Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sejarah telah mengungkapkan bahwa pancasila adalah jiwa seluruh rakyat


Indonesia, yang member kekuatan hidup kepada bangsa Indonesia serta
membimbingnya dalam mengejar kehidupan lahir batin yang makin baik, didalam
masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Bahwasanya pancasila yang diterima
dan diterapkan sebagai dasar Negara seperti tercantum dalam pembukaan UUD
1945 merupakan kepribadian dan pandangan hidup bangsa yang telah diuji
kebenaran, kemampuan dan kesaktiannya, sehingga tak ada satu kekuatan
manapun juga yang mampu memisahkan pancasila dari kehidupan bangsa
Indonesia. Menyadari bahwa untuk kelestarian kemampuan dan kesaktian
pancasila itu, perlu diusahakan secara nyata dan terus menerus penghayatan dan
pengamalan nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya oleh setiap warga
Negara Indonesia, setiap penyelenggar Negara serta setiap lembaga kenegaraan
dan lembaga kemasyarakatan di pusat maupun di daerah.

a. Perlunya Pemimpin yang Pancasilais

Salah satu masalah yang sangat populer dewasa ini adalah masalah
manajemen. Pentingnya manajemen merupakan salah satu alat
dalam kehidupan suatu organisasi, baik organisasi pemerintah, swasta.
organisasi politik maupun organisasi masyarakat. Dalam hal ini inti
manajemen adalah kepemimpinan yang selalu dititikberatkan kepada
pimpinan. Pimpinanlah yang merupakan motor penggerak dari sesuatu
usaha atau kegiatan. Pimpinan tersebut melaksanakan fungsi-fungsi
manajemen. Juga dalam pengambilan keputusan, dan kebijakan yang
dapat mempermudah pencapaian tujuan dari organisasi itu secara efektif
dan efisien. Para pimpinan di Indonesia, khususnya organisasi
yang mempengaruhi situasi kegiatan sosial ekonomi, sangatlah
memegang peranan yang penting. Sebagian besar proses pencapaian
tujuan organisasi akan ditentukan oleh kemampuan pimpinan yang
memegang peranan penting dalam menggerakkan orang-orang pada suatu
tujuan tertentu. Bagi suatu organisasi yang ingin memperoleh kemajuan
dalam bidang usahanya, maka kepemimpinan yang baik mutlak
dibutuhkan bagi organisasi itu terutama keahlian dalam bidang tersebut,
agar:

1) Menghindarkan keputusan-keputusan yang bersifat untung-


untungan/spekulatif, sehingga dapat diputuskan lebih terarah.

2) Menghindarkan pengambilan keputusan yang tergesa-gesa.

3) Menggunakan tenaga kerja dan alat produksi yang dimiliki organisasi


secara efektif dan efisien.

Karena tenaga manusia merupakan salah satu alat produksi yang


paling penting bagi suatu organisasi serta mempengaruhi keberhasilan
dari organisasi tersebut, hendaknya penggunaan tenaga kerja tersebut
sebaik –baiknya, disamping memperhatikan faktor –faktor yang
mempengaruhinya. Begitu pula dalam suatu organisasi dalam mencapai
tujuannya, maka seorang pemimpin harus dapat mengelola dan
mengarahkan elemen-elemen yang ada secara baik dan teratur. Seorang
pemimpin harus dapat menciptakan suatu kerjasama yang harmonis di
antara pimpinan dan bawahan. Untuk itulah dibutuhkan penerapan
manajemen yang baik pula.

b. Eksistensi Pancasila
Pancasila sebagai ideologi yang berasal dari dalam karakteristik
bangsa Indonesia merupakan intisari hasil pemikiran para pendiri bangsa.
Mereka mencetuskan ideologi yang tidak sama dengan ideologi – ideologi
yang telah muncul sebelumnya karena memang bangsa Indonesia berbeda
dengan bangsa lain. Pancasila adalah ideologi yang dirancang para pendiri
Indonesia agar negara ini tidak melenceng dari tujuan bangsa dan tidak
kehilangan identitas. Sebagai ideologi terbuka, pancasila senantiasa mampu
berinteraksi secara dinamis. Nilai-nilai pancasila tidak boleh berubah,
namun pelaksanaannya kita sesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan
nyata yang kita hadapi dalam setiap kurun waktu. Ideologi pancasila bersifat
aktual, dinamis, dan senantiasa menyesuaikan dengan perkembangan jaman.
Pancasila mestinya tak pernah lekang dari generasi ke generasi Indonesia
karena dia telah dijadikan lambang negara, Garuda Pancasila. Jika anak-
anak bangsa didorong untuk mengenal lambang negara, Garuda Pancasila
akan selalu melekat dalam ingatan, di mana pun mereka berada.
(Engkoswara, 2009:5)

BAB II
RUMUSAN MASALAH

1. Apa Yang Dimaksud Pemimpin Yang Pancasilais ?


2. Apa Saja Kegiatan Yang Diperlukan Untuk Mewujudkan Tujuan Nasional Indonesia ?
3. Bagaimana Peran Generasi Muda Terhadap Pancasila ?
4. Hal-Hal Apa Dapat Menimbulkan Kesenjangan Sosial Di Antara Masyarakat Indonesia ?
5. Mengapa Masyarakat Indonesia Harus Berpegang Teguh Pada Pancasila Dan UUD 1945 ?

BAB III
PEMBAHASAN
A. Pemimpin yang pancasilais

Pancasila merupakan ideologi bangsa, yaitu cita-cita yang ingin dicapai oleh
Bangsa Indonesia. Pemimpin yang baik memiliki misi untuk membawa bangsa dan
negaranya menggapai cita-cita bangsa, yaitu membawa penyelenggaraan kehidupan
berbangsa dan bernegara Indonesia kearah terwujudnya kehidupan yang ber-ketuhanan,
ber-kemanusiaan, ber-persatuan, ber-kerakyatan, dan ber-keadilan. Yang dimaksud
dengan pemimpin berjiwa pancasila adalah pemimpin yang mengerti benar akan hakikat
pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia. Sehingga dengan begitu, semua kebijakan
yang diambilnya kelak akan berpedoman pada ideologi Bangsa. Pemimpin harus
memiliki lima karakteristik sebagaimana yang terkandung dalam Lima sila yang terdapat
dalam Pancasila.

Karakteristik yang pertama adalah Beriman , sebagaimana yang terkandung dalam


sila pertama pada Pancasila yang menuntut setiap warga negara mengakui Tuhan Yang
Maha Esa sebagai pencipta dan tujuan akhir, baik dalam hati dan tutur kata maupun
dalam berperilaku. Pemimpin yang beriman cenderung akan memiliki perilaku yang baik
karena ia akan melibatkan Tuhan dalam setiap tindakannya.

Karakteristik yang kedua adalah menjunjung tinggi HAM , sebagaimana yang


terkandung dalam sila kedua pada Pancasila yang mengajak setiap warga Negara untuk
menjunjung tinggi martabat dan hak-hak asasi atau bertindak adil dan beradab terhadap
sesama manusia. Pemimpin yang menjunjung tinggi HAM akan memiliki kesadaran
tinggi atas hak dan kewajibannya sebagai seorang pemimpin, yaitu melaksanakan
kewajiban untuk memimpin rakyatnya dengan amanah serta bersih dari tindak korupsi
karena ia tidak akan mengambil yang bukan menjadi haknya.

Karakteristik yang ketiga adalah memiliki rasa nasionalisme, sebagaimana yang


terkandung dalam sila ketiga pada Pancasila yang menyatakan bahwa setiap warga
Negara sudah sepatutnya memiiki rasa nasionalisme. Dengan adanya rasa nasionalisme ,
maka pemimpin akan memiliki loyalitas atau pengabdian yang tinggi terhadap bangsa
dan negaranya yang ditujukan melalui sikap mental dan tingkah lakunya dalam berbagai
kebijakan yang bertujuan untuk membangun Negaranya menjadi Negara yang makmur
dan sejahtera.

Karakteristik yang keempat adalah mendengarkan rakyat, sebagaimana yang


terkandung dalam sila keempat pada Pancasila yang menekankan pada Nilai Kerakyatan,
yaitu suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dengan cara
musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan. Dan mufakat itu semua
dilakukan untuk kepentingan bangsa indonesia. Pemimpin yang mau mendengarkan
keluhan rakyat merupakan pemimpin yang baik, dimana ia dapat mengetahui masalah
yang sedang dialami oleh rakyatnya dan kemudian dapat dengan segera mencari solusi
yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Karakteristik yang kelima adalah adil, sebagaimana yang terkandung dalam sila
kelima pada Pancasila yang menekankan pada nilai keadilan, yaitu tercapainya
masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Pemimpin yang adil akan memberikan rasa
aman dan nyaman bagi rakyatnya. Dengan demikian, diharapkan rakyat Indonesia akan
mendapatkan kesejahteraan secara lahiriah dan batiniah.

Beriman, menjunjung tinggi HAM, memiliki rasa nasionalisme, mendengarkan


rakyat, serta adil merupakan 5 karakteristik pemimpin yang dibutuhkan oleh Bangsa
Indonesia. Dengan karakter yang berlandaskan Pancasila sebagai ideologi Negara ,
diharapkan pemimpin mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik lagi , yaitu
kepada kesejahteraan dan kemakmuran seperti yang dicita-citakan oleh seluruh rakyat
Indonesia .

Apabila pemimpin dapat melaksanakan sikap pancasilais dengan baik, maka


dalam suatu organisasi akan terwujudkan:

1. Para anggota organisasi akan menunjukkan semangat dan disiplin yang baik.
2. Pelayanan terhadap masyarakat dan organisasi khususnya akanterwujud
secara efektif dan efisien dan sebagai akibat selanjutnyatingkat produktivitas
akan meningkat pula. 

Pada pembukaan UUD 1945 alinea ke-iv tercantum tujuan Negara yang salah satu
diantaranya adalah untuk memajukan kesejahteraan umum. Pengertian yang lebih rinci
lagi tentang tujuan negara tersebut yaitu untuk mencapai masyarakat adil dan makmur
berdasarkan Pancasila. Untuk mewujudkan kesejahteraan umum atau mencapai
masyarakat adil dan makmur tersebut, Republik ini harus membangun. Membangun
dalam artian tidak hanya membangun dari bentuk fisiknya saja, tetapi membangun secara
keseluruhan yang dikenal dengan sebutan membangun manusia Indonesia seutuhnya.
Dalam membangun manusia Indonesia seutuhnya, salah satu permasalahan yang paling
dominan adalah rendahnya taraf kehidupan masyarakat Indonesia. Hal itu dapat
menimbulkan kesenjangan sosial di antara masyarakat Indonesia. Kesenjangan ini terlihat
jelas pada masyarakat yang tinggal di pedesaan dengan masyarakat yang tinggal di
daerah perkotaan. Kesenjangan sosial juga terjadi di daerah perkotaan, yaitu antara
masyarakat yang tinggal didaerah kumuh dengan masyarakat yang tinggal di daerah elit.
Untuk menanggulangi masalah ini perlu dilakukan kerjasama antara pemerintah pusat
dan pemerintah daerah. Pemerintah perlu merumuskan dan melaksanakan kegiatan
pengentasan kemiskinan di setiap daerah Indonesia guna mewujudkan program
pembangunan nasional secara keseluruhan. Tidak dapat dipungkiri lagi, taraf
kemakmuran suatu bangsa ditentukan oleh tingkat ekonomi masyarakatnya dan tak jarang
terjadi, faktor ekonomilah yang mengakibatkan cacatnya keadilan sosial di suatu bangsa.
Terutama mereka yang kesenjangan antara si miskin dan si kaya sangat kontras terlihat.
Kesimpulan dan saran Pancasila adalah pandangan hidup bangsa dan dasar Negara
republik Indonesia.Maka manusia Indonesia menjadikan pengalaman pancasila sebagai
perjuangan utama dalam kehidupan kemasyarakatan dan kehidupan kenegaraan. Oleh
karena itu pengalamannya harus dimulai dari setiap warga Negara Indonesia, setiap
penyelenggara Negara yang secara meluas akan berkembang menjadi pengalaman
pancasila oleh setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan,baik dipusat
maupun daerah.

B. Yang Diperlukan Untuk Mewujudkan Tujuan Nasional Indonesia

Negara adalah tempat yang menaungi seluruh aktivitas


masyarakat dan pemerintahan, termasuk di dalamnya tentang
pengaturan dan aktivitas pembangunan, ekonomi, transportasi,
perdagangan, politik, dan lain sebagainya. Sebuah tempat atau
wilayah dapat dikatakan sebuah negara apabila memenuhi tiga unsur
utama, yaitu apabila terdapat wilayah, rakyat, serta pemerintahan.
Sama halnya dengan pemerintahan, sebuah negara juga memiliki
wewenang dan kewajiban yang harus dipenuhi. Salah satu wewenang
negara adalah mengatur seluruh wilayah dan masyarakat yang tinggal
di dalam negara tersebut. Namun terlepas dari hal itu, sebuah negara
juga memiliki kewajiban untuk melindungi, menjaga, serta
menyejahterakan warga negaranya.
Bentuk sebuah negara bergantung pada beberapa aspek,
diantaranya adalah tujuan negara itu sendiri. Suatu negara pasti
memiliki beberapa tujuan yang ingin dicapai, dan tentunya tujuan ini
berbeda pada masing-masing negara, begitu pula dengan tujuan
Negara Indonesia. Pada zaman dahulu, tujuan dibentuknya sebuah
negara adalah untuk menghimpun kekuasaan dan otoritas sebesar-
besarnya serta memperluas wilayah negara itu sendiri. Tidak sedikit
negara yang mengalami masa penjajahan, namun setelah
mendeklarasikan kemerdekaannya, sebuah negara akan dinyatakan
merdeka dan memiliki hak bagi warga serta negaranya. Pada saat ini,
tujuan sebuah negara berkaitan erat tidak hanya dengan bentuk
negara, melainkan berkaitan pula dengan badan-badan negara, fungsi
negara, tugas, serta hubungan antarbadan negara. Tujuan Negara
Indonesia terbentuk berdasarkan perhitungan tempat, keadaan, waktu,
serta sifat dari kekuasaan. Maka dari itu, pada saat ini tujuan negara
secara umum adalah membentuk dan memelihara hak serta
kemerdekaan warga negaranya.
Untuk memperoleh hal tersebut maka perlu disusun sebuah
konstitusi yang berisi aturan dan prinsip dasar politik bagi sebuah
negara. Di Negara Indonesia, konstitusi tersebut tertuang dalam
bentuk Undang-Undang Dasar Negara. Undang-Undang ini bersifat
mengatur, mengikat, dan wajib bagi seluruh warga negara. Undang-
undang adalah bentuk hukum dari sebuah negara. Di Negara
Indonesia, sistem perundang-undangan dibentuk berdasarkan asas
demokrasi masyarakat yang diwakilkan oleh tokoh dan wakil
masyarakat di kursi pemerintahan. Tujuan dibentuknya Undang-
Undang sebagai bahan dasar hukum adalah supaya negara dapat
menjamin terlaksananya kepentingan masyarakat sesuai dengan
peraturan serta hukum perundang-undangan yang berlaku.
Tujuan Negara Indonesia ini tidak akan tercapai apabila tidak
didukung dengan sistem administrasi Negara Indonesia yang baik dan
terstruktur. Walaupun sistem administrasi Negara Indonesia ini
merupakan tugas dari pemerintah, namun diperlukan pula sudut
pandang dan aspirasi dari masyarakat. Hal ini akan melingkupi
pandangan hidup rakyat mengenai tingkat kemakmuran dan
kesejahteraan yang dirasakan oleh rakyat. Demi mencapai tujuan
Negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar
1945, rakyat harus berusaha untuk mewujudkan wawasan nusantara
yaitu sikap mengutamakan kesatuan wilayah Negara Indonesia serta
menghargai dan menghormati keberagaman setiap Warga Negara
Indonesia.
Indonesia adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada
dasarnya NKRI ini terbentuk apabila suatu negara merupakan negara
yang memiliki dan menjunjung tinggi asas nasionalisme yaitu rasa
cinta terhadap tanah air. Indonesia sendiri adalah sebuah negara
kepulauan yang luas serta memiliki banyak kebudayaan, ras, kultur,
dan agama yang berbeda-beda. Namun demikian, hal tersebut menjadi
faktor pemersatu kebhinnekaan Negara Indonesia. NKRI merupakan
bentuk negara berdaulat yang telah diakui oleh dunia internasional,
sehingga NKRI juga memiliki kewajiban untuk menjaga dan
memelihara perdamaian dunia.
Di Negara Indonesia, penjelasan mengenai Negara Indonesia
yang berbentuk republik ini dijelaskan dalam pasal 18 (ayat 1)
Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa Negara
Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi, dan
daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota, yang tiap-tiap
provinsi, kabupaten, dan kota itu mempunyai pemerintahan daerah
yang diatur dengan Undang-Undang.

a. TUJUAN NEGARA INDONESIA

Tujuan Negara Indonesia ini tercantum didalam Pembukaan


Undang-Undang Dasar Indonesia 1945 alinea keempat yang berbunyi,
“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara
Indonesia yang melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh
tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban
dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan
sosial, maka disusunlah kemerdekaan, Kebangsaan Indonesia itu
dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk
dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan
rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa,
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, dan
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan Mewujudkan suatu
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”.
Di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea
keempat tersebut juga telah disebutkan mengenai dasar dan landasan
Negara Indonesia yakni Pancasila. Melalui Pembukaan Undang-Undang
tahun 1945 tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan Negara
Indonesia adalah melindungi seluruh Warga Negara Indonesia,
mengusahakan kesejahteraan bagi masyarakat, mengutamakan
pendidikan bagi generasi penerus bangsa, serta ikut serta dalam nilai-
nilai luhur yang selalu ditanamkan tidak hanya di Indonesia melainkan
juga di beberapa negara lain yaitu mengupayakan perdamaian dunia,
dan keadilan sosial bagi seluruh warga negara.
Tujuan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) ini secara
yuridis terdapat dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 1 ayat (1)
yang berbunyi, “Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang
berbentuk republik”. Sebagai negara republik, Indonesia memiliki
banyak kewajiban kepada rakyatnya sesuai dengan Undang-Undang
Dasar 1945 pasal 31 yang berbunyi, “(1) Setiap warga negara berhak
mendapat pendidikan, (2) Setiap warga negara wajib mengikuti
pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya, (3) Pemerintah
mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan
nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak
mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur
dengan undang-undang, (4) Negara memprioritaskan anggaran
pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan
belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah
untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional, (5)
Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan
menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk
kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia”. Dari UUD
1945 pasal 31 tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan Negara
Kesatuan Republik Indonesia yaitu hak dan kewajiban pemerintah dan
rakyat mengenai pendidikan serta kebudayaan.

b. PENJELASAN 4 TUJUAN NEGARA INDONESIA

Berdasarkan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea


keempat, terdapat 4 poin tujuan Negara Indonesia yaitu sebagai
berikut :

1. Melindungi setiap bangsa dan seluruh tumpah darah


Indonesia
Hal-hal yang termasuk untuk wajib dilindungi adalah
semua komponen yang membentuk bangsa Indonesia, mulai dari
rakyat, kekayaan alam, serta nilai-nilai bangsa yang patut
dipertahankan.
2. Memajukan kesejahteraan umum
Kesejahteraan umum tidak hanya mencakup tentang
kesejahteraan ekonomi dan materi, namun kesejahteraan lahir
dan batin. Terciptanya rasa aman, gotong royong, saling
menghormati dan menghargai hak dan kewajiban masing-
masing individu, masyarakat yang makmur dan adil sederajad.
3. Mencerdaskan kehidupan bangsa
Merupakan tugas negara, pemerintah, dan masing-masing
individu untuk berusaha meraih jenjang pendidikan yang terbaik.
Karena dengan adanya masyarakat yang cerdas, pembangunan
dan kemajuan negara akan semakin mudah dicapai.
4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar
perdamaian abadi dan keadilan sosial
Perdamaian yang tercipta di masing-masing negara di
dunia akan melahirkan politik luar negeri yang bebas dan aktif.

c. CARA MEWUJUDKAN TUJUAN NEGARA INDONESIA

Demi mewujudkan dan mencapai tujuan Negara


Indonesia, diperlukan suatu usaha yang tidak hanya harus
dilakukan pemerintah namun oleh seluruh rakyat Indonesia. Usaha-
usaha ini tidak lain dilakukan berdasarkan keempat poin dalam
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea keempat. Masing-
masing poin tersebut mewakili tindakan maupun upaya yang akan
maupun telah dilakukan. Contoh kegiatan yang dapat dilakukan
pada poin pertama mengenai melindungi segenap Bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia adalah menjaga
perdamaian antar suku, antar umat beragama, saling menghargai,
dan menghormati perbedaan-berbedaan tersebut. Pada poin kedua
tentang memajukan kesejahteraan umum, hal yang dapat dilakukan
adalah terus selalu bersaing dalam perekonomian nasional dan
internasional. Saat ini Indonesia telah memasuki Masyarakat
Ekonomi Asean (MEA), maka dari itu Negara Indonesia harus siap
bersaing. Pada poin ketiga yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa,
hal yang dapat dilakukan adalah mengejar pendidikan hingga
jenjang yang setinggi-tingginya. Menjadi masyarakat yang pandai
dan cerdas pasti mampu memajukan dan dan menyejahterakan
taraf hidup sebuah bangsa. Kemudian pada poin keempat mengenai
ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadailan sosial hal yang
dapat dilakukan adalah ikut serta dan mendukung program-
program yang telah dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa
(PBB). Jika ada suatu negara yang mempertahankan membutuhkan
bantuan karena perang atau bencana alam, Negara Indonesia yang
telah tergabung dalam PBB juga selalu siap dalam memberikan
bantuan.

d. CITA-CITA NEGARA INDONESIA

Saat ini Negara Indonesia masih konsisten berjuang dan


berupaya apa yang telah menjadi tujuan Negara Indonesia. Namun
demikian, Negara Indonesia telah berhasil meraih cita-cita Bangsa
Indonesia yang luhur dan mulia. Cita-cita Bangsa Indonesia ini
tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea
kedua yang berbunyi, “Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan
Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan
selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu
gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu,
berdaulat, adil dan makmur”. Kemerdekaan telah menjadi milik
bangsa dan Negara Indonesia, namun kemerdekaan saja tidaklah
cukup karena sudah merupakan tugas bagi generasi penerus
bangsa untuk mengisi kemerdekaan tersebut dengan hal-hal yang
positif dan bermanfaat agar Negara Indonesia semakin maju,
berkembang, serta mampu bersaing dengan negara-negara lain di
ranah internasional.

C. Peran Generasi Muda Dalam Perjuangan dan Pembangunan

Peran generasi muda dalam perjuangan dan pembangunan sangatlah dominan.


Perjuangan-perjuangan tersebut dilakukan melalui organisasi sosial dan politik serta
melalui kegiatan-kegiatan intelektual. generasi muda memiliki posisi penting dan
strategis karena baik buruknya suatu bangsa tergantung pada generasi mudanya. Suatu
negara akan menjadi baik jika generasi mudanya memiliki kepribadian yang kokoh,
memiliki semangat nasionalisme, memiliki dan menguasai pengetahuan dan teknologi
dan berfikir positif untuk berkreasi yang akan melahirkan karya-karya monumental. Di
tengah kondisi bangsa seperti saat ini peranan generasi muda sangat diharapkan. Dengan
organisasi dan jaringannya yang luas, pemuda dan generasi muda dapat memainkan peran
yang lebih besar untuk mengawal jalannya reformasi dan pembangunan. Permasalahan
yang dihadapi saat ini justru banyak generasi muda yang mengalami disorientasi,
dislokasi dan terlibat pada kepentingan politik praktis. Seharusnya melalui generasi muda
atau pemuda terlahir inspirasi untuk mengatasi berbagai kondisi dan permasalahan yang
ada. Dengan demikian, sistem perekonomian dan pemerintahan Negara kita pada saat ini
adalah Demokrasi Pancasila dimana semua kegiatan perekonomian di Indonesia
berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945. Sehingga untuk mencapai kehidupan
berbangsa dan bernegara yang adil, tentram dan makmur, masyarakat Indonesia harus
berpegang teguh pada asas-asas dan ideologi yang terkandung didalam kedua sumber
hukum tersebut Kita percaya dengan menegakkan Sistem Kenegaraan Pancasila sebagai
terjabar dalam UUD Proklamasi 1945, semoga ditegakkan untuk mengayomi seluruh
rakyat dan nusantara dalam mencapai cita-cita nasionalnya sebagai bangsa merdeka,
berdaulat dan bermartabat. Semua komponen bangsa berkewajiban memelihara, dan
menegakkan integritas nasional dan integritas Sistem Kenegaraan Pancasila-UUD 1945,
oleh dan untuk kita warga negara Indonesia. Demi cita-cita dan amanat konstitusional,
kultural dan moral ini tiap pribadi warga Negara (sdm) mendidik kepribadiannya sebagai
SDM unggul-kompetitif- bermartabat.

D. Hal-Hal Apa Dapat Menimbulkan Kesenjangan Sosial Di Antara Masyarakat Indonesia

Kesenjangan ekonomi antar wilayah merupakan fenomena global yang


sering terjadi di negara berkembang. Bahkan masalah kesenjangan ekonomi ini
telah menjadi pembahasan utama dalam penetapan kebijakan pembangunan
ekonomi di negara berkembang sejak puluhan tahun lalu. Perhatian ini timbul
karena ada kecenderungan bahwa kebijakan pembangunan yang dirancang untuk
meningkatkan pertumbuhan ekonomi justru memperburuk kondisi kesenjangan
ekonomi antar wilayah dalam suatu negara.

Kesenjangan ekonomi antar wilayah juga terjadi di Indonesia. Kesenjangan


ini berkaitan dengan strategi pembangunan Indonesia yang bertumpu pada aspek
pertumbuhan ekonomi sejak masa orde baru. Sasaran pembangunan diarahkan
untuk pencapaian pertumbuhan ekonomi tinggi, namun tidak memperhatikan
pemerataan pembangunan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia. Walaupun
aspek pemerataan sempat mendapatkan perhatian ketika urutan prioritas trilogi
pembangunan diubah dari pertumbuhan, pemerataan, dan stabilitas pada Pelita
II (1974–1979) menjadi pemerataaan, pertumbuhan, dan stabilitas dari pada
Pelita III (1979–1984), namun inti tumpuan pembangunan Indonesia tetap saja
pertumbuhan (growth bukan equity). Dalam praktiknya, pemerintah hanya
menetapkan target tingkat pertumbuhan yang hendak dicapai, namun tidak
menetapkan target mengenai tingkat kemerataan.

Kesenjangan sosial merupakan sesuatu yang menjadi pekerjaan bagi


pemerintah yang butuh perhatian yang lebih. Kesenjangan sosial yang terjadi
dalam masyarakat sangatlah mencolok dan makin memprihatinkan yang perlu
dibahas serta dicari penyebab-penyebab terjadinya suatu kesenjangan
sosial.Kesenjangan sosial yang muncul dalam masyarakat perlunya sebuah
keberanian dalam pengungkapanpannya. Sehingga kesenjangan sosial dan
ekonomi antar daerah menjadi topik yang menarik serta bagus untuk dipaparkan
dalam laporan ini.

Kesenjangan sosial adalah keadaan yang tidak seimbang yang ada di


masyarakat yang mengakibatkan perbedaan yang mencolok. Sedangkan
kesenjangan ekonomi adalah sebuah keadaan ketimpangan penghasilan antara
masyarakat kelas atas dan kelas bawah sangat tinggi. Kesenjangan ekonomi dan
kesenjangan sosial adalah masalah besar bagi negara Indonesia. Dari setiap
periode pemerintahan belum bisa mengatasi akar masalah dari kesenjangan ini.

Akar permasalahan dari kesenjangan ini adalah tidak meratanya


pendapatan dari setiap warga negara Indonesia di setiap daerah, kemudian
pembangunan yang tidak merata di setiap wilayah Indonesia. Pendidikan
masyarakat yang masih rendah, dengan tingkat pendidikan yang rendah akan
sangat sulit bagi negara Indonesia untuk mengurangi permasalahan kesenjangan
sosial maupun kesenjangan ekonomi.

Perbedaan status sosial dalam masyarakat, status sosial ini muncul karena
adanya stratifikasi dalam masyarakat, seperti halnya lulusan SMA dan lulusan
sarjana tentu akan memiliki status yang berbeda. Kemiskinan yang melanda
negara sebagian warga negara Indonesia, beberapa faktor yang mempengaruhi
lahirnya kemiskinan itu sendiri adalah sebagai berikut ; fatalisme, rendahnya
tingkat aspirasi, rendahnya kemauan mengejar sasaran, kurang melihat kemajuan
pribadi, perasaan ketidakmampuan, dan perasaan untuk selalu gagal.Indonesia
diprediksi akan menghadapi permasalahan kesenjangan sosial ekonomi yang
makin parah pada masa mendatang. Adapun penyebab peningkatan kesenjangan
itu adalah ketidaksamaan kesempatan, ketidaksamaan dalam pekerjaan,
terkonsentrasinya aset pada kelompok kaya, dan rendahnya resiliensi.

Selain kesenjangan ekonomi antara masyarakat miskin dan kaya,


Indonesia juga masih menghadapi kesenjangan pendapatan antarwilayah.
Keberpihakan pemerintah untuk mengembangkan wilayah-wilayah tertinggal dan
terpencil perlu ditingkatkan agar wilayah-wilayah tersebut dapat berkembang.
Contoh nyatanya terdapat pada Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian
timur. Perkembangan dari segi ekonomi di Indonesia bagian barat masih cukup
baik dibandingkan Indonesia bagian timur. Meskipun masih juga terdapat
beberapa kesenjangan ekonomi di Indonesia bagian barat. Tetapi, di era
pemerintahan presiden Indonesia yang ke tujuh yaitu Joko Widodo, sudah mulai
pergerakan untuk meningkatkan perekonomian dan menyamaratakannya antara
Indonesia bagian barat dan indonesia bagian timur.

Faktor — faktor penyebab terjadinya kesenjangan ekonomi sosial :

1. Menurunnya pendapatan per kapita

2. Ketidakmerataan pembangunan antar


daerah

3. Rendahnya mobilitas sosial

4. Pencemaran lingkungan alam

5. Biaya pendidikan mahal

6. Tingginya pengangguran

7. Lahirnya ideologi kapitalis

8. Hilangnya asas gotong royong

Ada penyebab pasti ada akibatnya, dan berikut ini terdapat beberapa
dampak yang dihasilkan dari kesenjangan sosial dan ekonomi :

1. Angka kriminalitas tinggi

2. Kemiskinan semakin menyebar

3. Putus sekolah

4. Kualitas kesehatan menurun

5. Tidak terjalinnya silaturahmi

Berikut ini beberapa upaya untuk mengurangi kesenjangan sosial dan


ekonomi :
1. Mengajarkan nilai — nilai pancasila

2. Menomorsatukan pendidikan

3. Menciptakan lapangan kerja dan meminimalis kemiskinan

4. Meminimalis KKN dan memberantas korupsi

5. Meningkatkan sistem keadilan di Indonesia serta melakukan


pengawasan yang ketat terhadap mafia hukum

6. Membuat pertumbuhan ekonomi bermanfaat bagi rakyat miskin

Permasalahan kesenjangan sosial dan ekonomi merupakan masalah besar


bagi negara Indonesia. Setiap periode pemerintahan belum bisa mengatasi akar
dari permasalahan ini. Dalam hal ini saya memberikan pandangan tentang
kinerja pemerintah yang masih harus terus ditingkatkan lagi, dan benar-benar
memperhatikan kondisi kesenjangan di lingkungan kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara. Agar setiap rakyat indonesia dapat memiliki
penghidupan yang layak dan bertanggung jawab. Sebagaimana dari fungsi negara
itu sendiri yang harus menyejahterakan masyarakat sesuai UUD yang telah
mengaturnya. Supaya keadilan, kesejahteraan bisa terwujud serta merata adalah
tanggung jawab kita bersama maka mulailah dengan diri kita sendiri dengan
peduli dengan sesama.

E. Masyarakat Indonesia Harus Berpegang Teguh Pada Pancasila Dan UUD 1945