Anda di halaman 1dari 3

Nama  : Ryan Situmorang

NPM    :1184107
Prodi   : D4 TI 2C

Hubungan Tanggung  Jawab Dan Kepedulian

a.Pengertian Tangung Jawab
Tanggung jawab merupakan keadaan dimana wajib menanggung segala sesuatu, sehinggaber
kewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikanja
wab dan menanggung akibatnya.

Tanggung Jawab Moral
Setiap manusia pada dasamya dikaruniai aka! budi (reason), hati nurani (conscience),
dankehendak (will). Ketiga unsur penting ini memengaruhi hidup, usaha,
dan kerja manusia.Sebelum melakukan setiap perbuatan, biasanya manusia menimbang pen
garuh atau akibatperbuatan itu.
Dari pandangan ini tampak sekurang-kurangnya dua gambaran positif, yaitu:
1. Perilakumanusiamengandung pelbagai aspek yang dapat dikontrol manusia; dan
2. Bahaya atau kerugian dalam tindakan bukan akibat perbuatan satu orang, tetapi meli
batkanpihak-pihak lain atau yang berada dalam konteks perbuatan yang rumit.

Tanggung Jawab dalam dunia Bisnis

1. pebisnis seharusnya peduli akan konsumen (meme_ nuhi tuntutan konsumen 
dankeamanan produk);
yang diminta dan diharapkan oleh konsumen dipenuhi sedapatmungkin sambil m
emerhatikan jaminan mutu barang yang dijual.
2. pebisnis seharusnya peduli lingkungan (tidak menimbulkan kerusakan lingkun
ganapa pun yang diperjualbelikan seharusnya tidak merusak lingkungan hidup
3. pebisnis seharusnya peduli dengan kondisi kerja yang minimalis (memerhatik
ankesejahteraan karyawan/karyawati); kesejahteraan pekerja, termasuk kesehat
annyaseharusnya diperhatikan dengan saksama. Karyawan yang sehat akanme
mengaruhi seluruh karya dalam sebuah toko atau perusahaan. Sementara itu,kar
yawan yang sakit akan mengurangi basil produksi mereka

Pengertian Kepedulian

Peduli adalah sebuah sikap keberpihakan kita untuk melibatkan diri dalam persoalan
,keadaan atau kondisi yang terjadi di sekitar kita.
Sikap peduli adalah suatu sikap untuk senantiasa ikut merasakan penderitaan orang
lain, ikut merasakan ketika penderitaan sebagian masyarakat lain sedang sakit, ikut
merasa bersedih ketika sebagian saudarasaudara kita di timpa musibah bencana,ke
sulitan atau ditimpa keadaan
keadaan yang memberatkan dan membangkitkan rasakasihan dan iba 
Jadi Hubungan Tanggung Jawab dengan kepedulian dapat kita lihat dari penegrtian
masing masing dimana tanggung jawab itu merupakasn sebuah kesadaran diri untuk
mempertanggung jawabkan apa yang dia lakukan dihari ini,
dan Kepdulian merupakanrasa peduli untuk membantu sesama.
Mengapa Perlu Tanggung Jawab dalam suatu pelyanan?

Menurut saya peribadi tanggung jawab dalam suatu pelayanan itu sangat penting,di
mana didalam suatu pelayanan kita lah yang bertanggung jawab atas apa yang kita
layanin,dan dalam sebuah pelayanan itu kita tidak bisa lepas dari tanggugn jawab ya
ngkita miliki yaitu untuk Melayani. Pelayanan yang bertanggung jawab akan
memberikan pelayanan optimal sesuai dengan hak seorang pembeli. Pembeli
dijadikan "raja". Pembeli berhak menerima pelayanan yang sesuai dengan
kebutuhan mereka. Mereka berhak mendapatkan informasi sedetail mungkin tentang
barang yang akan dibeli. Kekua tan dan kelemahan barang yang akan dibeli itu perlu
diketahui sebelum si pembeli memutuskan. Hak untuk mengetahui dengan jelas
informasi ten tang mutu barang dengan sendirinya menunjukkan kejujuran si penjual
untuk menyampaikan informasi yang diperlukan. Masyarakat dewasa ini tidak lagi
buta informasi.

Makna pelayanan dari sudut tinjau Timur dan Barat 

Dalam dunia persaingan, dimensi tanggungjawab sangat penting dalam menjalankan dunia bi
snis.Tanggung jawab produsen Penyalur produksi, atau penjual produksi semakin diperlukan 
dewasa inikarena setiap konsumen atau pembeli barang berhak mendapat mutu produk yang s
esuai dengan yangmemberikan kepribadian si pemegang komitmen yang positif dalam menjal
ani roda bisnis. Hinggasekarang orang-orang Korea
(Selatan), misalnya, masih menekankan peran tanggung jawab kolektif(kebersamaan) dalam 
menghadapi masalah yang muncul. Tanggung jawab bersifat kolektif karenaberdasarkan hub
ungan dalam keluarga, ayah, ibu, dan seluruh keluarga.
Rasa tanggung jawab bersamaini masih hidup di kalangan keluarga orang Korea
yang menjalankan bisnis. Cara dan pandangan hidupini berbeda dari pendekatan Barat
yang menekankan tanggung jawab individual. Tak heran kalau dalamsebuah perusahaan dipe
rlukan satu, dua, atau beberapa orang
yang memiliki otoritas atau kesanggupanuntuk mengambil keputusan. Namun, belakangan ini 
dalam banyak perusahaan tanggung jawabindividual mulai mendapat perhatian. Tidak semua 
orang
yang terlibat dalam cabang bisnis yang samaakan merasa bertanggungjawab atas yang sedang 
terjadi. Generasi muda orang
Korea mulai mengubahparadigma berpikir mereka bahwa tanggung jawab individual atau per
sonal, baik dalam keluargamaupun perusahaan, mendapat titik berat. Tampaknya peralihan da
ri tanggung jawab kolektif kepadatanggung jawab individual akan menyedot waktu hingga be
berapa generasi.. Harus diakui bahwa dalampandangan tentang etiket bisnis secara umum ma
syarakat Tiongkok juga lebih menekankan tanggungjawab dalam kebersamaan (kolektif)
dan bukan hanya tanggung jawab individual.
Tempo dulu  hidupdalam kebersamaan (komunal) merupakan sebuah ciri khas masyarakatTio
ngkok, tetapi keluarga dalammasyarakat modem tidak mempunyai anak banyak. Setiap kelua
rga umumnya memiliki seorang anaklelaki. Sekarang, kebijakan satu anak (one child
policy) mulai ditinggalkan pemerintah Tiongkok karenapada saatnya mereka akan kekuranga
n tenaga untuk mengurus orang tua. Seluruh proses masyarakat diTiongkok tidak hanya terga
ntung pada satu atau dua pemimpin, melainkan justru terletak padakonsensus. Masalah-
masalah yang muncul didiskusikan dulu sebelum mencapai kesepakatan bersama.Jika sebuah 
keputusan diambil, diharapkan seluruh anggota kelompok akan memegang danmewujudkan k
onsensus itu. Kesepakatanbersama ditaati dan dipenuhi. Keinginan atau kehendakind
ividual tunduk di bawah keputusan dan kesepakatan bersama.Sekalipun masyarakat Tiongkok 
selalusiap memenuhi tanggung jawab dalam sistem kelompok, tetapi sebagai sebuah ketentua
n banyak dariantara mereka merasa tidakbertanggung jawab terhadap orang luar atau tamu-
tamu. Tak heran,keramahtamahan acapkali tidak dirasakan ketika mereka berhadapan dengan 
orang dari luar. Acapkalimereka bersikap acuh tak acuh satu terhadap yang
lain. Menjadi sebuah pertanyaan yang masih perludijawab oleh orangorang Tiongkok,
"Bagaimanakah seharusnya menyikapiorang-orang asing yangdatang ke Tiongkok untuk berp
iknik.