Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

TEORI SOSIAL
PEMBANGUNAN MASYARAKAT SIPIL

KELOMPOK 1:
Azalia neysa putri
Finna mayrani
ilham wilya putra
Intan syaria
Jerry wahyu nugraha
Liza vatriola
Dosen
Artha Dini Akmal,S.Ap., MP.A.

Jurusan ilmu administrasi negara


Fakultas ilmu sosial
Universitas negeri padang
1
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadiran tuhan yang maha esa, yang telah memberikan rahmat dan
karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan dan dapat menyusun makalah mengenai
teori sosial ini.
Makalah ini disusun dan dibuat  berdasarkan materi – materi yang ada. Materi – materi
bertujuan agar dapat menambah pengetahuan dan wawasan dalam belajar. Serta  juga dapat
memahami nilai – nilai dasar yang direfleksikan  dalam berpikir dan bertindak. Mudah-mudahan
dengan mempelajari makalah ini, akan mampu menghadapi masalah-masalah atau kesulitan-
kesulitan yang timbul dalam belajar. Dan dengan harapan semoga semua mampu berinovasi dan
berkreasi dengan potensi yang dimiliki serta bisa memahaminya.

Sehubungan dengan terselesaikannya makalah ini, tidak terlepas dari bantuan dan
dorongan semua pihak baik secara moril ataupun materil, oleh karena itu penulis mengucapkan
terimakasih kepada :
1. Ibu Artha Dini Akmal,S.Ap., MP.A.
1. Seluruh team kelompok dan pihak yang turut membantu dalam pembuatan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari kata kesempurnaan, maka
penulis mengharapka kritik dan saran kepada pihak pembaca untuk membangun pada masa yang
akan datang.

2
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN................................................................................................................4
1. Rumusan masalah........................................................................................................................4
2. Tujuan pembahasan.....................................................................................................................4
3. Batasan masalah...........................................................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................................................5
A. pengertian Masyarakat sipil........................................................................................................5
B. Sejarah Masyarakat Sipil.............................................................................................................6
C. Peran Masyarakat Sipil................................................................................................................6
D. Integrasi Masyarakat Sipil..........................................................................................................8
E. Studi kasus...................................................................................................................................8
F. Analisa kasus.............................................................................................................................10
BAB III KESIMPULAN................................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................................12

3
BAB I
PENDAHULUAN

1. Rumusan masalah
 Apa itu masyarakat sipil?
 Bagaimana konsep masyarakat sipil?
 Apa saja perannya?
 Dan bagaimana bentuk integrasinya?

2. Tujuan pembahasan
Adapun tujuan pembuatan makalah sebagai berikut:
 Sebagai salah satu syarat dalam penambahan nilai di mata kuliah teori sosial
Sebagai bukti bahwa sudah membuat makalah ini
 Menambah wawasan mahasiswa
 Menjelaskan penjelasan tentang pembangunan masyarakat sipil

3. Batasan masalah
 Penulis hanya menjelaskan tentang pembangunna masyarakat sipil

4
BAB II
PEMBAHASAN

A. pengertian Masyarakat sipil

Menurut Coben dan Arato(1992:16), masyarakat sipil sebagai wilayah interaksi social
yang didalamnya mencakup semua kelompok social paling akrab(khususnya keluarga),gerakan
kemasyarakatan,dan berbagai wadah komunikasi public lainnya yang diciptakan melalui bentuk-
bentuk pengaturan dan mobilisasi diri secara independen baik dalam hal kelembagaan maupun
kegiatan sedangkan menurut Gramsci(1971:45), masyarakat sipil didefinisikan sebagai
kumpulan organisme privat,berbeda dengan Negara yang disebutnya masyarakat politik.Secara
konkret masyarakat,Gramsci menegaskan masyarakat sipil sebagai suatu wilayah institusi privat
mencakup gereja,serikat-serikat dagang,dan lembaga pendidikan.
Konsep masyarakat sipil yang melandasi studi ini pada hakikatnya merupakan konsep
masyarakat yang mandiri atau otonom.Dalam batas-batas tertentu masyarakat sipil dilihat
sebagai entitas yang mampu memajukan diri sendiri,bisa membatasi interverensi pemerintahan
dan Negara dalam realitas yang diciptakannya.1
Masyarakat sipil yang melingkupi kehidupan social terorganisasi dengan
terbuka,sukarela,dan lahir secara mandiri.masyarakat sipil sebagai penengah,berdiri antara ruang
privat dan Negara bukan sebagai masyarakat ekonomi yang memiliki tujuan utama mencari
keuntungan,namun adalah untuk menciptakan norma dan pola keterlibatan kultural yang dapat
meluas keruang publik.ketika membahas mengenai masyarakat sipil ,ketercakupan masyrakat
sipil tentunya dalam berbagai aspek dan segi.Masyarakat sipil yang melakukan perhatiannya
pada tujuan public akan menggunakan landasan berpikir serta pijakan orientasi nilai tersebut
menjadi satu pedoman yang kemudian diimplementasikan dalam aktivitas masyarakat sipil.2
Konsep masyarakat sipil yang dipahami dalam kerangka tradisi liberal berkaitan dengan
ruang public yang berisikan manusia sebagai individu-individu.Jika individu-individu
merupakan ruang pribadi,civil society dapat melakukan salah satu dari tiga
fungsi.Pertama,masyarakat sipil berdiri
5 sebagai perisai bagi masyarakat dan perilaku Negara
yang cendrung hegemonic,otoritarian dan represif.Kedua,jika Negara tidak
1
Otho H.Hadi,peran masyarakat sipil dalam proses demokratisasi,Depok:makara humaniora na,2010,hlm.117.
2
Ibid
hegemonic,masyarakat sipil muncul sebagai mitra Negara dalam melaksanakan kepentingan
public.ketiga,bila kehidupan public telah diakomodasi secara baik oleh Negara,masyarakat sipil
dapat memainkan fungsinya secara komplementer dimana masyarakat sipil muncul untuk
melengkapi kebutuhan-kebutuhan masyarakat.3

B. Sejarah Masyarakat Sipil

Menurut sufyanto, ada mulanya masyarakat sipil adalah dikursus pemikiran kritis radikal
sebagai media untuk menjelaskan dan dipahami dalam konotasi sebagai gerakan rakyat untuk
melakukan resistensi terhadap Negara yang pada konteks zamannya,Negara dianalisis justru
sebagai alat kapitalisme.
Antonio Gramsci,yang sering disebutkan dalam literature ilmu social sebagaintokoh yang
memunculkan diskursus masyarakat sipil,memfokuskan secara sungguh-sungguh dan mendasar
analisinya terhadap konsep Negara dikaitkan dengan dalam bahasannya mengenai konsep
hegemoni yang diperankan Negara untuk menjinakkan rakyat.pandangan Gramsci ini secara
tidak langsung merupakan kritik terhadap analisis atas kapitalisme yang menekankan pada
hubungan kapitalis dan buruh,seperti dalam Marxisme tradisional.4

C. Peran Masyarakat Sipil

undang-undang nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang


Nasional(RPJPN)menyatakan tentang pentingnya peran masyarakat sipil dalam demokratisasi di
Indonesia.Konsep masyarakat sipil yang melandasi studi ini pada hakikatnya merupakan konsep
tentang masyarakat yang mandiri atau otonom,yakni sebagai entitas yang mampu memajukan
diri sendiri serta senantiasa memperlihatkan sikap kritis dalam kehidupan politik. 5 Masyarakat
dan implementasi masyarakat sipil dalam implementasi nilai atau prinsip dasar dapat melakukan
berbagai aktivitas yang dapat turut membangun pembangunan dan demokrasi.Kehadiran
masyarakat sipil menjadi suatu nuansa keterpakaian aspirasi masyarakat melalui aktivitas nyata
6
dalam ruang yang hadir dalam sebuah Negara.Antara penguasa dan rakyat,ada satu elemen yang
3
P.Anthonius Sitepu,Negara dan masyarakat sipil dalam perspektif sejarah,Medan:politeia,2017.
4
Sufyanto. 2012. Sejarah perkembangan masyarakat sipil.
5
Undang-undang nomor 17 tahun 2007 tentang RPJN.
memberikan kesempatan untuk dapat turut menjembatani serta mengkaji lebih lanjut terhadap
berbagai macam kekuasaan elite dan suara masyarakat.6
Factor peran masyarakat sipil sebagai factor internal terkait dengan tiga variable penting
yaitu otonomi ,keswadayaan dan keswasembadaan.faktor yang termasuk dalam variable otonomi
adalah kemampuan mengambil sikap mandiri ,kemampuan mengorganisir diri sendiri dan
mengelola sumberdaya manusia.Faktor yang termasuk keswadayaan adalah penggalangan dana
pengurus,penggalangan dana kemitraan dengan organisasi dan bantuan internasional.Sedangkan
factor yang termasuk dalam variable keswasembadaan adalah pengelolaan usaha untuk
kepentingan menghidupkan organisasi sendiri.7 Negara dalam konteks ini dipandang sebagai
bagian dari kumpulan individu pejabat-pejabat pemerintah,termasuk presiden dan para
mentri.Bila dilihat dalam peringkat kelembagaan,Negara merupakan seperangkat organisasi yang
mencakup organisasi administrative,kepolisian,dan militer.Masing-masing dipimpin dan
dikoordinasi oleh eksekutif.Termasuk didalamnya lembaga-lembaga yang mewakili kepentingan
masyarakat dalam pembuatan keputusan seperti parlemen,partai-partai poltik,dan organisasi
korporatis yang dibentuk oleh Negara beserta lembaga-lembaga masyarakat yang dimobilisasi
untuk mengambil bagian dalam pelaksanaan kebijakan,kepentingan dan kekuasaan Negara.8
Organisasi masyarakat sipil sebagai sebuah organisasi di masyarakat turut mewujudkan
prinsip masyarakat sipil yakni adanya pluralism dan keberagaman yang bertentangan dengan
orientasi pasar.Pemberdayaan perantara aktivitas antara masyarakat dan Negara menjadi satu
prinsip yang diusung masyarakat sipil.OMS dalam implementasi nilai atau prinsip dasar dapat
melakukan berbagai aktivitas yang dapat turut membangun pembangunan masyarakat dan
demokrasi.9

D. Integrasi Masyarakat Sipil

6
Sumitro dkk,pengantar ilmu pendidikan,Yogyakarta:UNY Press,2006,hlm.17.
7
Otho H.Hadi,peran masyarakat sipil dalam proses demokrasi,Depok:Makara,social Humaniora,2010.
8
Civil democracy,Departemen sosiologi,FISIP,universitas Indonesia,2010.
9
Nur Endah Januarti,civil society organization,Yogyakarta.
Masyarakat dan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) dalam implementasi nilai atau
prinsip dasar dapat melakukan berbagai aktivitas yang dapat turut membangun pembangunan
masyarakat dan demokrasi. Integrasi organisasi masyarakt sipil dalam berbagai bidang mampu
melahirkan kekuatan-kekuatan baru dalam pembangunan masyarakat. Masyarakat dengan
berbagai organisasi masyarakat sipil di dalamnya merupakan sarana berlangsungnya proses
sosialisasi yang bersinggungan dengan institusi sekolah sebagai pranata pendidikan. Masyarakat
dengan segala struktur dan pola yang ada di dalamnya merupakan bangunan atas modal-modal
sosial yang diperlukan bagi institusi pendidikan atau sekolah sesuai dengan pola atau program
pendidikan yang dilaksanakan. Kapasitas partisipasi terhadap institusi pendidikan dalam hal ini
sekolah tentunya masyarakat memiliki batasan masing-masing sesuai dengan program
pendidikan yang dilaksanakan. Relevansi antara masyarakat dan sekolah yang berada dalam
wilayah komunitas sipil dan struktur lembaga formal memiliki orientasi yang sama dalam
wilayah penyelenggaraan aktivitas sosial. Aktivitas sosial untuk mewujudkan nilai-nilai
kehidupan menjadi sangat erat tatkala masyarakat berada dalam situasi keduanya.
Penyelenggaraan aktivitas kehidupan yang terwujud dalam kegiatan pendidikan yang terintegrasi
antara organisasi masyarakat dan sekolah menjadi kajian yang menarik untuk dikonstruksikan
sebagai bentuk interaksi sosial masyarakat.10

E. Studi kasus

Menurut jurnal terbitan yapikka bahwa gerakan masyarakat sipil terus mengalami
perubahan di berbagai Negara, tidak terkecuali di Indonesia. Masyarakat sipil merupakan
salah satu pilar penting dalam kehidupan demokrasi sehingga kehadiran dan kiprahnya akan
selalu diperhitungkan oleh banyak pihak. Ragam gerakan masyarakat sipil pun sangat
banyak, mulai dari gerakan berbasiskan agama/kepercayaan sampai gerakan-gerakan warga
yang terwadahi dalam organisasi formal, informasi dan bahkan ada yang sifatnya sporadis
berdasarkan isu-isu yang berkembang. Tak bisa dipungkiri, aneka gerakan masyarakat sipil
tersebut telah mempengaruhi wajah
8 sebuah negara baik di tingkat nasional, departemen, unit
pelayanan publik hingga tingkat terkecil dalam rukun tetangga.

10
Larry Diamond,Developing Democracy:Toward Consolidation,Yogyakarta:IRE Press,2003,hlm.278
Di Indonesia, aneka strategi gerakan yang digunakan oleh masyarakat sipil untuk
memperjuangkan atau menyampaikan tuntutan-tuntutannya, baik dengan cara konstruktif dan
positif sampai penggunaan cara-cara kekerasan. Perkembangan media komunikasi juga
sangat berpengaruh terhadap strategi gerakan yang dikembangkan, terutama di komunitas
perkotaan/urban. Saat ini, nampaknya belum banyak dokumen hasil penelitian yang
berbicara mengenai gerakan masyarakat sipil. Isu penting ini seakan luput dari perhatian dan
kalah dengan hiruk pikuk skandal korupsi dan perebutan kekuasaan di kalangan elit
pemerintah. Padahal pengalaman-pengalaman gerakan masyarakat sipil, apalagi yang masuk
dalam kategori berhasil, sangatlah penting untuk didokumentasikan guna penyebarluasan
praktik-praktik baik yang telah dilakukan dan˜berhasil agar menjadi inspirasi bagi
masyarakat sipil yang lebih luas, di Indonesia maupun di tingkat global.

Merespon beberapa hal tersebut, YAPPIKA saat ini tengah melakukan


pendokumentasian contoh-contoh gerakan masyarakat sipil di Indonesia yang berasal dari
rural dan urban yang praktiknya telah berhasilâ mendesakkan tuntutan-tuntutannya.
Penelitian ini berupa studi kasus dengan mengambil dua sampel gerakan warga di Indonesia,
yang pertama mewakili gerakan warga yang terjadi di kawasan
perkotaan yaitu gerakan Kereta Rel Listrik (KRL) Mania di daerah Jabodetabek

Gerakan ini berusaha memperjuangkan hak-hak penumpang kereta komuter di


kawasan Jabodetabek, terutama terkait dengan harga tiket, jadwal, kelayakan kereta yang
pada intinya adalah bagaimana para pengguna memperoleh pelayanan yang lebih baik.
Sedangkan yang kedua, mewakili gerakan warga yang terjadi di daerah pedesaan, yaitu di
Sukolilo, Pati, Jawa Tengah. Gerakan di Pati ini adalah gerakan rakyat melawan pendirian
pabrik semen di wilayah mereka yang ditengarai akan menyebabkan kerusakan lingkungan
yang fatal dan mengancam kelangsungan kehidupan warga.

Hasil studi kasus akan dibuat dalam sebuah makalah hasil penelitian dan diharapkan
akan menyumbang pada refleksi bagi masyarakat sipil di Indonesia dan diperbincangkan di
9
kalangan masyarakat sipil di tingkat regional maupun global guna terus berefleksi dan
membangun masyarakat sipil yang lebih baik. Dalam studi kasus ini, YAPPIKA bersama
dengan PRIA (Civil Society for Participatory Research). PRIA adalah sebuah lembaga
penelitian di India yang juga telah melakukan studi kasus di Bangladesh dan Kamboja. 11

F. Analisa kasus
Dari kasus diatas dapat dianalisa bahwa masyarakat menjadi bagian terpenting disuatu
negara.Dan dari kasus diatas dapat dilihat bahwa masyarakat sipil banyak melakukan
pergerakan mulai dari gerakan berbasis agama sampai gerakan yang terwadahi dalam
organisasi formal.Gerakan tersebut bertujuan untuk memperjuangkan atau menyampaikan
tuntutan-tuntutannya baik secara konstruktif dan positif sampai penggunaan cara
kekerasan.Salah satu contoh pergerakan masyarakat sipil di Indonesia ialah gerakan yang
berusaha memperjuangkan hak-hak penumpang kereta komuter dikawasan
jabodetabek,terutama terkait harga tiket,jadwal,kelayakan kereta yang pada intinya adalah
bagaimana pengguna memperoleh pelayanan yang lebih baik.Sedangkan di wilayah pati
terjadi gerakan rakyat melawan pendirian pabrik semen diwilayah mereka yang ditenggarai
akan menyebabkan kerusakan lingkungan yang fatal dan mengancam kelangsungan hidup
warga.Semua gerakan tersebut hanyalah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih
baik,teratur dan membuat kelangsungan hidup mereka lebih nyaman dan aman.

10

11
YAPPIKA. Ketimpangan pembangunan indoneisa
BAB III
KESIMPULAN
Dimana masyarakat sipil adalah yang menjadi aktor atau pelaku dalam berbagai gerakan
gerakan sosial kemasyarakatan yang dibuat oleh masyarakat sendiri dengan berbagai aturan-
aturan yang telah dibuat sekaligus gerakan kemasyarakat sosial tersebut dapat menjadi
wadah komunikasi publik.

11
DAFTAR PUSTAKA

 Tjokroamidjojo bintoro. 1974. pengantar administrasi pembangunan. Jakarta barat: LP3ES.


 Jurnal wacana no.1 thun 1999
 H ortho. 20100. peran masyarakat sipil dalam proses demokratisasi. Depok. Universitas
indonesia.
 Endah nur. Intergrasi organisasi masyarakat sipil. Uny.

12