Kerja
kertas kerja pada prinsipnya sama dengan makalah, namun dibuat dengan
analisis lebih dalam, tajam, dan dipresentasikan pada seminar atau
lokakarya yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan. Kertas kerja itu menjadi
acuan untuk tujuan tertentu dan bisa diterima atau dimentahkan oleh forum
ilmiah.
5

Sistematika Penulisan Kertas Kerja:


1. Bagian Awal: halaman sampul, halaman judul, lembar pengesahan,
lembar persetujuan, kata pengantar, daftar tabel, daftar gambar,
daftar isi.
2. Tubuh Tuilisan:
a. BAB I (Pendahuluan): latar belakang, isu aktual,lingkup
bahasan.
b. BAB II (Gambar Keadaan Sekarang): gambaran umum
yang relevan dengan isu aktual, visi dan misi, tugas pokok
dan fungsi, tujuan dan sasaran.
c. BAB III (Gambaran Keadaan yang Diinginkan): tujuan dan
sasaran yang bermasalah/tingkat kinerjanya rendah yang
ingin ditingkatkan kinerjanya.
d) Skripsi
Skripsi adalah karya tulis ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang
studi S1. Skripsi berisi tulisan sistematis yang mengemukakan pendapat
penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus
didukung oleh data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian
langsung atau berupa temuan baru dalam segi tata kerja, dalil-dalil, atau
hukum tertentu tentang salah satu aspek atau lebih di bidang
spesialisasinya.
Sistematika Penulisan Skripsi:
1. Bagian Awal: halaman judul, halaman pengesahan, halaman motto
dan persembahan, sari, kata pengantar, daftar isi, daftar gambar,
daftar tabel, dan daftar lampiran.
2. Bagian Isi:
a. BAB I (Pendahuluan): latar belakang, permasalahan,
tujuan, manfaat penelitian, penegasan istilah, dan
sistematika skripsi.
6

b. BAB II (Landasan Teori): kajian pustaka baik dari buku-


buku ataupun suber yang mendukung penelitian.
c. BAB III (Metodologi Penelitian): objek penelitian, variabel,
metode penelitian, metode pengumpulan data, dan metode
analisis data.
d. BAB IV (Hasil Penelitian dan Pembahasan): menguraikan
tentang hasil dan pembahasan dari data yang telah
diperoleh.
e. BAB V (Simpulan dan Saran): berisi simpulan dan saran
serta hasil penelitian.
3. Bagian Akhir: daftar pustaka dan lampiran.
e) Tesis
Tesis adalah karya tulis ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang
studi S2 yang sifatnya lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Tesis
mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri.
Sistematika Penulisan Tesis:
1. Bagian Awal: cover, halaman pengesahan, halaman judul, halaman
persembahan, kata pengantar, abstrak, daftar isi.
2. Bagian Isi:
a. BAB I (Pendahuluan): latar belakang masalah, rumusan
masalah, batasan masalah/ruang lingkup penelitian, tujuan
penelitian, manfaat penelitian.
b. BAB II (Tinjauan Pustaka): landasan teori, hipotesis,
kerangka pemikiran.
c. BAB III (Metodologi Penelitian): jenis penelitian, metode
pengumpulan data, populasi dan sampel, variabel
penelitian, pengolahan dan analisis data.
d. BAB IV (Hasil dan Pembahasan): hasil penelitian dan
pembahasan.
e. BAB V (Kesimpulan dan Saran): kesimpulan dan saran.
3. Bagian Akhir: daftar pustaka dan lampiran.
7

f) Disertasi
Disertasi disebut juga “Ph.D Thesis” adalah karya tulis ilmuan mahasiswa
untuk menyelesaikan jenjang studi S3 yang mengemukakan suatu dalil
yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sahih
(valid) dengan analisis yang terinci. Disertasi ini berisi suatu temuan
penulis sendiri yang berupa temuan orisinal.
Sistematika Penulisan Disertasi:
1. Bagian Awal: cover, halaman sampul dalam, halaman persetujuan,
halaman ucapan terima kasih, abstrak, executive summary, daftar
isi, daftar tabel, daftar gambar, daftar lampiran.
2. Bagian Isi:
a. BAB I (Pendahuluan): latar belakang masalah, rumusan
masalah, maksud dan tujuan penelitian, manfaat/kegunaan
penelitian.
b. BAB II (Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan
Hipotesis): kajian pustaka, hasil penelitian terdahulu yang
relevan, teori-teori yang digunakan, kerangka pemikiran,
hipotesis kerja.
c. BAB III (Obyek dan Metode Penelitian): obyek penelitian
dan metode penelitian.
d. BAB IV (Hasil Penelitian dan Pembahasan): hasil
penelitian, pembahasan, implikasi teoritik (temuan baru).
e. BAB V (Kesimpulan dan Saran): kesimpulan, saran teoritis,
saran praktis.
3. Bagian Akhir: daftar pustaka dan lampiran.
g) Artikel Ilmiah Populer
Suatu artikel ilmiah yang ditulis dengan gaya bahasa populer (bahasa
media/bahasa jurnalistik) untuk dimuat di media massa seperti suratkabar,
majalah, tabloid. Berbeda dengan artikel ilmiah, artikel ilmiah populer
tidak terikat secara ketat dengan aturan penulisan ilmiah. Artikel ilmiah
ditulis lebih bersifat umum, untuk konsumsi publik.
8

Sistematika Penulisan Artikel Ilmiah Populer:


1. Pendahuluan: bagian ini menguraikan hal yang dapat menarik
perhatian pembaca dan memberikan acuan terhadap permasalahan
yang dibahas.
2. Inti atau Isi: isi bagian ini sangat bervariasi, berisi kupasan,
analisis, argumentasi, komparasi, keputusan dan pendirian.
3. Penutup: berisi tentang kesimpulan atau penegasan penulis atas
masalah yang dibahas.
h) Orasi Ilmiah
Orasi ilmiah merupakan salah satu jenis karya ilmiah yang biasanya
disampaikan dalam kegiatan akademik di perguruan tinggi, misalnya
peresmian guru besar. Orasi ilmiah bisanya disampaikan oleh mahasiswa
secara sistematis dan berdasarkan bukti-bukti dan bentuk yang bisa
diterima secara ilmiah.
Sistematika Penulisan Orasi Ilmiah:
1. Halaman Sampul
2. Halaman Judul Utama
3. Katalog Dalam Terbitan
4. Halaman Biodata Ringkas
5. Daftar Isi
6. Prakata Pengukuhan
7. Subtansi Naskah Orasi Ilmiah: judul, pendahuluan, isi naskah,
struktur bab dan subbab, tabel dan ilustrasi, kesimpulan, penutup,
ucapan terima kasih.
8. Daftar Pustaka
9. Lampiran
10. Daftar Publikasi Ilmiah.
2.3 Ciri-ciri Karya Ilmiah
a) Karya Tulis Secara Umum
Logis, karya tulis dikatakan logis apabila data, argumen, dan penjelasan
yang dikemukakan diterima oleh akal.
9

Sistemas, karya tulis dikatakan sistematis apabila setiap permasalahan


yang diuraikan disusun secara teratur, runtut, dan tidak tumpang tindih.
Objektif, karya tulis dikatakan objektif apabila alasan, keterangan,
penjelasan, dan uraian-uraian yang dikemukakan sesuai apa adanya.
b) Karya Tulis Ilmiah
Karya Tulis ilmiah adalah Karya Tulis Ilmu pengetahuan yang
menyajikan fakta dan ditulis menurut metodelogi penulisan yang benar.
Karya Tulis Ilmiah ditulis dengan bahasa yang konkret, gaya bahasanya
formal, kata-katanya teknis dan didukung fakta yang dapat dibuktikan
kebenarannya.
1. Ciri – Ciri Karya Tulis Ilmiah :
a. Menyajikan fakta (bukan emosi atau perasaan). Setiap
pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus
faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau
ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang
berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan
senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah
seperti orang bertengkar)
b. Tidak ambigu, artinya tidak bermakna ganda akibat penulisnya
kurang menguasai materi atau kurang mampu menyusun kalimat
dengan subyek dan predikat yang jelas.
c. Penggunaan bahasa baku dalam ejaan, kata, kalimat dan
paragraf. Penulis harus mempergunakan bahasa dengan mengikuti
kaidah tatabahasa agar hasil tulisan tidak mengandung salah tafsir
bagi pembaca.
d. Penggunaan istilah keilmuan. Penulis karya ilmiah harus
mempergunakan istilah-istilah keilmuan bidang tertantu sebagai
bukti penguasaan penulis terhadap ilmu tertentu yang tidak
dikuasai oleh penulis pada bidang ilmu yang lain.
e. Bersifat denotative, artinya penulis dalam karya ilmiah harus
mengguanakan istilah atau kata yang hanya memiliki satu makna.
10

Hal ini dilakukan untuk menjaga konsistiensi tulisan sehingga tidak


membingungkan pembaca.
f. Rasional artinya penulis harus menonjolkan keruntutan pikiran
yang logis, alur pemikiran yang lancar, dan kecermatan penulisan.
g. Netral, Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau
penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik
kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu,
pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk, atau
mempengaruhi pembaca perlu dihindarkan.
h. Tidak Pleonastis Maksudnya kata-kata yang digunakan tidak
berlebihan alias hemat kata-katanya atau tidak berbelit-belit
(langsung tepat menuju sasaran).
c) Karya Tulis Non Ilmiah
Karya tulis Non Ilmiah (Karya non ilmiah) adalah karya tulis ilmu
pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi
penulisan yang baik dan benar.
1. Ciri-ciri karangan non-ilmiah:
a. Ditulis berdasarkan fakta pribadi
b. Fakta yang disimpulkan subjektif
c. Gaya bahasa konotatif dan populer
d. Tidak memuat hipotesis
e. Penyajianya dilandasi dengan sejarah
f. Bersifat imajinatif
g. Situasi persuasive
h. Tanpa dukungan bukti
2. Sifat karangan Non Ilmiah :
a. Emotif : sedikit informasi, melebihkan kebenaran
b. Persuatif : cukup informasi, mempengaruhi sikap dan cara berfikir
pembaca, dan meyakinkan pembaca.
c. Deskriftif : informatif, sebagian imaginatif, dan subjektif.
11

3. Contoh karangan non ilmiah :


a. Cerpen : jenis karya sastra yang memaparkan kisah ataupun cerita
tentang kehidupan manusia lewat tulisan pendek.
b. Dongeng : merupakan bentuk sastra lama yang bercerita tentang
suatu kejadian yang luar biasa yang penuh khayalan (fiksi) yang
dianggap oleh masyarakat suatu hal yang tidak benar terjadi.
c. Novel : karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita
kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan
menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku.
2.4 Syarat Penulisan Karya Ilmiah
1. Karya tulis ilmiah memuat gagasan ilmiah lewat pikiran dan alur pikiran.
2. Keindahan karya ilmiah terletak pada bangun piker dengan unsur-unsur
yang menyangganya.
3. Alur piker dituangkan dalam sistematika dan notasi.
4. Karya tulis ilmiah terdiri dari unsur-unsur seperti, kata, angka, tabel, dan
gambar, yang tersusun mendukung alur pikir yang teratur.
5. Karya ilmiah harus mampu mengekpresikan asas-asas yang terkandung
dalam hakikat ilmu dengan mengindahkan kaidah-kaidah kebahasaan.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dengan demikian kita dapat mengambil kesimpulan bahwa terdapat
berbagai jenis karya ilmiah dengan beberapa macam tujuan pembuatan suatu
karya ilmiah. Karya ilmiah didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian
dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika
penulisan yang santun, dan isinya dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya
atau keilmiahannya.
3.2 Saran
Sebaiknya dalam pembuatan karya ilmiah harus sangat diperhatikan
kalimat penulisannya. Dalam pembuatan karya ilmiah diperlukan sumber yang
akurat dan berdasarkan fakta. Sebaiknya dalam pembuatan karya ilmiah harus tau
jenis dan ciri karya ilmiah itu sendiri sesuai dengan tujuan pembuatannya.
Sebaiknya perlu diperhatikan segala aspek yang diperlukan untuk membuat karya
ilmiah seperti sistematik dan syarat-syaratnya.

12
DAFTAR PUSTAKA

Variyaka blog “Karya-Ilmiah-Menurut-Para-Ahli”


(https://variyaka.wordpress.com/karya-ilmiah-menurut-para-ahli/ (online).
Dikunjungi pada 08/09/2017).

Farhan aziz lubis. 2014. “Pengertian-Karya-Tulis-Ilmiah-Menurut”


(http://pangeranarti.blogspot.co.id/2014/12/pengertian-karya-tulis-ilmiah-
menurut.html (online). Dikunjungi pada 08/09/2017).

Ridwan arifin. 2012. “Pengertian-Jenis-Dan-Ciri-Karya-Tulis”


(http://chetarmembaha.blogspot.co.id/2012/12/pengertian-jenis-dan-ciri-
karya-tulis.html (online). Dikunjungi pada 08/09/2017).

Saripedia.com. 2010. “Ragam-Karya-Ilmiah”


(http://saripedia.wordpress.com/tag/ragam-karya-ilmiah/ (online).
Dikunjungi pada 10/09/2017).

Adzikra Ibrahim. 2013. “Pengertian-Karya-Ilmiah-Dan-Jenis-Jenis-Karya-Ilmiah”


(http://pengertiandefinisi.com/pengertian-karya-ilmiah-dan-jenis-jenis-
karya-ilmiah/ (online). Dikujungi pada 10/09/2017).

InfoTekno. 2017. “Penjelasan-Tentang-Karangan-Ilmiah-Ciri-Dan-Jenisnya”


(http://bangbiw.com/penjelasan-tentang-karangan-ilmiah-pengertian-ciri-
ciri-dan-jenisnya/ (online). Dikunjungi pada 12/09/2017).

Komunitas Praktis. 2014. “Karya-Tulis-Ilmiah”


(http://www.komunikasipraktis.com/2014/09/karya-tulis-ilmiah-
pengertian.html?m=1 (online). Dikunjungi pada 12/09/2017).

Shinta Noviyana P. 2013. “Sifat-Dan-Bentuk-Karangan”


(https://shintavyp.wordpress.com/tag/sifat-dan-bentuk-karangan/ (online).
Dikunjungi pada 16/09/2017)

Alfin Fauzan. 2014. “Sistematika-Penulisan-Karya-Ilmiah-Yang-Benar”


(https://basasindo.blogspot.co.id/2014/11/sistematika-penulisan-karya-
ilmiah-yang.html?m=1 (online). Dikunjungi pada 02/10/2017)

13