Anda di halaman 1dari 6

ARTIKEL PEMBETULAN KESALAHAN BERBAHASA DI TEMPAT UMUM

Oleh

Arsyad Daffa, Ika Zuliani Novita, Munifatuzzahroh, Widyawaty Cahyaningrum

Email:arsyaddaffa01@gmail.com, ikazuliani41@gmail.com,
munifahazzahrah@gmail.com, widyawatycahya88@gmail.com

Abstrak
Pada artikel ini menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat khususnya masyarakat
indonesia sendiri dalam kesehariannya masih saja menggunakan bahasa yang tidak baku
maupun konteks kalimat yang ambigu. Dalam penelitian, kita melihat cara masyarakat
Indonesia dalam berbicara misalnya saja pada saat kita di suatu tempat, kita analisis kalimat
yang mereka ucapkan. Kesalahan dalam berbahasa Indonesia tidak boleh kita abaikan begitu
saja ditakutkan masyarakat Indonesia akan mengabaikan kaidah berbahasa Indonesia yang
baik dan benar sesuai EYD. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi.
Tujuan pembuatan artikel tersebut adalah untuk mendeskripsikan berbagai kesalahan
berbahasa.

A. PENDAHULUAN

1. Landasan Teori
Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang dipergunakan oleh
anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan
mengidentifikasikan diri (Achmad dan Abdullah, 2012:10). Jadi bahasa adalah suatu
alat yang berupa sistem lambang bunyi yang diucapkan oleh alat ucap manusia yang
digunakan untuk berkomunikasi atau berinteraksi.
Wardhaugh (Chaer dan Agustin, 2010:15) mengatakan bahwa fungsi bahasa
adalah alat komunikasi manusia baik secara lisan maupun tulisan. Bahasa berfungsi
sebagai alat komunikasi, alat pemersatu bahasa artinya dengan bahasa kita dapat
memahami satu sama lain apa yang dibicarakan dalam berinteraksi, membina
hubungan sosial antar sesama juga merupakan fungsi dari bahasa. Tanpa adanya
bahasa, tentu saja akan sangat sulit bagi manusia untuk menyampaikan kemauannya,
ide, pendapat, perasaan, pesan dan sebagainya.

Kata baku adalah kata yang digunakan sudah sesuai dengan pedoman atau


kaidah bahasa yang telah di tentukan
Ejaan adalah seperangkat aturan atau kaidah yang mengatur cara melambangkan
bunyi,cara memisahkan atau menggabungkan kata,dan cara menggunakan tanda baca.

Diksi adalah pilihan kata dalam mengungkapkan apa yang ingin disampaiakan.Terdapat
ketidaksantunan diksi dalam makalah yaitu berhubungan dengan pemilihan kata baku dan
tidak baku.

Tanda Hubung adalah  adalah tanda baca yang digunakan untuk menghubungkan dua kata
atau memisahkan dua suku kata.

2. Rumusan Masalah
a. Kesalahan apa saja yang sering terjadi dalam berbahasa Indonesia di tempat
umum?
b. Hal apa saja yang menyebabkan kesalahan dalam berbahasa Indonesia di
tempat umum?
c. Upaya apa saja yang dilakukan untuk meminimalisir kesalahan dalam
berbahasa indonesia
3. Manfaat
a. Mengidentifikasi letak kesalahan dalam berbahasa Indonesia yang terjadi di
tempat umum
b. Untuk mengetahui penyebab terjadinya kesalahan dalam berbahasa indonesia
c. Untuk mengetahui upaya apa saja yang di lakukan untuk meminimalisir
terjadinya kesalahan dalam berbahasa indonesi

B. PEMBAHASAN

1. Hasil Penelitian

Inilah hasil penelitian dari kelompok kami tentang “ Pembetulan Kesalahan Berbahasa di
Tempat Umum.” Kesalahan berbahasa ini kami dapatkan dari percakapan sehari-hari kami
yang kemudian kami evaluasi kesalahan-kesalahan berbahasa tersebut menjadi bahasa yang
baik dan benar.

Kesalahan Berbahasa Pembetulan Kesalahan

1.Ar Mba Nuy : ” Ya semisal Kalau ada temen kamu yang


temen kamu bolos kuliah
tolong nasehati dia”
adsa bolos kuliah nya tolong
nasihati dia
Saya : ”Iya mba,nanti saya
nasihati dia”
Eka : “ Nov, kursinya
tolong majuin! “
2. No dimajukan
Novi : “ Oke Eka. “
Elwafa : “ Kamu udah
ngerjain tugas?”

3. Ni Nifa : “tugas apa?” Sudah mengerjakan

Elwafa : “ Tugas pengantar


manajemen “
Uswa : “Nanti malam
makan apa ya? “ tanyanya
pada diri sendiri.terus bugi
Mi
dating dan menimpali
4. Wi Saja sudah
hemat
Bugi : “Makan mie instan
aja udah biar ngirit”

Widya : "Jadi latihan teater


tidak?" Tanyaku pada Lusi
1. Libur
5. Wi
Lusi : " Skip dulu lah"

Mas Reyhan : “ Syad lu ada


duit 15 ribu ga buat beli
bahan masak nanti siang? “ Syad, kamu punya uang 15 ribu
6. Ar atau tidak untuk beli bahan
Saya : “Ada Mas, ambil saja masak nanti siang
sisanya untuk beli bahan
lainnya “

2. Pembahasan

Di sini kami akan menjelaskan hasil penelitian kami tentang kesalahan dalam berbahasa.

1.Ar Mba Nuy : ” Ya semisal Kalau ada temen kamu yang


temen kamu bolos kuliah adsa bolos kuliah nya tolong
tolong nasehati dia”
nasihati dia
Saya : ”Iya mba,nanti saya
nasihati dia”
Contoh nomer satu merupakan percakapan antara Arsyad dan Mbak Nuy. Kesalahan
berbahasa pada percakapan tersebut terdapat pada kata yang tidak baku. kata “ya semisal”
bisa di ganti “kalau ada” agar lebih baku dalam tata cara bahasa dan untuk kata “nasehat”
diganti dengan “nasihat” karena nasihat adalah kata yang benar menurut KBBI.

Eka : “ Nov, kursinya


tolong majuin! “
2. No dimajukan
Novi : “ Oke Eka. “
Contoh nomer dua merupakan percakapan antara Novi dan Eka. Kesalahan berbahasa pada
percakapan tersebut terdapat pada sisipan kata in. Kata “majuin” seharusnya “dimajukan”
karena imbuhan in hanya digunakan di tengah kata bukan imbuhan akhiran.

Elwafa : “ Kamu udah


ngerjain tugas?”

3. Ni Nifa : “tugas apa?” Sudah mengerjakan

Elwafa : “ Tugas pengantar


manajemen “
Contoh nomer tiga merupakan percakapan antara Nifa dan Elwafa. Kesalahan berbahasa pada
percakapan tersebut terdapat pada kata yang tidak baku. Kata “udah” dan “ngerjain” tidak
baku seharusnya adalah “sudah” dan “mengerjakan” sesuai dengan KBBI.

Uswa : “Nanti malam


makan apa ya? “ tanyanya
pada diri sendiri.terus bugi
Mi
dating dan menimpali
4. Wi Saja sudah
hemat
Bugi : “Makan mie instan
aja udah biar ngirit”

Contoh nomer empat merupakan percakapan antara Uswa dan Bugi. Kesalahan berbahasa
pada percakapan tersebut terdapat pada kata yang tidak baku. Dalam KBBI kata “mie”
seharusnya “mi” kata “aja udah” seharusnya “saja sudah” dalam KBBI juga tidak ada kata
“ngirit” adanya “hemat”.
Widya : "Jadi latihan teater
tidak?" Tanyaku pada Lusi
1. Libur
5. Wi
Lusi : " Skip dulu lah"
.

Contoh nomer lima merupakan percakapan antara Widya dan Lusi. Kesalahan berbahasa
pada percakapan tersebut terdapat pada kata yang tidak sesuai KBBI atau dengan
menggunakan kata istilah. Kata skip mengacu pada kata tidak masuk?libur?

Mas Reyhan : “ Syad lu ada


duit 15 ribu ga buat beli
bahan masak nanti siang? “ Syad, kamu punya uang 15 ribu
6. Ar atau tidak untuk beli bahan
Saya : “Ada Mas, ambil saja masak nanti siang
sisanya untuk beli bahan
lainnya “
Contoh nomer enam merupakan percakapan antara Arsyad dan Mas Reyhan. Kesalahan
berbahasa pada percakapan tersebut terdapat pada kata yang tidak baku sesuai KBBI dan
kesalahan bahasa karena menggunakan bahasa Daerah bukan bahasa Indonesia. Kata “lu”
yang mana menunjukan bahasa gaul atau bahasa keseharian metropolitan yang mana tidak
sesuai dengan KBBI begitu juga dengan kata “duit” yang mana menunjukan bahasa
keseharian orang Jawa.

Itulah beberapa pembahasan hasil penelitian kami tentang “Pembetulan Kesalahan Berbahasa
di Tempat Umum.

C. PENUTUPAN

Saran :

Bahasa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi bahasa Internasional. Maka dari
itu,alangkah lebih baiknya kita melestarikannya dengan selalu memakai bahasa Indonesia
yang benar sesuai kaidah berbahasa Indonesia dengan tidak mencampuradukkan bahasa
Indonesia dengan bahasa asing ataupun bahasa alay yang dirasa gaul oleh anak zaman
sekarang.

Kesimpulan :

Kita sebagai generasi penerus bangsa harus melestarikan bahasa Indonesia dengan cara
menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar karena maraknya penggunaan bahasa
asing diberbagai kondisi masyarakat yang menyebabkan penggunaan bahasa Indonesia sangat
minim. Mulai dari diri kita sendiri kemudian lingkungan sekitar kita agar terbiasa
menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.