Anda di halaman 1dari 3

Nama : Novita Aryani

NIM :1702101094
Kelas : PGSD 6C
Jawab :
1. Menurut Nasution (1998), Brannen (1999), Bryman (1998) Strauss dan Corbin (2002) adalah
sebagai berikut:
a. Logika eksperimen dengan memanipulasi variabel yang dapat diukur secara kuantitatif
agar dapat dicari hubungan antara berbagai variabel.
b. Mencari hukum universal yang dapat meliputi semua kasus, meskipun dengan pengolahan
statistik dicapai tingkat probabilitas dengan mementingkan sampel untuk mencari
generalisasi,
c. Netralitas pengamatan dengan hanya meneliti gejala-gejala yang dapat diamati langsung
dengan mengabaikan apa yang tidak dapat diamati dan diukur dengan instrumen yang
valid dan reliabel. Netralitas memungkinkan penelitian itu direplikasi,
d. Bersifat atomistik, yaitu memecah kenyataan dalam bagian-bagian dan mencari
hubungannya,
e. Bersifat deterministik, tertuju pada kepastian dengan mengadakan pengujian terhadap
hipotesis, dan
f. Tujuan yang pokok adalah mencapai generalisasi yang dapat digunakan untuk
meramalkan atau memprediksi.
2. Ciri-cirinya ditinjau dari operasionalisasinya :
a. Desain penelitian kuantitatif bersifat spesifik, jelas, rinci, hipotesis dirumuskan dengan
tegas dan ditentukan secara mantap sejak awal untuk dijadikan pegangan bagi setiap
langkah penelitian yang dilakukan,
b. Tujuan penelitian kuantitatif adalah untuk menunjukkan hubungan antar variabel, menguji
teori dan mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif,
c. Instrumen penelitian menggunakan tes, angket, wawancara, dengan alat berupa kalkulator,
komputer, dan sebagainya,
d. Data penelitian bersifat kuantitatif yang diperoleh dari hasil pengukuran berdasarkan
variabel yang dioperasionalkan dengan menggunakan instrumen,
e. Sampelnya besar, representatif, dan diusahakan sedapat mungkin diambil secara random,
f. Analisis data dilakukan pada tahap akhir setelah pengumpulan data selesai, bersifat
deduktif dan menggunakan statistik, dan
g. Hubungan antara peneliti dengan responden berjarak, sering tanpa kontak langsung.
3. Macam variabel berdasarkan pengukuran dan contohnya :
a. Variabel Nominal, yaitu variabel yang ditetapkan berdasarkan atas penggolongan.
Variabel ini bersifat diskrit (bijaksana) dan saling pilih (mutually exclusive) antara
kategori yang satu dengan kategori yang lain. Dengan kata lain variabel nominal adalah
variabel yang kualitasnya tidak bermakna atau nama variabel hanyalah simbol saja,
contohnya: jenis kelamin, status pekerjaan, status perumahan dan sebagainya.
b. Variabel Ordinal, yaitu variabel yang dibentuk berdasarkan atas jenjang dalam atribut
tertentu: jenjang tertinggi dan terendah sesungguhnya ditetapkan menurut kesepakatan
sehingga angka 1 atau angka10 dapat berada pada tingkatan jenjang yang paling tinggi
atau paling rendah.
c. Variabel Interval, yaitu variabel yang dibangun dari pengukuran. Dalam pengukuran
tersebut diasumsikan terdapat satuan pengukuran yang sama. Misalnya, variabel
pendapatan artis dandut dalam setahun, sebagai berikut:
Rp. 501.000.000,-s/d 1.000.000.000,-,
Rp. 1.001.000.000,-s/d 1.500.000.000,-,
Rp. 1.501.000.000,-,s/d 2.000.000.000,-, dan seterusnya.
d. Variabel Ratio, yaitu variabel yang memiliki permulaan angka nol mutlak. Suatu contoh,
variabel umur: ada yang berumur 0, 1, 2, 3, 4 tahun dan sebagainya.
4. Variabel berdasarkan kedudukan dalam penelitian dan contohnya :
a. Variabel independent (bebas) = variabel anteseden, yaitu variabel yang secara bebas dapat
dimanipulasi oleh peneliti (dalam penelitian eksperimen), secara bebas diambil oleh
peneliti (sebagai in put) dan dapat mempengaruhi variabel terikat (dalam penelitian
eksperimen atau ex post facto). Variabel dependent (terikat) = variabel konsekuen, yaitu
variabel yang kondisinya merupakan akibat (out put) dari variabel bebas, bergantung pada
perilaku variabel bebas. Contohnya, Bila dalam sebuah penelitian dinyatakan akan
berusaha mengungkap “pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa”,
maka variabel bebasnya adalah “motivasi belajar”. Variabel ini disebut variabel bebas
karena adanya variabel ini tidak bergantung pada variabel lain, sedangkan variabel
“prestasi belajar” bergantung dan dipengaruhi oleh variabel “motivasi belajar”.
b. Variabel moderator, yaitu variabel yang berpengaruh terhadap variabel dependent tetapi
tidak utama. Contohnya, hubungan kebiasaan belajar dengan prestasi belajar akan
semakin kuat bila ditopang dengan IQ yang baik, dan hubungan semakin rendah jika IQ
kurang baik.
c. Variabel random, (kontrol) yaitu variabel lain kecuali moderator yang dapat berpengaruh
terhadap variabel dependent. Contohnya, Pengaruh motode mengajar terhadap prestasi
belajar siswa. Varibel bebas pada penelitian ini adalah metode mengajar, sedangkan untuk
variabel terikatnya adalah prestasi belajar siswa, variabel kontrol yang ditetapkan sama
adalah mata pelajaran yang sama misalnya pada pelajaran fisika. Dengan adanya
penetapan variabel kontrol tersebut, maka besarnya pengaruh metode mengajar terhadap
prestasi belajar siswa dapat diketahui lebih pasti.
d. Variabel aktif, yaitu variabel yang dimanipulasikan oleh peneliti (yang aktif
mempengaruhi variabel terikat).
e. Variabel atribut, yaitu variabel yang tidak dapat dimanipulasikan oleh peneliti karena
karakternya melekat pada objek/ manusia. Contoh = intelegensi, jenis kelamin, status
sosial ekonomi, pendidikan, sikap, dll.
f. Variabel Intervening, yaitu variabel yang secara teoritis berpengaruh terhadap variabel
terikat, tetapi tidak dapat diukur. Dalam hal ini si peneliti harus dapat mengendalikannya.
contohnya, Pengaruh pendapatan terhadap harapan hidup seseorang. Tinggi rendahnya
pendapatan seseorang secara tidak langsung akan mempengaruhi usia harapn hidup.
Dikatakan tidak langsung karena tingkat pendapatan seseorang sebenarnya berpengaruh
langusng terhdapa gaya hidup, sedangkan gaya hidup akan mempengaruhi secara
langsung terhadap usia harapan hidup. Dengan demikian diantara variabel pengaruh
tingkat pendapatan terhadap usia harapan hidup ada variabel antara, yaitu variabel gaya
hidup, sedangkan antara variabel tingkat pendapatan dengan variabel gaya hidup terdapat
variabel moderator, yaitu budaya lingkungan tempat tinggal (sugiyono, 2010:40).
5. “Pengaruh jumlah anak dan tingkat kebahagiaan keluarga.”
6. Jumlah anak-anak adalah variabel bebas, sedangkan variabel terikat adalah tingkat kebahagiaan
keluarga.
7. Definisi operasional adalah aspek penelitian yang memberikan informasi kepada kita tentang
bagaimana caranya mengukur variabel. Definisi operasional adalah semacam petunjuk kepada
kita tentang bagimana caranya mengukur suatu variabel. Definisi operasional merupakan
informasi ilmiah yang sangat membantu peneliti lain yang ingin melakukan penelitian dengan
menggunakan variabel yang sama. Karena berdasarkan informasi itu, ia akan mengetahui
bagaimana caranya melakukan pengukuran terhadap variabel yang dibangun berdasarkan
konsep yang sama. Dengan demikian ia dapat menentukan apakah tetap menggunakan prosedur
pengukuran yang sama atau diperlukan pengukuran yang baru.
Definisi operasional adalah penjelasan definisi dari variabel yang telah dipilih oleh peneliti.
Logikanya, boleh jadi, antara peneliti yang satu dengan yang lain bisa beda definisi operasional
dalam 1 judul skripsi yang sama. DO (Definisi Operasional) boleh merujuk pada kepustakaan