Anda di halaman 1dari 4

,Enflurane,Isoflurane,Desflurane, Sevoflurane masih dalam penelitian.

Cara kerja : Volatil agent menghasilkan GA melalui interaksi dengan membran sel CNS ,sedang
mekanisme pasti masih belum jelas

Isoflurane,Desflurane, Sevoflurane masih dalam penelitian.

Cara kerja : Volatil agent menghasilkan GA melalui interaksi dengan membran sel CNS ,sedang
mekanisme pasti masih belum jelas

1. Jelaskan tentang monitoring standar di kamar op (standard for basic anestethic monitoring)

Monitoring adalah segala usaha untuk memperhatikan, mengawasi dan memeriksa pasien dalam
anestesi untuk mengetahui keadaan dan reaksi fisikologis pasien terhadap tindakan anestesi dan
pembedahan. Tujuan utama monitoring anestesi adalah diagnosa adanya permasalahan, perkiraan
kemungkinan terjadinya kegawatan, dan evaluasi hasil suatu tindakan, termasuk efektivitas dan adanya
efek tambahan.

Monitoring selama anestesi dibagi menjadi tahap yaitu : monitoring sebelum, selama dan sesudah
operasi.

a. Monitoring Sebelum Operasi

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada monitoring sebelum operasi antara lain :

1. Persiapan mental dan fisik : Anamnesa, Pemeriksaan Fisik dan Laboratorium

2. Perencanaan tehnik dan obat anestesi.

3. Penentuan klasifikasi dan prognosis (sesuai dengan ASA).

Persiapan preoperasi meliputi :

• Pengosongan saluran pencernaan (diberi cairan perinfus), Pengosongan kandung kemih, Pembersihan
jalan nafas, Asesoris maupun kosmetik sebaiknya tidak dipakai, Informed consent, Pasien sebaiknya
memakai pakaian bedah, Pemeriksaan fisik yang penting diulangi pada saat pasien diruang persiapan
operasi.

b. Monitoring Selama Operasi

Yang perlu dimonitor selama operasi adalah tingkat kedalaman anestesi, efektivitas
kardiovaskuler dan efisiensi perfusi jaringans erta perubahan respirasisecara praktis perlu
diperhatikan tekanan darah, nadi, respirasi, suhu warna kulit, keringat, cairan serta kesadaran
pasien. dak terpengaruh oleh kelainan ginjal, tapi diperpanjang oleh kelainan hepar berat dan
kehamilan. Baik untuk infusan jangka panjang (di ICU).
• Dosis
2. Potensi lebih kecil dibandingkan relaksant steroid lain 0,45-0,9 mg/kg IV untuk intubasi dan 0,15
mg/kg bolus untuk rumatan. Dosis kecil 0,4 mg/kg dJelaskan tentang monitoring standar di
kamar op (standard for basic anestethic monitoring)

Monitoring adalah segala usaha untuk memperhatikan, mengawasi dan memeriksa pasien dalam
anestesi untuk mengetahui keadaan dan reaksi fisikologis pasien terhadap tindakan anestesi dan
pembedahan. Tujuan utama monitoring anestesi adalah diagnosa adanya permasalahan, perkiraan
kemungkinan terjadinya kegawatan, dan evaluasi hasil suatu tindakan, termasuk efektivitas dan adanya
efek tambahan.

Monitoring selama anestesi dibagi menjadi tahap yaitu : monitoring sebelum, selama dan sesudah
operasi.

a. Monitoring Sebelum Operasi

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada monitoring sebelum operasi antara lain :

1. Persiapan mental dan fisik : Anamnesa, Pemeriksaan Fisik dan Laboratorium

2. Perencanaan tehnik dan obat anestesi.

3. Penentuan klasifikasi dan prognosis (sesuai dengan ASA).

Persiapan preoperasi meliputi :

• Pengosongan saluran pencernaan (diberi cairan perinfus), Pengosongan kandung kemih, Pembersihan
jalan nafas, Asesoris maupun kosmetik sebaiknya tidak dipakai, Informed consent, Pasien sebaiknya
memakai pakaian bedah, Pemeriksaan fisik yang penting diulangi pada saat pasien diruang persiapan
operasi.

b. Monitoring Selama Operasi

Yang perlu dimonitor selama operasi adalah tingkat kedalaman anestesi, efektivitas
kardiovaskuler dan efisiensi perfusi jaringans erta perubahan respirasisecara praktis perlu
diperhatikan tekanan darah, nadi, respirasi, suhu warna kulit, keringat, cairan serta kesadaran
pasien. dak terpengaruh oleh kelainan ginjal, tapi diperpanjang oleh kelainan hepar berat dan
kehamilan. Baik untuk infusan jangka panjang (di ICU).
• Dosis
Potensi lebih kecil dibandingkan relaksant steroid lain 0,45-0,9 mg/kg IV untuk intubasi dan 0,15
mg/kg bolus untuk rumatan. Dosis kecil 0,4 mg/kg dapat pulih 25 menit setalh intubasi. Im (1
mg/kg untuk infant ; 2 mg/kg untuk anak kecil) adekuat pita suara dengan paralisis diagfragma
untuk intubasi. Tapi tidak sampai 3-6 menit dapat kembali dampai 1 jam. Untuk drip 5-12
mcg/kg/menit. Dapat memangjang pada pasien orang tua
• Efek samping dan pertimbangan klinis
Onset cepat hampir mendekati suksinilkolin tapi harganya mahal. Diberikan 20 detik sebelum
propofol dan thiopental. Rocuronium (0,1 ng/kg) cepat 90 detik dan efektif untuk prekurasisasi
sebelum suksinilkolin
3. Sebutkan dan jelaskan mekanisme kerja, efek pada organ (saraf) dan dosis anastetik inhalasi
(MAC). Agent (ester dan amida), dosis
Obat-obat anestesia inhalasi adalah obat-obat anestesia yang berupa gas atau cairan mudah
menguap, yang diberikan melalui pernafasan pasien. Campuran gas atau uap obat anestesia dan
oksigen masuk mengikuti udara inspirasi, mengisi seluruh rongga paru, selanjutnya mengalami
difusi dari alveoli ke kapiler sesuai dengan sifat fisik masing-masing gas.
 N2O Nitrous oxide
Merupakan gas jernih,tidak berwarna ,tidak berbahu, biasanya disimpan dalam silinder
bertekanan.
Mekanisme kerja : N2O menyebabkan anestesi umum melalui interaksi dengan membran sel
CNS, mekanisme yang pasti tidak jelas.
 Volatil Agent.

Adalah cairan yang mudah menguap ( dalam gas pembawa ) yang biasa digunakan dalam anestesi
inhalasi. Saat ini yang biasa digunakan adalah : Halotan,Enflurane,Isoflurane,Desflurane, Sevoflurane
masih dalam penelitian.

Cara kerja : Volatil agent menghasilkan GA melalui interaksi dengan membran sel CNS ,sedang
mekanisme pasti masih belum jelas

4. Jelaskan tentang monitoring standar di kamar op (standard for basic anestethic monitoring)

Monitoring adalah segala usaha untuk memperhatikan, mengawasi dan memeriksa pasien dalam
anestesi untuk mengetahui keadaan dan reaksi fisikologis pasien terhadap tindakan anestesi dan
pembedahan. Tujuan utama monitoring anestesi adalah diagnosa adanya permasalahan, perkiraan
kemungkinan terjadinya kegawatan, dan evaluasi hasil suatu tindakan, termasuk efektivitas dan adanya
efek tambahan.

Monitoring selama anestesi dibagi menjadi tahap yaitu : monitoring sebelum, selama dan sesudah
operasi.

a. Monitoring Sebelum Operasi

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada monitoring sebelum operasi antara lain :

1. Persiapan mental dan fisik : Anamnesa, Pemeriksaan Fisik dan Laboratorium

2. Perencanaan tehnik dan obat anestesi.

3. Penentuan klasifikasi dan prognosis (sesuai dengan ASA).

Persiapan preoperasi meliputi :

• Pengosongan saluran pencernaan (diberi cairan perinfus), Pengosongan kandung kemih, Pembersihan
jalan nafas, Asesoris maupun kosmetik sebaiknya tidak dipakai, Informed consent, Pasien sebaiknya
memakai pakaian bedah, Pemeriksaan fisik yang penting diulangi pada saat pasien diruang persiapan
operasi.
b. Monitoring Selama Operasi

Yang perlu dimonitor selama operasi adalah tingkat kedalaman anestesi, efektivitas
kardiovaskuler dan efisiensi perfusi jaringans erta perubahan respirasisecara praktis perlu
diperhatikan tekanan darah, nadi, respirasi, suhu warna kulit, keringat, cairan serta kesadaran
pasien.