Anda di halaman 1dari 5

B.

Kehamilan Ektopik Terganggu

1. Pengertian

Kehamilan ektopik terganggu adalah : kehamilan yang terjadi di luar Rahim


(uterus) Hampir 95% kehamilan ektopik terjadi di berbagai segmen tuba falopi dengan
5% sisanya terdapat di ovarium rongga peritoneum atau di dalam serviks, Apabila terjadi
rupture di lokasi implantasi kehamilan, maka akan terjadi keadaan perdarahan massif dan
nyeri abdomen akut yang disebut kehamilan ektopik terganggu.

Adapaun dinamakan kehamilan ektopik jika kehamilan dengan hasil konsepsi


tidak berada dalam endometrium uterus. Keadaan ini akan meningkat menjadi kehamilan
ektopik terganggu (KET)Pada usia kehamilan dari 10 minggu. Sebagian besar KET
terjadi pada kehamilan yang terletak di tuba.

2. Diagnosa

- Perdarahan pervagina dan bercak hingga berjumlah sedang


- Kesadaran menurun
- Pucat
- Hipotensi dan hipovolemia
- Nyeri abdomen dan pelvis
- Nyeri goyang porsio
- Serviks tertutup
Penegakan diagnose dibantu dengan pemeriksaan USG

Tanda dan Gejala :

- Abdominal menstruation : amenorea, vaginal spotting dengan derajat yang bervariasi,


biasanya darah berwarna gelap kecoklatan dan keluarnya intermitten ataupun
kontinue.
- Perasaan nyeri dan sakit yang tiba-tiba di daerah abdomen dan pelvik, yang dapat
menandakan ruptuenya kehamilan ektopik, atau bias terjadi sebelum terjadinya
rupture. Gejala gastrointestinal seperti muntah juga dapat muncul disertai pusing,
lemas, hingga pingsan.
- Pleuritic chest pain, bias terjadi akibat iritasi diafragma akibat perdarahan.
- Perubahan uterus, uterus dapat tumbuh membersar pada 3 bulan pertama akibat
hormone yang dilepaskan plasenta. Uterus dapat terdesak ke sisi yang berlawanan
dengan masa ektopik. \
Pada 10 kasus, dan 1 % dari pasien-pasien tersebut meninggal karena perdarahan internal
dan shock atau komplikasi lanjut.
3. Faktor Predisposisi

- Riwayat kehamilan ektopik sebelumnya


- Riwayat operasi di daerah tuba dan/arau tubektomi
- Riwayat penggunaan AKDR
- Interfelitas
- Riwayat inseminasi buatan atau teknologi reptroduktif
- Merokok
- Riwayat Infeksi saliuran kemih dan pelvic inflammatory disease/PDI
- Riwayat abortus sebelumnya
- Riwayat promikuitas
- Riwayat seksio sesarea sebelumya

4. Tatalaksana

a. Tatalaksana Umuu
o Retorasi Cairan tubuh dengan cairan kristoid NaCl 0,9% atau Ringer Laktat
(500 mL dalam 15 menit pertama atau 2 L dalam 2 jam pertama
o Segera rujuk ibu ke RS

b. Tatalaksana Khusu
o Segera uji silang darah dan persiapkan lapartomi
o Saat lapartomi, , lakukan ekslorasi kedua ovarium dan tuba falopi :
 Jika terjadi kerusakan berat pada tuba, lakukan Salpingektomi (eksis
bagian tuba yang mengandung hasil konsepsi
 Jika terjadi kerusakan ringan pada tuba , usahakan melakukan
salpingostomi untuk menmpertahakan tuba (hasil konsepsi
dikeluarkan, tuba dipertahankan)
o Sebelum memulangkan pasien berikan konseling untuk penggunaan kontrasepsi,
jadwalkan kunjungan ulang selama 4 minggu. Atasi anemia dengan pemberian
tablet besi sulfas ferosus 60 mg/hri selama 6 bulan

5. Klasifikasi kehamilan ektopik :

- Kehamilan tuba : interstisial, isthmus, ampula, fimbrial


- Kehamilan ovarial
- Kehailan abdominal
- Kehailan tubo-ovarial
- Kehamilan intraligamenter
- Kehamilan servikal
- Kehamilan tanduk Rahim rudimenter
6. Essential diagnosis/cardinal sign

Gejala sering kali tidak spesifik karena banyak kelainan atau penyakit dengan gejala
serupa. Misalnya :

- Kehamilan normal
- Abortus iminens
- Abortus inkomplet
- Rupture kista ovary
- Torsi ovary
- Gastroenteritis
- Appendicitis

Pada diagnosis yang terlambat, bias terdapat Trias KET (Kehamilan Ektopik
Terganggu) : amenorea, nyeri, dan perdarahan ver vaginal. Nyeri perut bawah yang tiba-tiba,
parah adalah complain yang terbanyak. Tanda hemoperitoneum berupa nyeri yang menjalar
sampai bahu, sinkop dan shock, terjadi pada 20 % kasus.

Tanda Presentase
Nyeri abdominal 80-100 %
Amenorea 75-95 %
Perdarahan vaginal 50-80 %
Kepala serasa berputar 20-35 %
Sering ingin buang air besar 5-15 %
Tanda kehamilan 10-25 %
Keluarnya jaringan 5-10 %
Ketidaknyamanan adnexa 75-90 %
Ketidaknyamanan perut 80-95 %
Massa adnexa 50 %
Pembesaran uterus 20-30 %
Demam 5-10 %
Faktor resiko :

- Infeksi dan kerusakan tuba


Pada pasien dengan kerusakan tuba secara odds ratio memiliki kemungkinan 3,5 kali
mengalami kehamilan ektopik. Gangguan tuba biasanya disebabkan oleh infeksi pelvis.
- Salpingitis Isthmica Nodosa
Adalah suatu gangguan berupa penebalan pada bagian proksimal tuba falopii dengan
diverticula luminal multiple. Patologi ini meingkatkan kemungkinan kehamilan ektopik
52 % lebih tinggi.
- Tekanan darah normal, kecuali bila terjadi rupture, perubahan yang terjadi antara lain
adanya peningkatan ringa, respon vasovagal seperti bradikardi dan hipotensi ataupun
penurunan tensi tajam disertai peningkatan nadi bila perdarahan terus berlangsung dan
hypovolemia.
- Temperature, setelah perdarahan akut suhu tubuh dapat turun, atau meningkat > 380C bila
ada infeksi.
- Tanda culllen : sekitar pusat atau linea alba kelihatan biru hitam dan lebam
- Trias KET (Kehamilan Ektopik Terganggu) : amenorea, nyeri dan perdarahan prevaginal

Pemeriksaan Laboratorium :
- Pemeriksaan hemoglobin dan hematocrit serial tiap satu jam menunjukkan penurunan
kadar HB akibat perdarahan.
- Adanya lekositosis (dapat mencapai > 30.000/µL).
- Urinary Pregnancy Test, dengan metode inhibisi aglutinasi hanya menunjukkan positif
pada kehamilan ektopik sebesar 50-69 %
- Serum β-hCG assay
- Serum progesterone, pada kehamilan ektopik, kadarnya lebih rendah dibandingkan
kehamilan normal intrauterine. Kadar < 5 mg/mL menunjukkan kemungkinan besar
adanya kehailan abnormal. Pemeriksaan ini tidak bias berdiri sendiri dalam mediagnosis
kehamilan ektopik.

Ultrasound Imaging :
- USG Abdominal, kehamilan tuba sulit dideteksi dengan metode ini
- USG Vaginal, untuk mendeteksi letak gestational sac. Pada usia kehamilan 26 minggu,
bila tidak dijumpai gestational sac maka bias dicurigai kehamilan ektopik
- Color and Pulsed Doppler Ultrasound, untuk mengidentifikasi karakteristik warna
vascular, apakah terletak di intrauterine atau ekstrauterin.
- Diethylstrilbestrol
Eksposur dietilbestrol menyebabkan gangguan marfologi tuba falopii dengan
menyebabkan berkurang atau hilangnya jaringan fimbria, mengecilkan lubang tuba, dan
mengecilkan Panjang dan mutu tuba. Gangguan ini menyebabkan peningkatan
kemungkinan kehamilan ekstrauterin 5 kali lipat.
- Merokok
Pasien merokok memiliki peningkatan kemungkinan kehamilan ektopik, diduga
disebabkan oleh adanya gangguan imunitas (sehingga mudah terkena infeksi pelvis),
gangguan pergerakan tuba.
- Kontrasepsi
IUD, ligase tuba, sterilisasi tuba dengan elektrokoagulasi dan kontrasepsi oral darurat
meningkatkan kemungkinan untuk kehamilan ektopik.
Sedangkan kontrasepsi barrier menurunkan kemnugkinan kehamilan ektopik dengan
menurunkan kemungkinan infeksi pelvis.

Diagnosis :