Anda di halaman 1dari 13

Hernadianto Tasin 2019

PEMBAHASAN VII
INFORMASI AKUNTANSI DIFERENSIAL
( DIFFERENTIAL ACCOUNTING INFORMATION )

I. Konsep Informasi Akuntansi Differensial

Informasi akuntansi differensial merupakan informasi akuntansi yang dihubungkan


dengan pemilihan alternatif.Informasi akuntansi diferensial merupakan taksiran
perbedaan aktiva, pendapatan, dan atau biaya dalam alternatif tindakan tertentu
dibandingkan dengan alternatif tindakan yang lain. Informasi ini diperlukan oleh
manajemen untuk pengambilan keputusan mengenai pemilihan alternatif tindakan yang
terbaik diantara alternatif yang tersedia.
Informasi akuntansi diferensial mempunyai dua unsur pokok :
1. Merupakan informasi yang akan datang
2. Berbeda diantara alternatif yang yang dihadapi oleh pengambil keputusan.
Informasi akuntansi differensial terdiri dari biaya, pendapatan dan aktiva. Informasi
akuntansi differensial yang hanya berkaitan dengan aktiva disebut aktiva diferensial
(differential assets), yang hanya berkaitan dengan pendapatan disebut pendapatan
diferensial (differential revenues) dan yang berkaitan dengan biaya disebut biaya
diferensial ( differential costs).

Perbedaan biaya penuh dengan biaya diferensial

Full costs Differential costs


Unsur biaya Biaya langsung + By tdk langsung Biaya berbeda dalam kondisi
yg berbeda.
Contoh: jika pengambilan
keputusan berkaitan dengan
pemanfaatan kapasias produksi
maka biaya diferensial yg
sangat penting dalam
pengambilan keputusan adalah
perubahan biaya dalam
hubungannnya dengan
perubahan volume kegiatan.
Sumber informasi Catatan akuntansi reguler Dengan merancang sistem
perusahaan akuntansi yang dapat
memisahkan biaya menurut
perilakunya dan memisahkan
biaya menurut hubungan biaya
dengan cost objectives
sehingga memudahkan
penaksiran biaya diferensial
sesuai dengan masalah yang
dihadapi oleh pengambil
keputusan.
Perspektif waktu Masa lalu dan masa mendatang Masa mendatang

1
Hernadianto Tasin 2019

II. Manfaat Informasi Diferensial Dalam Pengambilan Keputusan

Manfaat informasi akuntansi diferensial dalam pengambilan keputusan jangka


pendek.Umummya manajemen menghadapi 4 macam pengambilan keputusan jangka
pendek yaitu :
1. Membeli atau membuat sendiri ( Make or buy decision )
2. Menjual atau memproses lebih lanjut suatu produk ( Sell or process further )
3. Menghentikan atau melanjutkan produksi produk tertentu atau kegiatan usaha suatu
bagian perusahaan ( stop or continue product line )
4. Menerima atau menolak pesanan khusus ( special order decision )

1. Membeli atau membuat sendiri ( Make or buy decision )

Keputusan membeli atau membuat sendiri dapat dibagi menjadi dua macam :
1. Keputusan membeli atau membuat sendiri yang dihadapi oleh perusahaan yang
sebelumnya memproduksi sendiri produknya, kemudian mempertimbangkan akan
membeli produk tersebut dari pemasok. (Tipe 1)
2. Keputusan membeli atau membuat sendiri yang dihadapi oleh perusahaan
yang sebelumnya membeli produk tertentu dari pemasok luar, kemudian
mempertimbangkan akan memproduksi sendiri produk tersebut. (Tipe 2)

Tipe 1 umumnya merupakan keputusan manajemen jangka pendek, yang tidak


menyangkut investasi jangka panjang. Dua kemungkinan yang dihadapi oleh
manajemen dalam pengambilan keputusan ini :
a. Fasilitas yang digunakan untuk memproduksi tidak dapat dimanfaatkan jika produk
dihentikan produksinya karena manjemen memilih alternatif membeli dari luar.
Untuk pengambilan keputusan, manajemen perlu memperhitungkan pengorbanan
dan manfaat dari pemilihan alternatif membeli atau membuat sendiri. manfaat dari
pemilihan alternatif membeli dari luar yaitu besarnya biaya diferensial yang berupa
biaya yang terhindarkan (avoidable cost) jika kegiatan membuat sendiri dihentikan.
Pengorbanan dari pemilihan alternatif membeli dari luar yaitu : sebesar biaya
diferensial yang berupa biaya yang dikeluarkan untuk membeli produk dari pemasok
luar.
Jika manfaat lebih besar dari pengorbanan, alternatif membeli dari luar lebih
menguntungkan jika dipilih.
Jika manfaat lebih kecil dari pengorbanan, alternatif membeli dari luar sebaiknya
tidak dipilih.
b. fasilitas yang digunakan untuk memproduksi dapat dimanfaatkan untuk usaha lain
yang mendatangkan laba, jika produk dihentikan produksinya, karena manajemen
memilih alternatif membeli dari luar. Jika perusahaan sebelumnya membuat sendiri
kemudian mempertimbangkan akan membeli dari luar, manfaat dari pemilihan
alternatif membeli dari luar adalah besarnya biaya diferensial, yang berupa biaya
yang terhindarkan (avoidable cost) jika kegiatan membuat sendiri dihentikan dan
pendapatan diferensial dari pemanfaatan fasilitas dalam usaha bisnis lain.
Pengorbanan dari pemilihan alternatif membeli dari luar adalah sebesar biaya
diferensial yang berupa biaya yang dikelurkan untuk membeli produk dari pemasok
luar.

2
Hernadianto Tasin 2019

Jika manfaat lebih besar dari pengorbanan, alternatif membeli dari luar lebih
menguntungkan jika dipilih. Jika manfaat lebih kecil dari pengorbanan, alternatif
membeli dari luar sebaiknya tidak dipilih.
Tipe 2 umumnya merupakan keputusan manajemen jangka panjang, karena
kemungkinan menyangkut investasi dana dalam jumlah yang besar untuk pengadaan
mesin dan perlengkapan produksi.
Dua kemungkinan yang dihadapi oleh manajemen dalam pengambilan keputusan ini :
a. Keputusan membuat sendiri tidak memerlukan tambahan fasilitas produksi, karena
manajemen dapat memanfaatkan kapasitas yang masih menganggur dari mesin dan
ekuipmen yang telah dimiliki sebelumnya.
Jika perusahaan sebelumnya membeli dari luar dan kemudian mempertimbangkan
akan membuat sendiri, manfaat dari pemilihan alternatif membuat sendiri adalah
besarnya biaya diferensial yang berupa biaya yang terhindarkan (avoidable cost)
sebagai akibat membeli produk dari pemasok luar.
Pengorbanan dari pemilihan alternatif membuat sendiri adalah sebesar biaya
diferensial yang berupa biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi sendiri produk
tersebut.
Jika manfaat lebih besar dari pengorbanan, alternatif membuat sendiri lebih
menguntungkan jika dipilih. Sebaliknya jika manfaat lebih kecil dari pengorbanan
alternatif membuat sendiri sebaiknya tidak dipilih.
b. Keputusan membuat sendiri akan mengakibatkan manajemen memerlukan tambahan
investasi dalam mesin dan ekuipmen . Jika perusahaan sebelumnya membeli dari luar
dan kemudiaan mempertimbangkan akan membuat sendiri, serta memerlukan mesin
dan ekuipmen untuk memproduksi sendiri,manfaat dari pemilihan alternatif membuat
sendiri adalah besarnya biaya diferensial yang berupa biaya yang terhindarkan
(avidable cost) sebagai akibat membeli produk dari pemasok luar. Pengorbanan dari
pemilihan alternatif membuat sendiri adalah sebesar biaya diferensial yang berupa
biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi sendiri produk tersebut.
Manfaat bersih yang diperoleh dibandingkan dengan besarnya investasi dalam mesin
dan ekuipmen (aktiva penuh) untuk memutuskan apakah manfaat bersih yang
diperoleh sebanding dengan investasi yang akan dilakukan.

3
Hernadianto Tasin 2019

Lampiran 7-1

Berbagai kemungkinan alternatif dalam keputusan membeli atau membuat sendiri

Fasilitas yang digunakan untuk membuat dihentikan


pemakaiannya
Biaya diferensial berupa biaya terhindarkan A
Biaya diferensial berupa harga beli dari pemasok luar B
Perusahaan sekarang
membuat dan Keputusan
mempertimbangkan Jika A > B, alternatif membeli dapat dipilih
akan membeli dari Jika A < B, alternatif membeli tidak dapat dipilih
pemasok luar
(outsourcing)
Fasilitas yang digunakan untuk membuat dapat disewakan
atau dioperasikan untuk kegiatan bisnis yang lain
Biaya diferensial berupa biaya terhindarkan A
Pendapatan diferensial B
Biaya diferensial berupa harga beli dari pemasok luar C
Membuat
Keputusan
atau
Jika (A+B) > C, alternatif membeli dapat dipilih
Membeli?
Jika (A+B) < C, alternatif membeli tidak dapat dipilih

Tidak diperlukan tambahan fasilitas produksi


Biaya diferensial : harga beli yang dapat dihindari A
Biaya diferensial : biaya untuk membuat B
Perusahaan sekarang
membeli dari pemasok Keputusan
luar dan Jika A > B, alternatif membuat dapat dipilih
mempertimbangkan Jika A < B, alternatif membuat tidak dapat dipilih
akan membuat sendiri
(in-house sourcing)

Diperlukan tambahan fasilitas produksi


Biaya diferensial : harga beli yang dapat dihindari A
Biaya diferensial : biaya untuk membuat B

Aktiva diferensial berupa investasi dalam fasilitas C

Keputusan
Jika selama umur ekonomis fasilitas produksi jumlah nilai
tunai (A-B) > C, alternatif membuat sendiri dapat dipilih

4
Hernadianto Tasin 2019

Latihan soal : By. Diferensial dalam alternatif pengambilan keputusan membeli atau
membuat sendiri

1. PT.Yogyakarta berusaha dalam perakitan. Suku cadang A dari produk rakitannya selama ini
diproduksi sendiri dalam pabriknya. Kebutuhan suku cadang tersebut berjumlah 100.000 buah
setahun.Biaya produksi suku cadang A disajikan pada gambar 7.4. Perusahaan tersebut menerima
tawaran dari perusahaan lain untuk membeli suku cadang A tersebut dengan harga Rp. 25
perbuah. Ditinjau dari biaya, manajemen puncak perusahaan perlu mempertimbangkan keputusan
membeli suku cadang tersebut atau tetap memproduksi sendiri.

Perbuah 100.000 buah


Biaya bahan baku Rp. 5 Rp. 500.000
Biaya tenaga kerja variabel Rp.10 1.000.000
Biaya overhead pabrik variabel Rp. 3 300.000
Biaya overhead pabrik tetap terhindarkan Rp. 4 400.000
(avoidable fixed factory overhead )
Biaya overhead pabrik tetap bersama Rp. 5 500.000
(jion fixed factory overhead )
Jumlah biaya produksi Rp. 27 Rp. 2.700.000

Gbr. 7.4 Biaya produksi penuh (Full Costs of production) suku cadang A
Jawab:

Manfaat :
Biaya diferensial (Biaya terhindarkan )
Biaya-biaya variabel (biaya bahan baku,biaya tenaga kerja variabel Rp.18
dan overhead variabel )
Biaya tetap terhindarkan Rp. 4
Jumlah biaya terhindarkan jika membeli dari luar Rp. 22

Pengorbanan :
Biaya Diferensial
Harga beli jika membeli dari luar Rp.25
Kerugian jika membeli dari luar Rp. 3

Dari data tersebut jelas terlihat bahwa alternatif tetap memproduksi sendiri yang
menguntungkan, karena jika membeli dari luar pengorbanan yang dikeluarkan
adalah Rp. 25 perbuah. Sedangkan penghematan yang diperoleh ( berupa biaya
terhindarkan ) hanya sebesar Rp. 22 perbuah.

2. PT. INAZ berusaha dalam bidang perakitan. Suku cadang A dari produk rakitannya selama
ini dibeli dari pemasok luar dengan harga Rp. 35 persatuan. Kebutuhan suku cadang tersebut
berjumlah 100.000 satuan setahun. Manajemen perusahaan tersebut mempertimbangkan
untuk memproduksi sendiri suku cadang tersebut.Taksiran biaya produksi suku cadang A
jika diproduksi sendiri disajikan dalam gambar 7.5.

5
Hernadianto Tasin 2019

Perbuah 100.000 buah


Biaya bahan baku Rp. 5 Rp. 500.000
Biaya tenaga kerja variabel Rp.10 1.000.000
Biaya overhead pabrik variabel Rp. 3 300.000
Biaya overhead pabrik tetap terhindarkan Rp. 9 900.000
(avoidable fixed factory overhead )
Jumlah biaya produksi Rp. 27 Rp. 2.700.000

Jawab:

Manfaat :
Biaya diferensial (Biaya terhindarkan )
Harga beli jika membeli dari luar Rp. 35 Rp.3.500.000

Pengorbanan :
Biaya Diferensial
Taksiran biaya produksi suku cadang A 27 Rp.2.700.000

Keuntungan jika memproduksi sendiri Rp. 12 Rp. 1.200.000

Dari data tersebut jelas terlihat bahwa alternatif tetap memproduksi sendiri yang
menguntungkan, karena jika membeli dari luar pengorbanan yang dikeluarkan
adalah Rp. 35 perbuah atau Rp.3.500.000 pertahun. Sedangkan taksiran biaya
produksi jika suku cadang tersebut dibuat sendiri hanya sebesar Rp. 27 per buah Rp.
2.700.000.

2 . Menjual atau Memproses Lebih Lanjut Suatu Produk

Manajemen puncak dihadapkan pada pilihan menjual produk tertentu pada kondisinya
sekarang atau memprosesnya lebih lanjut menjadi produk lain yang lebih tinggi harga jualnya.
Dalam pengambilan keputusan macam ini, informasi akuntansi diferensial yang diperlukan
oleh manajemen adalah pendapatan diferensial dengan biaya diferensial jika alternatif
memproses lebih lanjut dipilih.
Untuk menggambarkan manfaat informasi akuntansi diferensial dalam pengambilan
keputusan menjual atau memproses lebih lanjut suatu produk berikut ini disajikan contoh :
Produk A mempunyai harga jual sebesar Rp. 10.000 persatuan pada kondisinya sekarang.
Biaya penuh ( full costs ) persatuan produk A dihitung seperti disajikan pada gbr:
Persatuan 10.000 satuan
Biaya bahan baku Rp. 2.000 Rp. 20.000.000
Biaya tenaga kerja langsung Rp. 1.000 Rp. 10.000.000
Biaya overhead pabrik variabel Rp. 1.500 Rp. 15.000.000
Biaya overhead pabrik tetap Rp. 1.300 Rp. 13.000.000
Biaya Adm& umum tetap Rp. 500 Rp. 5.000.000
Biaya overhead pabrik variabel Rp. 750 Rp. 7.500.000
Total biaya penuh persatuan produk A Rp. 7.050 Rp. 70.500.000
Produk A mampu menghasilkan laba bersih Rp. 29.500.000 (Rp.100.000.000-Rp.70.500.000)
pada volume penjualan 10.000 satuan.

6
Hernadianto Tasin 2019

Misalnya:
Di pasar telah terjadi perkembangan baru meningkatnya permintaan customer terhadap
produk A-1 pada harga jual Rp.18.500 persatuan. Produk A-1 merupakan hasil pengolahan
lebih lanjut produk A. Jika dilihat tambahan pendapatan jika produk A diolah lebih lanjut
menjadi produk A-1, perusahaan akan memperoleh pendapatan diferensial Rp. 8.500
persatuan. Namun dalam pertimbangan pengambilan keputusan ini, informasi pendapatan
diferensial perlu ditandingkan dengan informasi biaya diferensial.
Dalam perhitungan biaya diferensial jika alternatif pengolahan lebih lanjut produk A menjadi
produk A-1 dipilih, perlu dipertimbangkan kondisi berikut ini:
1. Apakah pengolahan lebih lanjut produk A-1 tsb memerlukan investasi pada fasilitas mesin
& ekuipmen? Jika jawabannya tidak, maka pengambilan keputusan ini bersifat jk pendek dan
informasi yang relevan untuk dipertimbangkan adalah pendapatan diferensial dan biaya
diferensial. Jika pendapatan diferensial lebih tinggi dari biaya diferensial maka alternatif
untuk mengolah lebih lanjut suatu produk dapat dipilih. Sebaliknya jika pendapatan
diferensial lebih kecil dari biaya diferensial maka alternatif untuk mengolah lebih lanjut suatu
produk ditolak.
2. Jika pengolahan lebih lanjut produk A menjadi produk A-1 memerlukan investasi dalam
mesin & ekuipmen, maka hal ini menyangkut pengambilan keputusan investasi yang bersifat
jangka panjang. Dalam pengambilan keputusan ini informasi yang relevan tidak hanya
pendapatan & biaya diferensial tp menyangkut juga aktiva diferensial.
Contoh :
Misalkan pengolahan lebih lanjut produk A menjadi A-1 tersebut tidak memerlukan investasi
dalam mesin & ekuipmen, namun hanya memerlukan biaya pengolahan lebih lanjut (biaya
diferensial) sebesar Rp. 5.000 persatuan, maka perhitungan informasi akuntansi diferensial
adalah sbb:

Pendapatan diferensial
(Rp. 18.500-Rp.10.000) x 10.000 satuan Rp. 85.000.000
Biaya difernsial Rp. 50.000.000
Laba diferensial Rp. 35.000.000

7
Hernadianto Tasin 2019

Berbagai kemungkinan alternatif dalam keputusan menjual atau memproses lebih lanjut

Pendapatan diferensial Rpxx


Tidak diperlukan
tambahan fasilitas
produksi Biaya diferensial Rpxx -
A
Keputusan
Menjual atau Jika A positif, pilih alternatif memproses lebih lanjut
memproses Jika A negatif, jangan pilih alternatif memproses lebih lanjut
lebih lanjut

Pendapatan diferensial Rpxx


Diperlukan Biaya diferensial Rpxx -
tambahan A
fasilitas produksi
Aktiva diferensial B
Keputusan
Jika jumlah nilai tunai A selama umur ekonomis fasilitas produksi lebih besar
daripada B, alternatif memproses lebih lanjut sebaiknya dipilih

Jika jumlah nilai tunai A selama umur ekonomis fasilitas produksi lebih kecil
daripada B, alternatif memproses lebih lanjut sebaiknya tidak dipilih

8
Hernadianto Tasin 2019

3 . Menghentikan atau Melanjutkan Produksi Produk Tertentu atau Kegiatan


Usaha Departemen Lain

Dalam perusahaan yang menghasilkan lebih dari satu macam keluarga produk (product line )
atau yang memilki berbagai departemen penghasil laba,
Adakalnya manajemen puncak menghadapi salah satu keluarga produknya atau salah satu
departemennya mengalami kerugian usaha yang akan diperkirakan akan berlangsung terus.
Dalam menghadapi kondisi ini, manajemen perlu mempertimbangkan keputusan
menghentikan atau tetap melanjutkan produksi produk atau kegiatan usaha departemen yang
mengalami kerugian.
Informasi yang relevan untuk dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan ini adalah
biaya difernsial dan pendapatan diferensial.
Dengan dihentikannya produksi produk tertentu atau kegiatan departemen tertentu perusahaan
akan kehilangan kesempatan memperoleh pendapatan dari produk /departemen
tertentu( foregone revenues ). Pendapatan hilang ini merupakan informasi pendapatan
diferensial dan merupakan pengorbanan yang ditanggung karena pemilihan alternatif
menghentikan produksi produk atau departemen tertentu.
Dilain pihak, dengan dihentikannya usaha departemen tertentu, perusahaan menikmati
manfaat berupa biaya terhindarkan yang mrp informasi akuntansi diferensial . Jika biaya
terhindarkan (yg mrp manfaat yg diperoleh ) lebih besar dari pendapatan yang hilang ( yg mrp
pengorbanan) akibat dihentikannya produksi produk atau kegiatan usaha departemen tertentu,
maka alternatif penghentian sebaiknya dipilih. Jika biaya terhindarkan lebih kecil dari dari
pendapatan yang hilang akibat dihentikannya produksi produk atau kegiatan usaha
departemen tertentu, maka alternatif penghentian tsb tidak dipilih.
Contoh : Suatu toko memiliki 3 departemen : departemen kosmetika ,departemen pakaian,
departemen bahan kelontong. Laporan laba-rugi tiap departemen tahun anggaran 20x4
disajikan Sbb:
Kosmetika Pakaian Brg Kelontang
Hasil Penjualan Rp. 50.000.000 Rp. 25.000.000 Rp.25.000.000
Biaya Variabel Rp. 25.000.000 Rp. 10.000.000 Rp. 12.000.000
Laba Kontribusi Rp. 25.000.000 Rp. 15.000.000 Rp. 13.000.000
Biaya tetap terhindarkan Rp. 10.000.000 Rp. 8.000.000 Rp. 11.000.000
By tetap tidak terhindarkan Rp. 3.000.000 Rp. 3.000.000 Rp. 3.000.000
Jmh by tetap Rp. 13.000.000 Rp. 13.000.000 Rp. 14.000.000
Laba (rugi) bersih Rp. 12.000.000 Rp. 4.000.000 (Rp. 1.000.000)

Gb. Laporan Laba-rugi perdepartemen thn anggaran 20X4

Manfaat :
Biaya diferensial berupa biaya yang terhindarkan dengan ditutupnya
Kegiatan usaha Departemen barang kelontang:
Biaya variabel Rp. 12.000.000
Biaya tetap terhindarkan Rp. 11.000.000
Total manfaat (benefit) Rp. 23.000.000

9
Hernadianto Tasin 2019

Pengorbanan
Pendapatan diferensial yang berupa pendapatan
Penjualan yang hilang dengan ditutupnya kegiatan
Usaha departemen barang kelontong Rp. 25.000.000
Manfaat lebih kecil dari pengorbanan jika alternatif menghentikan kegiatan
Usaha departemen brg kelontong dipilih Rp 2.000.000

Lampiran 7-3

Berbagai kemungkinan alternatif dalam keputusan menghentikan produksi atau kegiatan

Biaya diferensial:
Fasilitas produksi yang biaya terhindarkan Rpxx
lama dihentikan
pemakaiannya Pendapatan diferensial:
foregone revenues Rpxx -
A
Menghentikan atau Keputusan
melanjutkan Jika A positif, penghentian produksi produk sebaiknya dipilih
produksi / kegiatan Jika A negatif, penghentian produksi produk sebaiknya tidak dipilih

Biaya diferensial:
* Biaya terhindarkan Rpxx
Fasilitas produksi lama * Biaya kesempatan Rpxx -
dapat dimanfaatkan Jumlah biaya diferensial Rpxx
dalam kegiatan bisnis
yang lain
Pendapatan diferensial:
foregone revenues Rpxx -
A

Keputusan
Jika A positif, penghentian produksi produk sebaiknya dipilih
Jika A negatif, penghentian produksi produk sebaiknya tidak dipilih

10
Hernadianto Tasin 2019

4. Menerima atau Menolak Pesanan Khusus

Dalam pengambilan keputusan menerima atau menolak (pesanan khusus), informasi


akuntansi adalah pendapatan diferensial dan biaya diferensial. Jika pendapatan diferensial
(yaitu tambahan pendapatan dengan diterimanya pesanan khusus tersebut) lebih tinggi
dibandingkan dengan biaya diferensial (yaitu tambahan biaya karena memenuhi pesanan
khusus tersebut) maka pesanan khusus tersebut sebaiknya diterima. Dilain pihak , jika
pendapatan diferensial lebih rendah dibandingkan dengan biaya difernsial, maka pesanan
khusus sebaiknya ditolak.

Contoh :
PT. INAZ memproduksi produk X dalam pabrik yang berkapasitas 200.000 satuan pertahun .
Untuk tahun anggaran 20X1 perusahaan merencanakan akan memproduksi dan menjual
produk X sebanyak 150.000 satuan dengan harga jual sebesar Rp.1.250 persatuan. Anggaran
biaya untuk tahun tsb sbb:
Persatuan Total
Biaya Variabel:
By. Produksi variabel Rp.400 Rp.60.000.000
By.komersial variabel 120 18.000.000
Biaya Tetap:
By.Produksi tetap 300 45.000.000
By. Komersial tetap 150 22.500.000
Rp.970 Rp.145.000.000

Gb: Data biaya persatuan dan total biaya produk X


Misal perusahaan menerima pesanan khusus ( diluar pesanan yang reguler ) sebanyak 30.000
satuan produk X dari perusahaan lain. Harga yang diminta oleh pemesan Rp.750 perpesanan.

Pendapatan diferensial : 30.000 satuan x Rp.750 Rp.22.500.000


Biaya diferensial:
By. Produksi Variabel Rp.12.000.000
By. Komersial Variabel Rp. 3.600.000
Rp.15.600.000
Laba Diferensial Rp. 6.900.000
Gb. Pendapatan & biaya diferensial yang dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan
Menerima atau menolak pesanan khusus.

Berdasarkan informasi akuntansi diferensial seperti disajikan diatas maka sebaiknya PT.
INAZ menerima pesanan khusus tersebut.

11
Hernadianto Tasin 2019

Daftar Pustaka : Mulyadi.Akuntansi Manajemen : Konsep, Manfaat dan Rekayasa, Penerbit


Salemba Empat .,edisi 3 2001

12
Hernadianto Tasin 2019

13