Anda di halaman 1dari 78

PENEGAKAN HUKUM

LINGKUNGAN
DR. ANIS M, SH.MHum
Ilustrasi Siklus Manajemen Lingkungan

Studi
Pra Studi Kelayakan
Kelayakan Desain
Tapak

AMDAL
Tata
Rencana Ruang
Umum Desain
Rinci

 Audit  ISO 14000


Lingk.  Ekolabel
 Implemen-
tasi
Kons-
Tahap AMDAL
truksi
Audit
Operasi
Perangkat Manajemen Lingkungan
Project
level
PROTOKOL Market based Instrument
KYOTO Ecosystem
Level

Program DAS Kritis

KONVENSI
BAZEL
Teknologi Cleaner Audit Kebijakan
Prokasih Langit
Prod Lingkungan
Biru

UKL &
UPL Eko
Peraturan Pantai & AMDAL label
Perundang- Laut Adipura
Kepedulian
an Lestari ISO
Konsumen
14000
PROTOKOL
M ONTREAL Keanekaragaman
Hayati National/
Kabupaten
PROTOKOL level
CARTAGENA Good Enviromental Governance
Perangkat Manajemen Lingkungan

Uraian AMDAL Audit Ekolabel ISO 14001 Cleaner


Lingkungan Production

Dilakukan Tahap Studi Tahap Tahap Tahap Tahap


saat Kelayakan Operasi Operasi Operasi Operasi

Fungsi  Evaluasi Penilaian Implementa Implementa Implementa


kelayakan ketaatan si & sertifika si & sertifika si pencega-
lingkungan operasi terha si kesesuai si kesesuai han pence-
proyek dap praktek, an operasi an sistem maran ling-
 Pencega- prosedur, terhadap manajemen kungan
han dam- peraturan praktek, pro terhadap
pak lingk. tertentu sedur dan standar ISO
peraturan 14001
tertentu
Perangkat Manajemen Lingkungan

Uraian AMDAL Audit Ekolabel ISO 14001 Cleaner


Lingkungan Production
UKL-UPL

Sifat Wajib Sukarela Sukarela Sukarela Sukarela

Manfaat  Perolehan  Status  Status  Status  Efisiensi


ijin operasi pentaatan pentaatan pentaatan  Pentaatan
 Pedoman  Masukan  Perolehan  Perolehan peraturan
pengelolaa untuk sertifikat sertifikat  Kinerja
n & peman perbaikan  Masukan  Masukan lingkunga
tauan ling- kinerja ma untuk untuk n
kungan najemen perbaikan perbaikan
kinerja ma kinerja ma
najemen najemen
PENEGAKAN HUKUM LINGKUNGAN

• Hukum lingkungan adalah sebuah bidang atau


cabang hukum yang memiliki kekhasan;
• Drupsteen, yang disebut sebagai bidang
fungsional (funtioneel rechtsgebeid);
• Didalamnya terdapat unsur-unsur hukum
administrasi, hukum pidana dan hukum perdata.
Istilah dan Arti
Bhs Inggris : law enforcement
Bhs Belanda : rechhandhaving
Bhs Indonesia : mengarah pada force shg penegakan hk
selalu bersangkut paut dg sanksi pidana. Masy
menyebut penegak hukum dg polisi, jaksa dan hakim.
Padahal Pejabat Adm (birokrasi) juga penegak hukum,
yang bersifat “pencegahan” (preventif)dg melakukan
sosialisasi/penyuluhan per-uuan.
Menurut Para Pakar

Andi Hamzah, Penegkan hk lingkungan


1. Perundang-undangan
2. Penentuan standar
3. Pemberian ijin
4. Penerapan
5. Penegakan hukum
Mas Akhmad Santosa, untuk
mencapai penaatan, penegakan
hukum bukan satu2nya cara tp
dpt dilakukan dengan Instrumen
ekonomi, edukasi, bantuan
teknis dan tekanan publik (public
pressure)
Notie Handhaving Milleurecht, (1981)
penegakan hukum adalah :
pengawasan dan penerapan
penggunaan instrumen administratif,
kepidanaan atau keperdataan untuk
mencapai penaatan ketentuasn
hukum dan peraturan yang berlaku
umum dan individu.
ANIS M

• PENEGAKAN HUKUM LINGKUNGAN;


BERSINERGINYA SUBSTANSI, STRUKTUR DAN
KULTUR HUKUM, DENGAN DIDUKUNG
SARANA PRASANA SERTA PENDIDIKAN
HUKUM DAN PEMIMPIN YANG MEMILIKI
VISIONER TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP.
PENEGAKAN HK. LINGK
Penggunaan atau penerapan instrument-
instrument dan sangsi-sangsi;
Dalam lapang hukum administrasi, hukum
pidana dan hukum perdata
Dengan memaksa subjek hukum yang menjadi
sasaran mematuhi peraturan perundang-
undangan lingkunan hidup
Penggunaan instrumen dan sanksi hukum
administrasi dilakukan oleh instansi pemerintah
dan oleh warga atau badan hukum perdata.
PENEGAKAN HUKUM LINGKUNGAN

Keith Hawkins , dengan 2 Sistem

1. Compliance : ‘Conciliatory Style’ 


Social repair & maintanance,
assistance of people introuble  What
is necessary to ameliorate a bad
situation ?
2. Sanctioning : ‘Penal Style’  Prohibits
with punishment.
Compliance berarti, negosiasi, persuasi dan
supervisi agar peraturan hukum itu ditaati
sebelum dilakukan penegakkan hukum.
Orang Amerika dan Kanada membedakan
pengertian antara law enforcement dengan
complience. Enforcement berarti penegakan
hukum secara represif, sedangkan complience
berarti tindakan preventif
Notitie Handhaving Milieurecht

1. Preventif : Pengawasan atas pelaksanaan peraturan.


 pemberian penerangan & saran serta upaya
meyakinkan sesorang dg bijaksana agar beralih dr
suasana pelanggaran ke tahap pemenuhan ket
perat.
2. Represif : Penyidikan serta pelaksanaan sanksi
administratif, perdata & pidana.
JALUR ADMINISTRATIF

Pra Perijinan (Ps 18 UUPLH 23/97) (Ps 22 s/d 33 uu 32/2009)

Usaha &/ Keg  dampak (bsr & ptg)  AMDAL  I Z I N


Usaha &/ keg lain  UKL/UPL  I Z I N
 Kep. perijinan dicantumkan persyaratan & kewajiban utk
melakukan upaya Pedal.

Proses Perijinan (Ps 19 UUPLH) (Ps 36 s/d 41 UU 32/2009


 memperhatikan : (1) RUTR,
(2) Pendapat Masyrakat’
(3) Pertimb & rekomendasi pjbt yg berwenang
 terkait dg usahanya
 Wajib diumumkan.
PENEGAKAN HUKUM
LINGKUNGAN ADMINISTRASI
A. PENGAWASAN
B. SANKSI
C. GUGATAN
Pengawasan

(Ps 22-24 UUPLH) (Ps71s/d75) UU 32/2009


 Penaatan dilakukan oleh Menteri  Pejabat.
 Diserahkan ke Pemda, KepDa  Pejabat teknis.
 Lembaga  Badan/Dinas/Kantor (PP No 8 Th
2003).
 Audit Lingkungan (Ps 28)  kinerja  penaatan
PerUUan.
Sanksi Administrasi
(Ps 25 – 27 UUPLH) (Ps76s/d83)UU 32/2009
 Bestuurdwang  Gub.  Bupati/Walikota 
Perda. utk:
 Cegah & akhiri terjadinya pelanggaran;
 tanggulangi akibat yg ditimbulkan;
laksanakan tindk:penyelamatan,
penanggulangan &/pemulihan atas beban biaya
penanggungjawab kecuali ditentuk lain olh UU
 Pencabutan Izin
 Audit Lingkungan (Ps 28/29)  kinerja 
penaatan Perat.
Pasal 76 (2) sanksi administrasi
a. Teguran tertulis
b. Paksaan pemerintah
c. Pembekuan ijin lingkungan atau
d. Pencabutan ijin lingkungan
Sanksi adm tdk membebaskan penanggung jawab usaha
dr tanggungjawab pemulihan dan pidana.
Bila penanggungjawab usaha tdk melaksanakan paksaan
pemerintah, mk pembekuan atau pencabutan ijin
dilakukan.
Paksaan Pemerintah Ps 80
a. pemindahan sarana produksi
b. Penghentian sementara kegiatan produksi
c. Penutupan saluran pembuangan air limbah atau
emisi
d. Pembongkaran
e. Penyitaan alat atau barang yang
berpotenismenimbulkan pelanggaran
f. Penghentian sementara seluruh kegiatan
g. Tindakan lain yang bertujuan menghentikan
pelanggaran dan tindakan pemulihan lingkungan
hidup
ADA 4 ATURAN UTK MENYELESAIKANANYA :

1. HO Hinder Ordonantie (s.1926-226)


2. UU No.23 Tahun 1997
3. PP No.18/1999 jo PP no.85/1999 ttg
pengelolaan limbah B3
4. PP N0.20/99 Pengendalian pencemaran air.
5. UU32/2009 ttg Perlindungan dan
Pengelolaan LH
Keuntungan/manfaat penegakan hk adm menurut Mas
Akmad Santosa:
1. Dpt dioptimalkan sebagai perangkat pencegahan
2. Lebih efesien dr sudut pembiayaan
Dibanding pidana dan perdata, contoh pengawasan
lapangan yg dilakukan secara rutin dan pengujian
lab, lebih murah dibandingkan dg pengumpulan
bukti, investigasi lapangan, memperkerjakan saksi
ahli utk membuktikan aspek kualitas dlm kasus
pidana dan perdata.
MANFAAT PENEGAKAN HUKUNM LINGKUNGAN
ADMINITRASI (ANIS M)
Lebih Efektif dan Efisien;
Lebih cepat untuk mencegah
/ bertindak secara preventif,maupun mengatasi
pencemaran dan ataupun perusakan lingkungan
sejak dini serta tepat dan cepat dalam pemulihan
LH;
 lebih bersifat win-win solution;
 Lebih bisa memberikan keadilan dan kemnfaatan baik
bagi Ling Hidup (masyarakat, pengusaha, Sumber daya
Alam dan Pemerintah serta Mahkluk hidup lainnya)
Sanksi administrasi:
a. Paksaan administratif
b. Penutupan perusahaan, larangan memakai
peralatan tertentu
c. Uang paksaan (dwangsom)
d. Penarikan ijin

Instrumen penegakan Hk Adm:


1. Pengawasan
2. Penerapan sanksi
Mnrt Mas Akhmad Santosa perangkat penegakan huk
adm dlm sebuah sistem huk meliputi :
1. ijin, yg didayagunakan sebagai perangkat
pengawasan dan pengendalian
2. Persaratan dlm ijin yg merujuk pada AMDAL,
standar baku mutu lingkungan, uu
3. Mekanisme pengawasan
4. Keberadaan pejabat pengawas, kualitas dan
kuantitas
5. Sanksi adm. Ke 5 perangkat ini merupakan
prasarat awal dari efektifitas pen hk lingk di bidang
adm.
Teori yg terkait dg pertanggungjawaban perdata :
1. Market Share Liability
2. Risk contribution
3. Concert of action
4. Alternative liability
5. Enterprice liability
Mekanisme pen hk lingk adm.
1. Permohonan ijin
studi amdal dan RKL/RPL/UPL
2. Konsultasi publik minta masukan dr masy sebelum
ijin diterbitkan
3. Bila ijin sdh dikeluarkan harus diumumkan dan
bersifat terbuka untuk umum
4. Laporan status penaatan yang dibuat secara berkala
5. Pemberlakukan sanksi adm
6. Mekanisme kordinasi antara pejabat di bidang hukum
adm dan hk pidana bila ada pelangaran tlh
memenuhi aspek pidana
JALUR PERDATA
Fungsi HK Perdata (H. Bocken):
1. Dg melalui HK Perdata dpt dipaksakan ketaatan pd
norma2 Hk Lingk baik yg bersifat Hk Privat maupun Hk
Publik; Misalnya:wewenang hakim pdt utk
menjatuhkan ptsn yg berisi perintah atau larangan
(verbod of gebond) thd seseorg yg telah bertindak scr
bertentangan dg syarat2 yg ditentukan dlm suatu
vergunning (surat ijin) yg berkaitan dg masalah
lingkungan.
2. Hk Perdata dpt memberikan penentuan norma2
(normstelling) dlm masalah LH. Misal: melalui
putusan hakim dpt dirumuskan norma2 ttg tindakan
yg cermat yg seharusnya dr seseorang dlm hub dg
masy.
3. Hk Perdata memberikan kemungkinan utk
mengajukan gugatan GR atas pencemaran dan/atau
perusakan LH thdp pihak yg menyebabkan timbulnya
penc/perusk tsb, yg biasanya melalui gugatan perb
melawan hk.
Luar Pengadilan (Ps 31-32 UUPLH)
1. Negosiasi
2. Mediasi
3. Konsiliasi
PENEGAKAN HK 4. Arbitrase
LING (Pdt)

Melalui Pengadilan (Ps 34 UUPLH)


Gugatan Perdata  Sengketa LH (HAP)
Dasar Hk:
• Ps 34 UUPLH;
• Ps 5 UUPLH;
• Ps 1365 KUH Pdt  Ps 35 UUPLH
PENY SENGKETA LH DI LUAR PENGADILAN
 Bergantung para pihak  Model apa yg dipilih.
 Dsr Hukum :
 Psl 5, 6, 30, 31, 32 & 33 UUPLH.
 UU No 30 tahun 1999 ttg PSDP (APS)
 PP No 54 Th 2000 Ttg LPJ
 Kelebihan :
 lebih murah;
 mengurangi ∑ tumpukan perkara di pengadilan;
 kenyataan atas kritik thdp pengadilan.
 Bentuknya :
 UUADR : Konsultasi, Negosiasi, Mediasi,
Konsiliasi, Penilaian Ahli & Arbitrase (Ps 1
angka 10).
 Teori : Negosiasi, Mediasi, Konsiliasi & Arbitrase.
Negosiasi :
 Berunding/Musyawarah  Upaya peny sengk pr pihak tanpa
melalui proses pengadilan dg 7-an capai kespktan bersama atas
dasar kerjasama yg harmonis dan kreatif.
 Prinsip2 bernegosiasi;
 Tahap-tahapnya;
 faktor2 yg berpengaruh.

Mediasi :
 “Mediation”  Penyelesaian sengketa dg menengahi.
 Intervensi thdp peny suatu sengketa o pihak ke-3 (Mediator)
yg dpt diterima, tdk berpihak & netral yg tdk memp
kewenangan utk mengambil keputusan.
 Penj Ps 32, Pihak ke-3 (mediator) hrs (syarat):
 disetujui para pihak;
 tdk memp hub keluarga &/ hub kerja;
 memiliki ketramp melak perundingan/penengahan;
 tdk memp kep thdp proses perundingan.
 Prinsip2 dlm Mediasi :
Peny sengketa scr sukarela;
 Intervensi atau bantuan;
 Pihak ke-3 yg tdk berpihak;
 Pengambilan kep o para pihak secara consensus;
 Adanya partisipasi aktif.
 Faktor2 yg berpengaruh :
 Keuntungan & Tahap2nya.

Konsiliasi :
 Mempertemukan keinginan para pihak yg berselisih utk
mencapai persetujuan & menyelesaikan sengketanya.
 melibatkan pihak ke-3; fungsinya :
 fasilitator; komunikasi para pihak solusi.
 mengatur waktu/tempat pertemuan;
 mengarahkan pembicaraan;
 membawa pesan para pihak.
Arbitrase :
 Cara peny satu sengketa/perkara perdata di luar
pengadilan umum yg didasarkan pada Perj.
Arbitrase yg dibuat secara tertulis oleh para pihak.
 Kelebihan :
 adanya kebebasan, kepercayaan & keamanan;
 wasit/arbiter memiliki keahlian (expertise);
 lebih cepat & hemat beaya;
 bersifat rahasia;
 bersifat non-Preseden;
 pelaks (eksekusi) putusan lebih mudah.
ALUR & TATACARA APS
Sengketa …. 14 Hari
(langsung / Negosiasi)

Gagal

Atas Kesepakatan tertulis …. 14 Hari


Penasehat ahli atau Seorang Mediator

Gagal

Para pihak dpt menghubungi :


 Lembaga Arbutrase;
 LPJ  Mediator.
 Max 7 hari hrs mulai.
30 hari setelah bertugas hrs tercapai kesepakatan tertulis &
ditandatangani.
30 hari setelah ditandatangani  didaftarkan ke Panitera PN.
30 hari sejak pendaftaran hrs sudah dilaksanakan (eksekusi).
GUGATAN PERDATA
LINGKUNGAN
1. Gugatan Langsung: Perorangan/masyarakat atau kuasa hukumnya.
2. G. Organisasi LH (Enviromental Legal Standing) ..Ps 38 UUPLH
 Tujuan: Untuk kep pelestarian LH;
 Syarat:
1. Ber-BH atau Yayasan;
2. AD-nya menyebutkan dg tegas 7-an OLH tsb adalah utk kepentingan
pelestarian fungsi LH;
3. Pelaksanaan kegiatan sesuai dg AD-nya.
 Bentuk Gugatannya:
1. Utk Melakukan tindakan ttt yg ber7an utk pelest LH;
2. Menyatakan sesorg telah melak perb hk berupa penc./perusk LH;
3. Biaya dan pengeluaran Riil.
 Contoh Gugatan:
1. Gugatan WAHLI vs PT Inti Indorayon Utama (1986);
2. Kasus Pra Peradilan Walhi dkk vs Kejaksaan Negeri Mojokerto;
3. WALHI dkk vs Presiden RI ttg Dana Reboisasi (1994)

3. Gugatan Perwakilan (Class Action)


 Gugatan perdata (terkait GR) yg diajukan oleh sejumlah org
(dlm juml yg tdk banyak) sebg perwakilan kelas (class
representatives) mewakili kep mereka, sekaligus mewakili kep
ratusan atau ribuan org lainnya yg juga sbg korban. Ratusan
atau ribuan org ini  class members.
 Persyaratan CA:
1. Numerosity (∑ org yg mengajukan hrs sedemikian banyak);
2. Commonality (Kesamaan);
3. Typicality (tuntutan / pembelaan = sejenis);
4. Adequacy of Representation (kelayakan perwakilan)
Ps 37 UUPLH:
 Hak mengajukan gugatan scr perwakilan (CA);
 Hak masy mengajukan laporan mengenai
permasalahan LH yg merugikan mereka;
 Representative standing bagi instansi pemerintah
yg bertanggung jawab di bid LH utk bertindak
mengatasnamakan masy  PP.

Prospek CA:
 Dampak permasalahan LH selalu dirasakan oleh
masy yg ∑ relatif banyak, shg tdk efektif kalau
diajukan gugatan ke pengadilan satu persatu.
JALUR PIDANA
MATA RANTAI PERLINDUNGAN LH
1. Penentuan kebijakan, design & perencanaan,
pernyataan dampak LH;
2. Pedoman ttg standar minimum prosedur perijinan;
3. Kep Administratif thd pelanggaran & agar
peraturan ditaati;
4. Gugatan Perdata utk mencegah pelanggaran (GR);
5. Gugatan masy. Kpd Pem utk mengambil tindakan; &
6. Tuntutan Pidana  TPLH  ultimum remidium.
KETENTUAN PIDANA DLM UUPLH

 Perkembangan:
1. Jumlah TPLH-nya;
2. Kualifikasi TPLH-nya;
3. Pertanggungjawaban pelakunya;
4. Sistem dan berat sanksinya.

 Kelemahan:
 sebagian besar TPLH kategori Delik Materiil
Unsur-unsur TPLH
1. Ps 41 ay (1): (a) melawan hk; (b) sengaja; (c) melak perb; (d) mengakibatkan penc &/ perus LH
 10 th (500 jt).
2. Ps 41 ay (2): Sda ditambah mengakibatkan org mati atau luka berat  15 th + 750 jt
3. Ps 42 ay (1): Sama dg No 1, dilakukan dg alpa  3 th + 100 jt.
4. Ps 42 ay (2): Sama dg no 2. dilakukan dg alpa  5 th + 150 jt.
5. Ps 43 (1): (a) mealnggar Hk (per-UUan yg berlaku); (b) sengaja; (c) melepaskan atau
membuang zat, energi, &/ komponen lain yg berbahaya atau beracun masuk di atas atau ke
dalam tanah, ke dalam udara atau ke dalam air permukaan; (d) mela- kukan impor/ekspor,
memperdagangkan, mengangkut, menyimpan bhn tsb; (e) me-njalankan instalasi yg
berbahaya; (f) padahal mengetahui atau sangat beralasan utk menduga bhw perb tsb dpt
menimbulkan penc &/ perusk LH, atau membahayakan kesehatan umum atau org lain  6
th + 300 jt.
6. Ps 43 ay (2): (a) sengaja; (b) memberikan informasi palsu, atau menghilangkan atau
menyembunyikan atau merusak informasi yg diperlukan dlm kaitannya dg perb sbgmn
dimaksud pd no 5 diatas; (c) padahal mengetahui atau sangat beralasan utk menduga bhw
perb tsb dpt menimbulkan penc &/ perusk LH, atau membahayakan kesehatan umum atau
org lain  6 th + 300 jt.
7. Ps 43 ay (3): Sda bila mengakibatkan org mati / luka berat  9 th + 450 jt.
8. Ps 44 ay (1): Sd no 6, dilakukan krn alpa  3 th + 100 Jt.
9. Ps 44 ay (2): Sd no 7, dilakukan krn alpa  5 th + 150 Jt.
Sanksi Tambahan
Ps 47 UUPLH  Tindakan Tata Tertib

• Perampasan keuntungan yg diperoleh; dan/atau


• Penutupan seluruh / sebagian perush.; dan/atau
• Perbaikan akibat tindk pidana; dan/atau
• Mewajibkan mengerjakan apa yg dilalaikan tanpa hak;
• Meniadakan apa yg dilalaikan tanpa hak;
• Menempatkan dibawah pengampuan maks 3 th.
Pembuktian TPLH

1. Sistem  Negatif Wettelijk  Ps 183 KUHAP.


 Corak khas mslh LH “Komp-Integral”
TP-nya
PEMBUKTIAN

Schuld-nya

Menterjemahkan :
 Science Evidence (Fakta Ilimiah)
 Legal Evidence (Fakta Hukum)
Alat Bukti dlm TPLH
a. Keterangan saksi;
 Ket dr seseorang saksi mengenai suatu prstiwa pidana yg ia dengar; ia
lihat & ia alami dg menyebut alasan dr pengetahuannya.

b. Keterangan Ahli;
 Ket yg diberikan o seorang yg memiliki keahlian khusus ttg hal yg diperlu-
kan utk membuat terang suatu perkara pidana guna kep pemeriksaan.

c. Surat;
 Surat yg dibuat atas kekuatan sumpah jabatan atau dikuatkan dg
sumpah jabatan; Surat Lain ; apabila surat tsb mempunyai hubungan dg isi
dari alat bukti lain, meliputi :
1. Hasil Analisis Laboratoris  para pakar bid ttt.
2. BA. Hasil Pemeriksaan Laboratoris  Lab.Krim. Polri.
Permasalahan  Hsl Analisis Laboratoris :
1. Bentuk: tertulis Hsl Analisis Laboratoris;
2. Tdk dikaitkan dg sumpah jabatan;
3. Tdk disebutkan dasar pemeriksaannya;
4. Tdk memuat uraian ttg obyek (sampel) & metode analisis;
5. Harus ada kesimpulan & pendapat;
6. Keanekaragaman hasil analisis ’Asas Indubio Proreo’

d. Petunjuk:
 persesuaian antara satu alat bukti dg bukti yg lain dg tindak pidana yg
didakwakan.

e. Keterangan Terdakwa:
 apa-apa yang diakui dan yang ditolak oleh terdakwa terkait
dengan dugaan TPLH yang didakwakan.
FAKTOR2 YG BERPENGARUH DLM
PENEGAKAN H. LINGKUNGAN
1. Sarana Hukum (Perangkat Hukum);
2. Aparat penegak hukum;
3. Fasilitas dan sarana;
4. Kesadaran hukum masy thd
lingkungan;
5. Kondisi Sosial, Politik, Ekonomi
& Kultural.
Faktor-Faktor yang mempengaruhi proses
penegakan Hukum Lingkungan
1. Dominasi kekuasaan
2. Intervensi kekuasaan
3. Konflik kepentingan antara pemerintah, pengusaha dan
masyarakat
4. Intervensi politik
5. Ketergantungan hukum pidana pada hukum administrasi
6. Kedudukan Hukum pidana dalam proses pengakan hukum
lingkungan
7. Merosotnya kinerja Peradilan
8. Mafia Peradilan
PENCIPTAAN FAKTOR KONDUSIF
1. Deregulasi Hukum Lingkungan;
2. Pembinaan kesamaan persepsi antar
penegak hukum;
3. Melengkapi sarana & fasilitas
pendukung;
4. Pembinaan kesadaran hukum
masyarakat, dll.
SUBSTANSI hukuM
1. Peraturan peruuan didalam dan diluar UU
No. 32 Tahun 2009 terdapat kekurang
sempurnaan dalam perumusannya.
2. Perda dibidang lingkungan secara vertikal
bertentangan dengan uu diatasnya dan
secara horizontal bertentangan dg uu yang
lain
3. Banyaknya peraturan perundangan yg
belum tercipta sejak dikeluarkannya uu no.
4 Tahun 1982 dan diubah uu no.23/97, uu
no.32/2009
- secara kualitas masih terdapat
ketidak sempurnaan dalam hal
perumusan tindak pidana,
pertanggungjawaban pidana dan
sanksi pidana baik yang terdapat
didalam/maupun diluar UU No.23
Tahun 1997 dan 32 / 2009
Struktur Hukum
Kondisi ideal SDM di Kab/Kota,
Propinsi dan Pusat.
Kab/Kota minimal :
1. 10 Pejabat Pengawas Lingkungan
Hidup
2. 5 Penyelidik Pegawai Negeri Sipil
Bapedal Propinsi :
1. 25 PPLH
2. 10 PPNS LH
Bapedal Rgional :
1. 50 PPLH
2. 25 PPNS LH
Bapedal Pusat :
1. 100 PPLH
2. 50 PPNS LH
Kondisi Nyata
1 PPNS di Bapedalda
Jawa Tengah memiliki 6 PPNS, 3 PPNS Di
Bapedal Propinsi, 1 PPNS di Bapedalda
Karanganyar, 1 Bapedalda Cilacap, 1
Bapedalda Pati.
Aparat penegak hukum
yang sudah mendapat pelatihan/kursus:
Hakim 765, Jaksa 96,Polisi 101, Bapedalda
108 , LSM 83 dan Steak Holder 23 orang
Penegakan HUKUM LINGKUNGAN:
128 Perusahaan MENCemari Lingkungan Tahun
2006-2007, ada sejumlah 516 perusahaan
peserta Program Penilaian Peringkat Kinerja
Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan
Hidup, 128 Perusahaan berpredikat hitam,
merah, merah minus, 13 Perusahaan
berperingkat hitam 2 kali akan digugat secara
hukum.
DATA 516 PERUSAHAN:
1. 43 Perusahaan berperingkat hitam (8,33%)
2. 39 merah minus (7,56 %)
3. 46 Merah (8,91%)
4. 161 Biru Minus (31,20 %)
5. 180 Biru (34,88 %)
6. 46 Hijau (8,91 %)
7. 1 Emas (0,19 %)
8. Proper 2005 diikuti 466 Per, 222 merah dan
hitam
Indikator Peringkat Hitam
Aspek Indikator Dasar Peraturan
(PP/Kepmen/Kepdal) Pencemaran Air 1.
Perusahaan tidak mempunyai IPAL
(apabila diperlukan), 2. Perusahaan tidak
melakukan pengelolaan air limbah,3. Air
limbah > 500% dari BMAL (izin). Kepmen No. 51
tahun 1995 pasal 6 Pencemaran Udara1.
Perusahaan tidak mempunyai alat
pengendalian pencemaran udara (apabila
diperlukan),2. Perusahaan tidak melakukan
pengendalian udara,3. Emisi Udara > 500% dari
BME (izin).
• Kepmen No. 13 tahun 1995 pasal 7
Pengelolaan Limbah B3 1. Perusahaan
tidak mengelola limbah B3 dan
mempunyai dampak terhadap
lingkungan dan kesehatan masyarakat, PP
No. 18/1999 jo PP No. 85/1999
AMDAL/UKL/UPL. Perusahaan tidak
mempunyai dokumen AMDAL atau RKL/RPL
yang disetujui instansi yang berwenang.
PP No. 27/1999 Pasal 7
• Indikator Peringkat Merah
• PERINGKAT MERAH
• Aspek Indikator Dasar Peraturan
(PP/Kepmen/Kepdal) Pencemaran Air 1.
Perusahaan tidak mempunyai izin
pembuangan air limbah (apabila telah
diwajibkan),2. Perusahaan tidak
melakukan pengambilan contoh dan
analisis air limbah kurang dari sekali
per bulan,3. Perusahaan belum
melakukan pelaporan hasil pemantauan
air limbah.4. Perusahaan belum
mempunyai alat ukur debit atau alat
ukur debit tidak berfungsi dengan
baik,
• 5. Tidak dilakukan pengukuran debit
harian.6. Konsentrasi air limbah belum
memenuhi BMAL atau persyaratan yang
ditetapkan di dalam izin.7. Kualitas
air limbah berdasarkan beban air
limbah belum memenuhi BMAL yang
ditetapkan di dalam izin.PP No.
82/2001 Pasal 38 dan Pasal 40Kepmen
No. 51/1995 pasal 6 butir (e)Kepmen
No. 51/1995 pasal 6 butir (h)PP. No.
82/2001 Pasal 38 ayat 1Pencemaran Air
Laut1. Perusahaan belum mempunyai izin
untuk pembuangan limbah ke laut
(dumping).
PP No. 19/1999 Pencemaran Udara
1. Stack yang mengeluarkan emisi belum dilengkapi
dengan tempat-tempat pengambilan sample emisi
udara dan peralatan pendukung lainnya.
2. Stack yang ada belum dilengkapi dengan alat
pemantauan udara sebagaimana yang dipersyaratkan
(tergantung jenis industri),
3. Belum dilakukan pengukuran emisi udara untuk
semua stack sebagaimana yang dipersyaratkan dalam
peraturan (harian atau setiap 6 bulan).
4. Perusahaan tidak melaporkan hasil pemantauan
emisi udara kepada instansi terkait sebagaimana
mestinya.
5. Emisi udara yang dihasilkan belum memenuhi Baku
Mutu Emisi Udara sebagaimana yang
dipersyaratkan.Kepmen No. 13/1995 pasal 7
• Pengelolaan Limbah B31. Perusahaan tidak
mempunyai semua izin pengelolaan limbah B3 yang
dilakukan untuk semua aspek sebagaimana yang
dipersyaratkan.2. Perusahaan belum melakukan
pelaporan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan
yang dipersyaratkan.3. Penyimpanan limbah B3
belum dilakukan sebagaimana yang dipersyaratkan
dalam izin.4. Pengelolaan limbah B3 di lokasi
(on site incinerator) belum dilakukan sesuai
dengan yang dipersyaratkan.5. Pengelolaan
limbah B3 di lokasi (on site landfill) belum
dikelola dengan baik dan sesuai dengan
sebagaimana yang dipersyaratkan dalam izin.
• PP No. 18/1999 jo PP No. 85/1999Kepdal
No. 68 tahun 1994Kepdal No. 01 tahun
1995Kepdal No. 02 tahun 1995Kepdal No.
03 tahun 1995Kepdal No. 04 tahun
1995Kepdal No. 05 tahun
1995AMDAL/UKL/UPL1. Perusahaan belum
melakukan persyaratan-persyaratan di
dalam AMDAL dan RKU/RPL.2. Perusahaan
tidak melakukan pelaporan UKL atau UPL
kepada instansi terkait sebagaimana
yang dipercayakan.PP No. 27 tahun
1999Kepmen No. 86/2002
• Indikator Peringkat Biru
• PERINGKAT BIRU
• Aspek Indikator Dasar Peraturan
(PP/Kepmen/Kepdal) Pencemaran Air 1.
Perusahaan mempunyai izin pembuangan air
limbah (apabila telah diwajibkan),2.
Perusahaan melakukan pengambilan contoh dan
analisis air limbah paling tidak sekali per
bulan,3. Perusahaan melakukan pelaporan
hasil pemantauan air limbah sebagaimana yang
dipersyaratkan (per 3 bulan) kepada instansi
terkait.4. Perusahaan mempunyai alat ukur
debit dan berfungsi dengan baik,5.
Perusahaan telah melakukan pengukuran debit
harian air limbah.6. Konsentrasi air limbah
memenuhi BMAL atau persyaratan yang
ditetapkan dalam ijin.
• 7. Kualitas air limbah berdasarkan
beban memenuhi BMAL atau persyaratan
yang ditetapkan di dalam izin.PP No.
82/2001 Pasal 38 dan Pasal 40Kepmen No.
51/1995 pasal 6 butir (e)Kepmen No.
51/1995 pasal 6 butir (h)PP. No.
82/2001 Pasal 38 ayat 1Pencemaran Air
Laut1. Perusahaan mempunyai izin untuk
pembuangan limbah ke laut (dumping).PP
No. 19/1999Pencemaran Udara1. Stack
yang mengeluarkan emisi telah
dilengkapi dengan tempat pengambilan
sample emisi udara dan peralatan
pendukung lainnya.
• lainnya.2. Stack yang ada dilengkapi
dengan alat pemantauan udara
sebagaimana yang dipersyaratkan
(tergantung jenis industri),3.
Perusahaan melakukan pengukuran emisi
udara untuk semua stack sebagaimana
yang dipersyaratkan dalam peraturan
(harian atau setiap 6 bulan).4.
Perusahaan melaporkan hasil pemantauan
emisi udara kepada instansi terkait
sesuai dengan peraturan perundangan.5.
Emisi udara yang dihasilkan memenuhi
Baku Mutu Emisi Udara sebagaimana yang
dipersyaratkan.Kepmen No. 13/1995
pasal 7
Pengelolaan Limbah B31. Perusahaan mempunyai semua
izin pengelolaan limbah B3 yang dilakukan untuk
semua aspek pengelolaan sebagaimana yang
dipersyaratkan.2. Perusahaan belum melakukan
pelaporan pengelolaan limbah B3 dilakukan sesuai
dengan yang dipersyaratkan.3. Penyimpanan limbah
B3 dilakukan sebagaimana yang dipersyaratkan
dalam izin.4. Pengelolaan limbah B3 di lokasi
(on site incinerator) dilakukan sesuai dengan
sebagaimana yang dipersyaratkan di dalam ijin.
5.Pengelolaan limbah B3 di lokasi (on site
landfill) dikelola dengan baik dan
sesuai dengan sebagaimana yang
dipersyaratkan dalam izin.PP No. 18/1999
jo PP No. 85/1999Kepdal No. 68 tahun
1994Kepdal No. 01 tahun 1995 Kepdal No.
02 tahun 1995 Kepdal No. 03 tahun 1995
Kepdal No. 04 tahun 1995 Kepdal No. 05
tahun 1995 AMDAL/UKL/UPL 1.Perusahaan
melakukan persyaratan-persyaratan di
dalam AMDAL dan RKU/RPL. 2. Perusahaan
melakukan pelaporan UKL atau UPL kepada
instansi terkait sebagaimana yang
dipercayakan.PP No. 27 tahun 1999Kepmen
No. 86/2002
• Indikator Peringkat Hijau
• PERINGKAT HIJAU
• Aspek Indikator Pencemaran Air1.
Perusahaan telah melakukan kegiatan
swa-pantau air limbah dan melaporkan
hasil swa-pantau air limbah kepada
instansi terkait (paling tidak 20 data
swa-pantau per bulan).2. IPAL yang ada
terawat dan berfungsi dengan baik.3.
Konsentrasi air limbah yang dihasilkan
< 50% BMAL (izin).4. Beban pencemaran
yang dihasilkan < 50% BMAL (izin).
Pencemaran Udara1. Emisi udara < 50
BME. 2. Peralatan pengendalian
pencemaran udara terawat dengan baik.
• Pengelolaan Limbah B31. Perusahaan
telah melakukan minimisasi limbah B3
lebih dari 50% dari total limbah B3
yang dihasilkan Penggunaan Sumber
Daya 1. Perusahaan telah mempunyai
sistem pengelolan sumber daya yang
baik. 2. Perusahaan telah melakukan
housekeeping dengan baik. 3.
Perusahaan telah melakukan penggunaan
dan konservasi energi dengan efisien
4. Perusahaan telah melakukan
penggunaan konservasi air dengan baik
5. Penggunaan bahan baku yang
efisien.
• Sistem Manajemen Lingkungan
• 1. Perusahaan mempunyai komitmen dan kebijakan
lingkungan yang kuat. 2. Perusahaan mempunyai
organisasi pengelolaan lingkungan yang layak
untuk mencapai target dan objektif pengelolaan
lingkungan yang ada
• 3. Perusahaan mempunyai ST (sistem tanggap
darurat) yang baik. Partisipasi dan Hubungan
Masyarakat 1. Perusahaan mempunyai organisasi
yang bertanggung jawab dalam kegiatan
pengembangan dan partisipasi masyarakat.2.
Perusahaan berperan aktif dalam kegiatan
kemasyarakatan di sekitar lokasi kegiatan
perusahaan.3. Perusahaan mempunyai hubungan
yang baik dengan masyarakat di sekitar lokasi
kegiatan perusahaan.4. Perusahaan
mengikutsertakan masyarakat dalam pengambilan
keputusan yang berdampak pada masyarakat
sekitar baik langsung maupun tidak langsung.
• Indikator Peringkat Emas
• PERINGKAT EMAS
• Konsentrasi air limbah yang dihasilkan <5%
dari BMAL Aspek Indikator Pencemaran air1.
izin), 2. Beban pencemaran air limbah < 5%
dari BMAL (izin). Pencemaran udara 3. Emisi
udara < 5% Baku Mutu Emisi Udara. Pengelolaan
limbah B3 4. Perusahaan telah melakukan
upaya minimisasi limbah B3 lebih dari 95% dari
total limbah B3 yang dihasilkan, Partisipasi
dan Hubungan Masyarakat 5. Perusahaan
telah melakukan kegiatan pengembangan
masyarakat, Sumber : Kementerian Lingkungan
Hidup
• Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa
indikator peringkat hitam dan merah dapat
dikatagorikan sebagai tindak pidana lingkungan
hidup.

Pemanasan global
Bila ditinjaua dr kejadiannya, pemanasan
global merupakan kejadian yg
diakibatkan oleh :
1.Meningkatnya temperatur rata-rata pada
lapisan atmosfer
2.Meningkatnya temperatur pada air laut
3.Meningkatnya temperatur pada daratan

Gejala pemasan global dapat diamati dan


dirasakan dengan alasan :
1.Pergantian musim yg tidak bisa
diprediksi
2.Hujan badai sering terjadi dimana-mana
3.Sering terjadi angin putting
beliung
4.Banjir dan kekeringan terjadi
pada waktu yang bersamaan
5.Penyakit mewabah dibanyak
tempat
6.Terumbu karang memutih
Banyak ahli berpendapat bahwa
penyebab utama pemanasan bumi
adalah aktivitas manusia
walau ada penyebab lain yang
bersifat alami. Penyebab
pemanasan bumi yg diakibatkan
2.Pembakaran minyak bumi, mis untuk kendaraan
bermotor
3.Pembakaran gas alam, mis keperluan
memasak
Akibat dr proses pembakaran itu, karbon
dioksida dan gas-gas lainnya terlepas
ke atmosfer. Gas-gas tersebut disebut
dengan gas rumah kaca. Jika gas rumah
kaca yg memenuhi atmosfer semakin
banyak maka akan semakin kuat juga
menjadi insulator (alat penyekat bahan
isolasi) yang menyekat panas dari
sinar matahari yg dipancarkan ke
permukaan bumi. Diperkirakan proses
menghangat dan mendinginnya bumi ini
telah saling berganti-ganti dan kurang
lebih terjadi selama 4 milyar tahun.
Akibat Temperatur Bumi
Temperatur bumi dari tahun ke tahun
mengalami peningkatan rat-rata enam
derajad celsius. Bahkan bisa lebih
tinggi hingga 1,4 - 5,8 derajad
celsius. Saat ini temperatur
permukaan bumi rat-rata 15 derajad
celsius. Naiknya temperatur bumi
mengakibatkan mencairnya es di
kutub utara dan meningkatnya
kenaikan temperatur air laut.
Dampak lebih lanjut sbb:
1. Meningkatnya volume air laut sehingga
permukaan air laut akan naik hingga
9-100 cm
2. Menimbulkan banjir di daerah pantai
3. Dapat menenggelamkan pulau-pulau dan
kota-kota besar yg berada di tepi
laut
4. Curah hujan di daerah yang beriklim
tropis akan lebih tinggi dari normal
5. Tanah akan lebih cepat kering, walau
sering digyur hujan
6. Sering terjadi angin besar dimana-
mana
7. Berpindahnya hewan dan tanaman
kedaerah yang lebih dingin
8. Musnahnya hewan dan tumbuhan yang
tidak mampu berpindah atau
beradaptasi.
Dampak pemanasan global
Pemansan global adalah isu lingkungan hidup
yg mengakibatkan perubahan iklim global yang
menakutkan, mulai marak setelah PBB membentuk
IPCC (Intergovernmental Panel on Cilmate
Change) pada th 1988. IPCC adalah sebuah
panel ilmiah yang terdiri dari para ahli
klimatologi untuk mengkaji perubahan iklim.
Meskipun perubahan iklim akan berdampak
jangka panjang antara 50 – 100 tahun, tapi
untuk negara berkembang sangatlah besar. Dg
dasar itu mk diperlukan tindakan bersama dan
langkah-langkah yg lebih konkrit dan
signifikan.
Pemanasan global terjadi ikba adanya
peningkatan gas rumah kaca, yaitu gas
yg memiliki sifat penyerap panas
seperti karbon dioksida (CO2), metana
(CH4), nitrooksida (N2O), uap air,
chloro-flouro-carbon(CFC), hidro-
flouro-carbon (HFCs), dan sulfur
heksaflourida (SF). Pengaruh gas ini
mempunyai dampak dan pengaruh terhadap
banyak hal yang berkait dengan
kehidupan manusia.