Anda di halaman 1dari 1

1.

metode unilateral yaitu metode dimana Indonesia sepenuhnya memiliki hak dan berdaulat
untuk menetapkan sistem pemajakan bagi seluruh masyarakat atau badan internasional yang
ada di wilayah Indonesia.

Contoh : Indonesia menerapkan sistem kredit pajak luar negeri (UU PPh Pasal 24).

2. metode bilateral (tax treaty) yaitu metode dimana hak pemajakan diatur dengan perjanjian
antara dua negara. Pengenaan pajak tidak dapat dilakukan atas keinginan sepihak, namun harus
mempertimbangkan perjanjian yang telah dibuat bersama.

Contoh : Tax Treaty antara Indonesia dengan Singapore yang mengatur pemajakan atas dividen,
royalti, dan penghasilan lainnya yang telah disepakati.

3. metode multilateral (tax convention) yaitu metode yang didasarkan pada konvensi


internasional dimana ketentuan atau keputusan yang dihasilkan digunakan untuk kepentingan
berbagai negara yang menandatangani perjanjian tersebut. Misal : Konvensi Wina. Ketentuan
mengenai P3B di Indonesia diatur dalam UU PPh Pasal 32A sebagai lex specialis dari UU PPh,
artinya tarif pajak atas suatu penghasilan yang ditetapkan di Indonesia bisa saja tidak berlaku
jika negara asal wajib pajak tersebut memiliki hubungan perjanjian pemajakan dengan
Indonesia.