Anda di halaman 1dari 9

Nama : Mulyana

Nim : 1905904030015

Prodi : Akuakultur

Judul Peraktikum : Klasifikasi Hewan

Tanggal Percobaan : 18 Maret 2020

Tujuan Peraktikum : 1. Memperkenalkan kepada mahasiswa cara melakukan

klasifikasi hewan terutama hewan avertebrata yang

terdapat disekitaran mereka

2. Menerapkan pola dasar dalam mengklasifikasi hewan

kedalam filum, kelas, famili, dan spesies

Tinjauan Pustaka :
Kegiatan klasifikasi adalah pembentukan kelompok-kelompok makhluk
hidupdengan cara mencari keseragamn ciri atau sifat dari bermacam-macam ciri
yangdimiliki makhluk hidup tersebut (Tia Mutiara, 2006).

Sistem klasifikasi pada dasrnya merupakan sistem yang kita gunakan saat


ini,yaitu berdasarkan prinsip homologi. Sistem klasifikasi yang berdasrakan
pronsiphomologi, atau menggunakan organ-organ homologi sebagai
dasarnya,merupakan klasifikasi yang berdasarkan kekerabatan. Semua makhluk
hidup yangbersama-sama mempunyai organ homolog adalah berkerabat satu
sama lain.,karena mewarisi organ-organ homolgnya dari nenek moyang yang
sama. Jadimanusia, kelelawar, dan ikan paus semua mempunyai moyang tunggal
yangmempunyai struktur anggota depan dasar yang dimiliki makhluk-makhluk
kini,walapun jelas dalam bentuk yang amat termodifikasi (Paidi, 2012).

Makhluk hidup yang mempunyai ciri dan sifat yang sama dimasukkan
dalamsatu kelompok. Dan apabila dalam satu kelompok terdapat perbedaan ciri
dansifat dipisahkan lagi kedalam kelompom lain yang lebih kecil. Sehingga
kegiatanklasifikasi akan diperoleh jnjang-jenjang kelompok makhluk hidup yang
berbeda.Pengelompokkan hasil klasifikasi pada tingkat yang berbeda disebut
taksonomi.Semkin tinggi jenjangnya semakin banyak anggotanya, akan tetapi
persamaayang dimilikinya semakin sedikit (Gunawan Susilowarno, 2010 ).

 Ilmu yang mempelajari tentang pengklasifikasian makhluk hidup adalah


ilmu taksonomi(Deswati Furqonita, 2006 ).

Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah :


 
 Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-ciri
yangdimiliki2.

 Mendeskripsikan ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup


untuk membedakannya dengan makhluk hidup dari jenis yang lain;3.

 Mengetahui hubungan kekerabatan antarmakhluk hidup;4.

 Memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya(gunawan


susilowarno, 2010 ).

Alat : Bahan dan Spesium :

1. Mikroskop Cahaya Alat


1. bedah
1. Formalin 4%, alkohol 70%, akuades
2. Mistar Atau Penggaris 2. Berbagai hewan dan pereparat awetan
3. Kaca Pembesar hewan
4. Petridish
5. Nampan bedah
6. Botol sampel

Cara Kerja :

1. Dikumpulkan hewan yang terdapat dilikngkungan masing-masing


sebanyak mungkin dan dimasukkan ke dalam tempat tertentu
2. Bila hewan sangat sulit diamati karena sangat aktif maka dimatikan
dengan memasukkan hewan tersebut ke dalam formalin 10% atau
kedalam  alkohol 10% dan dibiarkan selama ± 15 menit
3. Setelah itu diangkat dari formalin dan dibilaskan dengan air bersih
sehingga bau formalin hilang
4. Diperhatikan ciri dari masing-masing hewan ini satu persatu dengan
mengelompokkan berdasarkan ciri yang dominan dimilikinya pada tingkat
paling tinggi  (phyllum) hingga paling rendah
5. Apabila hewan ini memiliki satu sel maka dimasukkan ke dalam filum
Protozoa, hewan berpori dimasukkan ke dalam porifera, hewan berongga
dimasukkan ke dalam Coelenterata,  bentuk pipih dimasukkan ke dalam
Plathyhelminthes,

tubuh seperti benang dimasukkan ke dalam Nemathleminthes, hewan


beranulus dimasukkan ke Annelida, tubuh lunak dimasukkan ke dalam
Molluska, hewan memiliki kaki beruas dimasukkan ke Anthropoda dan
hewan dengan kulit memiliki duri dimasukkan kedalam filum
Echinodermata

6. Apabila masing-masing hewan ini telah dikelompokkan ke dalam filum


masing-masing maka dilakukan pengamatan ciri khas dari anggota filum
ini, sehingga dapat dikelompokkan ke dalam kelas, ordo, famili, spesies
atau subspesies
Hasil Pengamatan :
Melengkapi tabel berikut dari hasil pengamatan yang dilakukan :
No Taksonomi Ciri Utama Gambar
1 Bintang Laut Tubuhnya
memiliki 5
Kingdom  : Animalia
lengan yang
Phylum     : Echinodermata masing-masing
Kelas        : Ophiuroidea ujung lengan
Ordo        : Valvatida memiliki sensor
Family      : Ophiuridae Ujung
tentakel terdapat
Genus       : Ophiolepsis bintik merah
Spesies     : Ophiolepsis sp yang peka
terhadap cahaya
Permukaan
tubuh pada
bagian atas
tertutup duri-
duri tumpul
Anus
bintang laut
justru terletak di
bagian atas,
sedangkan
mulutnya
terletak di
bagian bawah
(permukaan
oral)
Tentakel
terletak pada
permukaan oral
Tubuh
bintang laut
pada umumnya
berwarna biru,
ungu, hijau tua,
atau campuran
antara warna-
warna tersebut.
Banyak
dijumpai di
daerah pasang
surut pantai
2 Bintang Ular Laut tubuhnya
simetris
Kingdom  : Animalia
bilateral
Phylum     : Echinodermata memiliki 5
Kelas        : Ophiuroidea lengan
Ordo        : Valvatida (beberapa
Family      : Ophiuridae spesies
memiliki 6
Genus       : Ophiolepsis lengan),
Spesies     : Ophiolepsis sp berbentuk
seperti cambuk
dan bisa
digerakkan
secara fleksibel
panjang
lengannya dapat
mencapai 60 cm
lengan
menempel pada
cakram tubuh.
disebut calyx
mulut terletak
pada pusat
tubuh dan
memiliki 5
rahang
mulut bintang
ular laut
berfungsi
sebagai tempat
masuk makanan
dan keluarnya
zat sisa
beberapa
spesies
memiliki
kemampuan
regenerasi yang
cepat
3 Spongia Memiliki
banyak pori
Phylum     : Porifera
pada
Kelas        : Demospongiae permukaan
Ordo         : Ceractinomorpha tubuhnya
Family      : Haplosclerida Bagian internal
Genus       : Petrosiidae tubuhnya
dilengkapi
Spesies     : Petrosia sp dengan
apendiks
Bentuk tubuh
menyerupai
batang dan
berwarna putih
kecoklatan
Pada ujung
cabangnya
terdapat
oscukulum dan
daerah bannya
terdapat ostium

4 Terumbu karang Temperatur


e laut yang
Phylum     : Coelenterata
tinggi.
Kelas        : Anthozoa Kadar
Ordo        : Madreporaria garam air laut
Family      : Oculinidae yang tinggi.
Genus       : Oculina intensitas
cahaya yang
Spesies     : Oculina sp tinggi.
Keadaan
iklim serta
cuaca stabil.
Arus terus
bergerak. Tidak
hanya itu,
terumbu karang
juga dapat
ditemukan pada
laut yang
memiliki ombak
yang terus
bergerak.
Pergerakkan
ombak tersebut
dipengaruhi
oleh perbedaan
iklim, rotasi
bumi, dan
temperature.
Terbentuk
dikarenakan
ribuan hewan
polip.
Terdapat
banyak
organisme laut.
Dapat
menghasilkan
CACO3. 

Pembahasan
Klasifikasi adalah penggolongan aneka jenis hewan atau tumbuhan
kedalam golongan-golongan tertentu. Golongan-golongan ini disusun runtut
sesuai dengan tingkatannya (hierarkinya), yaitu dimulai dari tingkatan yang lebih
kecil hingga ketingkatan yang lebih besar. Ilmu yang mempelajari prinsip dan
cara mengelompokkan mahluk hidup kedalam golongannya disebut taksonomi
atau sistematik. Pengelompokan hewan berdasarkan filum dilakukan dengan
mengamati struktur tubuh, ukuran tubuh, bentuk tubuh, warna, sejarah hidup,
fisiologi, dan struktur kimia dalam tubuh yaitu DNA dan RNA.
Hewan invertebrata adalah hewan yang tidak bertulang belakang, serta
memiliki struktur morfologi dan anatomi lebih sederhana dibandingkan dengan
kelompok hewan punggung/bertulang belakang, juga sistem pencernaan,
pernapasan, dan peredaran darah lebih sederhana dibandingkan hewan vertebrata.
Avertebrata dibagi menjadi 9 filum yaitu Protozoa, Porifera, Platyhelminthes,
Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthropoda dan Echinodermata.
Porifera merupakan hewan yang berpori dan sering juga disebut hewan
berongga karena seluruh tubuhnya dipenuhi oleh lubang-lubang kecil yang
disebut pori. Makanan Porifera berupa zat-zat organik dan semua organisne kecil
seperti palankton. Porifera tidak mempunyai alat pencernaan khusus, sistem
pencernaannya bersifat intraseluler. Pada praktikum ini preparat yang termasuk ke
dalam filum porifera adalah  Spongilla sp.
Mollusca (dalam bahasa latin, molluscus = lunak) merupakan hewan yang
bertubuh lunak. Ciri umum yang dimiliki Mollusca adalah tubuhnya bersimetris
bilateral, tidak bersegmen. Keong dan kerang termasuk filum dari molluska
namun berbeda kelas. Hal ini dikarenakan keong yang merupakan kelas
gastropoda menggunakan perut sebagai alat gerak atau kakinya. Selain itu keong
memiliki cangkok yang berfungsi sebagai rumah (rangka luar) yang terbuat dari
zat kapur untuk perlindungan diri dari serangan predator dan gangguan lainnya,
kepala dibagian depan, pada bagian kepala terdapat tentakel panjang yang terdapat
bintik mata dan tentakel pendek berfungsi untuk indera pembau dan peraba.
Hidup didarat, air tawar, air laut. Bersifat hermafrodit, perkawinan silanng.
Pembuahan terjadi ditubuh betina.
Echinodermata berasal dari bahasa Yunani Echinos artinya duri, derma
artinya kulit. Secara umum Echinodermata berarti hewan yang berkulit duri.
Phylum Echinodermata dibagi menjadi 5 kelas yaitu  Echinoidea,
Asteroidea, Ophiuroidea, Crinoidea, Holothuroidea. Namun pada praktikum ini
preparat yang diamati hanya temasuk ke dalam 3 kelas saja antara lain kelas
Echinoidea yaitu landak laut,  kelas Asteroidea yaitu bintang laut, dan kelas
Ophiuroidea yaitu bintang ular laut. Pada bintang laut digolongkan ke dalam kelas
Asteroidea karena “aster”=bintang, dan “idea=bentuk”. Dengan kata lain bentuk
hewan ini seperti bintang. Bintang laut hidup di dasar perairan yang berbatu
karang. Hewan ini bergerak lambat menggunakan deretan kakinya yang berbentuk
tabung penghisap kecil. Bintang laut termasuk hewan karnivora, makanannya
adalah hewan kecil lain seperti kerang, koral dan ikan-ikan kecil. Landak laut
digolongkan ke dalam filum Echiodermata karena permukaan tubuh hewan ini
berduri panjang. Ophiuroidea (dalam bahasa yunani, ophio = ular). Ophiuroidea
tidak memiliki anus dan gerakannya sangat cepat.
Coelenterata berasal dari bahasa Yunani yaitu coilos yang berarti rongga
dan enteron yang berarti usus. Jadi Coelenterata dapat diartikan sebagai hewan
yang memiliki rongga yang berfungsi sebagai usus. Tubuhnya terdiri dari kantong
dan rongga gastrovaskuler untuk mencerna makanan. Memiliki mulut sekaligus
sebagai anus. Preparat yang diamati pada praktikum yang termasuk ke dalam
filum ini yaitu Oculina sp. Hewan ini hidup berkoloni dan habitatnya di laut atau
air tawar.

Kesimpulan :

 Klasifikasi hewan merupakan pengelompokan hewan ke dalam kelompok


tertentu sehingga diperoleh kelompok hewan dalam jenjang yang berbeda
 Hewan invertebrata adalah hewan yang tidak memiliki ruas tulang
belakang.
 Hewan ini meliputi Protozoa, Porifera, Coelenterata, Plathyhelminthes,
Nemathelminthes, Annelida, Moluska, Arthropoda dan Echinodermata. 
 Keong dan kerang termasuk filum dari molluska yang merupakan hewan
bertubuh lunak.
 Echinodermata merupakan hewan yang bertubuh duri. Kelas Echinoidea
yaitu landak laut,  kelas Asteroidea yaitu bintang laut, dan kelas
Ophiuroidea yaitu bintang ular laut
 Kelas Crustacea pada filum Arthropoda termasuk kepiting memiliki kaki 4
ruas.
Daftar Pustaka :

Mutiara, Tia, dkk. 2006. Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta : ErlanggaSusilowarno,


Gunawan, dkk. 2010.Biologi. Yogyakarta : GrasindoFurqonita,Deswati. 2006.
Seri IPA Biologi. Bandung : QuadraPaidi. 2012.
Petunjuk Praktikum Biologi Umum.Yogyakarta : UNY Press