Anda di halaman 1dari 3

UNIVERSITAS BUDI LUHUR

TUGAS ETIKA BISNIS


CONTOH KASUS TINDAK PIDANA KERUGIAN KEUANGAN NEGARA DAN
PENGGELAPAN DALAM JABATAN
HEPPY KINASIH
NIM : 1831600943
NUP : 11
KERUGIAN KEUANGAN NEGARA

KPK menyebut indikasi kerugian keuangan negara akibat korupsi yang disangkakan kepada
mantan Bupati Konawe Utara Aswad Sulaiman sebesar Rp 2,7 triliun. Angka ini disebut KPK
cukup besar dibanding kasus korupsi e-KTP.

"Indikasi kerugian negara yang cukup besar, misalnya KTP elektronik Rp 2,3 triliun," ucap
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan,
Selasa (3/10/2017).

Saut kemudian menyebut indikasi kerugian keuangan negara yang disebabkan perbuatan
Aswad lebih besar dibanding e-KTP. Saut menyebut angka itu berasal dari penjualan produksi
nikel yang melalui proses perizinan yang melawan hukum.

"Indikasi kerugian negara yang sekurang-kurangnya Rp 2,7 triliun yang berasal dari penjualan
produksi nikel, yang diduga diperoleh dari proses perizinan yang melawan hukum," kata Saut.

Saut menyebut Aswad terjerat kasus korupsi terkait pemberian izin pertambangan eksplorasi
dan eksploitasi serta izin usaha pertambangan operasi produksi dari Pemerintah Kabupaten
Konawe Utara. Perbuatan itu disebut Saut dilakukan dalam kurun 2007-2014. Korupsi itu
disebut KPK ketika posisi Aswad sebagai Penjabat Konawe Utara.

Atas perbuatannya, Aswad disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang
Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001
tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
PENGGELAPAN DALAM JABATAN

Tindak pidana penggelapan dalam Jabatan di Universitas Galuh. Modus operandi pelaku
dengan melakukan perencanaan dan mencairkan uang FIKES Universitas Galuh tidak sesuai
dengan kebutuhan anggaran yang diajukan oleh panitia kegiatan.

Pelaku diketahui berinisial TJ (54) yang merupakan PNS dan beralamat di Perum Pratama
Galuh II, Ciamis. Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti
diantaranya, SK Pengangkatan sebagai Dekan, SK Pemberhentian dari Jabat Sebagai Dekan,
Bukti Pengambilan uang Fikes Unigal Sebesar Rp. 105.000.000 dari Bank BRI, Bukti
Pengambilan uang Fikes Unigal Sebesar Rp. 50.000.000 dari Bank BSM, Bukti Pengambilan
uang Fikes Unigal sebesar Rp. 55.000.000 dari Bank BNI, Surat Pemblokiran dan Surat
Pengajuan Kebutuhan Anggaran Fikes Universitas Galuh Th. 2018.

"Atas perbuatan tersangka dikenakan pasal 374 jo pasal 372 KUHPidana dan/atau Pasal 362
KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara," tegas Kapolres Ciamis.

***