Anda di halaman 1dari 7

Penelitian bioteknologi

Disusun oleh : 1. Haifa azhar

2. Maharani

3. Nur fitriani

4. Risa fannia agustin

Kelas : IX E

KATA PENGANTAR
Bismillahhirohmanirrohim

Dengan menyebut nama Allah SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang, kami
panjatkan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah,
dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah biologi
mengenai bioteknologi ini .

Adapun makalah biologi tentang bioteknologi ini telah kami usahakan semaksimal
mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar
pembuatan makalah ini. Untuk itu kami tidak lupa menyampaikan banyak terima kasih
kepada pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini. Namun tidak
lepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi
penyusun bahasanya maupun segi lainnya. Oleh karena itu dengan lapang dada dan
tangan terbuka kami membuka selebar – lebarnya bagi pembaca yang ingin memberi
saran dan kritik kepada kami sehingga kami dapat memperbaiki makalah biologi ini.

Akhirnya kami mengharapkan semoga dari makalah biologi ini kita dapat mengambil
hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan inspirasi terhadap pembaca.

Kuningan, Desember 2015

Penyusun

Daftar isi
Bab 1 . pendahuluan
a. Latar belakang
b. Tujuan dan manfaat

Bab 2 . Tinjauan pustaka


a. Landasan teori

Bab 3 . Metode penelitian


a. Waktu dan tempat pelaksanaan
b. Alat dan bahan
c. Cara pembuatan
d. Keuntungan
e. Penutup
Bab 1 . pendahuluan
a. Latar belakang
Bioteknologi berasal dari dua kata, yaitu ‘bio’ yang berarti makhluk hidup dan ‘
teknologi’ yang berarti cara untuk memproduksi barang atau jasa. Dari
perpaduan kata tersebut European Federation of Biotechnology ( 1989 )
mendefinisikan bahwa bioteknologi sebagai perpaduan dari ilmu pengetahuan
alam dan ilmu rekayasa yang bertujuan meningkatkan aplikasi organisme hidup,
dan analog molekuler untuk menghasilkan produk dan jasa. Dengan definisi
tersebut bioteknologi bukan merupakan sesuatu yang baru.
Nenek moyang kita telah memanfaatkan mikroba untuk membuat produk –
produk berguna seperti tempe, oncom, tape, arak, terasi, kecap , nata decoco
dan lain-lain .
Hampir semua antibiotik berasal dari mikroba, demikian pula enzim- enzim yang
dipakai untuk membuat sirup fruktosa hingga pencuci pakaian. Dalam bidang
pertanian, mikroba penambat nitrogen telah dimanfaatkan sejak abad ke 19.
Mikroba pelarut fosfat telah dimanfaatkan untuk pertanian di negara- negara
Eropa Timur sejak tahun 1950an.
Pada pembahasan kali ini kita akan membahas tentang bioteknologi tradisional
khususnya pengolahan sumber makanan yang bergizi tinggi yaitu oncom.
b. Tujuan dan manfaat
- tujuan :
Untuk mengetehui cara membuat oncom
- manfaat :

Dapat mengetahui cara membuat oncom


Bab 2 . Tinjauan pustaka
a. landasan teori
Di dalam masyarakat indonesia keanekaragaman makanan produk
fermentasi sangat banyak jenisnya seperti oncom, tempe, tape ketan, tape,
singkong, brem cair, cairan tape ketan (badheg), peuyeum, tauco, acar, tuak,
dan lain sebagainya. Dari semua jenis produk fermentasi tersebut, oncom
dan tempe merupakan jenis produk fermentasi oleh kapang yang sangat di
kenal di indonesia khususnya di daerah jawa barat.
Oncom merupakan produk makanan yang dihasilkan melalui fermentasi
bungkil kacang tanah oleh kapang Neurospora Sitophilia dan Rhizopus
Oligosporus. Bungkil kacang tanah mengandung serat yang tinggi dan sulit
dicerna, tetapi melalui teknik fermentasi dapat diubah menjadi makanan
yang berkualitas dan mempunyai peranan yang penting dalam memenuhi
kebutuhan protein dan harganya yang relatif rendah ( winarno 1984).
Saat ini dikenal dua jenis oncom, yaitu oncom merah dan oncom hitam.
Perbedaan kedua jenis oncom tersebut terletak pada jenis kapang serta jenis
bahan baku yang digunakan. Oncom merah dihasilkan oleh kapang
Neurospora Sitophilia yang memunyai strain jingga, merah, merah muda,
dan warna peach ( siswono 2002 ),dan biasanya menggunakan bahan baku
ampas tahu. Sedangkan oncom hitam dihasilkan oleh kapang Rhizopus
Oligosporus dengan bahan baku bungkil kacang tanah atau kulit kacang
kedelai yang di campur dengan onggok ( ampas tepung tapioka ).
Selama proses fermentasi berlangsung, bahan baku oncom mengalami
perubahan sifat fisik dan kimia, seperti rasa, aroma, warna, tekstur,
kandungan zat gizi dan sifat organoleptiknya lebih disukai di bandingkan
sebelum difermentasikan.
Proses fermentasi dapat menghilangkan zat anti nutrisi dan racun yang
biasanya terdapat pada bahan mentah, misalnya kedelai atau kacang-
kacangan lainnya.
Kapang oncom dapat mengeluarkan enzim lipase dan protease yang aktif
selama proses fermentasi dan memegang peranan penting dalam penguraian
bahan- bahan dinding sel kacang, dan penguraian lemak, serta pembentukan
sedikit alkohol dan berbagai ester yang berbau sedap dan harum.
Bab 3 . Metode penelitian
a. waktu dan tempat pelaksanaan
hari : rabu
tanggal : 2 Desember 2015
tempat : pabrik oncom jalaksana
nama pemilik : pipip
b. alat dan bahan
alat :
1. kompor
2. tabung gas
3. pisau
4. nyiru / tempat dari anyaman bambu

bahan :

1. kacang tanah
2. ampas tahu
3. jagung giling
4. tepung tapioka
c. cara pembuatan :
1. ampas tahu diperas hingga tidak ada airnya
2. kacang tanah direndam selama satu malam
3. ampas tahu yang telah diperas dan kacang tanah yang telah direndam
diaduk menjadi satu hingga merata.
4. Setelah itu, bahan dicampur dengan tepung tapioka dan jagung giling.
Kemudian bahan tersebut diaduk kembali
5. Lalu, bahan tersebut dikukus kurang lebih setengah jam
6. Setelah dikukus, dicetak, kemudian di fermentasi selama satu hari
satu malam
7. Akhirnya jadi oncom
d. Keuntungan :

Keuntungan yang diperoleh selama satu hari kurang lebih


RP.400.000,00 selama satu hari .

e. Penutup:
Sekian, makalah tentang penelitian bioteknologi dari kelompok kami,
kurang lebihnya kami mohon maaf yang sebesar – besarnya.