Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN PADA AN “N” DENGAN PNOMONIA BERAT DIRUANG ICU


RSUD PATUT PATUH PATJU LOMBOK BARAT

I. PENGKAJIAN

A. IDENTITAS

Nama : An. N

Umur & Alamat : 5 Bulan

Pekerjaan : -

Tanggal MRS : Senen, 7/10/2019

Tgl Pengkajian : Senin, 8/10/2019, Jam : 10.00 WITA

Penanggung Jawab : Tn.H; Alamat:pusun kumbung

No. Register : 91 34 27

Dx. Medis :penomonia berat

B. RIWAYAT PERJALANAN PENYAKITNYA

1. Keluhan utama : Sesak dan batuk

2. Keluhan saat masuk RS : Keluarga klien mengatakan klien


dibawa ke RSUD patut patuh patju karna klien mengeluh lemas,
sesak, mual dan batuk berdahak.

3. Keluhan saat pengkajian : keluarga klien mengatakan


mengeluh sesak, lemas, batuk berdahak hanya bisa tidur saja.

C. RIWAYAT PENYAKIT / MEKANISME TRAUMA

Keluarga klien mengatakan lasung dibawa ke RSUD patut patuh patju


untuk dilakukan tindakan di IGD dan dipindahkan ke ruang anak
semakin menurun lasung di pindahkan ke ICU.

D. RIWAYAT LINGKUNGAN (TKP)

Keluarga klien mengatakan lingkungan rumahnya selalu dijaga


kebersihanya, untuk membuang sampah keluarga klien membuang sampah
disamping rumahnya dan keluarga klien memiliki saluran got tapi
terbuka.

E. PEMERIKSAAN FISIK

 AIRWAY : Tampak ada secret, terpasang ventilator.

 BREATHING : Klien bernafas tidak teratur dan cepat,


RR: 32 x/mnt

 CIRCULATION : Nadi 93 x/menit, akral hangat, suhu 36,20C

 DISABILITY : Ekstremitas atas dan bawah tidak ada

keluhan, Tonus otot nilai 5.

 EXPOSURE : GCS E: 4; V: 5; M: 6 (Compos mentis)

 FULL Vital Sign & Five Intervention

- Nadi : 93 x / menit

- TD : 88/42 mmHg

- Suhu : 36,20C

- RR : 32 x / menit

- Pulse Oximetri : 98 % (Normal 96-100%)

- Monitor Denyut Jantung : 93 x/menit (Normal 60-80 x/menit)

- Indwelling Kateter : tidak terpasang DC

 GIVE A COMFORT

Yang sehubungan dengan kenyamanan dan keamanan klien Tindakanya itu


dengan memberikan infus dan terapi.

 HISTORY & HEAD TO TOE ASSESSMEMT

- History

- head Ta toe

 Kepala:

Inpeksi : bentuk kepala bulat, rambut hitam, penyebaran


rambut merata, tidak ada lesi/luka.

Palpasi : tidak ada benjolan dan tidak ada nyeri tekan.

 Leher

Infeksi: tidak ada lesi atau/luka


Palpasi: tidak ada pembesaran kelenjar getah bening, tidak
ada distensi vena jugularis, tidak ada pembesaran kelenjar
tiroid dan tidak ada nyeri tekan.

 Dada (Thorax)

Infeksi: tampak simetris, terlihat menggunakan otot bantu


pernafasan, tampak dipasang dobleumen.

Palpasi: taktil fremitus tidak terkaji

Perkusi: jantung pekak

Auskultasi: tidak terdengar suara mengi/ wheezing, suara


jantung S1 S2 tunggal dan ada suara tambahan.

 Abdomen

Infeksi: simetris

Auskultasi : bising usus 8 x/menit (Normal 5 – 30


x/menit)

Perkusi : pada kuadran I terdengar pekak, pada kuadran II


terdengar timpani, pada kuadran III terdengar
timpani, pada kuadran IV terdengar timpani.

 Alat kelamin

Tidak terkaji

 Ekstremitas:

atas: tidak ada lesi/ luka, pergerakan normal

bawah: tidak ada lesi/ luka, pergerakan normal

5 5

5 5

 INFEKSI

Tidak Terdapat krepitasi, kifosis (-), lordosis(-), skoliosis (-),


deformitas (-)
a. RIWAYAT PENYAKIT DAHULU

Keluarga mengatakan pernah menderita penyakit seperti yang


dialami sekarang.

b. RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA

Keluarga mengatakan ada keluarganya yang menderita penyakit pjb


seperti yang dilaminya sekarang.

 Genogram

Ket: : laki-laki meninggal

: perempuan meninggal

: tinggal serumah

: garis keturunan

: garis perkawinan

: perempuan hidup

: laki-laki hidup

: klien

c. Pola Pemenuhan ADL:

- Kebutuhan Nutrisi

Sebeum sakit : Keluarga klien mengatakan sebelum sakit minum


susu 5 x sehari

Saat sakit : Keluarga klien mengatakan saat sakit klien hanya


minum susu 3 x sehari yang dimasukan melalui NGT.

- Pola Eliminasi
Sebelum sakit : Keluarga klien mengatakan sebelum sakit BAB 1-2 kali
dalam sehari dan BAK 4-5 x per hari warna kekuningan dan bau khas
urin.

Saat sakit : Klien menuliskan bahwa BAB 1 x dalam sehari dengan


konsistensi agak cair, warna kehijauan dan BAK 2-3 kali dalam sehari
dengan warna agak keruh dan bau khas obat.

- Pola Istirahat tidur

Sebelum sakit : keluarga menuliskan bahwa sebelum sakit klien tidur


mudah tidur, tidur siang mulai jam 13.30 WITA – 15.00 WITA dan tidur
malam jam 22.00 – 05.00 WITA, keluarga mengatakan saat bangun tidur
merasa segar dan bertenaga lagi.

Saat sakit : keluarga menuliskan saat klien sakit ada masalah dengan
pola tidurnya klien bias tidur siang mulai dari jam 13.30 dan bangun
jam 15.00 dan tidur malam mulai jam 23.00 dan bangun jam 02.00 WITA.

- Pola Aktivitas

Sebelum sakit : Keluarga klien mengatakan saat dirumah klien selalu


aktif , BAB dan BAK selalu mengunakan pempes.

Saat sakit : Keluarga klien mengatakan saat klien sakit tidak bisa
melakukan kegiatan yang biasa diklakukanya, BAB, BAK dibantu oleh
ibu maupun perawat, klien mengatakan lebih sering tidur selama di
RS, aktivitasnya terganggu akibat sesak nafasnya, klien terpasang
infuse, NGT, ventilator.

- Pola Kebersihan

Sebelum sakit : keluarga menuliskan saat di rumah klien mandi


2x/hari dan selalu menjaga kebersihannya.

Saat sakit : keluarga menuliskan saat sakit klien dibantu


membersihkan dirinya oleh perawat diruangan dengan cara dilap air
hangat, kuku klien tampak panjang , tampak ada kotoran dimata dan
ditelinga.

- Pola Komunikasi

Komunkasi klien saat dirumah dan RS sama tidak ada perubahan

- Pola Toleransi-koping

Keluarga klien mengatakan terkadang sering nangis.


D. PEMERISAAN LABORATOIRUM/RADIOLOGI

- Laboratoirum

Elags Result Unit Ref.range

WBC 6.81 X10^3/ul 4.50 -14.50

Neu% H 73,1 % 54,0 -62,0

Lym% L 21,1 % 25,0 -33,0

Mon% 3,5 % 3,0 – 7,0

Eos% 1,7 % 1,0 -2,0

Bas% 0,5 % 0,0 -1,0

RBC 4,99 X10^6/ul 4,00 – 5,20

HGB 13,4 g/dl 11,5-15,5

HCT 41,0 % 35,0 – 45,0

MCV L 82,1 Fl 86,0 – 110,0

MCH 26,9 Pg 26,0-38,0

MCHC 32,7 g/dl 31,0 – 37,0

RDW –CV 14,0 % 11,0 – 16,0

RDW- SD 48,4 Fl 37,0 -54,0

PLT H 480 X10^3/ul 150 – 450

MPV L 7,8 Fl 9,0 – 13,0

PDW 16,0 9,0 -17,0

PCT H 0,374 % 0,170 – 0,350


- Terapi Medis

 Infus:

- NS 0,9 % 8 tpm

 Alat bantu pernafasan

 CPAP FLOW 8 PEEP 7 F1 O2 40 %

 Obat Oral:

 Obat injeksi

- Ceftriaxone 1 gr/12 jam

- Furosemid 20 gr/8 ja

ANALISA DATA
No Data Etiologi Masalah

1 DS : penomonia berat bersihan jalan


nafas tidak
- Keluarga efektif
menuliskan bahwa
mengeluh sesak  Mengganggu system
nafas pernapasan

- Keluarga
menuliskan
Edema paru
batuknya berdahak

- Keluarga
menuliskan bahwa Ekpansi paru menurun
ia terpasang
ventilator

DO : Suplai oksigen
menurun
- Pasien tampak
sesak

- Tampak adanya sesak


retraksi dinding
dada
Ketidakefektifan
- Klien tampak
bersihan jalan nafas
menggunakan otot
bantu nafas

- Terpasang
ventilator

- Tampak ada secret

- Vital Sign

Nadi : 93 x / menit

TD : 88/42 mmHg

Suhu : 36,20C

RR : 32 x / menit

2 DS : - Invasi kuman penyakit Bersihan Jalan


Nafas
DO : Sputum pada mulut

Ronchii lapang basal Per tahanan lokal :


paru Produksi sputum
berlebih oleh sel
goblet

Cairan sputum
menumpuk pada bronkus
terminalis &
bronkeolus

Sumbatan nafas

3 DS : - kelainan postur 3. intolerasi


aktivitas dapat
DO : respon abnormal dan teratasi
tekanan darah atau nadi gangguan perkembangan
terhadap aktivitas otot

kerusakan sistem
saraf pusat

Trauma langsung pada


sistem
mukuloskeletal dan
neuromuscular

Kekakuan otot

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Ketidakefektifan bersihan jalan napas berhubungan dengan
penurunan ekspansi paru

2. Bersihan Jalan nafas tidak efektif b.d penumpukan sekret pada


jalan nafas

3. intolerasi aktivitas b,d kelemahan fisik

INTERVENSI KEPERAWATAN
TAN NO. TUJUAN/kriteria evaluasi Intervensi RASIONAL
GG DX
AL
selasa, 1 Setelah dilakukan asuhan Airway Management 1. Untuk memudahkan
08/10/19 keperawatan selama 1x24 1. Buka jalan dalam membuka jalan
jam maka ketidakefektifan nafas, gunakan nafas klien
pola napas dapat teratasi teknik chin lift 2. Posisi yang baik
dengan kriteria hasil : jaw thrus bila tidak menekan paru
 Menunjukkan perlu dapat memaksimalkan
jalan nafas 2. Posisikan pasien kerja paru
yang paten untuk memaksimalkan 3. Untuk
(klien tidak ventilasi mengeluarkan secret
merasa sesak 3. Lakukan yang ada diparu-
 Irama nafas, fisiotrapi dada paru
frekuensi jika perlu 4. Membantu
pernafasan 4. Keluarkan secret mengeluarkan secret
dalam rentang dengan batuk atau disaluran
normal suction pernafasan
5. Auskultasi suara 5. Mendengarkan
 Tidak ada
nafas, catat adanya bunyi nafas guna
suara nafas
suara tambahan mengevaluasi apa
abnormal.
6. Monitor yang terdapat
 Tanda Tanda vital respirasi dan diparu
dalam rentang status O2 6. Oksigen yang
normal (tekanan Oxygen Therapy benar-benar masuk
darah, nadi, 7.Pertahankan jalan ketubuh pasien
pernafasan) nafas yang paten sesuai dosis
8. Atur peralatan mempengaruhi
oksigenasi kinerja paru klien
9. Monitor aliran 7. Jalan nafas yang
oksigen paten akan
10.Pertahankan mengurangi keluhan
posisi pasien sesak klien
11. Kolaborasi 8. Untuk memudahkan
pemberian nebulizer pemasangan oksigen
12. Kolaborasi 9. Untuk memastikan
pemberian terapi aliran oksigen
farmakologi dengan baik ke
13. Monitor TD, pasien
nadi, suhu, dan 10.Posisi yang
pernapasan nyaman membantu
14. Monitor mebuat pasien
frekuensi dan irama nyaman
pernapasan 11. Pemberian
Monitor suara paru nebulizer dapat
mencairkan sputum
yang menghambat
jalan nafas
12. Terapi
farmakologi dapat
membantu mengatasi
sesak nafas
13. Mengetahui
keadaan pasien
14. Melakukan
monitor pernafasan
mengetahui apakah
klien masih sesak
atau tidak
15. Mengetahui ada
masalah
yang di paru-paru

selasa, 2  Kaji tanda-tanda  Pastikan 1. Pernafasan


08/10/20 vital; terutama kebutuhan merupakan
19 pernafasan oral/tracheal karakteristik
suctioning utama yang
 Kaji bersihan jalan  Berikan o2 terpengaruh
nafas : sputum, oleh adanya
 Lakukan
mulut, stridor, sumbatan jalan
fisioterafi
ronchii nafas
dada jika
2. Pemantauan
perlu
kepatenan
 Atur posisi klien :  Auskultasi jalan nafas
kepala suara penting untuk
hiperekstensi nafas,catat menentukan
adanya suara tindakan yang
 Atur posisi klien : tambahan perlu diambil
Trendelenburk  Monitor
respirasi dan 3. Meminimalkan
 Lakukan fibrasi status 02 resiko
paru dan postural sumbatan jalan
drainage nafas oleh
lidah dan
 Lakukan penghisapan sputum
lendir tiap 3 jam 4. Merupakan
atau bila perlu mekanisme
postural
 Evaluasi hasil drainage,
kegiatan tiap 3 jam memfasilitasi
atau bila perlu pengeluaran
secret paru
5. Rangsangan
fisik dapat
meningkatkan
mobilitas
secret dan
merangsang
pengeluaran
secret lebih
banyak
6. Eliminasi
lendir dengan
suction
sebaiknya
dilakukan
dalam jangka
waktu kurang
dari 10 menit,
dengan
pengawasan
efek samping
suction
7. Memasatikan
tindakan/prose
dur yang
dilakukan
telah
mengurangi
masalah pada
klien
3 Setelah dilakukan asuhan 1. Kolaborasi 1. Pernafasan
keperawatan selama 1x24 dengan tenaga merupakan
jam maka intolerasi rehabilitasi medic karakteristik utama
aktivitas dapat teratasi dalam merencanakan yang terpengaruh
dengan kriteria hasil : program terapi yang oleh adanya
- Berpartisipasi tepat sumbatan jalan
dalam aktivitas fisik 2. Bantu klien nafas
tanpa disertai untuk melakukan 2. Pemantauan
peningkatan tekanan aktivitas yang kepatenan jalan
darah, nadi dan RR mampu dilakukan nafas penting untuk
- Mampu melakukan 3. Bantu klien menentukan tindakan
aktivitas sehari hari untuk memilih yang perlu diambil
(ADLs) secara mandiri aktivitas yang 3. Meminimalkan
sesuai dengan resiko sumbatan
kemampuan fisik, jalan nafas oleh
psikologi dan lidah dan sputum
social 4. Merupakan
4. Bantu klien mekanisme postural
untuk mendapatkan drainage,
alat bantu memfasilitasi
aktivitas pengeluaran secret
5.Bantu klien untuk paru
membuat jadwal 5. Rangsangan
kegiatan latihan fisik dapat
6.Motivasi klien meningkatkan
dalam setiap mobilitas secret
kegiatan latihan dan merangsang
yang dilakukan pengeluaran secret
Monitor respon lebih banyak
fisik, emosi, 6. Eliminasi
social dan lendir dengan
spiritual suction sebaiknya
dilakukan dalam
jangka waktu kurang
dari 10 menit,
dengan pengawasan
efek samping
suction
7. Memasatikan
tindakan/prosedur
yang dilakukan
telah mengurangi
masalah pada klien

Implementasi

No Tanggal Implementasi rasional hasil Paraf


.dx /jam
1 selasa, 1. Memposisikan pasien dalam posisi 1. Untuk
08/10/2019 semi fowler untuk memaksimalkan memudahkan dalam
ventilasi membuka jalan nafas
2. Mengeluarkan secret suction klien
3. Mendengarkan suara nafas, catat 2. Posisi yang baik
adanya suara tambahan tidak menekan paru
4. Memonitor respirasi dan status O2 dapat memaksimalkan
5. Mempertahankan jalan nafas yang kerja paru
paten 3. Untuk
6. Mengatur peralatan oksigenasi mengeluarkan secret
7. Memonitor aliran oksigen yang ada diparu-paru
8. Mempertahankan posisi pasien 4. Membantu
9. Melakukan kolaborasi dalam mengeluarkan secret
pemberian nebulizer disaluran pernafasan
10. Melakukan kolaborasi 5. Mendengarkan
pemberian terapi farmakologi bunyi nafas guna
11. Memonitor TD :93/49, nadi : mengevaluasi apa
126 x/menit, suhu : 36,5, dan yang terdapat diparu
pernapasan 6. Oksigen yang
Memonitor frekuensi dan irama benar-benar masuk
pernapasan ketubuh pasien
sesuai dosis
mempengaruhi kinerja
paru klien
2 Selasa 1. Mengkaji tanda-tanda vital Sekret encer dan
TD :93/49, nadi :126 x/menit, berkurang
suhu : 36,5, dan pernapasan Suara ronkhi
Memonitor frekuensi dan irama berkurang
pernapasan
 Keluarga pasien
2. Mengkaji bersihan jalan nafas :
mengatakan rasa
sputum (+), stridor(+), ronchii
nyaman posisi
(+) pada lapang basal paru
saat ini
3. Mengatur posisi klien : kepala
hiperekstensi, diganjal dengan
kain
4. Mengatur posisi klien
5. Melakukan penghisapan lendir
6. Mengkaji bersihan jalan nafas :
sputum (+), stridor(+), ronchii
(+) pada lapang basal paru
7. Melakukan fibrasi paru dan
postural drainage
8. Melakukan penghisapan lendir
9. Mengkaji bersihan jalan nafas :
sputum (-), stridor(+), ronchii
(+) minimal pada lapang basal
paru
10. Melakukan penghisapan lender

3 1. Membantu klien untuk melakukan • Klien bersih


aktivitas yang mampu dilakukan dan rapi
2. Bantu klien mandi, BAB, BAK,
mobilisasi di tempat tidur
3. Ganti linen yang kotor
4. Jaga agar kulit pasien tidak
kering, dengan mengoleskan lotion
atau minyak

Implementasi

rabu, 09/10/2019

No . Tanggal Implementasi Rasional hasil paraf


dx /jam
1 rabu, 1. Memposisikan pasien dalam 1. Posisi yang baik
09/10/2019 posisi semi fowler untuk tidak menekan
memaksimalkan ventilasi paru dapat
2. Melakukan kolaborasi memaksimalkan
dalam pemberian nebulizer kerja paru
2. Melakukan monitor
3. Mengkaji tanda-tanda pernafasan
vital mengetahui apakah
TD :100/59, nadi :121 klien masih sesak
x/menit, suhu : 36,5, dan atau tidak
pernapasan 3. Mengkaji tanda-
Memonitor frekuensi dan tanda vital
irama pernapasan TD :100/59, nadi :
121 x/menit, suhu :
36,5, dan pernapasan
Memonitor frekuensi
dan irama
pernapasan

2 rabu, 1. Mengkaji bersihan jalan Mengkaji tanda-tanda


09/10/2019 nafas vital
2. Mengkaji tanda-tanda TD :100/59, nadi :121
vital x/menit, suhu : 36,5, dan
TD :100/59, nadi :121 pernapasan
x/menit, suhu : 36,5, dan Memonitor frekuensi
pernapasan dan irama
Memonitor frekuensi dan Pernapasan
irama
Pernapasan
3. Mengatur posisi klien

3 rabu, 1. Membantu klien untuk Klien bersih dan rapi


09/10/2019 melakukan aktivitas
yang mampu dilakukan
2. Bantu klien mandi,
BAB, BAK, mobilisasi
di tempat tidur
3. Ganti linen yang kotor
4. Jaga agar kulit pasien
tidak kering, dengan
mengoleskan lotion
atau minyak

Implementasi

Kamis , 10/10/2019

No. paraf
HARI/Tanggal IMPLEMENTASI Paraf
DX
1 Kamis , 1. Mendengarkan suara  Bunyi nafas klien
10/10/2019 nafas, catat adanya abnormal, ronkhi
suara tambahan -Batuk efektif
2. Memonitor respirasi dan (+)
status O2  keparahan dari
3. Mempertahankan jalan gangguan
nafas yang paten respirasi yang
4. Mengatur peralatan terjadi dan
oksigenasi menetukan
5. Memonitor aliran oksigen intervensi yang
6. Mempertahankan posisi akan diberikan.
pasien
7. Melakukan kolaborasi
 suara napas
dalam pemberian
tambahan dapat
nebulizer
menjadi indikator
gangguan
kepatenan jalan
napas yang
tentunya akan
berpengaruh
terhadap
kecukupan
pertukaran udara.

5. Kamis , 1. Mengkaji bersihan jalan  memberikan


10/10/2019 nafas pemahaman kepada
2. Mengkaji tanda-tanda keluarga mengenai
vital indikasi kenapa
TD :91/47, nadi : 4. Mengkaji tanda-
113x/menit, suhu : 36,5, tanda vital
dan pernapasan TD :91/47, nadi :
Memonitor frekuensi dan 113x/menit,
irama suhu : 36,5, dan
Pernapasan pernapasan
Memonitor
3. Mengatur posisi klien frekuensi dan
irama
Pernapasan

3 Kamis , 1. Membantu klien untuk  Klien bersih dan


10/10/2019 melakukan aktivitas rapi
yang mampu dilakukan  membantu
2. Bantu klien mandi, Memandikan klien
BAB, BAK, mobilisasi
di tempat tidur
3. Ganti linen yang
kotor
4. Jaga agar kulit
pasien tidak kering,
dengan mengoleskan
lotion atau minyak

Implementasi

Jumat , 11/10/2019

No. Paraf
HARI/Tanggal IMPLEMENTASI Rasional hasil
DX
1 Jumat 1. Mendengarkan suara  Bunyi nafas klien
12/10/2019 nafas, catat adanya abnormal, ronkhi
suara tambahan -Batuk efektif
2. Memonitor respirasi dan (+)
status O2  Membantu
3. Mempertahankan jalan membersihkan
nafas yang paten sekret dari mulut
4. Mengatur peralatan dan trakea,
oksigenasi penghisapan
5. Memonitor aliran oksigen sesuai keperluan
6. Mempertahankan posisi
 Keluarga pasien
pasien
mengatakan masih
7. Melakukan kolaborasi
sesak sesak nafas
dalam pemberian
nebulizer
Jumat 1. Mengkaji bersihan jalan  Memberikan
12/10/2019 nafas pendidikan
2. Mengkaji tanda-tanda kesehatan
vital  TD :91/47, nadi :
3. TD :91/47, nadi : 113x/menit,
113x/menit, suhu : 36,5, suhu : 36,5, dan
dan pernapasan pernapasan
4. Memonitor frekuensi dan  Bunyi nafas klien
irama abnormal, ronkhi
5. Pernapasan -Batuk efektif
6. Mengatur posisi klien (+)

Jumat 1. Membantu klien untuk Klien bersih dan rapi


12/10/2019 melakukan aktivitas
yang mampu dilakukan
2. Bantu klien mandi,
BAB, BAK, mobilisasi
di tempat tidur
3. Ganti linen yang
kotor
4. Jaga agar kulit
pasien tidak kering,
dengan mengoleskan
lotion atau minyak

Evaluasi
Sabtu 13 /10/2019

Tanggal/Jam No. EVALUASI TTD


Dx
Sabtu 1 S :
13/10/2019 - Klien menuliskan sesak
nafas yang dirasakan
berkurang
- Klien menuliskan dahaknya
sudah berkurang
O :

- Masih tampak adanya


retraksi dinding dada
- Klien tampak menggunakan
otot bantu nafas
- RR : 27 x / menit
A: Masalah teratasi sebagian
P: Intervensi dilanjutkan
- Posisikan pasien dalam
posisi semi fowler untuk
memaksimalkan ventilasi
- Lakukan fisiotrapi dada
- Keluarkan secret dengan
batuk atau suction
- Dengarkan suara nafas,
catat adanya suara
tambahan
- Monitor respirasi dan
status O2
- Monitor TD, nadi, suhu,
dan pernapasan
Monitor frekuensi dan irama
pernapasan
Sabtu 2 S : -
13/10/2019 O : lendir pada mulut berkurang
Stridor minimal (+) Ronchii
grade I pada palang paru
A : Masalah belum teratasi
P : Rencana tetap, dilanjutkan
Sabtu 3 S :
13/10/2019  Klien menuliskan masih
merasa lemas
 Klien menuliskan
sesaknya sudah berkurang
 Klien menuliskan hanya
tidur saja di TT selama
di RS
 Klien menuliskan
aktivitasnya masih
terganggu akibat banyak
terpasang alat
ditubuhnya
 Klien menuliskan sudah
melakukan melakukan ROM
pasif dengan bantuan
keluarganya
O :
 ADLs dibantu perawat
 Klien tampak melakukan
ROM pasif dengan bantuan
perawat
 Klien tampak masih
dipasang infuse, NGT,
Cateter dan terpasang
masker dengan kantong
udara
A: Masalah teratasi sebagian
P: Intervensi dilanjutkan
 Bantu klien untuk
melakukan aktivitas yang
mampu dilakukan
 Bantu klien untuk
memilih aktivitas yang
sesuai dengan kemampuan
fisik, psikologi dan
social
 Bantu klien untuk
mendapatkan alat bantu
aktivitas
 Bantu klien untuk
membuat jadwal kegiatan
latihan
 Motivasi klien dalam
setiap kegiatan latihan
yang dilakukan
Monitor respon fisik, emosi,
social dan spiritual