Anda di halaman 1dari 6

MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA

“.................”

Disusun oleh:

Afia Azkia (14010119140115)

Dosen Mata Kuliah : Dra. Sulistyowati, M.Si.

UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG

2019
DAFTAR ISI

Halaman Sampul................................................................................................................i

Daftar Isi............................................................................................................................ii

Latar Belakang Masalah......................................................................................................

Rumusan Masalah................................................................................................................

Pembahasan.........................................................................................................................

Kesimpulan..........................................................................................................................

Daftar Pustaka
http://theconversation.com/uu-ite-dan-merosotnya-kebebasan-berekspresi-individu-di-indonesia-
126043

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20191029183819-185-443890/polri-catat-3000-kasus-
kejahatan-siber-hingga-agustus-2019

https://theconversation.com/uu-ite-dan-merosotnya-kebebasan-berekspresi-individu-di-indonesia-
126043

https://www.academia.edu/30579954/MAKALAH_INDIVIDU_ANALISA_UU_ITE

https://kominfo.go.id/index.php/content/detail/4419/Menkominfo
%3A+Pasal+27+Ayat+3+UU+ITE+Tidak+Mungkin+Dihapuskan/0/berita_satker

http://fahlevi-inspirasi.blogspot.com/2017/05/makalah-undang-undang-informasi-dan.html

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20191018171905-185-440771/kebebasan-di-era-jokowi-
dan-jerat-lima-pasal-panas-uu-ite
BAB 1
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Etika merupakan ilmu yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti
suatu ajaran moral. Etika berkaitan dengan masalah nilai karena etika pada umumnya
membicarakan masalah-masalah yang berkaitan dengan predikat nilai seperti “baik” dan
“buruk”. Politik selalu menyangkut tujuan dari masyarakat. Selain itu, politik menyangkut
kegiatan berbagai kelompok termasuk partai politik, lembaga masyarkat, maupun
perseorangan. Etika politik tidak dapat dipisahkan dengan subjek sebagai pelaku etika yakni
manusia. Hal ini berdasarkan kenyataan bahwa pengertian “moral” senantiasa menunjukan
kepada manusia sebagai subjek etika.

Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau yang biasa disingkat UU ITE
merupakan Undang-Undang (UU) yang didalamnya mengatur segala hal tentang teknologi
informasi yang berlaku di Indonesia. UU ini mulai dirancang pada tahun 2003 oleh
Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) yang saat itu dijabat oleh Syamsul
Mu’arif. Pada akhirnya UU ITE menjadi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11
Tahun 2008, UU ITE dikeluarkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
pada 2008, yaitu 10 tahun setelah perjuangan reformasi yang memberikan perlindungan
kepada warga untuk berekspresi dan mengeluarkan pendapat, tentang Informasi dan
Transaksi Elektronik yang diresmikan secara langsung oleh Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono. Perjalanan UU ITE memang panjang sekali hingga akhirnya bergulir sebagai
konstitusi yang mengatur arus internet yang ada di Indonesia.

Awal mula dirumuskan Undang-Undang ini adalah pemerintahan SBY mengeluarkan UU


ITE dengan niat untuk melindungi konsumen dalam melakukan transaksi elektronik  di
tengah meluasnya penggunaan internet di Indonesia. Namun, dalam berbagai kajian yang
membahas UU ITE secara mendalam, telah ditemukan beberapa kejanggalan yang ada di
dalam UU ITE sehingga dirasa perlu dilakukan revisi. Sehingga akhirnya terjadinya revisi
UU ITE pada Oktober 2016. Revisi UU ITE sebenarnya sudah dilakukan sejak 2012, namun
baru terlaksana pada 2016. Revisi UU ITE berusaha membuat internet menjadi bermanfaat
sebesar-besarnya bagi masyarakat sesuai dengan Undang-Undang Dasar. Selanjutnya, dengan
revisi ini pemerintah berupaya memastikan kehadiran TIK bakal memperkuat integritas sosial
dan mencerdaskan masyarakat, serta memajukan ekonomi digital berbasis kreativitas.

Berbagai kasus penyebaran berita palsu dan bohong di Indonesia telah menjadi
permasalahan yang sangat serius. Bukan hanya berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan,
namun pada perlindungan hukum terhadap masyarakat dan penegakan hukum. Pada kasus-
kasus penyebaran berita palsu dan bohong undang-undang beserta perangkat penegakan
hukum lebih fokus kepada pelaku kejahatan, sementara korban dalam kasus tersebut tidak
banyak mendapatkan porsi yang lebih. 

B. RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana UU ITE dapat berjalan di Negara Indonesia?


2. Bagaimana analisa dampak UU ITE terhadap arus cyber di Indonesia?
BAB 2

PEMBAHASAN

A. UU ITE di Indonesia

Penyusunan materi UU ITE tidak terlepas dari dua naskah akademis yang
disusun oleh dua institusi pendidikan yaitu Universitas Padjadjaran dan Universitas
Indonesia. Pada penyusunannya, Tim Unpad bekerjasama dengan para pakar di
Institusi Teknologi Bandung yang kemudian menjadi naskah akademisnya dengan
RUU Pemanfaatan Teknologi Informasi (RUU PTI). Sedangkan tim UI menamai
naskah akademisnya menjadi RUU Informasi Elektronik dan Transkasi Elektronik.
Kemudian kedua naskah akademis tersebut digabung dan disesuiakan kembali oleh
tim yang dipimpin atas nama pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono, sehingga
namanya menjadi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana
disahkan oleh DPR di tahun 2008.

http://jhmb.ac.id/index.php/jhmb/article/view/35

http://journals.itb.ac.id/index.php/sostek/article/view/2363

https://scholar.google.co.id/scholar?
q=kasus+UU+ITE+dengan+etika+politik+di+indonesia&hl=en&as_sdt=0&as_vis=1&oi=sch
olart

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20191018171905-185-440771/kebebasan-di-era-
jokowi-dan-jerat-lima-pasal-panas-uu-ite

https://kominfo.go.id/index.php/content/detail/4419/Menkominfo
%3A+Pasal+27+Ayat+3+UU+ITE+Tidak+Mungkin+Dihapuskan/0/berita_satker

https://www.academia.edu/30579954/MAKALAH_INDIVIDU_ANALISA_UU_ITE

https://theconversation.com/uu-ite-dan-merosotnya-kebebasan-berekspresi-individu-di-
indonesia-126043