Anda di halaman 1dari 9

ILMU POLITIK

Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu lainnya

Disusun oleh :

Kelompok 1

Agung Azharun Ridwan : 19042097

Annisya Septria Yunika : 19042105

Dian Febri Pratama : 19042116

Fauzan Rezki Pratama : 19042128

Iva Puti Syavira : 19042141

Dosen :

JURUSAN ILMU ADMINISTRASI NEGARA

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2019

1
KATA PENGANTAR
Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu saya curahkan kepada Rasulullah
SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya kami mampu menyelesaikan tugas makalah Ilmu Politik
dengan judul hubungan ilmu politik dengan ilmu lainnya.

Makalah ini kami susun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang apa saja ilmu ilmu yang
berhubungan dengan ilmu politik yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai
sumber informasi seperti buku. Makalah ini kami susun dengan berbagai rintangan, baik itu yang
datang dari diri pribadi maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan
terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan dan menjadi sumber pemikiran kepada
pembaca. Kami sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan.
Hal ini disebabkan keterbatasan wawasan dan pengetahuan kami. Untuk itu, kepada dosen kami
meminta masukannya demi perbaikan perbuatan makalah kami di masa yang akan datang dan
mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca.

Padang, 23 September 2019


2

DAFTAR ISI

JUDUL...........................................................................................................................................1

KATA PENGANTAR....................................................................................................................2

DAFTAR ISI..................................................................................................................................3

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH..................................................................................4


B. RUMUSAN MASALAH..................................................................................................4
C. TUJUAN MASALAH.......................................................................................................4

BAB II

PEMBAHASAN (ISI)

HUBUNGAN ILMU POLITIK DENGAN ILMU LAINNYA.................................................5

1. SOSIOLOGI.........................................................................................................................6

2. ANTHROPOLOGI...............................................................................................................

3. ILMU EKONOMI.................................................................................................................

4. PSYKHOLOGI SOSIAL......................................................................................................

5. ILMU BUMI.........................................................................................................................

6. ILMU HUKUM....................................................................................................................

BAB III

KESIMPULAN .........................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................................

3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang

Hubungan-hubungan ilmu politik tidak hanya terbatas pada sejarah dan filsafat, tetapi juga
meliputi ilmu-ilmu sosial lainnya. Ilmu politik merupakan salah satu dari kelompok besar ilmu
sosial dan erat sekali hubungannya dengan anggota-anggota kelompok lainnya, seperti sosiologi,
anhtropologi, ilmu hukum, ekonomi, psykhologi sosial dan ilmu bumi sosial. Semua ilmu sosial
mempunyai objek penyelidikan yang sama, yaitu manusia sebagai anggota kelompok (group).
Mereka mempelajari kelakuan manusia serta cara-cara manusia hidup serta bekerjasama. Cara
penglihatan ini berdasarkan gagasan bahwa manusia itu tidak dapat hidup sendiri, tetapi selalu
hidup bersama-sama dengan sejumlah orang lain. Gagasan bahwa secara mutlak manusia
merupakan anggota kelompok (group) bukanlah penemuan baru. Sejak kira-kira tahun 400 SM
filsuf Yunani Aristhoteles berkata bahwa manusia merupakan zoon politikon ( makhluk sosial )
dan bahwa manusia yang hidup tersendiri adala “ Dewa atau binatang”.

Mengenai ilmu-ilmu apa yang termasuk ilmu-ilmu sosial tidak ada persesuaian paham.
Misalnya, sarjana-sarjana seperti Bert F, Hoselitz, dan Edwin R. A., Selikman menyebut sejarah
sebagai salah satu ilmu sosial, sedangkan tidak menyebut ilmu administrasi dan komunikasi
massa. Padahal ada pihak lain yang menyangkal bahwa sejarah merupakan suatu ilmu sosial,
sedangkan ilmu administrasi dan komunikasi massa dalam berbagai perguruan tinggi
diperlakukan sebagai ilmu sosial. Berhubung dengan perbedaan pendapat ini ada baiknya disebut
disini ilmu-ilmu yang oleh badan internasional seperti UNESCO disebut sebagai lmu sosial,
yaitu sosiologi, psykhologi sosial, anthropologi budaya , hubungan internasional, ilmu hokum,
ilmu politik, ekonomi, statistic, kriminologi, demografi dan ilmu administrasi.

B. Rumusan masalah

Apa saja ilmu-ilmu yang berhubungan dengan ilmu poliik ?

C. Tujuan

Tujuannya dibuat makalah ini adalah agar kita bisa memhami apa saja ilmu-ilmu yang
berhubungan dengan ilmu politik

4
BAB II
PEMBAHASAN
Hubungan Ilmu politik dengan ilmu lainnya
1. Sosiologi
Di antara ilmu-ilmu sosial, sosiologilah yang paling pokok dan umum sifatnya. Sosiologi
membantu sarjan ilmu politik dalam usahanya memahami latar belakang, susunan dan pola
kehidupan sosial dari berbagai golongan dan kelompok dalam masyarakat. Dengan
menggunakan pengertian-pengertian dan teori-teori sosiologi, sarjana ilmu politik dapat
mengetahui sampai di mana susunan dan sertifikasi sosial mempengaruhi atau pun
dipengaruhi oleh misalnya, keputusan kebijaksanaan, corak dan sifat keabsahan politik,
sumber-sumber kewenangan politik, pengendalian sosial dan perubahan sosial.
Mengenai masalah perubahan dan pembaharuan, sosiologi menyumbangkan pengertian
akan adanya perubahan dan pembaharuan dalam masyarakat. Apabila dalam masyarakat
timbul golongan-golongan atau kelompok-kelompok baru yang memajukan kepentingan-
kepentingan baru, maka nilai-nilai kebudayaan masyarakat secara keseluruhan akan
menunjukkan perubahan-perubahan dalam pola-pola kehidupan politik. Pergerakkan
perubahan di negara-negara industri dan pergerakkan tani di negara-negara agraris, misalnya
menyebabkan orientasi kepada nilai-nilai baru yang timbul sebagai akibat pergeseran
golongan dan kelompok yang berpengaruh dalam masyarakat.
Baik sosiologi maupun ilmu politik mempelajari negara. Akan tetapi sosiologi
menganggap negara sebagai salah satu lembaga pengendalian sosial. Sosiologi
mengambarkan bahwa pada masyarakat yang sederhana maupun kompleks senantiasa
terdapat kecenderungan untuk timbul proses pengaturan atau pola-pola pengendalian tertentu
yang formal maupun tidak formal. Selain dari itu sosiologi melihat negara juga sebagai salah
satu asosiasi dalam masyarakat dan memperhatikan bagaimana sifat dan kegiatan anggota
sosial itu mempengaruhi sifat dan kegiatan negara. Jadi ilmu politik dan sosiologi sama
dalam pandangannya bahwa negara dapat dianggap baik sebagai asosiasi kalau melihat
manusia sebagai sistem pengendalian
2. Anthropologi
Apabila jasa sosiologi terhadap perkembangan ilmu politik adalah terutama dalam
memberikan analisa kehidupan sosial secara umum dan menyeluruh, maka anhtropologi
menyumbang pengertian-pengertian dan teori-teori tentang kedudukan serta peranan satuan-
satuan sosial-budaya yang lebih kecil dan sederhana. Mula-mula anhtropologi lebih banyak
memusatkan perhatian pada kehidupan masyarakat kota yang jauh lebih banyak dipengaruhi
oleh perkembangan ekonomi dan teknologi modern.
5
Perhatian sarjana ilmu politik terhadap anthropologi makin meningkat sejalan dengan
bertambahnya perhatian dan penelitian tentang kehidupan serta usaha modernisasi politik di
negara-negara baru. Mula-mula penelitian tentang negara-negara baru berkisar pada masalah-
masalah yang bersifat macro seperti pengaruh kolonialisme, perjuangan kemerdekaan,
kedudukan dan peran-peran elite nasional, masalah-masalah yang dihadapi pemerintah pusat
negara-negara baru, nation-building dan sebgainya. Semua ini didasarkan pada anggapan
bahwa masalah-masalah daerah, terpencarnya berbagai bentuk desa di pedalaman, perbedaan
suku-suku bangsa dan agama pada akhirnya akan dapat diatasi oleh perkembanagn
kehidupan tingkat nasional. Anthropologi menunjukkan justru betapa rumit dan sukarnya
membina kehidupan yang bercorak nasional dari masyarakat-masyarakat yang tradisional,
betapa kebudayaan daerah, sistem warisan harta kekayaan serta pola-pola kehidupan
tradisional lainnya mempunyai daya yang kuat terhadap pembinaan kehidupan corak nasional
tersebut. Penduduk Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa yang mana masing-masing
mempunyai daerah asal dan kebudayaannya sendiri, dan telah berakar semenjak berpuluh-
puuh tahun yang lalu. Kesadaran akan kenyataan ini memungkinkannya untuk melaksanakan
bebrapa penelitian yang khusus. Seperti, besar kecilnya pengaruh pemikiran dan pergerakkan
politik di berbagai daerah yang berbeda suku, agama dan kehidupan sosialnya.
Pengaruhnya dalam bidang teori, khususnya dalam menunjukkan perbedaan struktur
sosial serta pola-pola kebudayaan yang berbeda-beda pada tiap-tiap masyarakat, anhtropologi
telah berpengaruh dalam bidang metodologi penelitian ilmu politik. Salah satu pengaruh
yang amat berguna dan terkenal serta yang kini sering dipakai dalam penelitian ilmu politik
ialah metode peserta pengamat. Cara penelitian semacam ini memaksa sarjana ilmu politik
untuk meneliti gejala-gejala kehidupan sosial dari dalam masyarakat yang menjadi objek
penelitiannya. Dengan hasil-hasil yang diperolehnya dari praktek kerja semacam ini, sarjana
ilmu politik dapat mengembangkan pembinaan teori-teori atas dasar kenyataan-kenyataan
konkrit yanag dialami dan diamatinya sendiri.
3. Ilmu Ekonomi
Pada masa yang silam, ilmu politik dan ilmu ekonomi merupakan suatu bidang ilmu
tersendiri, yang dikenal sebagai ekonomi politik, yaitu pemikiran dan analisis kebijaksanaa
yang hendak digunakan guna memajukan kekuatan dan kesejahteraan negara Inggris dalam
menghadapi saingan-saingannya seperti Portugi, Spanyol, Perancis, Jerman dan sebagainya,
pada abad ke-18 dan ke-19. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan pada umumnya, ilmu
tersebut kemudian memisahkan diri menjadi dua lapangan yang mengkhususkan perhatian
terhadap tingkah laku manusia yang berbeda-beda, ilmu politik dan ilmu ekonomi.
Ilmu ekonomi modern dewasa ini sudah menjadi salah satu cabang ilmu sosial yang
memiliki teori, ruang lingkup, serta metodologi yang relative ketat dan terperinci. Oleh
karena sifatnya yang relative ketat ini, ilmu ekonomi termasuk ilmu sosial yang sering
digunakan untuk menyusun perhitungan-perhitungan kedepannya. Para sarjana ekonomi
boleh dikatan sepakat akan penggunaan istilah-istilah serta pengertian-pengertian dasar yang
diperlakukan untuk mencapai keragaman analisa, hal mana memudahkan mereka untuk
bertukar fikiran tentang tujuan umum ilmu ekonomi yaitu, usaha manusia mengembangkan
serta membagi sumber-sumber yang langka untuk kelangsungan hidupnya.
6
Pemikiran yang bertolak belakang pada faktor kelangkaan menyebabkan ilmu ekonomi
berorientasi kuat terhadap kebijaksanaan yang rasional, khususnya penentuan hubungan
antara tujuan dan cara mencapai tujuan yang telah ditentukan. Oleh karena itu ilmu ekonomi
dikenal sebagai ilmu sosial yang sangat planning-oriented, pengaruh mana meluas pada ilmu
politik sebagaimana pengertian pembangunan ekonomi telah mempengaruhi pengertian
pembangunan politik. Oleh karena pilihan-pilihan tentang kebijaksanaan yang harus
ditempuh seringkali terbatas sekali adanya, maka ilmu ekonomi dikenal pula sebaga ilmu
sosial yang bersifat choice-oriented, hal mana telah berpengaruh pada pengkhususan
penelitian mengenai decision-making dalam ilmu politik modern. Akhirnya pemikiran yang
berpangkal tolak pada faktor kelangkaan telah memaksa ilmu ekonomi untuk lebih banyak
berikhtiar kea rah ramalan (prediction) berdasarkan perhitungan yang seksama, sehingga
ilmu ekonomi modern jarang sekali bersifat spekulatif. Ikhtiar menyusun ramalan ini
berpengaruh pada sebagian sarjana ilmu politik untuk mendasarkan teori dan metodologinya
pada suatu pendekatan yang lebih ilmiah, yang terkenal dengan pendekataan tingkah laku.
Dalam mengajukan kebijaksanaan atau siasat ekonomi tertentu, seorang sarjana ekonomi
dapat bertanya kepada seorang sarjan ilmu politik tentang politik manakah kiranya yang
paling baik disusun guna mencapai tujuan ekonomi tertentu. Dalam mengajukan
kebijaksanaan untuk memperbesar produksi nasional, misalnya, sarjana ilmu politik dapat
ditanya tentang cara-cara menghalaukan atau mengurangi hambatan-hambatan politis yang
menganggu usaha-usaha kearah tujuan itu. Dengan pesatnya pembangunan ilmu ekonomi
modern, khususnya ilmu ekonomi internasional, kerjasama antara ilmu politik dan ilmu
ekonomi makin dibutuhkan untuk menganalisa siasat-siasat pembangunan nasional. Seorang
sarjana ilmu politik tidak dapat lagi mengabaikan pengaruh dan peranan perdagangan luar
negeri, bantuan luar negeri serta hubungan ekonomi luar negeri pada umumnya terhadap
usaha-usaha pembangunan dalam negeri.
4. Psykhologi Sosial
BAB III
KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA