Anda di halaman 1dari 5

Pendahuluan

Apakah anda pernah berbelanja kebutuhan sehari-hari namun tidak


membayar dengan uang tunai? Atau anda pernah memesan tiket liburan secara
online melalui smartphone anda? Jika jawabannya iya, maka selamat secara tidak
sadar anda telah memanfaatkan ekonomi digital! Ekonomi digital semakin giat-
giatnya diterapkan oleh para pelaku ekonomi di seluruh negeri termasuk UMKM
karena ekonomi digital menawarkan manfaat lebih. Ekonomi digital memungkinkan
kita untuk merasakan pengalaman transaksi barang dan jasa yang lebih cepat, lebih
mudah, dan lebih baik. Itu sebabnya sekarang, masyarakat merasa tidak dapat
meninggalkan smartphonenya saat pergi keluar rumah karena smartphone dianggap
sebagai alat transaksi yang diakui dan terpecaya. Maka dari itu, ekonomi digital
semakin marak di masyarakat Indonesia. Namun apakah definisi sebenarnya dari
ekonomi digital itu?
Pengertian Ekonomi Digital
Konsep ekonomi digital merupakan sebuah konsep yang sering digunakan
untuk menjelaskan dampak global terhadap pesatnya perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi yang berdampak pada kondisi social-ekonomi
(Zimmerman, 2000). Perkembangan teknologi tersebut mempengaruhi ekonomi
makro maupun ekonomi mikro. Sederhananya, ekonomi digital dapat diartikan
aktivitas ekonomi dan bisnis yang berbasis pada teknologi digital yakni melalui pasar
yang berbasis internet dan web. Tidak dapat dipungkuri lagi, perusahaan-perusahaan
besar saat ini menawarkan jasa dan barang mereka melalui pasar yang terdapat
pada dunia maya tersebut. Perusahaan-perusahaan terus berinovasi dalam internet
marketing atau pemasaran melalui internet karena menganggap internet sebagai
pasar yang sangat berpotensial.
Prospek Ekonomi Digital pada UMKM
Tidak hanya itu, hal tersebut juga dirasakan oleh penyumbang ekonomi
terbesar negara yakni Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). UMKM mulai sadar
dan melirik pasar dalam internet yang sangat berpotensi tersebut. Pada Juli 2019,
menurut Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan hanya 8
juta dari 58 juta UMKM bergabung dengan e-commerce atau setara 14% dari seluruh
UMKM yang ada. Mengingat UMKM berkontribusi pada 2018 sangatlah besar yakni
60,34% Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, hal tersebut menjadi peluang yang
sangat besar bagi UMKM untuk mengambil peran dalam ekonomi digital dimana
baru sedikit UMKM yang memanfaatkan ekonomi digital. Dengan memanfaatkan
ekonomi digital, UMKM dipercaya dapat meningkatkan perekonomian Indonesia.
Ekonomi tradisional dan digital, apa bedanya?
Dulu ketika sesorang, panggil saja Budi, sedang lapar kemudian ingin makan
mie yamien bakso yang ia inginkan ia harus pergi menaiki motornya dan membeli
pada tempat makan langganan yang ia banyangkan sejak perutnya keroncongan.
Namun pada zaman sekarang, Budi tidak perlu susah-susah pergi ke tempat
makanan langganannya, ia tinggal memesan melalui aplikasi online dan menunggu
pengantar datang ke rumahnya sambil mengerjakan hal lain. Pada kasus tersebut
tujuan Budi sama yakni untuk menikmati mie yamien bakso favoritnya, hal yang
membedakan adalah proses mendapatkan mie yamien bakso dan media transaksi
yang Budi gunakan.
Pada ekonomi tradisional diperlukan transaksi jual beli tanpa perantara
antara pembeli dengan penjual menggunakan uang kertas. Sedangkan ekonomi
digital memanfaatkan kemajuan teknologi digital berbasis internet dalam kasus ini
aplikasi online sebagai perantara atau pihak ketiga. Jadi dalam proses transaksi,
ekonomi digital tidak mengharuskan pembeli dan penjual berinteraksi secara
langsung. Pembeli dapat memesan barang yang ia inginkan dimana saja dan kapan
saja. Hal tersebut memungkinkan si pembeli untuk melakukan aktivitas lain sambil
menunggu barang yang diinginkan datang. Tidak perlu lagi datang ke toko si penjual
dan menunggu si penjual untuk menyiapkan pesanannya. Ditambah lagi terdapat
jasa yang disediakan oleh platform seperti jasa antar barang sehingga membuat
proses transaksi menjadi jauh lebih efisien.
Sedangkan media transaksi untuk mendapatkan barang atau jasa yang
diinginkan didapatkan melalui sebuah platform baik berupa aplikasi atau website.
Media transaksi ini menciptakan sebuah pasar baru yang lebih luas. Pada media
transaksi tersebut digunakan uang digital atau uang elektronik yang dianggap
sebagai alat tukar yang sah dan membuat transaksi lebih mudah dan lebih cepat.
Kelebihan Ekonomi Digital
1. Transaksi yang lebih efisien
Saat kamu ingin membeli sebuah barang yang bernilai besar seperti
laptop dengan harga Rp10 juta-an misalnya namun diharuskan membayar
dengan uang cash. Ribet, bukan? Anda harus membawa uang yang begitu
besar kesana kemari. Selain ribet, transaksi yang terjadi relatif lebih lama
karena si penjual harus menghitung dan mengecek keaslian uang tersebut,
belum lagi resiko pencurian dan perampokan. Hal inilah yang membuat
ekonomi digital lebih digemari. Keberadaan uang elektronik membuat proses
transaksi lebih mudah dan lebih cepat dengan memanfaatkan ponsel cerdas
di tangan anda. Pembayaran transaksi dapat memanfaatkan jasa transfer
ATM online yang aman dan dapat dipercaya.
2. Pasar digital yang terus berkembang
Menurut Badan Pusat Statistik, industri e-commerce Indonesia
meningkat hingga 17 persen dengan total jumlah usaha e-commerce
mencapai 26,2 juta unit. Industri ini akan terus meningkat seiring
berkembangnya jumlah pelaku UMKM serta meningkatnya pemanfaatan
internet sebagai teknologi pendukung digitalisasi. Dimana penetrasi internet
di Indonesia menurut media sosial We Are Social pada tahun 2018 baru
mencapai 56%, lebih kecil dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia
dan Singapura yang telah mencapai 80%. Sehingga Indonesia memiliki
potensi pasar digital yang sangat besar.
3. Berkurangnya biaya produksi dan operasi
Pada zaman sekarang saat sesorang ingin membuka suatu usaha tidak
diperlukan modal yang besar untuk sewa tempat, karyawan, atau membeli
peralatan usaha. Orang tersebut dapat membuka usaha di mulai dari
rumahnya dengan minim modal. Dengan memanfaatkan pasar digital, ia
tetap dapat berjualan dengan menghasilkan keuntungan. Yang ia perlu
perhatikan bagaimana barang dan usahanya tetap terlihat menarik dan
memiliki kualitas tinggi sehingga dapat bersaing dengan usaha konvesional
lainnya.
4. Manajemen finansial yang lebih terukur
Penggunaan platform seperti aplikasi Gojek, OVO, dan Dana
memungkinkan seluruh transaksi tercatat dalam riwayat aplikasi. Hal
tersebut sangat menguntungkan kedua belah pihak baik si pembeli maupun
si penjual. Si pembeli dapat terus memantau kondisi keuangannya agar si
pembeli dapat dengan bijak memanfaatkan uangnya. Di lain pihak, si penjual
dapat mencatat berapa jumlah keuntungan yang dihasilkan dan menentukan
produk apa yang paling laris sehingga si penjual dapat membuat keputusan
bisnis yang berdasar dan profitable.

Dampak Ekonomi Digital terhadap UMKM dan Perekonomian Indonesia


Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan bahwa ekonomi digital akan
menciptakan demokratisasi ekonomi yakni para UMKM tidak perlu menjadi
pengusaha besar agar barang dan jasanya laris dibeli dan dilirik konsumen. Para
UMKM dapat memanfaatkan keberdaan platform sehingga tidak perlu mengeluarkan
marketing cost yang terlalu besar dan bisa memiliki kesempatan yang sama dengan
syarat para UMKM tetap harus bisa memproduksi produk-produk yang berkualitas.
Maka dari itu, ekonomi digital memberi kesempatan yang sama kepada UMKM
untuk bersaing. Dengan kesempatan yang sama UMKM dapat terus berjualan dan
mengembangkan bisnisnya di Indonesia hingga ke pasar ekspor.
Perkembangan ekonomi digital berhubungan lurus dengan perkembangan
teknologi di Indonesia. Keberadaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Setiap 1%
peningkatan penetrasi mobile diperkirakan menyumbang tambahan US$640 juta
terhadap PDB Indonesia serta membuka 10.700 lapangan kerja baru pada thaun
2020. Mengingat sektor TIK menyumbang 7,2% dari total PDB Indonesia.
Perkembangan ekonomi digital akan berdampak langsung terhadap
perekonomian Indonesia. Berdasarkan laporan e-Conomy SEA oleh Temasek,
ekonomi digital Indonesia pada tahun 2019 mencapai US$40 miliar (Rp560 triliun)
dan pada 2025 mendatang diproyeksikan bertumbuh menjadi lebih dari 3 kali atau
sekitar US$133 miliar (Rp1.862 triliun) membuat Indonesia menjadi negara dengan
ekonomi digital terbesar di Indonesia. Angka itu jauh di atas runner-up di ASEAN,
yakni Thailand dengan ekonomi digital sebesar USD 50 miliar di tahun 2025. Hal
tersebut dapat terjadi karena didukung oleh populasi anak muda yang sangat aktif
dalam melakukan belanja online pada e-commerce yang ada. Perkembangan
ekonomi digital didukung oleh kontribusi e-commerce dimana kontribusinya
terhadap PDB Indonesia diproyeksikan pada tahun 2030 tembus Rp2.305 triliun atau
tumbuh 18 kali lipat dari Rp125 triliun pada 2017 menurut laporan Hinrich. Maka
dari itu, perkembangan ekonomi digital jelas meningkatkan perokonomian
Indonesia.
Tantangan Ekonomi Digital di Indonesia
1. Peningkatan Cyber Security
Cyber security merupakan tantangan utama di setiap negara dengan
perekonomian digital termasuk Indonesia. Besarnya arus transaksi online
menjadi kesempatan bagi para oknum yang tidak bertanggung jawab dengan
memanfaatkan celah yang ada. Sehingga penguatan cyber security perlu
ditingkatkan melalui penciptaan sistem keamanan internet tingkat tinggi.

2. Persaingan yang semakin ketat


Dengan berlakunya globalisasi dan perdagangan global, para UMKM tidak
hanya bersaing dengan pengusaha-pengusaha lain dalam negeri namun para
UMKM dituntut untuk bersaing dengan produk luar negeri seperti Cina yang
memiliki produk berkualitas tinggi dengan harga yang rendah. Untuk itu para
UMKM perlu memiliki keunggulan komperatif sehingga dapat bersaing
dengan produk luar negeri. Regulasi yang tepat juga perlu diterapkan untuk
melindungi pengusaha dalam negeri seperti menerapkan tarif impor.

3. Pengembangan Sumber Daya Manusia


Dengan semakin ketatnya persaingan global, para pengusaha dalam
negeri diharuskan lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan
bisnisnya. Sehingga pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) perlu
dilakukan untuk menghasilkan SDM yang kreatif dan inovatif. Dengan begitu
para pengusaha dalam negeri dapat terus bersaing dan melangsungkan
bisnisnya.

4. Regulasi yang kurang mendukung dan efisien


Kemudahan dalam mendirikan usaha perlu ditinjau ulang kembali begitu
juga dengan izin ekspor. Dengan susahnya untuk menerbitkan izin usaha atau
izin ekspor, para pengusaha dalam negeri menjadi kurang bersemangat
dalam mendirikan usaha. Untuk itu pemerintah diharapkan untuk membuat
regulasi yang lebih memihak kepada pengusaha dalam negeri dan lebih
efisien sehingga dapat dengan cepat mengembangkan usaha-usaha dalam
negeri.

Penutup
Ekonomi digital pada UMKM memiliki potensi yang sangat besar di Indonesia
mengingat baru 14% dari seluruh UMKM terdaftar dalam e-commerce. Ekonomi
digital memiliki proses dan media transaksi yang berbeda dengan ekonomi
tradisional dimana ekonomi digital menggunakan platform berbasis internet dan
web yang membuat transaksi lebih mudah, lebih cepat, dan lebih baik. Beberapa
keunggulan yang dimiliki ekonomi digital adalah transaksi yang lebih efisien, memiliki
pasar digital yang selalu berkembang, mengurangi biaya produksi dan operasi serta
membuat manajemen finansial yang lebih terukur. Ekonomi digital memberi dampak
terhadap UMKM yakni demokratisasi ekonomi sehingga UMKM dapat bersaing
dengan perusahaan-perusahaan besar dan UMKM dapat berkembang. Ekonomi
digital Indonesia memiliki prospek yang sangat cerah dimana pada tahun 2019,
ekonomi digital Indonesia mencapai US$40 miliar (Rp560 triliun) dan pada 2025
mendatang diproyeksikan bertumbuh menjadi lebih dari 3 kali atau sekitar US$133
miliar (Rp1.862 triliun) membuat Indonesia menjadi negara dengan ekonomi digital
terbesar di Indonesia. Meskipun begitu terdapat tantangan yang perlu dihadapi
bersama seperti cyber security, persaingan yang sangat ketat, pengembangan SDM,
dan regulasi yang kurang mendukung. Sudah menjadi tugas seluruh pihak baik
masyarakat, para ahli, akademisi, pemerintah, serta UMKM untuk mengatasi
masalah tersebut bersama. Dengan kerjasama yang baik dan komitmen seluruh
pihak, pemanfaatan ekonomi digital pada UMKM untuk perekonomian Indonesia
yang lebih baik dapat diwujudkan. Sekian.