Anda di halaman 1dari 4

Krisis Energi Indonesia

Dewasa ini, ketergantungan kita pada energi semakin menjadi-jadi. Dibalik kebutuhan
minyak bumi Indonesia yang semakin meningkat, produksi minyak bumi cenderung menurun dari
tahun ke tahun. Menurut laporan tahunan British Petroleum, sebuah perusahaan besar migas
Inggris, mencatatkan bahwa sebesar rata-rata 1,7 juta barel per hari (bph) yang dibutuhkan oleh
Indonesia dalam kegiatan setiap harinya pada tahun 2017. Akan tetapi rata-rata produksi Indonesia
hanyalah sebesar 838 ribu bph. Hal tersebut berarti Indonesia mengalami defisit bahan bakar minyak
(BBM) sebesar 862 ribu bph yang memaksa negara Indonesia mengimpor BBM sehingga
menyebabkan defisit pada neraca perdagangan migas sebesar USD8,57 miliar atau Rp119,980 triliun
dengan kurs Rp14.000/dolar Amerika Serikat. Maka dari itu diperlukan sebuah solusi untuk
mengatasi krisis energi tersebut. Salah satu solusinya ialah dengan memanfaatkan kelapa sawit
menjadi biodiesel sebagai pengganti solar.
Apa itu Biodiesel?

Biodiesel merupakan bahan bakar diesel yang mengandung gugus mono-alkyl ester dan
berasal dari bahan terbarukan seperti tanaman tebu, singkong, jarak, kemiri, dan kelapa sawit.
Pemberdayaan biodiesel merupakan salah satu solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan energi
pada masa mendatang, terutama dari kelapa sawit karena Indonesia merupakan produsen utama
dunia kelapa sawit dunia.

Minyak sawit menjadi Biodiesel, bagaimana caranya?

MeOH Katalis Gliserin

Crude Palm Esterifikasi/


Biod
Oil Transesterfikasi

H2
High Katalis
Quality Hidrog
Biodiesel Pars
Minyak mentah kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) yang telah didapatkan perlu
menjalani proses agar menjadi biodiesel yang berkualitas dan dapat digunakan pada kendaraan
bermotor. Awalnya, bahan baku CPO dicampur dengan katalis methanol dengan teknologi
sederhana sehingga menghasilkan biodiesel dan gliserin. Gliserin merupakan produk sampingan
yang dapat dijual kembali dalam bentuk bahan komestik, obat-obatan, dan sabun. Sedangkan
biodiesel yang didapatkan masih berkualitas rendah sehingga perlu menjalani proses lebih lanjut
yakni hidrogenasi parsial dicampur katalis tertentu sehingga menghasilkan biodiesel yang berkualitas
tinggi.

Kenapa harus minyak sawit?

Selain jumlahnya yang melimpah, biodiesel dari kelapa sawit memiliki banyak kelebihan
dibandingkan bahan bakar konvesional. Kelebihan-kelebihan minyak sawit sebagai biodiesel antara
lain sebagai berikut:

Energi
Terbarukan

Ketahana
n Energi

Nilai
Ramah
Lingkungan Ekonomi
Tinggi

1. Minyak sawit merupakan energi terbarukan pengganti solar


Seperti yang dijelaskan sebelumnya biodiesel berasal dari bahan terbarukan seperti
kelapa sawit dimana tanaman tersebut pada suatu waktu dapat dimanfaatkan dan ditanam
kembali. Di Indonesia, umumnya biodiesel menggunakan kelapa sawit karena Indonesia
memiliki potensi perkebunan kelapa sawit yang sangat melimpah. Produksi minyak sawit
selalu meningkat sejak tahun 1980 hingga pada tahun 2018 mencapai 48,7 juta ton menurut
Kementerian Pertanian.

2. Minyak sawit lebih ramah lingkungan


Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (United State
Environment Protection Agency/US-EPA) menunjukkan bahwa Biodiesel 100 atau B100
(murni minyak kelapa sawit) menghasilkan emisi karbon monoksida (CO) 48% lebih rendah
dibandingkan emisi CO solar membuat B100 aman bagi kesehatan lingkungan dan manusia.

3. Minyak sawit memiliki nilai ekonomi tinggi


Telah dibuktikan dalam ujicoba perdana, 1 liter B100 dapat menempuh jarak hingga
sekitar 13,01 lebih murah dibandingkan solar yang dapat menempuh 9,6 km/liter. Hal
tersebut menandakan penggunaan biodiesel dapat menghemat hingga 25-28%.

4. Minyak sawit meningkatkan ketahanan energi serta ekonomi negara


Penggunaan biodiesel dapat mengurangi impor solar yang mencapai 16 juta
ton/tahun sehingga Indonesia dapat menghemat devisa negara hingga Rp150 triliun/tahun.
Hal tersebut menyebabkan Indonesia tidak bergantung pada negara lain sehingga
mewujudkan ketahanan energi Indonesia. Ditambah lagi, pemanfaatan potensi minyak sawit
dalam negeri menjadikan kelapa sawit memiliki added value sehingga dapat meningkatkan
perekonomian dalam negeri.

Menuju Indonesia tahan energi

Meskipun prospek minyak sawit sebagai biodiesel sangat cerah, terdapat banyak pekerjaan
rumah yang perlu dilakukan oleh Indonesia. Pembentukan kebijakan pemerintah yang kuat,
peningkatan kerjasama antara pemerintah dengan kementerian, pembangunan infrastruktur untuk
pengembangan biodiesel, serta peningkatan sumber daya manusia adalah hal-hal yang wajib
dilakukan Indonesia. Dengan tercapainya hal tersebut, biodiesel dapat menjadi sumber energi
unggulan Indonesia sehingga mewujudkan ketahanan energi Indonesia. Sekian.