Anda di halaman 1dari 16

MATERI KULIA KE 6

REKAYASA KEGEMPAAN
TS 3232
Laode Azan Muzahab.ST.,MT
Gempa Statik Ekuivalen

Pengertian:
Beban gempa statik ekuivalen
adalah penyederhanaan dari
perhitungan beban gempa yang
sebenarnya, dengan asumsi tanah
dasar dianggap tetap (tidak
bergetar), sehingga beban gempa
diekuivalensikan menjadi beban
lateral statik yang bekerja pada
pusat massa struktur tiap lantai
bangunan, Fi
Gempa Statik Ekuivalen

• Perhitungan gempa statik ekuivalen dapat dilakukan secara manual dengan cara

menginput besarmya beban gempa ke pusat massa struktur tiap lantai, atau

dengan Auto Lateral Loads dengan bantuan soft ware

TAHAP PERHITUNGAN GEMPA STATIK EKUIVALEN ADALAH SEBAGAI BERIKUT.

a. Menghitung Berat Struktur

• Berat gedung (W) akibat berat sendiri Wtot = γb . Vb

Dimana Vb = volume beton, dan γb = 24 kN/m3

Secara otomatis dapat dihitung dengan ETABS dengan cara menyeleksi luasan masing-
masing lantai, kemudian Assign – Group .
Menghitung berat sendiri struktuSecara manual dengan menghitung volume beton
di kali berat jenis, Contoh ukuran denah sebagai berikut
Gempa Statik Ekuivalen
• Beban Mati Tambahan

Beban Mati Tambahan Plat Lantai 1 sampai 6 (Luas = 1365,12 m2)

 Beban mati yang bekerja pada plat lantai gedung meliputi :

1. Beban pasir setebal 1 cm = 0,01 x 16 = 0,16 kN/m2

2. Beban spesi setebal 3 cm = 0,03 x 22 = 0,66 kN/m2

3. Beban keramik setebal 1 cm = 0,01 x 22 = 0,22 kN/m2

4. Beban plafon dan penggantung = 0,2 kN/m2

5. Beban Instalasi ME = 0,25 kN/m2

6. Beban mati pada plat lantai 1-6 = 1,49 kN/m2 x Luas lantai

= 1,49 x 1365,12 = 2034,03 kN.

 Beban mati yang bekerja pada balok meliputi :

1. Beban dinding bata 3,7 m panjang total 331,2 m = 2,5 x 3,7 x 331,2 = 3063,6 kN.

2. Beban dinding partisi 1,5 m panjang total 158,4 m = 0,2 x 2 x 158,4 = 47,52 kN.

 Total beban mati pada plat lantai 1-6

 WD = 2034,03 + 3063,6 + 47,52 = 5145,15 kN


Gempa Statik Ekuivalen

• Beban Hidup

 Beban Hidup pada Lantai 1 sampai 6 (Luas = 1365,12 m2)

1. Beban hidup yang bekerja pada untuk Gedung perkantoran adalah 2,5 kN/m2.

2. Total beban hidup pada plat lantai 1-6 = 2,5 kN/m2 x Luas lantai

= 2,5 x 1365,12 = 3412,8 kN.

3. Reduksi beban hidup sebesar 25 % = 0,25 x 3412,8 = 853,2 kN

Beban Hidup pada Lantai 7 (Luas = 898,56 m2)

1. Beban hidup yang bekerja pada untuk atap Gedung adalah 1 kN/m2.

2. Total beban hidup pada plat lantai 7 = 1 kN/m2 x Luas lantai

= 1 x 898,56 = 898,56 kN.

3. Reduksi beban hidup sebesar 25 % = 0,25 x 898,56 = 224,64 kN


Gempa Statik Ekuivalen

Beban Hidup pada Lantai Atap (Luas = 34,56 m2)

1. Beban hidup yang bekerja pada untuk atap Gedung adalah 1 kN/m2.

2. Beban hidup pada plat lantai atap = 1 kN/m2 x Luas lantai

= 1 x 34,56 = 34,56 kN.

3. Beban reaksi akibat lift, R1 = 47 kN ; R2 = 59 Kn

4. Reduksi beban hidup sebesar 25 % = (0,25 x 34,56) + 2 x (47 + 59)

= 220,64 kN

5. Berat struktur yang digunakan dalam perhitungan gempa berdasarkan SNI Gempa 1726- 2012
Pasal 7.7.2 adalah beban mati sendiri struktur, beban mati tambahan, dan beban hidup
tereduksi 30% seperti ditunjukkan pada Tabel 3.10 berikut :
Perhitungan berat struktur dengan software

Setelah masing- masing lantai dibuat Group, berat sendiri


gedung pada setiap lantai dapat diketahui dengan cara
Display – Show Tables – Building Data – Groups – Groups
Masses and Weights, seperti ditunjukkan pada Gambar
berikut.
Perhitungan berat dengan software

Berat gedung tambahan


seperti plesteran, dinding,
keramik, dll harus
dihitung secara manual
ditambah dengan 30%
beban hidup.
Gempa Statik Ekuivalen
Menghitung koefisien respon seismik Cs
Menghitung koefisien respon seismik Cs
MENGHITUNG DISTRIBUSI BEBAN GEMPA STATIK EKIVALEN Fix
Distribusi beban gempa yang bekerja disetiap lantai ditunjukan
pada teabel berikut = gaya Statik ekivalen
INPUT BEBAN GEMPA PADA MODEL pada ARAH X DAN Y