Anda di halaman 1dari 43

LAPORAN PRAKTIKUM

ELEKTRONIKA DIGITAL JUDUL ke-4

DECODER

Disusun oleh :

Siwi Danawarih K2317057

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

2019
A. Judul
Decoder
B. Tujuan
Mahasiswa dapat memahami operasi rangkaian Decoder serta dapat membuatnya untuk
keperluan tertentu.

C. Dasar Teori

Decoder adalah sirkuit digital yang kehadiran kombinasi bit tertentu (code) pada
input dan menunjukkan adanya kode yang oleh tingkat output tertentu. Dalam bentuk
umum, decoder memiliki jalur input n untuk menangani n bit dan dari satu ke 2 line
output untuk menunjukkan adanya kombinasi satu atau lebih n-bit, di bagian ini,
beberapa decoder diperkenalkan, prinsip-prinsip dasar dapat diperluas untuk jenis lain
dari decoder, setelah menyelesaikan bagian ini, Anda harus dapat: (a) Menentukan
decoder (b) Merancang sirkuit logika untuk memecahkan kode kombinasi dari bit (c)
Menggambarkan 74HC154 biner decoder to-desimal (d) Memperluas decoder untuk
mengakomodasi jumlah bit yang lebih besar di kode (e) Menggambarkan 74LS47 BCD-
to-7-segmen-decoder (f) Diskusikan nol penekanan pada layar 7-segmen (g) Berlaku
decoder untuk aplikasi khusus. (Julia Dama Yanti, 2016:3)

Misalkan anda perlu menentukan kapan biner 1001 terjadi pada masukan dari sirkuit
digital, Gerbang AND dapat digunakan sebagai elemen decoding dasar karena
menghasilkan output TINGGI hanya ketika semua input yang TINGGI. Oleh karena itu,
anda harus memastikan bahwa semua input ke gerbang yang TINGGI ketika bilangan
biner 1001 terjadi ini dapat dilakukan dengan cara membalik dua bit tengah (the0S),
seperti yang ditunjukkan pada gambar.
Persamaan logika untuk decoder gambar 2.1 (a) dikembangkan seperti digambarkan
pada gambar 2.1, (b) Anda harus memverifikasi bahwa output adalah 0 kecuali ketika A0
= 1, A1 = 0, A2 = 0, A3 = 1 diterapkan pada input. A0 adalah LSB dan A3 adalah MSB
dalam representasi bilangan biner oe kode tertimbang lainnya dalam buku ini. LSB
adalah hak- paling sedikit dalam susunan horizontal dan sedikit paling atas dalam
susunan vertical, kecuali ditentukan lain. Jika gerbang NAND adalah penggunaan
ditempat gerbang AND pada gambar 2.1. (Julia Dama Yanti, 2016:4)

Apabila binary decoder menerima n input (biasanya dikelompokkan sebagai biner


tunggal atau angka Boolean) akan mengaktifkan satu dan hanya satu dari yang 2n output
berdasarkan itu input dengan semua output lainnya dinonaktifkan. (Sudjendro, 2015:213)

Decoder BCD-ke-Decimal yang umum tersedia mencakup TTL 7442 atau CMOS
4028. Umumnya kode output decoder biasanya memiliki bit lebih banyak daripada kode
input dan rangkaian "biner decoder" yang praktis termasuk, 2-to-4, 3-to-8, 4-to-16 line
konfigutasi. (Sudjendro, 2015:213)
(Gambar Decoder 2-to-4)

(Gambar Decoder 3-to-8)

1. Decoder Biner 2-to-4

Salah satu contoh dekoder dengan aturan n to 2n adalah dekoder 2 ke 4.


Dengan menggunakan gerbang dasar dapat digambar sebagai dibawah ini.

Lalu dengan menggunakan tabel kebenarannya yaitu :


Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa dekoder secara umum mengikuti
aturan n to 2n, sehingga dalam contoh diatas yang mempunyai 2 input yaitu X dan
Y yang berarti mempunyai 4 kemungkinan kombinasi seperti tabel diatas.
(Sudjendro, 2015:214)

Contoh sederhana di atas dari decoder biner 2-to-4 tline terdiri dari sebuah
susunan dari empat gerbang AND. 2-input biner berlabel A dan B decoded
(diterjemahkan) ke dalam satu dari 4 output , maka deskripsi dari decoder biner 2-
to-4. Setiap output mewakili satu dari miniterms dari 2 input variabel, (masing-
masing output = sebuah miniterm). (Sudjendro : 2015:214)

2. Decoder Biner 3-to-8

Salah satu contoh dekoder dengan aturan n to 2n adalah dekoder 3 ke 8.


Dengan menggunakan gerbang dasar dapat digambar sebagai dibawah ini.

Lalu dengan menggunakan tabel kebenaran nya yaitu :


Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa dekoder secara umum mengikuti
aturan n to 2n, sehingga dalam contoh diatas yang mempunyai 3 input yaitu X,
Ydan Z yang berarti mempunyai 8 kemungkinan kombinasi seperti tabel diatas.
(Sudjendro, 2015:215)

Beberapa decoder biner memiliki pin input tambahan berlabel "Enable"


yang mengontrol output dari perangkat. Input tambahan ini memungkinkan output
decoder dinyalakan "ON" atau "OFF" sesuai kebutuhan. Jenis decoder biner ini
biasa digunakan sebagai "alamat memory decoder" dalam aplikasi memory
mikroprosesor. (Sudjendro, 2015:215)

1. IC 7404

Paket IC ini yang merupakan inverter Hex terdiri dari enam TTL
inverter yang dapat digunakan independen satu sama lain. Itu output dari
inverter adalah pelengkap dari logika inputnya. Diagram Pin IC 7404
ditunjukkan pada gambar dibawah ini :
Ketika tegangan Pin-to-Pin 4kV diterapkan pada pin 1, gerbang
pertama rusak dan output tetap pada 4V (tinggi) terlepas dari input. Dan
ketika habis pada output pin, output tetap pada 0 (rendah) terlepas dari
input. Efeknya berlawanan dengan yang diamati dalam perangkat CMOS.

2. IC 7408

Paket IC ini berisi empat TTL independen DAN gerbang masing-


masing melakukan operasi logika DAN, yang pinnya rinciannya seperti
yang ditunjukkan pada Gambar. Ini memberikan logika output tinggi ketika
kedua input berada pada posisi tinggi.

Setelah 8kV dekat IC ada transien besar dalam bentuk gelombang


input dan output dan juga terlihat bahwa setelah debit amplitudo logika
output tinggi. IC berkurang menjadi setengah (2.5V) dari nilai awal (5V).
Tidak ada perubahan amplitudo input bentuk gelombang setelah debit.

3. IC 74138

IC 74LS138 merupakan ic decoder yang terdiri dari 6 input dan 8


output dan Ic ini dirancang untuk kecepatan tinggi seperti memory dekoder
dan sistem transmisi data. Dalam IC dekoder ini memiliki 3 input select dan
3 input enable. (Budiono Mismail, 2013:17)

IC 74LS138 mempunyai kaki yang terdiri dari :

• Kaki 1,2,3 : merupakan kaki input select A,B,C


• Kaki 4,5,6 : merupakan kaki input enable G1,G2,G3 atau
G1,dan G2 note 1
• Kaki 8 : merupakan ground
• Kaki 7,8,9,10,11,12, 13,14,15 : merupakan output
• Kaki 16 : merupakan VCC. (Budiono Mismail, 2013:17)

Cara Kerja:

Apabila salah satu input berlogika 1 maka output akan berlogika 1,dan
apabila 3 input disatukan yang select maupun enable maka salah satu output
atau Y akan berlogika 0.

• Jika A,B,C diberi tegangan Low, maka Y0 akan berlogika 0.


• Jika B,C diberi tegangan Low, maka Y1 akan berlogika 0.
• Jika A,C diberi tegangan Low, maka Y2 akan berlogika 0.
• Jika C diberi tegangan Low, maka Y3 akan berlogika 0.
• Jika A,B diberi tegangan Low, maka Y4 akan berlogika 0.
• Jika B diberi tegangan Low, maka Y5 akan berlogika 0.
• Jika A diberi tegangan Low, maka Y6 akan berlogika 0.
• Jika A,B,C diberi tegangan High, maka Y7 akan berlogika 0.
Tabel Kebenaran:

(Budiono Mismail, 2013:18)


D. Alat dan Bahan
No. Alat dan Bahan Jumlah Gambar
1. IC 7404 1 buah

IC 7408 1 buah

IC 74138 1 buah

2. Kabel jumper 1 buah


3. Protoboard 1 buah

4. KabelBuaya 1 buah

5. Baterai 9V 1 buah

6. LED 8 buah
E. Langkah Kerja
1. Langkah Percobaan 1 (Rangkaian 2 ke 4)
• Alat dan bahan yang diperlukan disiapkan seperti IC 7404, IC 7408, Protoboard,
Jumper, Kabel buaya, Baterai dan LED (lampu indikator).
• IC 7404 dan IC 7408 dipasang di protoboard. Pada kaki ke 1 dan 3 IC7404 dipasang
jumper yang akan digunakan sebagai input X dan Y. Sedangkan kaki ke 7 IC7404
dipasang jumper sebagai ground dan kaki ke 14 IC7404 sebagai Vcc.
• Kaki ke 1 IC7404 dihubungkan dengan kaki ke 10 dan kaki ke 12 IC7408 dengan
menggunakan jumper. Sedangkan kaki ke 2 IC7404 dihubungkan dengan kaki ke 1 dan
kaki ke 4 IC7408 dengan menggunakan jumper. Kemudian kaki ke 3 IC7404
dihubungkan dengan kaki ke 5 dan kaki ke 13 IC7408 denganmenggunakan jumper.
Selanjutnya kaki ke 4 IC7404 dihubungkan dengan kaki ke 2 dan kaki ke 9 IC7408
dengan menggunakan jumper.
• Kaki ke 3 IC7408, kaki ke 6 IC7408, kaki ke 8 IC7408, dan kaki ke 11 IC7408
dihubungkan dengan kaki positif LED sebagai indikator . Sedangkan kaki negative
LED di groundkan
• Kaki ke 7 IC7404 yang dipasang jumper sebagai ground dihubungkan dengan sumber
tagangan (power supply) negatif dengan menggunakan kabel buaya hitam sedangkan
kaki ke 14 IC7404 yang dipasang jumper sebagai Vcc dihubungkan dengan sumber
tegangan positif (power supply) dengan menggunakan kabel buaya merah .
• Pada kaki ke 1 IC7404 sebagai kode X digroundkan sehingga nilai inputnya 0 dan kaki
ke 3 IC7404 sebagai kode Y digroundkan sehingga nilai inputnya 0. Kemudian LED
(lampu indicator) diamati.
• Pada kaki ke 1 IC7404 sebagai kode X digroundkan sehingga nilai inputnya 0 dan kaki
ke 3 IC7404 sebagai kode Y dibiarkan (dilepas dari protoboard) sehingga nilai
inputnya 1. Kemudian LED (lampu indicator) diamati.
• Pada kaki ke 1 IC7404 sebagai kode X dibiarkan (dilepas dari protoboard) sehingga
nilai inputnya 1 dan kaki ke 3 IC7404 sebagai kode Y digroundkan sehingga nilai
inputnya 0. Kemudian LED (lampu indicator) diamati.
• Pada kaki ke 1 IC7404 sebagai kode X dibiarkan (dilepas dari protoboard) sehingga
nilai inputnya 1 dan kaki ke 3 IC7404 sebagai kode Y dibiarkan (dilepas dari
protoboard) sehingga nilai inputnya 1. Kemudian LED (lampu indicator) diamati.
• Hasil pengamatan pada LED (lampu indicator) dicatat dalam tabel pengamatan
• Hasil pengamatan dianalisis
2. Langkah Percobaan 2 (Rangkaian 3 ke 8)
• Alat dan bahan yang diperlukan disiapkan seperti IC 74138, Protoboard, Jumper, Kabel
buaya, Baterai dan LED (lampu indikator).
• IC 74138 dipasang di protoboard. Pada kaki ke 1, 2 dan 3 IC74138 dipasang jumper
yang akan digunakan sebagai input A1, A2 dan A3 (active). Kemudian pada kaki ke 4,
5 dan 6 IC74138 dipasang jumper yang akan digunakan sebagaienabel E1, E2 dan E3.
Sedangkan kaki ke 8 IC74138 dipasang jumper sebagai ground dan kaki ke 16
IC74138 sebagai Vcc.
• Kaki ke 7 IC74138, kaki ke 9 IC74138, kaki ke 10 IC74138, kaki ke 11 IC74138, kaki
ke 12 IC74138, kaki ke 13 IC74138, kaki ke 14 IC74138, dan kaki ke 15 IC74138
dihubungkan dengan kaki positif LED sebagai indikator. Sedangkan kaki negatif LED
digroundkan.
• Kaki ke 8 IC74138 yang dipasang jumper sebagai ground dihubungkan dengan sumber
tagangan (power supply) negatif dengan menggunakan kabel buaya hitam sedangkan
kaki ke 16 IC74138 yang dipasang jumper sebagai Vcc dihubungkan dengan sumber
tegangan positif (power supply) dengan menggunakan kabel buaya merah.
• Pada kaki ke 1 IC74138, kaki ke 2 IC74138 dan kaki ke 3 IC74138 sebagai kode A1,
A2, dan A3 boleh dihubungkan dengan ground atau dibiarkan (dilepas dari protoboard)
sehingga nilai inputnya bersifat bebas bisa 0 bisa 1. Kemudian kaki ke 6 IC74138
sebagai kode E1 dibiarkan sehingga nilai inputnya 1 sedangkan kaki ke 4 IC74138
sebagai kode E2 dan kaki ke 5 IC74138 sebagai kode E3 boleh dihubungkan dengan
ground atau dibiarkan (dilepas dari protoboard) sehingga nilai inputnya bersifat bebas
bisa 0 bisa 1 . Kemudian LED (lampu indikator) diamati.
• Pada kaki ke 1 IC74138, kaki ke 2 IC74138 dan kaki ke 3 IC74138 sebagai kode A1,
A2, dan A3 boleh dihubungkan dengan ground atau dibiarkan (dilepas dari protoboard)
sehingga nilai inputnya bersifat bebas bisa 0 bisa 1. Kemudian kaki ke 4 IC74138
sebagai kode E2 dibiarkan sehingga nilai inputnya 1 sedangkan kaki ke 6 IC74138
sebagai kode E1 dan kaki ke 5 IC74138 sebagai kode E3 boleh dihubungkan dengan
ground atau dibiarkan (dilepas dari protoboard) sehingga nilai inputnya bersifat bebas
bisa 0 bisa 1 . Kemudian LED (lampu indikator) diamati.
• Pada kaki ke 1 IC74138, kaki ke 2 IC74138 dan kaki ke 3 IC74138 sebagai kode A1,
A2, dan A3 boleh dihubungkan dengan ground atau dibiarkan (dilepas dari protoboard)
sehingga nilai inputnya bersifat bebas bisa 0 bisa 1. Kemudian kaki ke 5 IC74138
sebagai kode E3 dihubungkan dengan ground sehingga nilai inputnya 0 sedangkan kaki
ke 6 IC74138 sebagai kode E1 dan kaki ke 4 IC74138 sebagai kode E2 boleh
dihubungkan dengan ground atau dibiarkan (dilepas dari protoboard) sehingga nilai
inputnya bersifat bebas bisa 0 bisa 1 . Kemudian LED (lampu indicator) diamati.
• Pada kaki ke 1 IC74138, kaki ke 2 IC74138 dan kaki ke 3 IC74138 sebagai kode A1,
A2, dan A3 dihubungkan dengan ground sehingga nilai inputnya 0. Kemudian kaki ke
5 IC74138 sebagai kode E3 dibiarkan (dilepas dari protoboard) sehingga nilai inputnya
1 sedangkan kaki ke 6 IC74138 sebagai kode E1 dan kaki ke 4 IC74138 sebagai kode
E2 dihubungkan dengan ground sehingga nilai inputnya 0. Kemudian LED (lampu
indicator) diamati.
• Pada kaki ke 1 IC74138 sebagai kode A1 dibiarkan sehingga nilai inputnya 1, kaki ke 2
IC74138 dan kaki ke 3 IC74138 sebagai kode A2, dan A3 dihubungkan dengan ground
sehingga nilai inputnya 0. Kemudian kaki ke 5 IC74138 sebagai kode E3 dibiarkan
(dilepas dari protoboard) sehingga nilai inputnya 1 sedangkan kaki ke 6 IC74138
sebagai kode E1 dan kaki ke 4 IC74138 sebagai kode E2 dihubungkan dengan ground
sehingga nilai inputnya 0. Kemudian LED (lampu indikator) diamati.
• Pada kaki ke 2 IC74138 sebagai kode A2 dibiarkan sehingga nilai inputnya 1, kaki ke 1
IC74138 dan kaki ke 3 IC74138 sebagai kode A1, dan A3 dihubungkan dengan ground
sehingga nilai inputnya 0. Kemudian kaki ke 5 IC74138 sebagai kode E3 dibiarkan
(dilepas dari protoboard) sehingga nilai inputnya 1 sedangkan kaki ke 6 IC74138
sebagai kode E1 dan kaki ke 4 IC74138 sebagai kode E2 dihubungkan dengan ground
sehingga nilai inputnya 0. Kemudian LED (lampu indikator) diamati.
• Pada kaki ke 1 IC74138 sebagai kode A1 dan kaki ke 2 IC74138 sebagai kode A2
dibiarkan sehingga nilai inputnya 1, kaki ke 3 IC74138 sebagai kode A3 dihubungkan
dengan ground sehingga nilai inputnya 0. Kemudian kaki ke 5 IC74138 sebagai kode
E3 dibiarkan (dilepas dari protoboard) sehingga nilai inputnya 1 sedangkan kaki ke 6
IC74138 sebagai kode E1 dan kaki ke 4 IC74138 sebagai kode E2 dihubungkan
dengan ground sehingga nilai inputnya 0. Kemudian LED (lampu indikator) diamati.
• Pada kaki ke 1 IC74138 sebagai kode A1 dan kaki ke 2 IC74138 sebagai kode A2
digroundkan sehingga nilai inputnya 0, kaki ke 3 IC74138 sebagai kode A3 dibiarkan
(dilepas dari protoboard) sehingga nilai inputnya 1. Kemudian kaki ke 5 IC74138
sebagai kode E3 dibiarkan (dilepas dari protoboard) sehingga nilai inputnya 1
sedangkan kaki ke 6 IC74138 sebagai kode E1 dan kaki ke 4 IC74138 sebagai kode E2
dihubungkan dengan ground sehingga nilai inputnya 0. Kemudian LED (lampu
indikator) diamati.
• Pada kaki ke 2 IC74138 sebagai kode A2 dihubungkan dengan ground sehingga nilai
inputnya 0, kaki ke 1 IC74138 dan kaki ke 3 IC74138 sebagai kode A1, dan A3
dibiarkan sehingga nilai inputnya 1. Kemudian kaki ke 5 IC74138 sebagai kode E3
dibiarkan (dilepas dari protoboard) sehingga nilai inputnya 1 sedangkan kaki ke 6
IC74138 sebagai kode E1 dan kaki ke 4 IC74138 sebagai kode E2 dihubungkan
dengan ground sehingga nilai inputnya 0. Kemudian LED (lampu indikator) diamati.
• Pada kaki ke 1 IC74138 sebagai kode A1 digroundkan sehingga nilai inputnya 0, kaki
ke 2 IC74138 dan kaki ke 3 IC74138 sebagai kode A2, dan A3 dibiarkan sehingga nilai
inputnya 1. Kemudian kaki ke 5 IC74138 sebagai kode E3 dibiarkan sehingga nilai
inputnya 1 sedangkan kaki ke 6 IC74138 sebagai kode E1 dan kaki ke 4 IC74138
sebagai kode E2 digroundkan sehingga nilai inputnya 0. Kemudian LED (lampu
indicator) diamati.
• Pada kaki ke 1 IC74138, kaki ke 2 IC74138 dan kaki ke 3 IC74138 sebagai kode A1,
A2, dan A3 dibiarkan (dilepas dari protoboard) sehingga nilai inputnya 1. Kemudian
kaki ke 5 IC74138 sebagai kode E3 dibiarkan (dilepas dari protoboard) sehingga nilai
inputnya 1 sedangkan kaki ke 6 IC74138 sebagai kode E1 dan kaki ke 4 IC74138
sebagai kode E2 dihubungkan ground sehingga nilai inputnya 0. Kemudian LED
(lampu indicator) diamati.
• Hasil pengamatan pada LED (lampu indicator) dicatat dalam tabel pengamatan
• Hasil pengamatan dianalis.
F. Skema Alat

Decoder 2 ke 4

Decoder 3 ke 8
G. Data Pengamatan

Decoder 2 ke 4

A B D0 D1 D2 D3 Gambar
0 0 1 0 0 0

0 1 0 1 0 0

1 0 0 0 1 0

1 1 0 0 0 1
Decoder 3 ke 8

A B C E0 E1 E2 F0 F1 F2 F3 F4 F5 F6 F7
X X X 1 X X 1 1 1 1 1 1 1 1

X X X X 1 X 1 1 1 1 1 1 1 1

X X X X X 0 1 1 1 1 1 1 1 1

0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1
1 0 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1

0 1 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1

1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1

0 0 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1
1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1

0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1

1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0
H. Analisis Data Pengamatan

Pada Hari Senin, 27 Mei 2019 Kelompok 4 Pendidikan Fisika 2017B melaksanakan
praktikum yang berjudul “Decoder” yang bertujuan agar mahasiswa dapat memahami operasi
rangkaian Decoder serta dapat membuatnya untuk keperluan tertentu. Praktikum ini
dilaksanakan di Laboratorium Elektronika Dasar Gedung D FKIP UNS.

Pada praktikum Decoder ini alat yang digunakan yaitu IC 7404 satu buah, IC7408 satu
buah, IC 74138 buah, Batu baterai buah, protoboard satu buah, LED secukupnya, kabel buaya
dua buah, dan kabel jumper dua buah.

Sebelum melakukan percobaan, praktikan terlebih dahulu mengidentifikasi IC 7404, IC


7408 dan IC 74138. Dimulai dari cara membaca nama IC lalu cara membaca urutan kaki IC.
Dalam praktikum Decoder ini terdapat dua percobaan yaitu percobaan decoder 2 to 4 dan
percobaan decoder 3 to 8. Dalam percobaan decoder 2 to 4 dan percobaan decoder 3 to 8 ini
diawali dengan menyiapakan alat dan bahan, selanjutnya alat dan bahan dirangkai sesuai
dengan skema yang diberikan oleh asisten praktikum.

1. Percobaan Pertama

Input Output
A B Do D1 D2 D3
0 0 1 0 0 0
0 1 0 1 0 0
1 0 0 0 1 0
1 1 0 0 0 1

• Data Pertama.

Kaki 1 IC 7404 merupakan input. Kaki 2 IC 7404 merupakan output. Ketika


input yang diberikan adalah bernilai 0 (nol) maka ouputnya adalah bernilai 1 (satu).
Output ini dihubungkan dengan kaki 1 IC 7408. Kaki 3 IC 7404 merupakan input.
Kaki 4 IC 7404 merupakan output dari kaki 3 IC7404. Ketika input yang diberikan
adalah bernilai 0 (nol) maka outputnya adalah bernilai 1 (satu). Output ini
dihubungkan dengan kaki 2 IC 7408. Telah kita ketahui bahwa kaki 1 IC 7408
memiliki input 1 (satu) dan kaki 2 IC7408 memiliki input 1 (satu). Maka output
pada kaki 3 IC 7408 adalah 1 (satu) sehingga LED pertama menyala.

Kaki 1 IC 7404 merupakan input. Kaki 2 IC 7404 merupakan output dari kaki
1 IC7404. Ketika input yang diberikan adalah bernilai 1 (satu) maka ouputnya
adalah bernilai 0 (nol). Output ini dihubungkan dengan kaki 4 IC 7408. Input dari
local statelangsung dihubungkan dengan kaki 5 IC 7408 sehingga ketika input yang
diberikan bernilai 1 (satu) maka pada kaki 5 IC 7408 juga bernilai 1 (satu). Telah
kita ketahui bahwa kaki 4 IC 7408 memiliki input 0 (nol) dan kaki 5 IC7408
memiliki input 1 (satu). Maka output pada kaki 6 IC 7408 adalah 0 (nol) sehingga
LED kedua tidak menyala.

Kaki 3 IC 7404 merupakan input. Kaki 4 IC 7404 merupakan output dari kaki
3 IC7404. Ketika input yang diberikan adalah bernilai 1 (satu) maka ouputnya
adalah bernilai 0 (nol). Output ini dihubungkan dengan kaki 9 IC 7408. Input dari
local state langsung dihubungkan dengan kaki 10 IC 7408 sehingga ketika input
yang diberikan bernilai 1 (satu) maka pada kaki 10 IC 7408 juga bernilai 1 (satu).
Telah kita ketahui bahwa kaki 9 IC 7408 memiliki input 0 (nol) dan kaki 10 IC7408
memiliki input 1 (satu). Maka output pada kaki 8 IC 7408 adalah 0 (nol) sehingga
LED ketiga tidak menyala.

Input dari local state langsung dihubungkan dengan kaki 12 IC 7408 sehingga
ketika input yang diberikan bernilai 0 (nol) maka pada kaki 12 IC 7408 juga bernilai
0 (nol). Lalu input dari local state langsung dihubungkan dengan kaki 13 IC 7408
sehingga ketika input yang diberikan bernilai 0 (nol) maka pada kaki 13 IC 7408
juga bernilai 0 (nol). Telah kita ketahui bahwa kaki 12 IC 7408 memiliki input 0
(nol) dan kaki 13 IC7408 memiliki input 0 (nol). Maka output pada kaki 11 IC 7408
adalah 0 (nol) sehingga LED keempat tidak menyala.

• Data Kedua

Kaki 1 IC 7404 merupakan input. Kaki 2 IC 7404 merupakan output dari kaki
1 IC7404. Ketika input yang diberikan adalah bernilai 1 (satu) maka ouputnya
adalah bernilai 0 (nol). Output ini dihubungkan dengan kaki 1 IC 7408. Kaki 3 IC
7404 merupakan input. Kaki 4 IC 7404 merupakan output dari kaki 3 IC7404.
Ketika input yang diberikan adalah bernilai 1 (satu) maka outputnya adalah bernilai
0 (nol). Output ini dihubungkan dengan kaki 2 IC 7408. Telah kita ketahui bahwa
kaki 1 IC 7408 memiliki input 0 (nol) dan kaki 2 IC7408 memiliki input 0 (nol).
Maka output pada kaki 3 IC 7408 adalah 0 (nol) sehingga LED pertama tidak
menyala.

Kaki 1 IC 7404 merupakan input. Kaki 2 IC 7404 merupakan output dari kaki
1 IC7404. Ketika input yang diberikan adalah bernilai 0 (nol) maka ouputnya akan
bernilai 1 (satu). Output yang dihasilkan ini dihubungkan dengan kaki 4 IC 7408
yang akan berperan sebagai input AND. Input dari kaki 3 IC 7404 langsung
dihubungkan dengan kaki 5 IC 7408.Kerena input yang diberikan pada Y(kaki 3 IC
7404) bernilai 1 (satu) maka pada kaki 5 IC 7408 juga bernilai 1 (satu). Telah kita
ketahui bahwa kaki 4 IC 7408 memiliki input 1 (satu) dan kaki 5 IC7408 memiliki
input 1 (satu). Maka output pada kaki 6 IC 7408 adalah 1 (satu) sehingga LED
kedua menyala.

Kaki 3 IC 7404 merupakan input. Kaki 4 IC 7404 merupakan output dari kaki
3 IC7404. Ketika input yang diberikan adalah bernilai 1 (satu) maka ouputnya
adalah bernilai 0 (nol). Kerena pada praktikum ini kaki 3 sebagai input bernilai 1
maka kaki 4 sebagai output memiliki nilai 0. Output ini dihubungkan dengan kaki 9
IC 7408 sebagai input AND. Input dari local state langsung dihubungkan dengan
kaki 10 IC 7408 sehingga ketika input yang diberikan bernilai 1 (satu) maka pada
kaki 10 IC 7408 juga bernilai 1 (satu). Telah kita ketahui bahwa kaki 9 IC 7408
memiliki input 0 (nol) dan kaki 10 IC7408 memiliki input 1 (satu). Maka output
pada kaki 8 IC 7408 adalah 0 (nol) sehingga LED ketiga tidak menyala.

Input dari local state (X) langsung dihubungkan dengan kaki 12 IC 7408
sehingga ketika input yang diberikan bernilai 0 (nol) maka pada kaki 12 IC 7408
juga bernilai 0 (nol). Lalu input dari local state (Y) langsung dihubungkan dengan
kaki 13 IC 7408 sehingga ketika input yang diberikan bernilai 1 (satu) maka pada
kaki 13 IC 7408 juga bernilai 1 (satu). Telah kita ketahui bahwa kaki 12 IC 7408
memiliki input 0 (nol) dan kaki 13 IC7408 memiliki input 1 (satu). Maka output
pada kaki 11 IC 7408 adalah 0 (nol) sehingga LED keeempat tidak menyala.
• Data Ketiga

Kaki 1 IC 7404 merupakan input. Kaki 2 IC 7404 merupakan output dari kaki
1 IC7404. Ketika input yang diberikan adalah bernilai 1 (satu) maka ouputnya
adalah bernilai 0 (nol). Output ini dihubungkan dengan kaki 1 IC 7408. Kaki 3 IC
7404 merupakan input. Kaki 4 IC 7404 merupakan output dari kaki 3 IC7404.
Ketika input yang diberikan adalah bernilai 1 (satu) maka outputnya adalah bernilai
0 (nol). Output ini dihubungkan dengan kaki 2 IC 7408. Telah kita ketahui bahwa
kaki 1 IC 7408 memiliki input 0 (nol) dan kaki 2 IC7408 memiliki input 0 (nol).
Maka output pada kaki 3 IC 7408 adalah 0 (nol) sehingga LED pertama tidak
menyala.

Kaki 1 IC 7404 merupakan input. Kaki 2 IC 7404 merupakan output dari kaki
1 IC7404. Ketika input yang diberikan adalah bernilai 1 (satu) maka ouputnya
adalah bernilai 0 (nol). Output ini dihubungkan dengan kaki 4 IC 7408. Input dari
local state langsung dihubungkan dengan kaki 5 IC 7408 sehingga ketika input yang
diberikan bernilai 1 (satu) maka pada kaki 5 IC 7408 juga bernilai 1 (satu). Telah
kita ketahui bahwa kaki 4 IC 7408 memiliki input 0 (nol) dan kaki 5 IC7408
memiliki input 1 (satu). Maka output pada kaki 6 IC 7408 adalah 0 (nol) sehingga
LED kedua tidak menyala.

Kaki 3 IC 7404 merupakan input. Kaki 4 IC 7404 merupakan output dari kaki
3 IC7404. Ketika input yang diberikan adalah bernilai 0 (nol) maka ouputnya adalah
bernilai 1 (satu). Output ini dihubungkan dengan kaki 9 IC 7408. Input dari local
state langsung dihubungkan dengan kaki 10 IC 7408 sehingga ketika input yang
diberikan bernilai 0 (nol) maka pada kaki 10 IC 7408 juga bernilai nol (0). Telah
kita ketahui bahwa kaki 9 IC 7408 memiliki input 1 (satu) dan kaki 10 IC7408
memiliki input 0 (nol). Maka output pada kaki 8 IC 7408 adalah 1 (satu) sehingga
LED ketiga menyala.

Input dari local state langsung dihubungkan dengan kaki 12 IC7408 sehingga
ketika input yang diberikan bernilai 0 (nol) maka pada kaki 12 IC 7408 juga bernilai
0 (nol). Lalu input dari local state langsung dihubungkan dengan kaki 13 IC 7408
sehingga ketika input yang diberikan bernilai 1 (satu) maka pada kaki 13 IC 7408
juga bernilai nol (nol). Telah kita ketahui bahwa kaki 12 IC 7408 memiliki input nol
(nol) dan kaki 13 IC7408 memiliki input nol (nol). Maka output pada kaki 11 IC
7408 adalah nol (satu) sehingga LED keempat tidak menyala.

• Data Keempat

Kaki 1 IC 7404 merupakan input. Kaki 2 IC 7404 merupakan output dari kaki
1 IC7404. Ketika input yang diberikan adalah bernilai 1 (satu) maka ouputnya
adalah bernilai 0 (nol). Output ini dihubungkan dengan kaki 1 IC 7408. Kaki 3 IC
7404 merupakan input. Kaki 4 IC 7404 merupakan output dari kaki 3 IC7404.
Ketika input yang diberikan adalah bernilai 1 (satu) maka outputnya adalah bernilai
0 (nol). Output ini dihubungkan dengan kaki 2 IC 7408. Telah kita ketahui bahwa
kaki 1 IC 7408 memiliki input 0 (nol) dan kaki 2 IC7408 memiliki input 0 (nol).
Maka output pada kaki 3 IC 7408 adalah 0 (nol) sehingga LED pertama tidak
menyala.

Kaki 1 IC 7404 merupakan input. Kaki 2 IC 7404 merupakan output dari kaki
1 IC7404. Ketika input yang diberikan adalah bernilai 1 (satu) maka ouputnya
adalah bernilai 0 (nol). Output ini dihubungkan dengan kaki 4 IC 7408. Input dari
local state langsung dihubungkan dengan kaki 5 IC 7408 sehingga ketika input yang
diberikan bernilai 1 (satu) maka pada kaki 5 IC 7408 juga bernilai 1 (satu). Telah
kita ketahui bahwa kaki 4 IC 7408 memiliki input 0 (nol) dan kaki 5 IC7408
memiliki input 1 (satu). Maka output pada kaki 6 IC 7408 adalah 0 (nol) sehingga
LED kedua tidak menyala.

Kaki 3 IC 7404 merupakan input. Kaki 4 IC 7404 merupakan output dari kaki
3 IC7404. Ketika input yang diberikan adalah bernilai 1 (satu) maka ouputnya
adalah bernilai 0 (nol). Output ini dihubungkan dengan kaki 9 IC 7408. Input dari
local state langsung dihubungkan dengan kaki 10 IC 7408 sehingga ketika input
yang diberikan bernilai 1 (satu) maka pada kaki 10 IC 7408 juga bernilai 1 (satu).
Telah kita ketahui bahwa kaki 9 IC 7408 memiliki input 0 (nol) dan kaki 10 IC7408
memiliki input 1 (satu). Maka output pada kaki 8 IC 7408 adalah 0 (nol) sehingga
LED ketiga tidak menyala.

Input dari local state langsung dihubungkan dengan kaki 12 IC 7408 sehingga
ketika input yang diberikan bernilai 1 (satu) maka pada kaki 12 IC 7408 juga
bernilai 1 (satu). Lalu input dari local state langsung dihubungkan dengan kaki 13
IC 7408 sehingga ketika input yang diberikan bernilai 1 (satu) maka pada kaki 13
IC 7408 juga bernilai 1 (satu). Telah kita ketahui bahwa kaki 12 IC 7408 memiliki
input 1 (satu) dan kaki 13 IC7408 memiliki input 1 (satu). Maka output pada kaki
11 IC 7408 adalah 1 (satu) sehingga LED keempat menyala.

Pada percobaan pertama yaitu rangkaian decoder 2 to 4 ketika inputnya bernilai


(0,0) maka output D0 bernilai 1 dan output yang lain bernilai 0, ini ditandai dengan nyala
LED pertama sebagai indikator output. Ketika inputnya bernilai (0,1) maka output D1
bernilai 1 dan output yang lain bernilai 0, ini ditandai dengan nyalanya LED kedua
sebagai indikator output. Ketika inputnya bernilai (1,0) maka D2 bernilai 1, dan output
yang laian bernilai 0, ini ditandai pula dengan LED ketiga sebagai indikator output.
Ketika inputnya (1,1) maka outputnya D3 bernilai 1 dan output lainya bernilai 0, ini
ditandai dengan nyala LED keempat sebagai indikator output.
2. Percobaan Kedua

Input Enable Output


A B C E1 E2 E3 F0 F1 F2 F3 F4 F5 F6 F7
x x X H X x 1 1 1 1 1 1 1 1
x x X x H x 1 1 1 1 1 1 1 1
x x X x X 0 1 1 1 1 1 1 1 1
0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1
1 0 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1
0 1 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1
1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1
0 0 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1
1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1
0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1
1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0

• Data Pertama

Data pertama dengan input A, B dan C bernilai 1 dan Enable E1, E2 dan E3
bernilai 1. Mengapa pada percobaan pertama seluruh lampu menyala? Karena pada
percobaan pertama tidak ada rangkaian yang mengindikasikan tidak menyala.
Penjelasan secara singkat sebagai berikut dengan Kaki aktif (A, B, atau C) bernilai 0
(nol), Kaki E1 bernilai 1, Kaki E2 bernilai 0 dan Kaki E3 bernilai 0 maka akan
dihasilkan sebagai berikut. Catatan : Berdasarkan teori apabila salah satu input (A,
B, atau C) berlogika 1 maka output akan berlogika 1. Output yang dihasilkan dari
kaki aktif adalah 1 dan output yang dihasilkan kaki enabel bernilai 0 dihubungkan
secara AND maka output yang dihasilkan bernilai 0 (nol). Dan terakhir nilai
tersebut dihubungkan dengan NOT sehingga hasil akhirnya adalah 1, sehingga
semua lampu yang dihasilkan menyala.

• Data Kedua

Mengapa pada percobaan kedua seluruh lampu menyala, karena pada data
kedua tidak ada rangkaian yang mengindikasikan tidak menyala. Penjelasan secara
singkat sebagai berikut dengan Kaki aktif (A, B, atau C) bernilai 0 (nol), Kaki E1
bernilai 0, Kaki E2 bernilai 1 dan Kaki E3 bernilai 0 maka akan dihasilkan sebagai
berikut. Catatan : Berdasarkan teori apabila salah satu input (A, B, atau C) berlogika
1 maka output akan berlogika 1. Output yang dihasilkan dari kaki aktif adalah 1 dan
output yang dihasilkan kaki enabel bernilai 0 dihubungkan secara AND maka output
yang dihasilkan bernilai 0 (nol). Dan terakhir nilai tersebut dihubungkan dengan
NOT sehingga hasil akhirnya adalah 1, sehingga lampu menyala.

• Data Ketiga

Mengapa pada percobaan kedua seluruh lampu menyala, karena pada data
kedua tidak ada rangkaian yang mengindikasikan tidak menyala. Penjelasan secara
singkat sebagai berikut dengan Kaki aktif (A, B, atau C) bernilai 0 (nol), Kaki E1
bernilai 0, Kaki E2 bernilai 1 dan Kaki E3 bernilai 0 maka akan dihasilkan sebagai
berikut. Catatan : Berdasarkan teori apabila salah satu input (A, B, atau C) berlogika
1 maka output akan berlogika 1. Output yang dihasilkan dari kaki aktif adalah 1 dan
output yang dihasilkan kaki enabel bernilai 0 dihubungkan secara AND maka output
yang dihasilkan bernilai 0 (nol). Dan terakhir nilai tersebut dihubungkan dengan
NOT sehingga hasil akhirnya adalah 1, sehingga lampu menyala.

• Data Keempat
Mengapa pada percobaan keempat hanya lampu satu (F0) yang mati. Ini
dikarenakan Kaki A, B, dan C dihubungkan dengan ground sehingga bernilai 0.
Ketiga Kaki tersebut dihubungkan secara NAND sehingga output yang dihasilkan
merupakan bernilai 1. Sedangkan E2 merupakan input yang bernilai 0, E3
merupakan input yang bernilai 1. E3 dan E2 dihubungkan secara AND maka output
nya bernilai 0. Output yang dihasilkan E3 dan E2 digunakan sebagai input dan
dihubungkan dengan E1 yang memiliki nilai 1 secara NAND, sehingga output yang
dihasilkan merupakan bernilai 1. Telah kita ketahui Kaki A, B, dan C bernilai 1 dan
output yang dihasilkan oleh E1 dan hasil dari output E2 dan E3 bernilai 1, kemudian
kita hubungkan secara AND maka output yang dihasilkan adalah 1. Dan teakhir
nilai tersebut dihubungkan dengan not sehingga hasil akhirnya adalah 0, sehingga
lampu tidak menyala.

• Data Kelima

Mengapa pada percobaan kelima hanya lampu dua (F1) yang mati. Ini
dikarenakan Kaki B, dan C dihubungkan dengan ground sehingga bernilai 0
sedangkan kaki A bernilai 1 karena tidak dihubungkan dengan ground namun A
dalam keadaan not sehingga A akan bernilai 0. Ketiga Kaki tersebut dihubungkan
secara NAND sehingga output yang dihasilkan merupakan bernilai 1.Sedangkan E2
merupakan input yang bernilai 1, E3 merupakan input yang bernilai 0. E3 dan E2
dihubungkan secara AND maka output nya bernilai 0. Output yang dihasilkan E3
dan E2 digunakan sebagai input dan dihubungkan dengan E1 yang memiliki nilai 0
secara NAND, sehingga output yang dihasilkan merupakan bernilai 1.Telah kita
ketahui hasil NAND dari Kaki A, B, dan C bernilai 1 dan output yang dihasilkan
oleh E1 dan hasil dari output E2 dan E3 bernilai 1, kemudian kita hubungkan secara
AND maka output yang dihasilkan adalah 1. Dan teakhir nilai tersebut dihubungkan
dengan not sehingga hasil akhirnya adalah 0, sehingga lampu tidak menyala.

• Data Keenam

Mengapa pada percobaan keenam hanya lampu tiga (F2) yang mati. Ini
dikarenakan Kaki A dan B dihubungkan dengan ground sehingga bernilai 0
sedangkan kaki B bernilai 1 karena tidak dihubungkan dengan ground namun B
dalam keadaan not sehingga B akan bernilai 0. Ketiga Kaki tersebut dihubungkan
secara NAND sehingga output yang dihasilkan akan bernilai 1. Sedangkan E2
merupakan input yang bernilai 0, E3 merupakan input yang bernilai 1. E3 dan E2
dihubungkan secara AND maka output nya bernilai 0. Outputyang dihasilkan E3
dan E2 digunakan sebagai input dan dihubungkan dengan E1 yang memiliki nilai 0
secara NAND, sehingga output yang dihasilkan merupakan bernilai 1. Telah kita
ketahui hasil NAND dari Kaki A, B, dan C bernilai 1 dan output yang dihasilkan
oleh E1 dan hasil dari output E2 dan E3 bernilai 1, kemudian kita hubungkan secara
AND maka output yang dihasilkan adalah 1. Dan terakhir nilai tersebut
dihubungkan dengan not sehingga hasil akhirnya adalah 0, sehingga lampu tidak
menyala.

• Data Ketujuh

Mengapa pada percobaan keempat hanya lampu satu (F3) yang mati. Ini
dikarenakan Kaki A dan B dibiarkan sehingga nilainya 1 sedangkan C dihubungkan
dengan ground sehingga bernilai 0. Ketiga Kaki tersebut dihubungkan secara
NAND sehingga output yang dihasilkan oleh kaki A, B dan C merupakan bernilai 0.
Sedangkan E3 merupakan input yang bernilai 1, E2 merupakan input yang bernilai
0. E3 dan E2 dihubungkan secara AND maka output nya bernilai 0. Output yang
dihasilkan E3 dan E2 digunakan sebagai input dan dihubungkan dengan E1 yang
memiliki nilai 0 secara NAND, sehingga output yang dihasilkan merupakan bernilai
1. Telah kita ketahui Kaki A, B, dan C bernilai 1 dan output yang dihasilkan oleh E1
dan hasil dari output E2 dan E3 bernilai 1, kemudian kita hubungkan secara AND
maka output yang dihasilkan adalah 1. Dan teakhir nilai tersebut dihubungkan
dengan not sehingga hasil akhirnya adalah 0, sehingga lampu tidak menyala.

• Data Kedelapan

Mengapa pada percobaan keempat hanya lampu satu (F4) yang mati. Ini
dikarenakan Kaki A dan B digroundkan sehingga nilainya 0 sedangkan C dibiarkan
sehingga bernilai 1. Ketiga Kaki tersebut dihubungkan secara NAND sehingga
output yang dihasilkan oleh kaki A, B dan C bernilai 0. Sedangkan E3 merupakan
input yang bernilai 1, E2 merupakan input yang bernilai 0. E3 dan E2 dihubungkan
secara AND maka output nya bernilai 0. Output yang dihasilkan E3 dan E2
digunakan sebagai input dan dihubungkan dengan E1 yang memiliki nilai 0 secara
NAND, sehingga output yang dihasilkan merupakan bernilai 1. Telah kita ketahui
Kaki A, B, dan C bernilai 1 dan output yang dihasilkan oleh E1 dan hasil dari output
E2 dan E3 bernilai 1, kemudian kita hubungkan secara AND maka output yang
dihasilkan adalah 1. Dan teakhir nilai tersebut dihubungkan dengan not sehingga
hasil akhirnya adalah 0, sehingga lampu tidak menyala.

• Data Kesembilan

Mengapa pada percobaan kesembilan hanya lampu satu (D6) yang mati. Ini
dikarenakan Kaki B dihubungkan dengan ground sehingga bernilai 0, sedangkan A
dan C tidak dihubungkan dengan ground sehingga bernilai 1, namun A di not kan
sehingga bernilai 0, begitu juga dengan C dimana C di Notkan sehingga bernilai 0 .
Ketiga Kaki tersebut dihubungkan secara NAND sehingga output yang dihasilkan
merupakan bernilai 1. Sedangkan E2 merupakan input yang bernilai 0, E3
merupakan input yang bernilai 1. E3 dan E2 dihubungkan secara AND maka output
nya bernilai 0. Output yang dihasilkan E3 dan E2 digunakan sebagai input dan
dihubungkan dengan E1 yang memiliki nilai 0 secara NAND, sehingga output yang
dihasilkan merupakan bernilai 1. Telah kita ketahui Kaki A, B, dan C bernilai 1 dan
output yang dihasilkan oleh kaki E1, E2, dan E3 bernilai 1. Kemudian kita
hubungkan secara AND maka output yang dihasilkan adalah 1. Dan terakhir nilai
tersebut dihubungkan dengan not sehingga hasil akhirnya adalah 0, sehingga lampu
tidak menyala.

• Data Kesepuluh

Mengapa pada percobaan kesepuluh hanya lampu satu (F7) yang mati. Ini
dikarenakan Kaki A dihubungkan dengan ground sehingga bernilai 0. Sedangkan B
dan C tidak dihubungkan dengan ground sehingga keduanya bernilai 1. Namun B
dan C dinotkan sehingga B dan C bernilai 0. Ketiga Kaki tersebut dihubungkan
secara NAND sehingga output yang dihasilkan merupakan bernilai 1. Sedangkan E2
merupakan input yang bernilai 0, E3 merupakan input yang bernilai 1. E3 dan E2
dihubungkan secara AND maka output nya bernilai 0. Output yang dihasilkan E3
dan E2 digunakan sebagai input dan dihubungkan dengan E1 yang memiliki nilai 0
secara NAND, sehingga output yang dihasilkan merupakan bernilai 1. Telah kita
ketahui Kaki A, B, dan C bernilai 1 dan output yang dihasilkan oleh E1 dan hasil
dari output E2 dan E3 bernilai 1, kemudian kita hubungkan secara AND maka
output yang dihasilkan adalah 1. Dan teakhir nilai tersebut dihubungkan dengan not
sehingga hasil akhirnya adalah 0, sehingga lampu tidak menyala.

• Data Kesebelas

Mengapa pada percobaan kesebelas hanya lampu satu (D8) yang mati. Ini
dikarenakan Kaki A, B, dan C tidak dihubungkan dengan ground sehingga bernilai
1. Namun ketiga kaki tersebut dinotkan sehingga A, B, C bernilai 1. Ketiga Kaki
tersebut dihubungkan secara NAND sehingga output yang dihasilkan merupakan
bernilai 0. Sedangkan E2 merupakan input yang bernilai 0, E3 merupakan input
yang bernilai 1. E3 dan E2 dihubungkan secara AND maka outputnya bernilai 0.
Output yang dihasilkan E3 dan E2 digunakan sebagai input dan dihubungkan
dengan E1 yang memiliki nilai 1 secara NAND, sehingga output yang dihasilkan
merupakan bernilai 1. Telah kita ketahui Kaki A, B, dan C bernilai 1 dan output
yang dihasilkan oleh E1 dan hasil dari output E2 dan E3 bernilai 1, kemudian kita
hubungkan secara AND maka output yang dihasilkan adalah 1. Dan teakhir nilai
tersebut dihubungkan dengan not sehingga hasil akhirnya adalah 0, sehingga lampu
tidak menyala.

I. Kesimpulan

Dari Percobaan dan analisis yang telah kami lakukan maka dapat disimpulkan bahwa :

1. Decoder 2 to 4
• Ketika input x bernilai 0 dan input y bernilai 0 maka LED D1 akan menyala karena
LED D1 memiliki nilai output 1
• Ketika input x bernilai 0 dan input y bernilai 1 maka LED D2 akan menyala karena
LED D2 memiliki nilai output 1
• Ketika input x bernilai 1 dan input y bernilai 0 maka LED D3 akan menyala karena
LED D3 memiliki nilai output 1
• Ketika input x bernilai 1 dan input y bernilai 1 maka LED D4 akan menyala karena
LED D4 memiliki nilai output 1
2. Decoder 3 to 8
• Ketika input A, B, C, E2 dan E3 bernilai bebas namun harus diperlakukan sama
(bernilai 0 atau 1 semuanya) dan E1 bernilai 1 maka LED dari F1 sampai F8 akan
menyala semua
• Ketika input A, B, C, E1 dan E3 bernilai bebas namun harus diperlakukan sama
(bernilai 0 atau 1 semuanya) dan E2 bernilai 1 maka LED dari F1 sampai F8 akan
menyala semua
• Ketika input A, B, C, E2 dan E1 bernilai bebas namun harus diperlakukan sama
(bernilai 0 atau 1 semuanya) dan E3 bernilai 0 maka LED dari F1 sampai F8 akan
menyala semua
• Ketika input A, B, C, E2 dan E1 bernilai 0 dan E3 bernilai 1 maka LED pada F1 akan
mati karena outputnya bernilai 0
• Ketika input B, C,, E2 dan E1 bernilai 0 sedangkan input A dan E3 bernilai 1 maka
LED pada F2 akan mati karena outputnya bernilai 0
• Ketika input A, C, E2 dan E1 bernilai 0 sedangkan input B dan E3 bernilai 1 maka
LED pada F3 akan mati karena outputnya bernilai 0
• Ketika input C, E2 dan E1 bernilai 0 sedangkan input A, B dan E3 bernilai 1 maka
LED pada F4 akan mati karena outputnya bernilai 0
• Ketika input A, B, E2 dan E1 bernilai 0 sedangkan input C dan E3 bernilai 1 maka
LED pada F5 akan mati karena outputnya bernilai 0
• Ketika input B, E2 dan E1 bernilai 0 sedangkan input A, C dan E3 bernilai 1 maka
LED pada F6 akan mati karena outputnya bernilai 0
• Ketika input A, E2 dan E1 bernilai 0 sedangkan input B, C dan E3 bernilai 1 maka
LED pada F7 akan mati karena outputnya bernilai 0
• Ketika input E2 dan E1 bernilai 0 sedangkan input A, B, C dan E3 bernilai 1 maka
LED pada F8 akan mati karena outputnya bernilai 0
Daftar Pustaka

Manalu, Julia Damai Yanti.(2016).Decoder JURNAL PRAKTIKUM SISTEM DIGITAL Universitas


Sumatra Utara No 1 Vol 2 Halaman 3-4.

Mismail, Budiono.(2013). DASAR TEKNIK ELEKTRO SISTEM TENAGA DAN TELEKOMUNIKASI.


Malang:Universitas Brawijaya.

Narendra, Rajashree, dkk.(2012).Susceptibility of Integrated Circuits to Electrostatic Discharge Jurnal


Internasional Kemajuan dalam Riset & Teknologi, Volume 1, Edisi 4 Halaman 2-3.

Sudjendro.(2015).Fisika ELEKTRONIKA DIGITAL.Surabaya:Pustaka Ilmu.


Lampiran 1 (Worksheet)
Lampiran 2 (Buku Elektronika Digital (5 lembar))
Lampiran 3 (Buku Dasar Teknik Elektro (2 lembar))
Lampiran 4 (Jurnal Internasional (2 lembar))
Lampiran 5 (Jurnal Nasional (2 lembar))