Anda di halaman 1dari 8

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL 1

KATA PENGANTAR 2

DAFTAR ISI 3
BAB I PENDAHULUAN 4

Latar belakang 4
Tujuan 4
Waktu dan tempat praktikum 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 5

Peran dan funsi enzim amilase 5

BAB III METODE 6

Alat dan bahan 6

Langkah kerja 6

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 8

Tabel hasil pengamatan 8

Pembahasan 8

BAB V PENUTUP 9

Kesimpulan 9

Saran 9

DOKUMENTASI 10

1
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Listrik merupakan suatu kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan. Dalam kehidupan
sehari-hari dapat kita jumpai berbagai sumber listrik yang berfungsi sebagai sumber tenaga
suatu perangkat elektronik. Sumber energi listrik dapat dibedakan menjadi dua yaitu sumber
tegangan AC dan Sumber tegangan DC. Sumber tegangan AC berasal dari PLTA, PLTU,
PLTN, dan Generator. Sedangkan sumber tegangan DC berasal dari Sel volta, Baterai, dan
Accumulator (Aki)1. Saat ini, penggunaan sumber tegangan DC semakin meningkat misalnya
sebagai sumber energi listrik pada kalkulator, handphone, laptop, notebook, kamera, mainan
anak, bel rumah, dan multimeter. Untuk memenuhi kebutuhan listrik yang semakin meningkat
perlu adanya sumber energi alternatif. Energi alternatif merupakan sumber energi yang
dihasilkan dari bahan-bahan yang belum pernah dimanfaatkan secara luas. Saat ini, penelitian
mengenai energi alternatif lebih dititik beratkan kepada energi alternatif yang menggunakan
bahan-bahan alami dan bersumber dari alam dan bersifat ramah lingkungan. Salah satu
sumber energi listrik alternatif yang menghasilkan sumber arus searah (DC) yaitu sel listrik
yang berbahan dasar alami yaitu berasal dari buah. Karena prinsipnya yang sederhana serta
mudah didapatkan, maka penulis tertarik untuk membuat sel volta dari buah yaitu buah
mangga.

C. TUJUAN

1. untuk membuktikan sekaligus melakukan percobaan rangkaian listrik searah dengan


sederhana.

D. WAKTU DAN TEMPAT PRAKTTIKUM

Praktikum dilakukan pada tanggal 10 Desember 2018 pada pukul 11.30 wita- selesai di ruang
kelas XII MIPA 5 SMA Negeri 1 Majene.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. PRINSIP KERJA SEL VOLTA

Alessandro Volta (1745–1827) menemukan bahwa pasangan logam tertentu dapat


membangkitkan GGL, gaya gerak listrik ini menyebabkan arus listrik mengalir dalam suatu
rangkaian. Pasangan logam tersebut adalah Cu (tembaga) dan Zn (seng). Sumber tegangan
pertama yang dapat mengalirkan arus listrik cukup besar adalah elemen Volta. H2SO4 yang
dipakai sebagai elektrolit akan terdisosiasi menjadi H+ dan SO4-2. Energi yang diperlukan
untuk menggerakkan elektron-elektron dari elektroda Zn ke elektroda Cu dan jumlah energi
per satuan muatan yang tersedia dari elemen Volta dinyatakan dalam satuan volt atau joule
per coulomb. Adanya gelembung-gelembung ini dikarenakan gas hidrogen tidak dapat
bersenyawa dengan Cu, akibatnya menghalangi jalannya aliran listrik sehingga lampu tidak
menyala. Sebagai kutub positif (anoda) dalam elemen Volta adalah Cu sedangkan Zn sebagai
kutub negatif (katoda) dan H2SO4 encer sebagai larutan elektrolit yang berakibat terdisosiasi
menjadi ion 2H+ dan SO4 -2. 

Sel listrik adalah perangkat yang menyimpan energi listrik dalam bentuk energi kimia dan
akan memberikan energi listrik tersebut bila diperlukan. Energi listrik ini dilepaskan ketika
sebuah konduktor dihubungkan ke terminal sel. Setiap sel terdiri dari elektrolit, yaitu larutan
yang digunakan pada baterai yang mengandung ion, elektroda positif dan negatif. Selama
tahap pelepasan energi, elektroda negatif (katoda) bereaksi dengan elektrolit untuk
melepaskan elektron dan elektroda positif (anoda), sehingga listrik dihasilkan (Gambar 1).
Ketika sel tidak memiliki tenaga untuk melepaskan listrik, atau dengan kata lain elektrolit
telah bereaksi penuh, maka sel dikatakan mati atau habis.

Gambar 1 Sel sederhana

3
BAB III
METODE
A. ALAT DAN BAHAN :
· 6 buah kentang
· kabal tunggal
· jepitan buaya
· korek api
. cutter
· uang koin tembaga
· paku
· lampu LED

B. LANGKAH KERJA
1) Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan
2) melubangi salah satu ujung buah degan cutter untuk mempermudah menancapkan koin
3) menancapkan koin pada masing-masing buah yang telah dilubangi saah satu ujungnya.
Koin tembaga akan bertindak sebagai kutub positif.
4) kemudian menancapkan paku pada ujung lainnya. Paku yang terbuat dari besi akan
bertindak sebagai kutub negatif.
5) mengambil kabel tunggal yang telah dililitkan ke penjepit buaya lalu melilitkan ujungnya
pada paku. Hal ini dilakukan hingga semua paku telah dililitkan kabel tunggal.
6) mengambil jepitan buaya kemudian menjepitkannya pada koin. Kemudian merangkai
Kabel-kabel tersebut sehingga berpola Kutub Positif-Kutub Negatif-Kutub Positif-Kutub
Negatif-Kutub Positif-Kutub Negatif
7) hubungkan kabel rangkaian dengan melilitkan lampu LED di antara kutub positif dan
kutub negatif yang terputus menggunakan kabel tunggal.
8) lampu LED menyala, menandakan ada arus searah (DC) yang mengalir

4
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. TABEL HASIL PENGAMATAN

Sampel

Sel volta Mula-mula perlakuan Nyala lampu

Kentang Dirangkai dengan kutub menyala


positif Tembaga dan kutub
negatif besi yang
dihubungkan dengan lilitan
kawat

Dirangkai dengan kutub Kutub dibalik Tidak menyala


positif Tembaga dan kutub
negatif besi yang
dihubungkan dengan
lilitan kawat

Kutub dibalik Kutub dikembalikan ke menyala


posisi semula

Dirangkai dengan kutub Lilitan kawat Tidak menyala


positif Tembaga dan kutub direnggangkan
negatif besi yang
dihubungkan dengan
lilitan kawat

B. PEMBAHASAN

Prinsip dasar dari sel listrik berbahan dasar buah ini sama seperti sel volta. Sel listrik
berbahan dasar buah ini terdiri dari pelat tembaga (Katoda), besi (Anoda) dan cairan
dari buah mangga sebagai larutan elektrolit (bersifat asam). Sel volta atau sel galvani
adalah suatu sel elektrokimia yang terdiri atas dua buah elektrode (katoda dan anoda)
yang dapat menghasilkan energi listrik akibat terjadinya reaksi redoks secara spontan
pada kedua elektroda tersebut. Sel Elektrokimia adalah sel yang disusun untuk
menjadikan suatu reaksi redoks menghasilkan energi listrik yang selanjutnya diubah
menjadi energi kimia atau sebaliknya. Susunan dasar sel volta terdiri dari pelat
tembaga sebagai elektoda positif (Katoda), besi sebagai elektroda negatif (Anoda),
dan larutan asam encer sebagai elektrolit. Prinsip kerja sel sederhana (volta) ketika
5
kedua kutub dihubungkan dengan kawat,terjadi reaksi kimia. besi dari paku melarut
dalam asam, sehingga ion-ion seng positif pergi kedalam larutan dan mengakibatkan
besi menjadi bermuatan negatif. Elektron dari besi bergerak melalui kawat
penghubung menuju pelat tembaga. Pergerakan elektron tersebut menandakan
adanhya aliran elektron yang berasal dari kutub positif ke kutub negatif. Aliran
elektron tersebut secara spontan menghasilkan beda potensial yang akan menimbulkan
arus listrik searah, yang mengalir dari kutub positif (tembaga) ke kutub negatif (besi).
Pada pelat tembaga ini elektron dapat ditangkap oleh ion-ion positif hidrogen yang
terdapat larutan asam, sehingga ion hidrogen berubah menjadi gas hidrogen. Jika pelat
tembaga dan seng dihubungkan dengan lampu pijar kecil, lampu pijar akan menyala.

6
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN

Dari pengamatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :

Proses pembuatan sel volta sederhana dapat dilakukan dengan menggunakan buah yang
berperan sebagai elektrolit bagi tembaga (kutub positif) dan besi (kutub negatif). Lampu dapat
menyala menandakan adanya aliran listrik searah yang melewati lampu LED. Hal tersebut
dapat terjadi karena adanya reaksi redoks spontan yang menyebabkan adanya beda potensial
sehingga tercipta aliran listrik. Perlakuan yang mempengaruhi sel volta adalah: membalik
kutubnya, atau memutus aliran listrik.

B. SARAN

o Dalam melakukan suatu percobaan, lebih baik melakukan percobaan di tempat yang
sekiranya tidak ada sesuatu yang mengganggu seperti hama tanaman, hewan, sehingga
percobaan akan aman dan berhasil.

o Dalam melakukan percobaan, hendaknya memperhatikan hasil yang ingin dicapai berikut
juga indikatornya.

7
DOKUMENTASI
PROSES PERANGKAIAN SEL VOLTA DARI MANGGA