Anda di halaman 1dari 6

KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN

Pengkajian

Adapun data yang dapat dikumpulkan pada klien dengan isolasi social
menarik diri adalah sebagai berikut :

Identitas klien

Pada umumnya idetitas klien yang dikaji pada klien dengan masalah
utama isolasi sosial menarik diri adalah : biodata yang meliputi umur, terjadi
pada umur atara 15 - 65 tahun, bisa terjadi pada semua jenis kelamin, status
perkawinan dan agama pendidikan serta pekerjaan dapat menjadi faktor
untuk terjadinya isolasi sosial menarik diri.

Alasan masuk rumah sakit

Pada umumnya alasan masuk rumah sakit pada klien dengan isolasi
sosial menarik diri adalah keluhan kontak mata kurang, duduk sendiri lalu
menunduk, menjawab pertanyaan dengan singkat.

Faktor predisposisi

Pada umumnya faktor predisposisi pada klien dengan isolasi sosial


menarik diri adalah pernah atau tidaknya mengalami gangguan jiwa, usaha
pengobatan bagi klien yang telah mengalami trauma psikis seperti
penganiayaan, penolakan, kekerasan dalam keluarga dan keturunan yang
mengalami gangguan jiwa serta pengalaman yang tidak menyenangkan bagi
klien sebelum mengalami isolasi sosial menarik diri.

Sumber Koping

Sumber koping yang berhubungan dengan respon sosial maladatif


termasuk keterlibatan dalam hubungan yang luas di dalam keluarga maupun
teman, menggunakan kreativitas untuk mengekspresikan stress interpersonal
seperti kesenian, music, atau tulisan.

Mekanisme Defensif

Mekanisme yang digunakan klien sebagai usaha mengatasi kecemasan


yang merupakan suatu kesepian nyata yang mengancam dirinya, Mekanisme
yang sering digunakan pada isolasi sosial adalah regresi, represi, dan isolasi.

Regresi adalah mundur ke masa perkembangan yang telah lain.


Represi adalah perasaan-perasaan dan pikiran yang tidak dapat
diterima, secara sadar dibendung supaya jangan tiba dikesadaran.

Isolasi adalah mekanisme mental tidak sadar yang mengakibatkan


timbulnya kegagalan defensif dalam menghubungkan perilaku
dengan motivasi atau pertentangan antara sikap dan perilaku.

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik meliputi :

Tanda-tanda vital :

Tekanan darah : cenderung meningkat

Suhu : meningkat

Nadi : cenderung meningkat (takikardi)

Repirasi : bertambah

Ukuran

Berat badan : menurun

Keluhan fisik

Biasanya mengalami gangguan pola makan dan tidur sehingga bisa terjadi penurunan berat
baan.Klien biasanya tidak menghiraukan kebersihan dirinya.

Aspeks psikososial

Konsep diri

Konsep diri merupakan satu kesatuan dari kepercayaan,


pemahaman dan keyakinan seseorang terhadap dirinya yang
memperngaruhi hubungannya dengan orang lain dan pada umumnya
klien dengan isolasi sosial menarik diri mengalami gangguan konsep
diri seperti : tidak menerima salah satu bagian tubuhnya akibat
penurunan fungsi tubuh karena proses menua, merasa tidak berharga,
hidup tidak berguna, tidak mampu mempertahankan kontak mata,
sering memalingkan wajah, harga diri rendah, tidak mampu membentuk
identitas diri dan tidak mampu berperan sesuai dengan umur atau
profesinya.
Hubungan sosial

Hubungan sosial merupakan kebutuhan bagi setiap manusia,


karena manusia tidak mampu hidup secara normal tanpa bantuan orang
lain. Pada umumnya lansia denganisolasi sosial menarik diri
mengalami gangguan seperti tidak merasa memiliki teman dekat, tidak
pernah melakukan kegiatan kelompok atau masyarakat dan mengalami
hambatan dalam pergaulan.

Status mental

Penampilan

Pada klien dengan isolasi sosial menarik diri berpenampilan tidak


rapi, rambut acak-acakan, kulit kotor, gigi kuning, tetapi penggunaan
pakaian sesuai dengan keadaan serta klien tidak mengetahui kapan dan
dimana harus mandi.

Pembicaraan

Pembicaraan klien dengan isolasi sosial menarik diri pada


umumnya tidak mampu memulai pembicaraan, bila berbicara topik
yang dibicarakan tidak jelas atau menolak diajak bicara.

Aktivitas motorik

Klien tampak lesu, tidak bergairah dalam beraktifitas, dan


memojok dengan posisi menunduk.

Alam perasaan

Alam perasaan pada klien dengan isolasi sosial menarik diri


biasanya tampak putus asa dimanifestasikan dengan sering melamun.

Afek

Afek klien biasanya datar, yaitu tidak bereaksi terhadap rangsang


yang normal.

Interaksi selama wawancara

Klien menunjukkan kurang kontak mata dan menolak untuk bicara


dengan orang lain.
Persepsi

Klien dengan isolasi sosial menarik diri pada umumnya mengalami


gangguan persepsi terutama halusinasi pendengaran, klien biasanya
mendengar suara-suara yang megancam, sehingga klien cenderung
sering menyendiri dan melamun.

Isi pikir

Klien dengan isolasi sosial menarik diri pada umumnya mengalami


gangguan isi pikir : waham terutama waham curiga.

Proses pikir

Proses pikir pada klien dengan isolasi sosial menarik diriakan


kehilangan asosiasi, tiba-tiba terhambat atau blocking serta inkoherensi
dalam proses pikir.

Kesadaran

Klien dengan isolasi sosial menarik diri biasanya tidak mengalami


gangguan kesadaran.

Memori

Klien tidak mengalami gangguan memori, dimana klien mampu


mengingat hal-hal yang telah terjadi.

Konsentrasi dan berhitung

Klien dengan isolasi sosial menarik diri pada umumnya tidak


mengalami gangguan dalam konsentrasi dan berhitung.

Daya tilik diri

Klien mengalami gangguan daya tilik diri karena lansiaakan


mengingkari perubahan yang terjadi pada dirinya.

Kebutuhan persiapan pulang

Makan

Klien mengalami gangguan pemenuhan nutrisi dan cairan


sehubungan dengan keengganan klien untuk melakukan aktifitas.
BAB / BAK

Kemampuan klien menggunakan dan membersihkan WC kurang.

Mandi

Klien dengan isolasi sosial menarik diri bisanya tidak memiliki


minat dalam perawatan diri (mandi)

Istirahat dan tidur

Kebutuhan istirahat dan tidur klien biasaya terganggu

Mekanisme koping

Koping yang digunakan klien adalah proyeksi, menghindar,


bersembunyi, memojok dan kadang-kadang mencedrai diri.

Masalah psikososial dan lingkungan

Klien mendapat perlakuan yang tidak wajar dari lingkungan seperti


klien direndahkan atau diejek karena kurangnya interaksi sosial.

Pengetahuan

Klien dengan isolasi sosial menarik diri, kurang mengetahuan dalam hal
mencari bantuan, faktor predisposisi, koping mekanisme dan sistem
pendukung dan obat-obatan sehingga gangguan yang dialami klien semakin
berat.

Masalah keperawatan

Resiko gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi

Isolasi Sosial

Harga Diri Rendah Kronik.

Diagnosa Keperawatan

Diagnosa yang dapat diangkat adalah:


Isolasi Sosial

Harga Diri Rendah Kronik

Resiko Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi.