Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

KONSEP INFORMASI

Dosen Pengampu :Edy Mulyamtomo,SE,MM

Disusun oleh :

1.Tri Puji Lestari ( B.131.17.0444 )

2.Dewi Fitrianingsih (B.131.17.0493)

3.Meidiana Chendewana (B.131.17.0393)

4. Setyawan Mustachul (B.131.17.0483)

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SEMARANG

2019/2020
BAB I

PENDAHULUAN

Sistem informasi dan teknologi telah menjadi komponen yang sangat penting bagi
keberhasilan bisnis dan organisasi. Teknologi informasi, termasuk sistem informasi berbasis Internet,
memainkan peranan penting dan makin luas dalam bisnis. Teknologi informasi dapat membantu
segala jenis bisnis meningkatakan efisiensi dan efektivitas proses bisnis mereka, pengambilan
keputusan manajerial, dan kerja sama kelompok kerja, hingga dapat memperkuat posisi kompetitif
mereka dalam pasar yang cepat sekali berubah. Hal ini berlaku ketika teknologi informasi digunakan
untuk mendukung tim pengembangan produk, proses dukungan untuk pelanggan, transaksie-
commerce, atau dalam aktivitas bisnis lainnya.teknologi dan sistem informasi berbasis Internet
dalam waktu singkat menjadi bahan yang dibutuhkan untuk keberhasilan bisnis di lingkungan global
yang dinamis saat ini.

Sistem informasi adalah sekumpulan hardware, software, brainware, prosedur dan atau aturan yang
diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat guna
memecahkan masalah dan pengambilan keputusan. Sistem Informasi adalah satu kesatuan data
olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkan output baik dalam bentuk
gambar, suara maupun tulisan.
Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan
antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi
dalam suatu bidang tertentu.

            Suatu sistem informasi (SI) atau information system (IS) merupakan aransemen dari orang,
data, proses-proses, dan antar-muka yang berinteraksi mendukung dan memperbaiki beberapa
operasi sehari-hari dalam suatu bisnis termasuk mendukung memecahkan soal dan kebutuhan
pembuat-keputusan manejemen dan para pengguna. Di dalam suatu organisasi, informasi
merupakan sesuatu yang penting didalam mendukung proses pengambilan keputusan oleh pihak
manajemen.

1.1.  Latar Belakang

1.2.  Tujuan

Adapun tujuan tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :

1.    Untuk mengetahui konsep informasi.

2.    Untuk mengetahui ruang lingkup system informasi

3.    Untuk mengetahui tipe system dan sub sistem

1.3.  Batasan Masalah

Makalah ini kami susun telah diberi pembatasan masalah mengenai konsep informasi,mengetahui
ruang lingkup system informasi,tipe system dan sub system
BAB 11

PEMBAHASAN

1.      Pengertian Sistem

Suatu sistem pada dasarnya adalah sekolompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang
lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu.Secara sederhana, suatu sistem
dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang
terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu. Dari defenisi ini dapat
dirinci lebih lanjut pengertian sistem secara umu, yaitu :

1. Setiap system terdiri dari unsur-unsur.

2. Unsur-unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan.

3. Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem.

4. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar.

Menurut Etimologi istilah sistem berasal dari bahasa Yunani, System  yang artinya himpunan bagian
atau unsur yang saling berhubungan secara teratur untuk mencapai tujuan bersama

Pengertian sistem menurut sejumlah para ahli:

1.      L. James Havery

Menurutnya sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen
yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi sebagai satu kesatuan
dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.

2.      John Mc Manama

Menurutnya sistem adalah sebuah stuktur konseptual yang tersusun dari fungsi-fungsi yang saling
berhubungan yang bekerja sebagai suatu kesatuan organik untuk mencapai suatu hasil yang
diinginkan secara efektif dan efisien.

3.      C.W. Churchman

Menurutnya sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang dikoordinasikan untuk melaksanakan


seperangkat tujuan.

4.      J.C Hinggins

Sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang saling berhubungan.

5.      Edgar F Huse dan James L. Bowdict

Menurutnya sistem adalah suatu seri atau rangkaian bagian-bagian yang saling berhubungan dan
bergantung sedemikian rupa sehingga interaksi dan saling pengaruh dari satu bagian akan
mempengaruhi keseluruhan.
            Dari pengertian diatas dapat kami simpulkan bahwa pengertian sistem adalah suatu kesatuan
yang terdiri atas beberapa komponen atau elemen yang saling berhubungan atau saling terikat satu
sama lain yang secara bersama mencapai tujuan-tujuan yang sama.

2.      Ruang Lingkup Sistem Informasi

 Ruang lingkup sistem informasi yaitu ruang lingkup yang ditentukan dari awal pembuatan yang


merupakan garis batas lingkup kerja sistem tersebut, sehingga sistem informasi tersebut tidak
bersinggungan dengan sistem informasi lainnya.

Ruang lingkup SIM sebenarnya tertuang pada tiga kata pembentuknya, yaitu
“sistem”, “informasi”, dan “manajemen”. Sistem merupakan kumpulan elemen yang saling
berhubungan satu sama lain yang membentuk satu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan. Di
dalam perusahaan, yang dimaksud elemen dari sistem adalah departemen-departemen internal,
seperti persediaan barang mentah, produksi, persediaan barang jadi, promosi, penjualan, keuangan,
personalia; serta pihak eksternal seperti supplier dan konsumen yang saling terkait satu sama lain
dan membentuk satu kesatuan usaha.

Informasi adalah hasil pemrosesan data yang diperoleh dari setiap elemen sistem tersebut menjadi
bentuk yang mudah dipahami dan merupakan pengetahuan yang relevan yang dibutuhkan oleh
orang untu menambah pemahamannya terhadap fakta-fakta yang ada. Informasi bagi setiap elemen
akan berbeda satu sama lain sesuai dengan kebutuhannya masing-masing

Dari ruang lingkup di atas, beberapa ahli telah memberikan rumusan tentang sistem informasi
manajemen, antara lain :

1. SIM adalah pengembagan dan penggunaan sistem-sistem informasi yang efektif dalam
organisasi-organisasi (Kroenke, David, 1989).

2.  SIM didefinisikan sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi
beberapa pemakai yang mempunyai kebutuhan yang serupa. Informasi menjelaskan
perusahaan atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang telah terjadi di masa lalu,
apa yang sedang terjadi sekarang dan apa yang mungkin terjadi di masa depan. Informasi
tersebut tersedia dalam bentuk laporan periodik, laporan khusus dan output dari simulasi
matematika. Informasi digunakan oleh pengelola maupun staf lainnya pada saat mereka
membuat keputusan untuk memecahkan masalah (Mc. Leod, 1995).

3.  SIM merupakan metode formal yang menyediakan informasi yag akurat dan tepat waktu
kepada manajemen untuk mempermudah proses pengambilan keputusan dan membuat
organisasi dapat melakukan fungsi perencanaan , operasi secara efektif dan pengendalian
(Stoner, 1996)

Dari definisi-definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan, bahwa SIM adalah suatu sistem yang
dirancang untuk menyediakan informasi guna mendukung pengambilan keputusan pada kegiatan
manajemen dalam suatu organisasi.
3.      Tipe Sistem

Ada berbagai tipe sistem berdasarkan kategori:

 Atas dasar keterbukaan:

1.      Sistem terbuka, dimana pihak luar dapat mempengaruhinya. Lebih spesifik dikenal juga yang
disebut dengan sistem terotomasi ;yang merupakan bagian dari sistem buatan manusia dan
berinteraksi dengan kontrol olehsatu atau lebih komputer sebagai bagian dari sistem yang
digunakan dalam masyarakatn modern.

2.      sistem tertutup, sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan sistem luarnya.
Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Secara
teoritis sistem tersebut ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang
ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup).

 Atas dasar komponen:

1.      Sistem fisik, dengan komponen materi dan energi. merupakan sistem yang ada secara fisik,
sehingga setiap makhluk dapat melihatnya (Sistem Komputer, Sistem Akuntansi, Sistem Produksi dll.)

2.      Sistem non-fisik atau konsep, sistem yang berupa pemikiran atau ide- ide yang tidak tampak
secara fisik (Sistem Teologia yang merupakan suatu sistem yang menggambarkan hubungan Tuhan
dengan Manusia)

4.      Sub Sistem

Ada beberapa elemen yang membentuk sebuah sistem, yaitu: tujuan, masukan, proses, keluaran,
batas, mekanisme pengendalian dan umpan balik serta lingkungan. Berikut elemen-elemen yang
membentuk sebuah sistem.

a.      Tujuan

Setiap sistem memiliki tujuan (goal), entah hanya satu atau mungkin banyak.  Tujuan inilah yang
menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem. Yanpa tujuan, sistem menjadi tidak terarah dan tidak
terkendali. Tentu saja tujuan antara satu sistem dengan sistem yang lain berbeda.

b.      Masukan

Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selajutnya menjadi
bahan yang diperoses. Masukan dapat berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara fisik) maupun
yang tidak tampak. Contoh  masukan yang berwujud adalah bahan mentah, sedangkan contoh yang
tidak berwujud adalah informasi (misalnya: permintaan jasa pelanggan).

c.       Proses

Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi
keluaran yang berguna dan lebih bernilai, misalnya berupa informasi dan produk, tetapi juga bisa
berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau limbah pada pabrik kimia,
proses dapat berupa bahan mentah. Pada rumah sakit, proses dapat berupa aktivitas pembedahan
pasien.
d.      Keluaran

Keluaran (output)  merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa
suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya.

e.       Batas

Yang disebut batasan (boundary) sistem adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar sistem
(lingkungan). Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang lingkup atau kemampuan sistem . sebagai
contoh, tim sepakbola mempunyai aturan permainan dan keterbatasan kemampuan pemain.
Pertumbuhan sebuah took kelontong dipengaruhi oleh pembelian pelanggan, gerakan pesaing dan
keterbatasan dana dari bank. Tentu saja batas sebuah sistem dapat dikurangi atau dimodifikasi
sehingga akan mengubah perilaku sistem. Sebagai contoh: dengan menjual saham ke publik, sebuah
perusahaan dapat mengurangi keterbatasan dana.

f.       Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik

Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik


(feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan
maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan  tujuan.

g.      Lingkungan

Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada diluar sistem. Lingkungan bias berpengaruh terhadap
operasi sistem dalam arti bisa merugikan atau merugikan sistem itu sendiri. Lingkungan yang
merugikan tentu saja harus ditahan dan dikendalikan supaya tidak mengganggu kelangsungan
operasi sistem, sedangkan yang menguntungkan tetap harus terus dijaga, karena akan memacu
terhadap kelangsungan hidup sistem.

5.      Sistem dan Organisasi

Organisasi adalah struktur sosial resmi stabil yang memiliki sumber-sumber berasal dari lingkungan
dan memproses sumber-sumber itu agar menghasilkan output.
Definisi behavioral organisasi adalah kumpulan hak, hak khusus, kewajiban, dan tanggung jawab
yang harus dengan cermat diseimbangkan selama periode waktu tertentu melalui konflik dan
resolusi konflik.

Ada beberapa peranan penting sistem informasi dalam organisasi, antara lain:

 meningkatkan kinerja organisasi melalui:

o peningkatan produktivitas

o pengurangan biaya

o peningkatan pengambilan keputusan

o peningkatan layanan ke pelanggan

o pengembangan aplikasi-aplikasi strategis

 mengaitkan perencanaan, pengerjaan, dan pengendalian dalam organisasi

 mengkoordinasikan subsistem-subsistem dalam organisasi

 meng-integrasikan subsistem-subsistem
System Informasi dapat Mempengaruhi Organisasi Teori ekonomi.

 IT mengganti biaya modal dan biaya informasi

 Teknologi system informasi merupakan factor produksi seperti halnya modal dan tenaga
kerja

 Teori biaya transaksi menyatakan bahwa perusahaan berusaha mengurangi biaya transaksi.

 IT membantu perusahaan menekan biaya transaksi. Jika biaya transaksi menurun, jumlah
karyawan juga mengecil karena semakin murah dan mudah bagi perusahaan untuk
membuat kontrak pembelian barang-barang dan jasa di pasar disbanding membuat sendiri
produk dan jasanya.

 Teori agensi mengatakan perusahaan memiliki ikatan kontrak di antara bagian-bagian yang
harus diawasi dan dikelola.

 IT bias mengurangi biaya agensi, memungkinkan perusahaan untuk tumbuh tanpa


menambah biaya pengawasan, dan tanpa menambah tenaga kerja.

Teori Behavioral

 IT membuat organisasi lebih ramping.

 IT mampu mengubah hierarki pengambilan keputusan dengan menekan biaya informasi

 memperluas distribusi informasi

 mempercepat proses pengambilan keputusan

 memfasilitasi pekerja tingkat-bawah untuk membuat keputusan tanpa pengawasan dan


meningkatkan efisiensi manajemen

 Rentang pengendalian perusahaan juga akan meningkat

Pada organisasi postindustri, otoritas meningkat bergantung pada pengetahuan dan kompetensi.
Jadi, bentuk menjadi ramping karena para pekerja professional cenderung berciri self-managing; dan
pengambilan keputusan menjadi lebih terdessentralisasi sementara pengetahuan dan informasi
semakin tersebar secara luas.

Teknologi informasi mendorong jaringan task force organisasi dimana kelompok-kelompok


professional bertemu baik langsung maupun melalui media elektronik untuk menyelesaikan
pekerjaan tertentu. Hal ini mengarah pada organisasi virtual, yaitu organisasi yang memanfaatkan
jaringan untuk menghubungkan orang, asset, dan gagasan dalam menciptakan dan mendistribusikan
produk dan layanan tanpa terbatasi oleh batasan-batsan tradisional organisasi atau lokasi fisik.

System informasi terkait dengan politik organisasi karena mempengaruhi akses ke sumber utama,
yaitu informasi. System informasi berpotensi mengubah struktur, budaya, politik, dan kerja
organisasi. Alasan paling umum dari kegagalan proyek-proyek besar mengarah kepada hambatan
perubahan politikal dan organisasional.
Daftar pustaka

- Sumber: http://ilmu27.blogspot.com/2012/08/makalah-konsep-dasar-sistem-
informasi.html#sthash.8X2tKT9Q.dpuf