Anda di halaman 1dari 7

BOTANI TUMBUHAN RENDAH

MEMBUAT PERTANYAAN DAN DIJAWAB


MATERI TENTANG PHAEOPHYTA DAN RHODOPHYTA

Nama :
Faisal Muhaidin 2181000220056

Dosen Pengampu :
Ardian Anjar Pangestuti, S.Pd, M.Pd

PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI


INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU KEPENDIDIKAN
TAHUN AJARAN 2019/2020
PERTANYAAN !!!

1. Apa saja kah ciri umum atau karakteristik pada Phaeophyta ?


2. Sebutkan dan jelaskan terdapat berapa macam dalam reproduksi gametik
pada Phaeophyta ?
3. Pada rhodophyta terdapat dua tipe daur hidup / siklus hidupnya. Jelaskan
dua tipe daur hidup pada rhodophta !
4. Kalian sudah mempelajari 7 kelompok alga, diantara 7 kelompok tersebut
manakah kelompok yang paling maju? Jelaskan alasanmu!
5. Sasha adalah seorang guru Biologi di salah satu SMA. Dia kebingungan
merancang sebuah percobaan untuk membuktikan proses terjadinya
fotosintesis pada alga (alga melakukan proses fotosintesis). Bantulah
Sasha!

Jawab :

1. Ciri Umum atau Karakteristik pada Phaeophyta :


- Inti sel bersifat eukariotik karena inti sel telah memiliki membran.
- Multiseluler (bersel banyak).
- Berbentuk lembaran, bahkan ada yang menyerupai tumbuhan tinggi
(Plantae) karena memiliki bagian menyerupai akar, batang, dan daun.
- Memiliki gelembung-gelembung udara yang berfungsi sebagai
pelampung.
- Memiliki ukuran talus mikroskopis sampai makroskopis.
- Memiliki pigmen klorofil a, klorofil c, violaxantin, b-karotin,
diadinoxantin, serta xantofil yang jumlahnya dominan.
- Berbentuk filamen bercabang, tidak bercabang dan ada juga yang
tegak.
- Bersifat autotorof, karena memiliki klorofil untuk melakukan
fotosintesis.
- Memiliki kloroplas tunggal berbentuk seperti benang ada pula yang
berbentuk cakram (discoid).
- Kloroplas mengandung pirenois untuk menyimpan cadangan
makanan.
- Cadangan makanan yang disimpan berupa laminarin.
- Memiliki dinding sel.
- Pada dinding sel dan ruang intersel terdapat algi (asam alginate),
bagian dalam dinding sel tersusun oleh lapisan selulosa.
- Memiliki jaringan untuk transportasi seperti tumbuhan tingkat tinggi.
- Hampir semua jenis Phaeophyta memiliki habitat di laut terutama di
daerah yang dingin, yaitu hidup di batu-batuan di dasar perairan
sedalam 1,5 – 5 meter dari permukaan air.
- Semua Phaeophyta hidup berkoloni dengan bentuk bervariasi dari
yang sederhana hingga yang berbentuk besar (lebih dari 30 meter)
dengan organisasi sel yang rumit.

2. Pada reproduksi secara gametik pada phaeophyta terdapat 3 macam, yaitu :


a. Isogami: Persatuan antara dua gamet yang mempunyai ukuran dan
bentuk yang sama satu sama lain.
b. Anisogami: persatuan antara dua gamet yang tidak sama ukurannya
tetapi bentuknya sama Gamet yang lebih kecil ukurannya biasanya
dianggap gamet jantan.
c. Oogami: persatuan antara antherozoid (gamet jantan yang berflagela
dan aktif bergerak) dengan sel telur (ovum). Sel terlur ukurannya
relatif lebih besar dan tidak bergerak.

3. Daur hidup / siklus hidpu pada rhodophyta terdapat 2 tipe, yaitu :


a. Bifasik
Pada tipe bifasik inti zigot laqngsung mengadakan meiosis higngga
menghasilkan kaarposporafit haploid yang tumbuh pada gametofitnya /
inti zigot membelah mitosis hingga membentuk karposporangium yang
intinya diploid. Inti karposporangium mengadakan meiosis dan
membentuk karpospora yang haploid. Karposporofit berada pada
gametofit.
b. Tifasik
Pada tipe Trifasik inti zigot hanya membelah mitosis, membentuk
karposporangium dengan karpospora yang diploid. Karposporofit
terdapat pada gametofit, karpospora yang diploid tumbuh menjadi
tetrasporofit yang diploid dan hidup bebas, tetrasporangium yang
terbentuk intinya membelah meiosis dan menghasilkan 4 spora yang
haploid (tertraspora). Tetraspora tumbuh menjadi gametofit. Gametofit
dan tetrasporofit umumnya isomorfik.

4. Dari 7 macam alga yang telah dipelajari yang paling maju adalah alga
hijau (chlorophyte). Karena kelompok alga ini merupakan kelompok yang
paling maju dan memiliki banyak sifat – sifat tanaman tingkat tinggi.
Selain itu salah satu kelas dari alga yang sel – selnya bersifat eukariotin.

5.

PRAKTIKUM FOTOSINTESIS INGENHOUSZ


Keselamatan Kerja:
Pada saat melakukan praktikum gunakanlah baju laboratorium dan gunakalnlah masker
mulut untuk menghindari bau dari bahan kimia atau asap secara langsung. Dilarang
membawa makanan dan minuman di dalam laboratorium. Jika terkena bahan kimia, segera
mungki untuk melakukan pertolongan pertama dengan cara cuci bagian tangan yang terkena
bahan kimia dan segera lapor kepada penjaga laboratorium.

Alat dan Bahan


Alat :
1. Beaker glass 500 ml (1 buah)
2. Corong kaca kecil (1 buah)
3. Tabung Reaksi (1 buah)
4. Kawat berbentuk S (3 buah)
5. Ember (1 buah)
6. Termometer (1 buah)
7. Silet / Cutter (1 buah)
8. Stopwatch (1 buah)

Bahan
1. Air hangat 40℃
2. Es batu
3. Natrium Bikarbonat/Sodium bikarbonat/Baking soda/NaHCO3
4. Tumbuhan alga (rumput laut / Eucheuma cottoni)
Langkah Kerja
1. Masukkan beberpa cabang Eucheuma cottoni sepancang 5 cm ke dalam corong kaca.
2. Masukkan corong kaca ke dalam gelas kimia yang berisi air.
3. Sanggah corong kaca kaca dengan menggunakan 3 kawat berbentuk S. sehingga alat
percobaan terlihat seperti ini

4. Rangkai ulang untuk alat dan bahan yang sama, sebanyak 5 lagi, karena kita akan
mengamati 6 faktor pada percobaan Ingenhousz.
5. Berilah perlakuan sebagai berikut:
a. No 1: tanpa tambahan perlakuan dan diletakkan di tempat yang terkena cahaya
matahari langsung.
b. No 2: perlakuan penambahan 5 gr dan diletakkan di tempat yang terkena cahaya
matahari langsung.
c. No 3: perlakuan penambahan 10 gr dan diletakkan di tempat yang terkena cahaya
matahari langsung.
d. No 4: perlakuan penambahan es batu dan diletakkan di tempat yang terkena cahaya
matahari langsung.
e. No 5: perlakuan penambahan air hangat dan diletakkan di tempat yang terkena cahaya
matahari langsung.
f. No 6: tanpa tambahan perlakuan dan diletakkan di tempat teduh.
6. Berilah nomor untuk masing – masing perangkat agar mudah dikenali.
7. Amatilah gelembung yang muncul setelah 5 menit, catat hasil pengamatan pada tabel
hasil pengamatan !

Hasil Pengamatan
No. Perlakuan Banyak Gelembung
1. Cahaya matahari langsung
2. Cahaya matahri langsung + 5 gr NaHCO3
3. Cahaya matahri langsung + 10 gr NaHCO3
4. Cahaya matahri langsung + Es Batu
5. Cahaya matahri langsung + Air Hangat
6. Tempat Teduh

Keterangan :
 - : tidak ada gelembung
 + : jumlah gelembung sedikit
 ++ : jumlah gelembung sedang
 +++ : jumlah gelembung banyak
 ++++ : jumlah gelembung sangat banyak
 +++++: jumlah gelembung sangat banyak sekali

Kegiatan Diskusi
1. Tuliskan yang berperan sebagai variable bebas, variable terikat, dan variable
kontrolnya !
2. Apa tujuan dari penggunaan senyawa NaHCO3 pada percobaan fotosintesis tersebut ?
3. Pada percobaan fotosintesis manakah yang menghasilkan gelembung udara paling
banyak ? Jelaskan!
4. Pada percobaan fotosintesis manakah yang menghasilkan gelembung udara paling
sedikit ? Jelaskan!
5. Bagaimana cara membuktikan bahwa gelembung udara yang dihasilkan pada ujung
tabung merupakan oksigen (O2) ?
6. Dari percobaan fotosintesis yang telah dilakukan. Tentutkan faktor apa saja kah yang
mempengerahi proses fotosintesis ?