Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

“METODE GROUP TEACHING”


Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Metode Pembelajaran PAI
Dosen Pengampu : Mudhofar, S.Ag, M.A.

Disusun Oleh

MUFLIHATUS SHOLIHAH 20178401011049

KAROMATUL LAELY 20178401011026

FAKULTAS TARBIYAH
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM C-A SEMESTER III
INSTITUT AGAMA ISLAM AL-QOLAM
GONDANGLEGI
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan rahmat,
taufik, dan hidayah-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
“Metode Group Teaching”. Dengan adanya makalah ini dapat memberikan informasi bagi
para pembaca, khususnya mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam (PAI).

Sholawat dan salam tetap tercurahkan dan dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi
Muhammad SAW, serta keluarga, sahabat dan pengikutnya. Penyusun menyadari masih
banyak kekurangan dan kesalahan dalam penyusunan makalah ini.

Dalam penulisan makalah ini penyusun mengucapkan terimakasih tanpa bantuan


semua pihak penulisan makalah ini mungkin tidak dapat terlaksana. Oleh karena itu,
penyusun mohon kritik dan sarannya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

Gondanglegi, 12 Desember 2019

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................................ii

DAFTAR ISI...........................................................................................................................iii

BAB I.........................................................................................................................................1

PENDAHULUAN.....................................................................................................................1

A. Latar Belakang..............................................................................................................1

B. Rumusan Masalah.........................................................................................................2

C. Tujuan............................................................................................................................2

BAB II.......................................................................................................................................3

PEMBAHASAN.......................................................................................................................3

A. Pengertian Metode Group Teaching...........................................................................3

B. Tujuan Metode Group Teaching.................................................................................3

C. Jenis-Jenis Strategi Metode Group Teaching.............................................................3

D. Langkah-Langkah Pelaksanaan Metode Group Teaching.......................................4

E. Tahapan Strategi Pembelajaran Metode Group Teaching.......................................6

F. Kelebihan Dan Kelemahan Metode Group Teaching................................................7

BAB III......................................................................................................................................9

PENUTUP.................................................................................................................................9

A. Kesimpulan....................................................................................................................9

B. Saran.............................................................................................................................10

DAFTAR RUJUKAN.............................................................................................................11

iii
iv
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dewasa ini, seiring dengan semakin modernnya sistem pendidikan dan tuntutan yang
semakin berkembang, tidak jarang sekolah-sekolah yang masih menggunakan strategi
pembelajaran konvensional cukup tertinggal jauh dalam melaksanakan proses
pembelajarannya. dalam proses pembelajaran dengan strategi konvensional ini, proses
pembelajaran dilakukan secara soliter, artinya proses pembelajaran yang dimulai dari
perencanaan, pelaksanaan, sampai kepada evaluasi pembelajaran siswa dilakukan oleh
satu orang guru. gambaran pembelajaran seperti ini dapay dianalogikan bagaikan seorang
penjual sate, dimana semua urusan suatu pekerjaan dari awal sampai akhir hanya di
kerjakan oleh satu orang.

Padahal sebenarnya, sekarang ini kurikulum pendidikan di Indonesia sudah semakin


berkembang. Sudah terlalu banyak tuntutan-tuntutan masyarakat yang ditujukan kepada
para guru atau penyelenggara pendidikan. Saat ini, guru dituntut untuk lebih inovatif dan
kreatif dalam menentukan/memilih metode pembelajaran yang digunakan, yang tentunya
harus disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan kepada siswa. Selain itu, guru di
era sekarang juga dituntut untuk lebih mengenal setiap individu dari diri siswa. Dan
melihat rasio antara jumlah guru dan siswa yang tidak seimbang, tentu seorang guru tidak
mungkin bisa menangani jumlah siswa yang banyak itu. Satu hal yang juga penting,
bahwa yang namanya guru bukan berarti orang yang tahu akan segala hal. Dalam hal ini,
setiap manusia tentulah memiliki kekurangan dan kelebihan tentang pengetahuan, karena
ilmu pengetahuan sangat relatif yang dimiliki setiap orang. Ini menunjukkan bahwa guru
pun membutuhkan sosok lain yang bisa diajak kerja sama dalam menghadapi segala
kesulitan yang ada pada saat melaksanakan proses pembelajaran baik di kelas maupun di
alam terbuka (di luar kelas).

Jika melihat beberapa masalah yang terjadi dalam dunia pendidikan, maka dalam hal
ini pihak sekolah dan guru-guru dituntut daya kreativitasnya dalam memilih strategi yang
tepat agar segala tuntutan yang ditujukan terhadap guru khususnya itu dapat terpenuhi
dengan optimal. Dan tampaknya strategi pembelajaran Metode Group Teaching

1
merupakan cara yang tepat untuk memudahkan terbangunnya kreativitas dan inovatif itu
dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian metode group teaching?
2. Apa tujuan dari metode group teaching?
3. Apa saja jenis-jenis strategi metode group teaching?
4. Apa saja langkah-langkah pelaksanaan metode group teaching?
5. Apa saja tahapan strategi pembelajaran metode group teaching?
6. Apa kelebihan dan kelemahan metode group teaching?

C. Tujuan
1. Mengetahui pengertian metode group teaching.
2. Mengetahui tujuan metode group teaching.
3. Mengetahui jenis-jenis strategi metode group teaching.
4. Mengetahui langkah-langkah pelaksanaan metode group teaching.
5. Mengetahui tahapan strategi pembelajaran metode group teaching.
6. Mengetahui kelebihan dan kelemahan metode group teaching.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Metode Group Teaching


Metode mengajar beregu (group teaching) merupakan suatu metode mengajar dimana
pendidiknya (guru) jumlahnya lebih dari satu orang, dimana masing-masing pendidik ini
akan mempunyai tugas tertentu. Biasanya dari beberapa guru ini akan ditunjuk satu orang
sebagai kordinator. Tugas dari koordinator ini adalah untuk mengkoordinir dan
mengkoordinasikan segala sesuatu yang akan menjadi visi dan misinya selama mengajar.
Adapun cara pengujiannya adalah, setiap dari pendidik akan membuat soal, kemudian
soal-soal tersebut akan digabung dengan pendidik yang lain. Untuk ujian secara lisan,
maka caranya adalah setiap siswa yang akan diuji harus langsung berhadapan team
pendidik tersebut, dimana setiap team pendidik akan memberikan soal yang berbeda.
Metode Group Teaching ini bermanfaat untuk memberikan pelayanan pengajaran yang
lebih variatif pada siswa. Sistem ini dilakukan dengan cara menugaskan dua guru atau
lebih untuk mengajar satu bidang mata studi pada siswa pada satu kelas. Dengan adanya
team pengajar lebih dari satu orang ini, maka para siswa akan dapat lebih leluasa untuk
menggali informasi lebih yang berhubungan dengan pelajaran yang bersangkutan.

B. Tujuan Metode Group Teaching


Tujuan dari Metode Pembelajaran Group Teaching ini adalah untuk dapat
meningkatkan prestasi hasil belajar siswa. Selain itu, Metode Group Teaching ini juga
bermanfaat untuk bisa mengganti guru yang sewaktu-waktu berhalangan hadir untuk
memberikan materi sebagai bahan pembelajaran kepada para siswa. Jadi disini guru harus
bisa menguasai atau mengetahui bidang ilmu lain selain yang biasa diajarkannya. Dalam
penerapannya, pendamping dapat berperan sebagai salah satu anggota Group Teaching,
sebagai pengamat atau sebagai model.

C. Jenis-Jenis Strategi Metode Group Teaching


Jenis dari Strategi Pembelajaran Group Teaching yaitu:
1. Semi Group Teaching

3
Yaitu sejumlah guru mengajar mata pelajaran yang sama di kelas yang berbeda.
Perencanaan materi dan metode disepakati dan dirumuskan secara bersama. Atau satu
mata pelajaran yang disajikan oleh sejumlah guru secara bergantian dengan
pembagian tugas, materi dan evaluasi oleh guru masing-masing. Atau dengan model
yang ketiga, yaitu satu mata pelajaran disajikan oleh sejumlah guru dengan mendesain
siswa secara berkelompok.

Bentuk atau jenis Semi Group Teaching ini terdiri atas tiga tipe  yakni:
a. Sejumlah guru mengajar mata pelajaran yang sama di kelas yang berbeda.
Perencanaan materi dan metode disepakati bersama. Tipe awal pembelajaran
group teaching.
b. Satu mata pelajaran disajikan oleh sejumlah guru secara bergantian dengan
pembagian tugas, materi dan evaluasi oleh guru masing-masing.
c. Satu mata pelajaran disajikan oleh sejumlah guru dengan mendesain siswa secara
berkelompok.
2. Group Teaching Penuh
Yaitu metode pembelajaran dimana satu tim terdiri dari dua orang guru atau lebih,
waktu kelas sama, pembelajaran mata pelajaran (materi tertentu). Perencanaan,
pelaksanaan, dan evaluasi dilaksanakan secara bersama-sama dan sepakat dengan
baik. Kata kunci Pembelajaran Metode Group Teaching penuh adalah keikhlasan
berkerja sama dengan berpegang pada Visi dasn Misi yang sama.
Adapun variasi Pembelajaran Metode Group Teaching Penuh, yaitu:
a. Pelaksanaan bersama, seorang guru sebagai penyaji atau menyampaikan
informasi, seorang guru membimbing diskusi kelompok atau membimbing latihan
individual.
b. Anggota tim secara bergantian menyajikan topik atau materi. Diskusi atau tanya
jawab dibimbing secara bersama dan saling melengkapi jawaban dari anggota tim.
c. Seorang guru (senior) menyajikan langkah latihan, observasi, praktek dan
informasi seperlunya. Kelas dibagi dalam kelompok, setiap kelompok dipandu
seorang guru (tutor, fasilitator, mediator). Akhir pembelajaran masing-masing
kelompok menyajikan laporan baik dalam bentuk lisan ataupun dalam bentuk
tertulis dan ditanggapi bersama serta disimpulkan bersama.

4
D. Langkah-Langkah Pelaksanaan Metode Group Teaching

Dalam penerapan Metode Pengajaran Group Teaching ini, diperlukan langkah-


langkah untuk dapat terlaksana dengan baik. Secara umum, dapat dibagi menjadi empat
langkah yaitu: pengumpulan data, pres test, treatment, dan post test. Adapun deskripsi
tentang langkah-langkah pelaksanaan team teaching adalah sebagai berikut;

1. Pengumpulan Data

Data disini adalah nilai siswa yang didapat dari hasil try out atau hasil ulangan
semester satu, kemudian nilai tersebut dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu
kelompok tinggi, kelompok sedang dan kelompok rendah, untuk siswa kelompok
sedang tidak diberikan tambahan layanan intesif karena dianggap dalam posisi yang
tidak  mengkhawatirkan mereka dianggap mampu dalam mengerjakan soal-soal ujian,
sedang kelompok tinggi dan kelompok rendah diberikan tambahan layanan intensif
dengan pertimbangan, siswa kelompok tinggi diharapkan mampu memperoleh nilai
maksimal bahkan nilai sempurna 10, hal ini memungkinkan karena bentuk soal ujian
adalah multiple choice sedang kelompok rendah diharapkan bisa lulus dari batas nilai
minimal yang distandarkan pemerintah.

2. Pre test

Pada tahap ini pemberian pre test dimaksudkan untuk mengetahui materi-materi apa
yang tidak dikuasai oleh siswa terutama materi essensial (materi yang sering muncul
pada soal-soal UAN) sehingga guru dapat menyiapkan materi tersebut yang akan
disampaikan melaui pembahasan atau latihan soal.

3. Treatment

Pada kelompok rendah dibagi lagi menjadi sub kelompok yang terdiri dari delapan
sampai sepuluh siswa untuk tujuan efektifitas. Karena kalau jumlah siswa terlalu
banyak guru tidak dapat mengakomodasi dengan baik. Tiap sub kelompok di fasilitasi
oleh seorang guru, mengerjakan soal dan mendiskusikannya besama-sama atau secara
individu. Hal yang sama juga dilaksanakan pada kelompok tinggi. Kegiatan ini
berlangsung selama tiga atau empat kali pertemuan.

5
4. Post test

Setelah mendapatkan beberapa kali treatment siswa dilihat pencapaian prestasinya


melalui pos test yang dilaksanakan untuk mengukur sejauh mana perolehan siswa
setelah diberi treatment secara intensif dengan menggunakan metode Team Teaching
apakah ada peningkatan atau tidak, berdasarkan pengalaman yang telah diterapkan
oleh penulis, bahwa metode team teaching bisa meningkatkan perolehan nilai siswa
dalam menghadapi ujian akhir nasional. Tentunya ini adalah salah satu dari sekian
banyak metode yang diharapkan bisa dijadikan referensi oleh pembaca. Pada
prinsipnya komitmen tinggi dan niat yang tulus dari seorang pendidik untuk
meningkatkan kualitas pribadi adalah kunci keberhasilan dalam menciptakan generasi
masa depan yang siap bersaing di era global.

E. Tahapan Strategi Pembelajaran Metode Group Teaching

1. Tahap Awal

a. Perencanaan Pembelajaran Disusun secara Bersama

b. Metode Pembelajaran Disusun Bersama

c. Partner Group Teaching Memahami Materi dan isi Pembelajaran Yang Akan
Diajarkan

d. Pembagian Peran dan Tanggung Jawab Secara Jelas serta Adil

2. Tahap Inti

Sistem Pembelajaran Metode Group Teaching di dalam tahap inti ini dapat
dijalankan dalam bentuk sebagai berikut:

a. Satu guru sebagai pemateri dalam dua jam mata pelajaran penuh, dan satu
orang sebagai pengawas dan pembantu team.

b. Dua orang guru bergantian sebagai pemateri dalam dua jam pelajaran.

c. Bisa juga divareasi secara bergantian sesuai dengan kesepakatan dari


perencanaan pembelajaran.

6
3. Tahap Evaluasi

a. Evaluasi Guru

Evaluasi guru selama proses pembelajaran dilakukan oleh partner setelah jam
pelajaran berakhir. Evaluasi dilakukan oleh masing-masing partner dengan cara
memberi kritikan-kritikan dan saran yang membangun untuk perbaikan proses
pembelajaran selanjutnya.

b. Evaluasi Siswa

Evaluasi siswa dalam hal ini mencakup pembuatan soal evaluasi dan
merencanakan metode evaluasi, yang semuanya dilakukan secara bersama-sama
oleh guru Group Teaching. Guru Group Teaching harus secara bersama-sama
menentukan bentuk soal evaluasi, baik lisan ataupun tulisan, baik pilihan ganda,
uraian, atau kombinasi antara keduanya. Guru juga diharuskan merencanakan
metode evaluasi yang di dalamnya mencakup pembagian peran dan tanggung
jawab setiap guru Group Teaching dalam pelaksanaan evaluasi, serta pembagian
pos-pos pengawasan.

F. Kelebihan Dan Kelemahan Metode Group Teaching

1. Kelebihan Metode Group Teaching

a. Melalui metode group teaching ini banyak menguntungkan, karena interaksi


mengajar akan lebih lancar.

b. Penguasaan dan pemahaman siswa terhadap pelajaran yang diberikan dapat


mendalam. Karena masing-masing guru bidang studi dapat memberikan/kajian
yang berbeda-beda sesuai dengan spesialisasi mereka masing-masing.

c. Unsur kerja sama antar siswa dan guru masing-masing bidang studi sangat
menonjol, sehingga dimungkingkan adanya kerja sama yang harmonis, yang
justru sangat diperlukan dalam proses belajar mengajar.

d. Tugas mengajar sedikit lebih ringan, sehingga cukup waktu untuk merencanakan
persiapan mengajar yang lebih baik.

7
e. Pelajaran yang diberikan oleh guru, melalui metode group teaching ini
dipertanggungjawabkan, karena unit pelajaran ditangani oleh beberapa orang
guru.

2. Kelemahan Metode Group Teaching

a. Pelajaran menjadi tidak sistematis, apabila masing-masing berjalan sendiri-


sendiri, dan tidak adanya koordinasi yang baik. Hal ini dapat berakibat
membingungkan dan menyulitkan bagi siswa.

b. Bagi guru yang kurang disiplin, bila mendapatkan giliran bebas tugas,
kemungkinan waktu tersebut hanya digunakan untuk beristirahat daripada
membuat rencana pembelajaran yang baik.

c. Kemungkinan bagu pembentukan group teaching hanya sekedar


memperbincangkan faktor ekonomis dan administrasi pengajaran yang justru hal
yang pokok.

d. Apabila tidak tercipta hubungan yang harmonis dan kerja sama yang kompak
antar guru bidang studi, maka kemungkinan akan berakibat fatal bagi tercapainya
tujuan pengajaran.

e. Kecenderungan sistem pengajaran modern menghendaki adanya pemisahan yang


tugas spesialisasi dari masing-masing mata pelajaran.

8
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Metode mengajar beregu (group teaching) merupakan suatu metode mengajar dimana
pendidiknya (guru) jumlahnya lebih dari satu orang, dimana masing-masing pendidik
ini akan mempunyai tugas tertentu.
2. Tujuan dari Metode Pembelajaran Group Teaching ini adalah untuk dapat
meningkatkan prestasi hasil belajar siswa.
3. Jenis-Jenis Strategi Metode Group Teaching dibagi menjadi dua yaitu:
 Semi Group Teaching
 Group Teaching Penuh
4. Secara umum langkah-langkah pelaksanaan Metode Group Teaching ada empat yaitu:
 Pengumpulan data
 Pre test
 Treatment
 Post test

5. Tahapan Strategi Pembelajaran Metode Group Teaching ada tiga yaitu:

 Tahap awal

 Tahap inti

9
 Tahap evaluasi : Evaluasi Guru dan Evaluasi Siswa

6. Kelebihan dan Kelemahan Metode Group Teaching

 Kelebihan dari metode ini adalah tehnik penyajian ini banyak  menguntungkan
karena jalan interaksi belajar mengajar akan lebih lancar. Siswa akan memperoleh
pengetahuan yang luas dan mendalam sebab di berikan oleh beberapa orang
guru.akibatnya guru lebih ringan tugas mengajarnya, sehingga mempunyai  waktu
yang cukup untuk menyiapkan dirinya dalam membuat perencanaan, sehingga
pelajaran yang di sajikan dengan sistem beregu, pelajaran akan lebih dapat
dipertanggung jawabkan, karena ditangani oleh beberapa orang guru.

 Kekurangan dari metode ini adalah apabila seorang guru sedang tidak
mendapatkan bagian mengajar tidak memanfaatkan waktu untuk belajar lebih
lanjut, bahkan menggunakan waktu senggangnya untuk hal-hal yang tidak
berguna. Yang merugikan juga, apabila masing-masing anggota group tidak
kompak, tidak dapat bekerja sama dengan baik, sehingga group itu tidak bias
berintegrasi, tidak ada pemimpin yang mengkordinasikannya, atau bahkan group
itu berjalan hanya dengan alas an penghematan administrative saja, yang hal itu
sangat tidak bias dipertanggungjawabkan. Akan tetapi  daya guna tehnik penyajian
ini dapat ditingkatkan asal diusahakan adanya fasilitas dan alat-alat agar siswa
dapat berkelompok dengan baik. Guru yang ada dalam group harus saling ada
pengertian, pemahaman, persamaan arah dan pendapat, mereka harus
mendapatkan tugas sesuiai dengan keahliannya, dan pembagian tugas itu diatur
sedemikian rupa sehingga bila yang satu mendapatkan tugas utama yang lain bias
membantu tugas-tugas lain.

B. Saran
Demikian makalah ini disusun, semoga makalah ini dapat membantu para pembaca
untuk mengerti akan Metode Group Teaching, namun sebagai penyusun makalah ini
mohon maaf apabila ada kesalahan dan kekurangan dalam penjelasan, sebab dengan
adanya referensi terbatas yang kami peroleh . Sekian terima kasih.

10
DAFTAR RUJUKAN

https://pendidikan.blogspot.com/2011/06/metode-group-teaching.html?m=1
http://www.hariankomentar.com/arsip/arsip_2007/sep_15/lkPendi001.html

http://www.infodiknas.com/pengaruh-metode-pembelajaran-group-teaching-terhadap-
keterampilan-berbicara-siswa-sma.html

https://www.google.com/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=9&ved=2ahUKEwjd1cTm-
eTfAhUNbo8KHbhuCSsQFjAIegQIARAC&url=http%3A%2F%2Fdigilib.uinsby.ac.id
%2F7704%2F5%2FBab%25202.pdf&usg=AOvVaw3vkopYhqt6miIfskiOx3rQ

https://alhafizh84.wordpress.com/2010/01/24/metode-sistem-regu-team-teaching/

11