Anda di halaman 1dari 3

Anggota :

 Anisa Febyandra (1710426290)


 Oda Sulastri Missy (1710426289)
 Sukiten (1710426298)

Bab 3 : SDM dan Organisasi Internal Audit

Sosok internal audit yang ideal harus memiliki keunikan tersendiri, yaitu perpaduan
karakter yang jarang dijumpai pada profesi lain yang dapat diotasikan dalam persamaan
“Integrity + Leadership = Compliance + Dominant”, karena harus independen dalam
mengidentifikasi, menganalaisis, menetapkan akar masalah hingga mengeluarkan rekomendasi
solusi, intergritas menjadi hal yang tidak dapat ditawar. Berdasarkan konsep pengukuran basic
character “D-I-S-C”. yang sejalan dengan ketentuan persyaratan intergritas + kepemimpinan,
setidaknya auditor harus memiliki kombinasi karakter antara “compliance” dan “dominant”.

Menentukan Robot Auditor

Auditor juga dituntut memiliki kapasitas intellectual knowledge yang memadai agar
dapat inline dengan wawasan berfikir dan pengetahuan yang dimiliki para auditee. Pengetahuan
yang dimiliki setidaknya harus mampu :

 Menunjang value added bagi bisnis maupun fungsi audit


 Mengikuti perkembangan dunia bisnis dan bidang pengawasan dari waktu ke waktu

Karena itu, auditor tidak boleh hanya merbekal pegetahuan dasar auditing saja, apalagi
hanya mengandalkan hasil study/pelatihan formal.

Secara umum ada tiga tingkatan yang diharapkan auditee dari auditor :

 Memiliki kecakapan teknis yang baik


 Mempunyai kecakapan supervisory yang mempuni
 Memiliki kecakapan komunikasi yang handal.

Komposisi Tim Audit


Ada berbagai cara yang dapat diterapkan perusahaan dalam rangka membangun komposisi
anggota tim internal audit, yang terbagi dalam 3 kelompok yaitu :

 Berdasarkan disiplin ilmu


 Komposisi yang relative homogeny (umumnya accounting based)
 Komposisi yang heterogen ( yang terdiri dari latar belakang yang multi discipline)
 Berdasarkan pengalaman kerja
 Komposisi yang well experienced (auditor berpengalaman minimal 2 tahun)
 Komposisi yang high turnover (yang terdiri mayoritas fresh-graduate/employee)
 Berdasarkan status karyawan
 Komposisi yang terdiri sepenuhnya dari permanent employees
 Kompisisi yang terdiri dari berbagai SDM yang berstatus semi-permanent

Posisi Internal Audit Ditengah Perusahaan

Dalam prakteknya biasanya internal audit ditempatkan dibawah CEO/BOD sebuah bisnis
unit. Sejalan dengan pertumbuhan korporasi, selanjutnya internal audit dimasukkan kedalam
bagian dari holding company.

Internal Audit dan Eksternal Audit

Eksternal audit jelas menjalankan misi dari luar perusahaan , baik diminta oleh perusahaan
maupun karena kewenangan yang dimiliki berdasarkan perundangan yang berlaku. Beberapa
eksternal auditor yang umumnya berinteraks dengan perusahaan antara lain :

1. Akuntan public yang berdasarkan kontrak melakukan pemeriksaan terhadap laporan


keuangan tahunan.
2. Pemeriksaan dari instansi pemerintahan tertentu sesuai kewenangan yang dilindungi oleh
undang-undang
3. Pemeriksaan dalam rangka sertifikasi yang ingin dimiliki oleh perusahaan

Dari ketiga contoh eksternal audit tersebut, dapat dilihat perbedaannya menyangkut :

 Luas variasi lingkup dan objek pengawasan terhadap keseliruhan institusi bisnis.
 Kedalaman penelusuran masalah dan kisaran data objek pengawasan
 Intensitas keteraturan pengawasan terhadap sebuah objek pengawasan
 Besarnya tuntutan kompetensi yang harus dimiliki oleh auditor
 Besarnya resiko yang dihadapi apa bila dikeudian hari dijumpai penyimpangan yang
signifikan terkait objek pengawasan tertentu
 Besarnya value added yang bisa diperoleh perusahaan dari hasil audit.

Pada semua aspek tersebut dapat dibayangkan bahwa nilai ukuran terhadap internal
auditor memang berada diatas nilai yang bisa diberikan kepada eksternal auditor.