Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN CJR

Pengaruh Pelatihan Dasar Komputer dan Teknologi Informasi bagi Guru-Guru dengan
Uji-T Berpasangan (Paired Sample T-Test) dan Analisis Pengaruh Penggunaan
Teknologi Informasi Terhadap Profesi Guru (Studi Kasus: Kab. Kebumen)

Ditujukan untuk memenuhi tugas Statistika

Dosen Pengampu : Arnita, M.Si

Oleh:

SORAYA SANITA
2171111033

Reg B 2017

PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA


JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
2019

KATA PENGANTAR
Puji syukur saya ucapkan kepada Allah Yang Maha Kuasa atas berkat dan karunia-
Nya sehingga tugas CJR ini dapat diselesaikan untuk keperluan akademik dan memenuhi
tugas mata kuliah Statistika. Atas dukungan moral dan materil yang diberikan dalam
penyusunan tugas CJR ini, maka saya mengucapkan terimakasih ucapkan kepada:

1. Ibu Arnita, M.Si yang telah membimbing saya sehingga dapat menyelesaikan tugas
CJR ini.
2. Orang tua yang telah memberi semangat dan dukungannya.
3. Teman teman yang sudah membantu menyelesaikan tugas CJR ini baik secara
langsung maupun tidak langsung.

Tugas CJR ini di susun agar pembaca dapat lebih memahami mengenai Uji T.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca. Saya menyadari makalah ini jauh dari
kata sempurna, Oleh karena itu saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun,
atas kritik dan sarannya saya ucapkan terimakasih.

Medan, November 2019

Soraya Sanita

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Critical Journal Review merupakan tugas mengkritik yang mengharuskan kita untuk
melihat dan mengevaluasi suatu jurnal. Dalam penulisan Critical Journal Review, kita
diharuskan untuk membaca dengan teliti mengenai jurnal yang akan kita review serta
membaca pula dengan teliti jurnal yang serupa agar kita dapat memberikan pemahaman yang
lebih signifikan serta dapat mengevaluasi jurnal yang di review dengan lebih komprehensif,
objektif dan factual.

1.2 Tujuan
Pembuatan Critical Jurnal Review didasarkan sebagai penyelesaian tugas pada mata
kuliah Bahasa Indonesia. Dari pembuatan Critical Jurnal Review ini dapat menambah
wawasan serta dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dalam penulisan teks akademik,
mengajak pembaca lebih memahami secara mendalam isi jurnal yang akan diriview serta
meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk menyampaikan pendapat secara luas.

1.3 Manfaat

Critical Journal Review ini dapat digunakan sebagai referensi dalam pencarian
literatur dan meningkatkan daya pikir mahasiswa dalam menelaah suatu jurnal.

BAB II
RINGKASAN ISI JURNAL

1.1 Identitas Jurnal

Jurnal 1

Nama jurnal : Pengaruh Pelatihan Dasar Komputer dan Teknologi Informasi bagi
Guru-Guru dengan Uji-T Berpasangan (Paired Sample T-Test)
Penulis : Chriestie E. J. C. Montolalu , Yohanes A.R. Langi

Volume :7

Tahun Terbit : 2018

Edisi :-

Halaman : 44-46

ISSN : 2302-4224

jurnal 2

Nama jurnal : Analisis Pengaruh Penggunaan Teknologi Informasi Terhadap Profesi


Guru (Studi Kasus: Kab. Kebumen)
Penulis : Sapto Wimartono1 , Bambang Soedijono W. A.2 , Armadyah
Amborowati3
Volume :3

Tahun Terbit : 2016

Edisi :-

Halaman : 74-88

ISSN : 2354-5771

1.2 Ringkasan Jurnal


Jurnal 1

Pengaruh Pelatihan Dasar Komputer dan Teknologi Informasi bagi Guru-Guru dengan Uji-T
Berpasangan (Paired Sample T-Test)

Abstrak

Perkembangan dunia komputer dan teknologi informasi dewasa ini telah


mempengaruhi pola kerja dan aktivitas setiap individu. Tidak terkecuali dalam dunia
pendidikan. Guru-guru di zaman komputerisasi seperti sekarang ini dituntut untuk bisa
melengkapi kemampuan diri dengan keterampilan komputer dan penggunaan teknologi
informasi dalam proses pembelajaran dan juga dalam tugas-tugas administrasi. Namun,
beberapa kendala termasuk di dalamnya usia yang tidak muda lagi, terkadang menjadi
masalah bagi guru-guru untuk memanfaatkan komputer dan teknologi informasi dalam tugas-
tugasnya. Di lain pihak, siswa SD zaman sekarang sudah tidak asing lagi dengan dunia
komputer dan internet. Namun demikian, penggunaannya seringkali tidak terkontrol dan tidak
tepat sasaran akibat kurangnya pemahaman dan kontrol dari lingkungannya, terlebih khusus
di sekolah. Untuk menjawab permasalahan ini, tim akan melaksanakan pelatihan dan
sosialisasi penggunaan komputer dan teknologi informasi bagi guru-guru dan siswa-siswa di
SD GMIM Kinilow dan SD Katolik Kinilow. Kedua sekolah ini dipilih sebagai mitra antara
lain karena perkembangan dunia komputer dan teknologi informasi di kedua sekolah ini
cukup signifikan. Hal ini antara lain disebabkan lokasi kedua sekolah ini yang memudahkan
berbagai akses dengan ibukota provinsi Sulawei Utara

UJI-T BERPASANGAN

Populasi dalam kegiatan ini adalah guru-guru kelas 1-6 SD GMIM Kinilow dan SD
Katolik Kinilow sebanyak 17 orang. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen
yang bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab akibat perlakuan tertentu terhadap suatu
variabel kemudian mengobservasi efeknya [4]. Desain eksperimen yang digunakan adalah
Pretest-Postest Control Group Design. Langkahlangkah pelaksanaan kegiatan dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut: pretest tentang Microsoft Word, Microsoft Excel,

 Microsoft PowerPoint, dan pengetahuan umum tentang teknologi informasi.


dilanjutkan dengan pelatihan tentang bagaimana

 mengoperasikan dan menggunakan perangkat lunak Microsoft Word untuk diterapkan


para guru dalam menyiapkan bahan ajar dan menyusun administrasi kepegawaian. pelatihan
tentang bagaimana mengoperasikan dan

 menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel untuk diterapkan para guru dalam
mengaplikasikan perhitungan dan pembuatan tabel dan grafik. pelatihan tentang bagaimana
mengoperasikan dan

 menggunakan perangkat lunak Microsoft PowerPoint untuk diterapkan para guru dalam
menyiapkan bahan presentasi untuk proses belajar mengajar maupun keperluan presentasi
lainnya. pengenalan dan pelatihan penggunaan internet
 untuk mencari sumber informasi dan pengetahuan tambahan untuk digunakan para guru
dalam mengembangkan bahan ajar dan melengkapi perkembangan pengetahuan. posttest
tentang materi yang telah diberikan.

 Data hasil pretest dan posttest akan diuji dengan uji-t (t-test) dengan bantuan software
Statistika.

Uji-t berpasangan (paired t-test) adalah salah satu metode pengujian hipotesis dimana
data yang digunakan tidak bebas (berpasangan).

Ciri-ciri yang paling sering ditemui pada kasus yang berpasangan adalah satu individu
(objek penelitian) mendapat 2 buah perlakuan yang berbeda. Walaupun menggunakan
individu yang sama, peneliti tetap memperoleh 2 macam data sampel, yaitu data dari
perlakuan pertama dan data dari perlakuan kedua.

Hipotesis dari kasus ini dapat ditulis: 𝐻0 = 𝜇1 − 𝜇2 = 0 𝐻1 = 𝜇1 − 𝜇2 ≠ 0 𝐻𝑎 berarti


bahwa selisih sebenarnya dari kedua rata-rata tidak sama dengan nol.

Rumus uji-t berpasangan 𝑡ℎ𝑖𝑡 = 𝐷̅ 𝑆𝐷 √𝑛 dimana: 𝑆𝐷 = √𝑣𝑎𝑟 𝑣𝑎𝑟(𝑠 2) = 1 𝑛 − 1 ∑(𝑥𝑖 −


𝑥̅) 2 𝑛 𝑖=1 t = nilai t hitung 𝐷̅= rata-rata selisih pengukuran 1 dan 2 𝑆𝐷 = standar deviasi
selisih pengukuran 1 dan 2 n = jumlah sampel.

Interpretasi a) untuk menginterpretasikan uji t-test terlebih dahulu harus ditentukan: -


Nilai signifikansi 𝛼 - Df (degree of freedom) = N – k , khusus untuk paired sample t-test df =
N – 1 b) bandingkan nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡 dengan 𝑡𝑡𝑎𝑏=𝛼;𝑛−1 c) apabila: 𝑡ℎ𝑖𝑡 > 𝑡𝑡𝑎𝑏 → berbeda secara
signifikan (𝐻0 ditolak) 𝑡ℎ𝑖𝑡 < 𝑡𝑡𝑎𝑏 → tidak berbe

Jurnal 2

Analisis Pengaruh Penggunaan Teknologi Informasi Terhadap Profesi Guru (Studi Kasus:
Kab. Kebumen)

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan teknologi informasi


terhadap profesi guru di Kabupaten Kebumen. Penelitian melibatkan 100 responden guru
SMP negeri maupun swasta sebagai sampel. Jumlah guru SMP/MTs menurut data dari
Badan Pusat Statistik Kabupaten Kebumen adalah sebanyak 4.464 orang. Hasil analisis
data dengan regresi linier menunjukkan faktor – faktor seorang guru menggunakan
teknologi informasi dipengaruhi oleh faktor sosial dengan koefisien sebesar 46,0%,
kesesuaian tugas sebesar 30%, kondisi yang memfasilitasi sebesar -10,1% (berkontribusi
negatif), Kompleksitas sebesar -48,0% (berkontribusi negatif), Konsekuensi jangka
panjang sebesar 14,0%, dan faktor Affect (perasaan individu) sebesar 20,4%. Keberadaan
teknologi informasi berkontribusi negatif, artinya kehadirannya belum mendapat respon
yang positif oleh guru. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan
kompetensi TIK bagi guru melalui pelatihan TIK. Merujuk pada tugas guru dalam
menjalankan kompetensi pedagogik dan profesional, maka pelatihan yang diusulkan
meliputi pembuatan presentasi materi ajar dan publikasi materi ajar secara online.

Kata Kunci — Teknologi Informasi, Regresi Linier, Kompleksitas, Pelatihan TIK

PENDAHULUAN
Berbicara tentang masalah pendidikan, berarti membahas perkembangan peradaban
manusia. Perkembangan pendidikan manusia akan berpengaruh terhadap dinamika sosial
-budaya masyarakatnya. Pendidikan akan terus mengalami perkembangan sesuai dengan
perkembangan kebudayaan.. Guru sebagai ujung tombak pendidikan, yang bersentuhan
langsung dengan peserta didik akan menentukan seberapa besar tingkat kemampuan peserta
didik dalam menerima ilmu yang diberikan oleh guru tersebut. Sebuah kenyataan bahwa
metode pembelajaran yang dilakukan oleh seorang guru terkadang terkesan monoton dan
membosankan. Buku pelajaran, papan tulis dan kapur masih mendominasi dalam setiap
aktifitas belajar mengajar.
Dalam UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 1.
dijelaskan bahwa : "Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa
dan negara.
[1] Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional no. 41 Tahun 2007 tentang Standar
Proses, pasal 1 menjelaskan bahwa Standar Proses untuk satuan pendidikan dasar dan
menengah mencakup perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran,
penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
[2] Untuk mendukung kinerja guru dalam melaksanakan peran dan tugasnya di
sekolah khususnya dalam proses pembelajaran dalam konteks sekarang ini memerlukan
pengembangan dan perubahan ke arah yang lebih inovatif, kinerja inovatif guru menjadi hal
yang penting bagi berhasilnya implementasi inovasi pendidikan dalam rangka meningkatkan
kualitas pendidikan atau pembelajaran. Informasi dan sistem teknologi komunikasi sangat
menunjang keberhasilan dalam melaksanakan pekerjaan (Teece, 1997; Korpelainen et al.,
2010).
[3] Manfaat komputer untuk tujuan pendidikan menurut Arsyad (dalam Rusman, dkk.,
2011:47) yaitu:
1. Komputer dapat mengakomodasi siswa yang lamban menerima pelajaran karena ia
dapat memberikan iklim yang lebih bersifat afektif dengan cara yang lebih individual, tidak
pernah lupa, tidak pernah bosan, sangat sabar dalam menjalankan instruksi seperti yang
diinginkan program yang digunakan.
2. Komputer dapat merangsang siswa untuk mengerjakan latihan, melakukankegiatan
laboratorium atau simulasi karena tersedianya animasi grafik, warna,dan musik yang dapat
menambah realisme.
3. Kendali berada di tangan siswa, sehingga tingkat kecepatan belajar siswa dapat
disesuaikan dengan tingkat penguasaannya. Dengan kata lain, komputer dapat berinteraksi
dengan siswa secara individual.
4. Kemampuan merekam aktivitas siswa selama menggunakan program pembelajaran,
memberikan kesempatan lebih baik untuk pembelajaran secara perorangan dan
perkembangan setiap siswa selalu dapat dipantau.
5. Dapat berhubungan dengan, dan mengendalikan peralatan lain seperti CD
interaktif, video, dan lain-lain dengan program pengendali dari komputer.

Dari penelitian yang telah dilakukan terhadap guru di Kab. Kebumen setelah
dianalisis dengan regresi linier berganda didapatkan sebuah kesimpulan bahwa dari keenam
faktor yaitu sosial, kesesuaian tugas, kondisi yang memfasilitasi, kompeksitas, konsekuensi
jangka panjang dan affect toward (perasaan individu) ternyata mempengaruhi guru dalam
menggunakan IT dalam tugas profesinya sebesar 64,8% Faktor sosial, kesesuaian tugas,
konsekuensi jangka panjang dan affect toward berpengaruh positif terhadap penggunaan IT
oleh guru. Faktor kondisi yang memfasilitasi dan kompleksitas berpengaruh negatif terhadap
faktor penggunaan IT oleh guru. Agar menjadi positif maka diperlukan optimalisasi
pemanfaatan IT yang telah tersedia dan menurunkan faktor kompleksitas. Kompleksitas akan
menurun apabila seorang guru telah mampu menjalankan aplikasi – aplikasi atau software
yang diperlukan dalam menjalankan profesinya. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa
pengaruh penggunaan IT terhadap profesi guru baik ketika mentransfer ilmu kepada peserta
didik maupun ketika guru melakukan upaya pengembangan dirinya menuju guru yang
profesional, belum berjalan maksimal. Hal ini karena masih kurangnya kompetensi guru
dibidang IT. Atas dasar hal tersebut, diakhir penelitian ini disusun sebuah rekomendasi
tentang kegiatan pelatihan TIK bagi guru, yang diharapkan dengan pelatihan tersebut mampu
meningkatkan kompetensi guru dibidang IT. Adapun pelatihan yang direkomendasikan
meliputi pelatihan pembuatan presentasi materi ajar, publikasi materi ajar secara online,
jalajah internet dan pencarian web

BAB III
PENILAIAN

3.1. Kelebihan
Kelebihan dalam setiap karya tulis pastinya tersebar diberbagai tulisannya, namun
pastilah ada beberapa kelebihan yang menonjol pada setiap karya ilmiah/tulis. Kelebihan
dalam jurnal pertama yang berjudul Pengaruh Pelatihan Dasar Komputer dan Teknologi
Informasi bagi Guru-Guru dengan Uji-T Berpasangan (Paired Sample T-Test) adalah sudah
lengkap untuk menjelaskan tetang uji t tersebut kemudian kelebihan jurnal tersebut adalah
penulis dapat mengembangkan beberapa poin kecil namun cukup penting untuk dikaji, dan
penulis melakukannya dengan cukup baik. Kemudian jurnal ini sangat terpercaya karena
penulis mencatumkan banyak referensi/daftar pustaka sehingga jurnal tersebut sangat
memikat. Dan sama seperti jurnal ke 2 cukup jelas mengenai materinya.

3.2. Kekurangan
Menurut saya keurangan pada jurnal ini saya melihat pembahasan pada sub-sub
materinya terlalu panjang dan berbelit-belit, sehingga perlu waktu yang lama dalam membaca
dan memahaminya, selanjutnya pada jurnal ini kata-kata pada penulisan di dalam kalimat ada
beberapa terjadi kesalahan , dan pada jurnal ini ada beberapa. Kemudian juga mengalami
beberapa kesalahan dalam pengeditan kata misalnya kekurangan huruf dalam kata atau
kalimat.

BAB IV

PENUTUP

4.1. SIMPULAN
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa ke 2 jurnal tersebut masih bisa di
gunakan sebagai bahan rujukan pembelajaran untuk kalangan mahasiswa. Meskipun terdapat
beberapa kekurangan, tetapi hal tersebut tidak mempengaruhi kualitas dari jurnal yang ada.
4.2 SARAN
Didalam kelebihan dari jurnal tersebut agar lebih dipertahankan dan diperkuat lagi,
dan mengenai kekurangan jurnal agar lebih diteliti lagi untuk mencapai hasil yang maksimal
supaya pembaca bisa lebih mengerti.