Anda di halaman 1dari 5

KUESIONER PRA SKRINING PERKEMBANGAN (KPSP)

Kelompok 16
Kelompok kecil

Sirfia kaulani bunga alsa (19310130)

Syifa alya fauziah (19310131)

FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS MALAHAYATI


PEMERIKSAAN KUESIONER PRASKRINING PERKEMBANGAN

PENGERTIAN

Kuesioner praskrining perkembangan (KPSP) adalah alat yang dikeluarkan oleh


Departemen Kesehatan bekerja sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
tahun 2005. Kuesioner praskrining perkembangan itu berisi pertanyaan mengenai
perkembangan yang sudah dicapai anak sesuai dengan usianya. Kuesioner tersebut
dipilih karena penggunaannya mudah, cepat, dan dapat diterapkan di sarana kesehatan
dasar. Hasil KPSP dikelompokkan: sesuai (skor 9 atau 10), meragukan (skor 7 atau 8),
dan dicurigai penyimpangan (skor ≤6). Apabila didapatkan hasil sesuai, orangtua tetap
harus memberikan stimulasi pada anak di rumah dan pemeriksaan perkembangan rutin
pada kunjungan berikutnya agar perkembangannya tetap sesuai menurut usia.
Intervensi dilakukan bila hasil meragukan. Intervensi disarankan tiga kali sehari selama
15– 30 menit selama 2 minggu sehingga diharapkan perkembangan anak tersebut
dapat menjadi sesuai menurut usia.11 Penelitian yang menggunakan alat KPSP di
Indonesia telah dilakukan oleh Dhamayanti13 di Bandung pada bayi usia 15–18 bulan
dengan berat badan lahir normal, ditemukan 15% bayi dicurigai mengalami
penyimpangan perkembangan.

Anak mempunyai ciri yang khas yang berbeda dengan dewasa adalah
mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Dalam upaya meningkatkan
kualitas anak untuk tercapainya tumbuh kembang yang optimal maka terpenuhi: (1)
kebutuhan dasar anak tersebut (2) deteksi dini adanya keterlambatan perkembangan.
(3) intervensi dini .Monitoring perkembangan secara rutin dapat mendeteksi adanya
keterlambatan perkembangan secara dini pada anak. IDAI bersama DEPKES menyusun
penggunaaan KPSP sebagai alat praskrening perkembangan sampai anak usia 6 tahun,
pemeriksaan dilakukan setiap 3 bulan untuk di bawah2 tahun dan setiap 6 bulan hingga
anak usia 6 tahun.Tujuan untuk mengetahui perkembangan anak normal/sesuai umur
atau ada penyimpangan.Pemeriksaan KPSP adalah penilian perkembangan anak dalam
4 sektor perkembangan yaitu : motorik kasar, motorik halus, bicara/bahasa dan
sosialisasi /kemandirian.

MEDIA DAN ALAT BANTU

1. Formulir KPSP menurut usia 3,6,9,12,15,18,21,24,30,36,42,48,54,60,66,72


bulan. Formulir ini berisi 9-10 pertanyaan tentang kemampuan perkembangan
yang telah dicapai anak.
2. Alat bantu pemeriksaan berupa : bola, boneka, kubus sisi 2,5 cm, benangwol
merah, kertas, krayon, kismis,kerincingan
Kuesioner Praskrining untuk Bayi 6 bulan

1. Pada waktu bayi telentang, apakah ia dapat mengikuti gerakan anda dengan
menggerakkan kepala sepenuhnya dari satu sisi ke sisi yang lain?

2. Dapatkah bayi mempertahankan posisi kepala dalam keadaan tegak clan stabil?
Jawab TIDAK bila kepala bayi cenderung jatuh ke kanan/kiri atau ke dadanya
3. Sentuhkan pensil di punggung tangan atau ujung jari bayi. (jangan meletakkan di
atas telapak tangan bayi). Apakah bayi dapat menggenggam pensil itu selama
beberapa detik?

4. Ketika bayi telungkup di alas datar, apakah ia dapat mengangkat dada dengan kedua
lengannya sebagai penyangga seperti padA gambar ?

5. Pernahkah bayi mengeluarkan suara gembira bernada tinggi atau memekik tetapi
bukan menangis?
6. Pernahkah bayi berbalik paling sedikit dua kali, dari telentang ke telungkup atau
sebaliknya?
7. Pernahkah anda melihat bayi tersenyurn ketika melihat mainan yang lucu, gambar
atau binatang peliharaan pada saat ia bermain sendiri?
8. Dapatkah bayi mengarahkan matanya pada benda kecil sebesar kacang, kismis atau
uang logam? Jawab TIDAK jika ia tidak dapat mengarahkan matanya.
9. Dapatkah bayi meraih mainan yang diletakkan agak jauh namun masih berada
dalam jangkauan tangannya?
10. Pada posisi bayi telentang, pegang kedua tangannya lalu tarik perlahan-lahan ke
posisi clucluk. Dapatkah bayi mempertahankan lehernya secara kaku seperti gambar
di sebelah kiri ? Jawab TIDAK bila kepala bayi jatuh kembali seperti gambar sebelah
kanan.

Interpretasi Hasil KPSP

 Hitung jawaban Ya (bila dijawab bisa atau sering atau kadang-kadang)

 Hitung jawabab Tidak (bila jawaban belum pernah atau tidak pernah)

 Bila jawaban YA = 9-10, perkembangan anak sesuai dengan tahapan


perkembangan (S)

 Bila jawaban YA = 7 atau 8, perkembangan anak meragukan (M)

 Bila jawaban YA = 6 atau kurang, kemungkinan ada penyimpangan (P).

 Rincilah jawaban TIDAK pada nomer berapa saja.

Untuk Anak dengan Perkembangan SESUAI (S)

 Orangtua/pengasuh anak sudah mengasuh anak dengan baik.

 Pola asuh anak selanjutnya terus lakukan sesuai dengan bagan stimulasi sesuaikan
dengan umur dan kesiapan anak.

 Keterlibatan orangtua sangat baik dalam tiap kesempatan stimulasi. Tidak usah
mengambil momen khusus. Laksanakan stimulasi sebagai kegiatan sehari-hari yang
terarah.

 Ikutkan anak setiap ada kegiatan Posyandu.

Untuk Anak dengan Perkembangan MERAGUKAN (M)


 Konsultasikan nomer jawaban tidak, mintalah jenis stimulasi apa yang
diberikan lebih sering .
 Lakukan stimulasi intensif selama 2 minggu untuk mengejar ketertinggalan
anak.
 Bila anak sakit lakukan pemeriksaan kesehatan pada dokter/dokter anak.
Tanyakan adakah penyakit pada anak tersebut yang menghambat
perkembangannya.
 Lakukan KPSP ulang setelah 2 minggu menggunakan daftar KPSP yang sama
pada saat anak pertama dinilai.
 Bila usia anak sudah berpindah golongan dan KPSP yang pertama sudah bisa
semua dilakukan. Lakukan lagi untuk KPSP yang sesuai umur anak.

 Lakukan skrining rutin, pastikan anak tidak mengalami ketertinggalan lagi.


 Bila setelah 2 minggu intensif stimulasi, jawaban masih (M) = 7-8 jawaban
YA. Konsultasikan dengan dokter spesialis anak atau ke rumah sakit dengan
fasilitas klinik tumbuh kembang.