Anda di halaman 1dari 11

Keracunan

1. Pengertian
Keracunan adalah masuknya zat ke dalam tubuh kita yng dapat
mengganggu kesehatan bahkan dapat menimbulkan kematian. Pada
hakekatnya semua zat dapat berlaku sebagai racun, tergantung pada dosis
dan cara pemberiannya. Hampir semua racun bekerja segera, dan karena
itu setiap kasus keracunan merupakan keadaan gawat darurat medis, dan
harus mendapatkan pertolongan segera.
Gejala yang ditimbulkan sangat bervariasi, kita harus mengenal gejala
yang ditimbulkan oleh setiap agen dapat bertindak dengan cepat dan tepat
pada setiap kasus dengan dugaan keracunan

a. Seseorang dapat dicurigai mengalami keracunan bila:


 Seseorang yang sehat mendadak sakit
 Gejalanya tak sesuai dengan suatu keadaan patologik tertentu
 Gejala menjadi cepat karena dosis yang besar
 Anamnestik menunjukan ke arah keracunan, terutama pada
kasus bunuh diri/ kecelakaan. Pada penderita yang dicurigai
kasus pembunuhan/ bunuh diri perhatikan benda-benda sekitar
penderita dan simpan semua zat yang ada ditempat kejadian
 Keracunan kronik dicurigai bila digunakan obat dalam waktu
lama atau lingkungan pekerjaan yang berhubungan dengan zat-
zat kimia
b. Seseorang dapat mengalami keracunan dengan cara:
 Tertelan melalui mulut, misalnya keracunan makanan,
minuman dll
 Terhisap melalui hidung, misalnya keracunan gas CO
 Terserap melalui kulit/ mata, misalnya keracunan zat kimia
 Suntikan, misalnya gigitan binatang atau alat suntik (narkoba)
Cara-cara masuk kedalam tubuh dari jenis racun akan menentukan
gejala-gejala yang timbul dan cara-cara yang berlainan untuk
penanggulangannya.

i
Antidotum umum terhadap semua racun tidak ada. Pertolongan
pertama hendaknya segera diberikan dengan tidak boleh membuang-
buang waktu mencari-cari antidotum dan tanpa menunda-nunda
evakuasi korban ke rumah sakit.
c. Pada dasarnya sifat racun dapat dibagi menjadi:
 Korosif, misalnya asam/ basa kuat (asam klorida, asam sulfat,
natrium hidroksida), bensin, dan minyak tanah
 Non korosif, misalnya makanan dan obat-obatan
d. Zat yang dapat menimbulkan keracunan dapat berbentuk:
 Padat, misalnya obat-obatan atau makanan
 Gas, misalnya CO, H2S, dll
 Cair, misalnya alkohol, bensin, minyak tanah dll
e. Seseorang mengalami keracunan dikarenakan:
 Sengaja bunuh diri/ Attended Suicide
 Diracuni/ Homicide
 Tidak sengaja/ Accidental Poisoning
 Berlebihan/ Overdosis
 Sengaja untuk maksud tertentu, tapi tahu ukuran yang
mematikan/ Poisining for kick
Secara umum pada penderita dengan kasus keracunan penanganan
tetap berdasarkan penilaian Airway, breathing dan sirkulasi (ABC).
Jangan tunda penanggulangannya.
2. Penanggulangan penderita keracunan
a. Keracunan makanan
1. Keracunan botulinum
Clostridium botulinum adalah kuman yang hidup secara anaerob,
yaitu ditempat-tempat yang tidak ada udaranya dengan sifat racun
Eksotosin/ Neurotoksin. Karena cara hidup yang demikian, kuman
tersebut banyak terdapat pada makanan kaleng yang diolah secara
tidak sempurna juga pada makanan kaleng yang tersimpan dengan
masa kadaluarsa yang telah habis masa berlakunya.

i
Tanda dan gejala:
 Masa laten 8 jam- 8 hari
 Muntah
 Lemah
 Gangguan penglihatan
 Refleksi pupil tidak ada (-)
Penanganan:
 Netralisasi dengan cairan
 Upayakan muntah dengan pemberian Na bicarbonat
 Kuras lambung
 Antidot ABS dosis 1 vial setiap 4 jam
2. Keracunan makanan laut
Beberapa jenis makanan laut seperti kepiting, rajungan dan ikan
laut lainnya dapat menyebabkan keracunan.
Tanda dan gejala:
1
 Masa laten – 4 jam
4
 Pruritus
 Rasa panas disekitar mulut
 Lemah, rasa baal pada ekstremitas
 Mual, muntah
 Nyeri perut dan diare
 Sulit bernapas
Penanganan:
 Netralisasi dengan cairan
 Upayakan muntah
 Kuras lambung
 Berikan nafas buatan bila perlu
3. Keracunan jengkol

i
Keracunan jengkol terjadi karena terbentuknya kristal asam
jengkol dalam saluran kencing. Ada beberapa hal yang diduga
mempengaruhi timbulnya keracunan yaitu:
 Jumlah yang dikonsumsi
 Cara penghidangan
 Makanan penyerta lainnya
Tanda dan gejala:
 Masa laten beberapa jam-48 jam
 Nafas, mulut dan air seni penderita berbau jengkol
 Sakit pinggang yang disertai sakit perut
 Nyeri waktu buang air kecil
 Buang air kecil kadang disertai darah
Penanganan:
 Minum air putih yang banyak
 Obat penghilang rasa sakit dapat diberikan untuk
menghilangkan rasa sakitnya
4. Keracunan jamur
Keracunan jamur terjadi karena cara penyimpanan, pengolahan dan
penghidangan yang tidak baik.
Tanda dan gejala:
 Masa laten timbul dalam 6 jam
 Sakit perut disertai diare kadang bercampur darah, muntah
 Berkeringat banyak
Penanganan:
 Netralisasi dengan cairan
 Upayakan muntah
 Berikan norit 1-2 sendok makan dengan air hangat
 Berikan antidot SA 1 mg IV
 Jika mengandung metilhidrazin berikan piridoksin 25
mg/kg BB IV
 Jaga keseimbangan cairan dan elektorit

i
 Diet tinggi karbohidrat

5. Keracunan singkong
Umbi singkong secara alami mengandung HCN. Keracunan dapat
terjadi tergantung dari jumlah HCN yang dikonsumi, cara
pengolahan dan penghidangan.
Tanda dan gejala:
 Masa laten 1-beberapa jam
 Mual dan muntah
 Sesak npas
 Sianosis
 Dapat terjadi koma bahkan sampai kematian
Pengolahan:
 Netralisasi dengan cairan
 Upayakan muntah
 Berikan norit 1-2 sendok makan dengan air hangat
 Berikan Amil Nitrit 1 ampul 0.2 ml
 Antidot Na Nitrit 3% IV, stop bila TD < 80 mmHg
 Berikan 50 ml larutan Na Tiosulfat 25% IV
 Berikan oksigen 100%
6. Keracunan tempe bongkrek
Tempe bongkrek terbuat dari ampas kelapa yang mengandung
Baccillus Cocovenans yang membentuk asam bongkrek.
Tanda dan gejala:
 Masa laten terjadi dalam beberapa jam
 Kejang perut
 Kejang otot-otot
 Sesak napas, dapat terjadi kematian
Penanganan:
 Netralisasikan dengan cairan

i
 Upayakan muntah
 Kuras lambung bila perlu
 Berikan norit 1-2 sendok makan dengan air hangat
 Berikan napas bantuan bila perlu
7. Keracunan makanan basi
Penyebabnya adalah Staphyloscoccus Aureus dengan sifat racun
endotoksin/ enterotoksin.
Tanda dan gejala:
 Mual dan muntah
 Diare
 Nyeri perut
 Nyeri kepala dan demam
 Dehidrasi, dapat menyerupai disentri
Penanganan:
 Netralisasikan dengan cairan
 Upayakan muntah
 Berikan norit 1-2 sendok makan dengan air hangat
 Obati seperti kasus Gastroenteritis

b. Keracunan Zat-zat Kimia dan Obat-obatan


1. Keracunan Alkohol
Etil alkohol (wiski berkadar 40%), alkohol pekat (95% dan 75%),
metil alkohol (spiritus)
Tanda dan gejala:
 Kekacauan mental
 Pupil mata dilatasi
 Sering muntah-muntah
 Bau alkohol
Penanganan:
 Upayakan mntah bila penderita sadar
 Petahankan agar pernapasan baik

i
 Bila sadar, beri minuman kopi hitam
 Pernapasan bantuan jika perlu

2. Keracunan Acetosal
Aspirin dan Naspro
Tanda dan gejala:
 Napas dan nadi cepat
 Gelisah
 Nyeri perut
 Muntah (sering bercampur darah)
 Sakit kepala
Penanganan:
 Upayakan muntah bila penderita sadar
 Beri minuman air atau susu
 Berikan vitamn K bila muntah bercampur darah
3. Keracunan sedatif psikotropika
Luminal dan obat-obatan sejenisnya
Tanda dan gejala:
 Refleksi berkurang
 Depresi pernapasan
 Pupil kecil  akhirnya dilatasi
 Syok  bisa koma
Penanganan:
 Bila penderita sadar, berikan minum air hangat atau norit
serta upayakan muntah
 Bila penderita tidak sadar, jaga dan bersihkan jalan napas
4. Keracunan Aasenicum
Racun tikus (warangan), insektisida, pengawet kayu dll
Tanda dan gejala:
 Perut dan tenggorokan rasa terbakar

i
 Muntah dan mulut kering
 Buang air besar seperti air cucian beras
 Napas dan kotoran berbau bawang
 Kejang  syok
Penanganan:
 Upayakan muntah
 Beri minum air hangat atau larutan norit
 Segera kirim ke rumah sakit
5. Keracunan senyawa hidrokarbon
Bensin, minyak tanah, baygon, deterjen, terpentin, dll. Hati-hati
dengan penderita keracunan zat hidrokarbon karena kemungkinan
dapat terjadi pneumoia berat.
Tanda dan gejala:
Inhalasi:
 Nyeri kepala
 Mual
 Muntah
 Lemah
 Sesak napas
Tertelan:
 Muntah
 Diare
 Sangat berbahaya bila terjadi aspirasi
Penanganan:
 Jangan lakukan muntah buatan
 Beri minum air hangat atau larutan norit
6. Keracunan monoksida (CO)
Sifat: tidak berbau dan tidak berwarna
Sumber gas CO dapat berasal dari inhalasi gas domestik dan gas
pembuangan mesin. Cara kerja CO dalam tubuh yaitu bergabung

i
dengan hemoglobin dalam darah, akibatnya hemoglobin tidak
dapat mengikat O2.
Tanda dan gejala:
 Bibir dan kulit berwarna merah jambu
 Sakit kepala dan pusing
 Korban bingung (sesak napas)
 syok
Penanganan:
 pindahkan korban ke area yang aman berlawanan dengan
arah angina
 berikan oksigen murni dengan konsentrasi tinggi (O2 100%)
 bantu pernapasan sampai adekuat
7. Keracunan H2S
Sifat: berbau dan tidak berwarna, lebih ringan dari CO dan O 2.
Sember H2S berasal dari tambang eksplorasi gas alam. Dapat
masuk kedalam organ pernapasan tanpa dihirup/ inspirasi. Berat
dan ringan keracunan H2S tergantung dari jumlah H2S yang masuk
kedalam tubh penderita.
Tanda dan gejala:
 Sesak napas
 Seperti orang tercekik
 Syok
 Sianosis
 Tidak sadar (dapat terjadi kematian)
Penanganan:
 Penolongan harus memakai alat Breathing apparatus
 Jauhkan penderita dari lokasi dumber lokasi H 2S
berlawanan dengan arah angina
 Berikan oksigen konsentrasi tinggi (O2 100%)
 Segera bawa kerumah sakit

i
Prinsip penatalaksanaan keracunan
Selalu berprinsip pengamanan diri sendiri dalam melakukan tindakan serta
penilaian daripada Airway, Breathing, dan sirkulasi (ABC).
1. Mencegahan dan menghentikan penyerapan racun
a. Bila racun ditelan
 Encerkan racun yang ada dalam lambung, sekaligus
menghalangi penyerapannya dengan cara memberikan cairan
dalam jumlah banyak. Cairan yang digunakan adalah air biasa,
susu, norit yang telah dilarutkan.
 Emesis/ upayakan penderita muntah, efektif bila dilakukan
pemeriksaan laboratorium
 Jangan melakukan muntah buatan pada penderita dengan
keracunan zat korosif dan penderita tidak sadar.
b. Bila racun melalui kulit/ mata
 Pakaian yang terkontaminasi dilepas
 Cuci/ bilas bagian yang terkena dengan air yang mengalir. Bila
racun berbentuk serbuk lakukan penyapuan serbuk terlebih
dahulu kemudian bilas dengan air
 Perhatikan jangan sampai penolong terkena
c. Bila racun melalui inhalasi
 Peidahkan penderita ke tempat yang aman berlawanan dengan
arah angin
 Beri oksigen konsentrasi tinggi
 Jangan lakukan pernapasan buatan dari mulut ke mulut
2. Pengobatan simptomatik
 Bila ada gangguan pernapasan (resusitasi)

i
 Pemberian antidot yang tidak spesifik atau spesifik
 Pemberian obat diuresis dan cuci darah bila diperlukan
 Rasa nyeri/ sakit dapat diberikan obat penghilang rasa sakit
3. Segera evakuasi penderita kerumah sakit