Anda di halaman 1dari 5

Kekuasaan dengan legitimasi dan kewenangan

1 Makna dan sumber kekuasaan


a. Makna kekuasaan
 Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain menurut
kehendak yang ada pada pemegang kekuasaan tersebut.
 Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau sekelompok manusia untuk
mempengatuhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain sedemikian rupa sehin
gga tungkah laku itu menjadi sesuai dengan keinginzn dan tujuan dari orang
yang mempunyai kekuasaan itu
 Kekuasaan biasanya berbentuk hubungan, ada yg memerintah dan ada yg
diperintah. Manusia berlaku sebagau subjek sekaligus objek dari kekuasaan
Contohnya ; Presiden, ia membuat UU (subyek dari kekuasaan) tetapi juga harus
tunduk pada UU (objek dari kekuasaan).

b. Sumber kekuasaan
 Sumber kekuasaan dapat juga berupa kekayaan. Misalnya seorang pengusaha
kaya mempunyai kekuasaan atas seorang politikus atau seorang bawahan yang
mempunyai utang yang belum dibayar kembali.
 Kekuasaan dapat pula bersumber pada kepercayaan atau agama. Dibanyak tempat
alim ulama mempunyai kekuasaan terhadap umatnya, sehingga mereka dianggap
sebagai pemimpin informal yang perlu diperhitungkan dalam proses pembuatan
keputusan di tempat itu.
 Menurut John Brench dan Bertram Raven sumber kekuasaan, yaitu :
1) Kekuasaan menghargai (reward power), Kekuasaan yang didasarkan pada
kemampuan seseorang
2) Kekuasaan memaksa (coercive power), Kekuasaan berdasarkan pada
kemampuan orang untuk menghukum orang
3) Kekuasaan sah (legitimate power), Kekuasaan formal yang diperoleh
berdasarkan hukum atau aturan.
4) Kekuasaan keahlian (expert power), Kekuasaan yang didasarkan pada
persepsi atau keyakinan
5) Kekuasaan rujukan (referent power)
Kekuasaan yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok

2 Legistiminasi dan kewenangan


a. Legistiminasi adalah pengakuan dan penerimaan masyarakat kepada pemimpin
untuk memerintah, membuat dan melaksanakan keputusan politik.
 Objek legitimasi:
1) Masyarakat politik - krisis identitas
2) Hukum - krisis konstitusi
3) lembaga politik - krisis kelembagaan
4) pemimpin politik - krisis kepemimpinan
5) kebijakan - krisis kebijakan
 Cara mendapat legitimasi:
1) Simbolis,
2) materiil/instumental
3) pemilu untuk memilih orang atau referendum
 Tipe legitimasi
1) Tradisional – tradisi yang dipelihara dan dilembagakan contoh kerajaan
2) ideologi – penafsir dan pelaksana ideologi, untuk mendapat dan
mempertahankan legitimasi bagi kewenangannya juga menyingkirkan pihak
yang membangkan terhadap kewenangannya.
3) kualitas pribadi – kharisma, penampilan pribadi, atau prestasi
4) prosedural – peraturan perundang-undangan
5) instrumental – menjanjikan dan menjamin kesejahteraan materiil.
 Manfaat legitimasi
1) menciptakan stabilitas politik dan perubahan sosial
2) mengatasi masalah lebih cepat
3) mengurangi penggunaan saran kekerasan fisik
4) memperluas bidang kesejahteraan atau meningkatkan kualita
5) kesejahteraan

b. Kewenangan adalah kekuasaan yang mendapatkan keabsahan atau legitimasi


 Sumber kewenangan
1) Tradisi – keluarga atau darah biru
2) Kekuatan sakral seperti Tuhan, Dewa dan wahyu seperti kerajaan
3) Kualitas pribadi seperti atlit, artis
4) Peraturan perundang-undangan yang mengatur prosedur dan syarat menjadi
pemimpin
5) Instrumental yaitu kekayaan dan keahlian iptek
 Tipe kewenangan : Kewenangan prosedural dan Kewenangan substansial

 Kekuasaan ialah kemampuan untuk mempengaruhi seseorang atau lebihagar


mau mengikuti, mentaati, dan menjalankan yang diperintahkan. Orang yang
berkuasa adalah mereka yang memiliki kekayaan, jabatan, status sosial,
popularitas, dsb.
 Kewenangan juga merupakan kekuasaan, tetapi tanpakewenangan, kekuasaan
untuk memerintah tersebut tidak dapat dijalankan.
 Legitimasi merupakan kesepakatan para masyarakat untuk memberikan
pengakuandan penerimaan terhadap hak moral pemerintah

3 Kaitan kekuasaan dengan legitimasi dan kewenangan


Kekuasaan, kewenangan, dan legitimasi sebenarnya saling
berhubungan.Ketiganya memiliki keterkaitan yang erat. Kekuasaan tanpa kewenangan,
maka pemerintah tidak dapat mengatur masyarakatnya untuk mentaati,
mematuhiataupun mengikuti apa yang diperintahkan. Dan tanpa adanya legitimasi,
makasuatu perintah itu tidak dapat dijalankan oleh masyarakat karena masyarakat
tidak mengakui hak moral pemerintah.

Makna, jenis, fungsi dan implementasi ideologi dalam kehidupan politik

4 Makna dan fungsi ideologi


 Nama ideologi berasal dari kata ideas dan logos. Idea berarti gagasan dan konsep,
sedangkan logos berarti ilmu. Pengertian ideologi secara umum adalah
sekumpulan ide, gagasan, keyakinan, kepercayaan yang menyeluruh dan
sistematis dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan keagamaan
 Fungsi ideologi :
Ideologi politik berfungsi untuk “memolakan, mengkonsolidasi, menciptakan
tertib dalam arus tindakan manusia”. Hal ini memiliki hubungan yang erat dengan
ideologi sebagai pembentuk identitas sosial (social identity) dan tipe kepribadian.

 Sebagai sistem keyakinan politis, ideologi yang memberikan suatu


struktur kognitif
 Memberikan suatu formula yang bersifat menentukan—suatu arahan bagi
individu dan tindakan serta pertimbangan kolektif.
 Sebagai alat untuk mengatasi dan mengintegrasikan konflik
 Mengetahui identifikasi diri (self-identification) seseorang.
 Untuk mengetahui kekuatan dinamis dalam kehidupan individu dan kolektif,
memberikan suatu pengertian mengenai misi dan tujuan, serta suatu
komitmen hingga tindakan yang dihasilkan.

5 Jenis-jenis ideologi

1) Ideologi Kapitalisme, negara tidak diperbolehkan untuk ikut campur dalam upaya
memperkaya diri yang dilakukan oleh seseorang.
2) Ideologi Liberalisme, kebebasan individu dan menjunjung tinggi kesetaraan di
dalam masyarakat suatu negara. Hak-hak dasar setiap orang harus dilindungi oleh
negara.
3) Ideologi Marxisme, Karl Marx menyusun suatu teori besar yang berkaitan dengan
sistem ekonomi, sistem sosial, dan sistem politik.
4) Ideologi Sosialisme, tidak ada pengakuan atas hak milik pribadi.
5) Ideologi Nasionalisme, kesadaran dan semangat cinta tanah air dan bangsa yang
ditunjukkan melalui sikap individu dan masyarakat.
6) Ideologi Feminisme, perjuangan kesetaraan hak dan tanggung jawab bagi
perempuan dalam politik, ekonomi, budaya, ruang pribadi dan ruang publik

6. Implementasi ideologi dalam kehidupan politik


Diartikan sebagai pelaksanaan atau penerapan diartikan sebagai pelaksanaan atau
penerapan.
 Di Indonesia sendiri menganut ideology Pancasila. Bahwa dalam demokrasi di
Indonesia mempunyai ciri khas yaitu demokrasi berdasarkan kerakyatan yang di
pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
 Di Amerika Serikat dikenal secara umum dua ideology yang bersaingan yakni liberal
yang mendasari Partai Demokrat dan konservatif yang mendasari Partai Republik.
 Paham komunisme masih di terapkan di Negara RRC dan Vietnam. Paham komunis
di bekas Negara Uni Soviet berbeda dengan paham komunis di RRC dalam
penafsiran mereka atas ajaran Marxisme.

Fungsi partai politik, sistem kepartian

7. Makna dan fungsi partai politik


 Partai politik adalah organisasi politik yang bersifat resmi yang bertujuan memenuhi
kepentingan para pemilihnya dengan cara menguasai pemerintahan dan
menempatkan anggota-anggota mereka melalui pemilihan umum
 Fungsi Partai politik
1) Komunikasi politik dan penyaluran aspirasi masyarakat
2) Pendidikan dan permasyarakatan politik kepada rakyat
3) Membina calon-calon pemimpin yang mengutamakan kepentingan umum
4) Penanggulangan konflik politik melalui cara-cara damai
5) Melaksanakan pemerintahan
6) Mengawasi pelaksanaan tugas tugas pemerintah

8. Sistem Kepartaian
a. Sistem partai tunggal, merupakan satu-satunya partai dalam suatu negara maupun
partai yang mempunyai kedudukan dominan diantara beberapa partai lainnya, pola
partai tunggal terdapat di beberapa negara afrika, eropa timur dan RRC. Negara yang
paling berhasil meniadakan partai-partai lain ialah Uni Soviet.
b. Sistem Dwi Partai, merupakan adanya dua partai dalam sebuah negara atau
pemerintahan dalam sebuah negara atau pemerintahan dengan peranan dominan dari
dua partai. Partai-partai ini terbagi kedalam partai yang berkuasa dan partai oposisi.
Negara-negara yang menganut sistem dwi partai adalah negara inggris dan Amerika
c. Sistem Multi Partai adalah adanya partai-partai politik yang lebih dari dua partai
dalam sebuah negara atau pemerintahan. Sistem ini banyak dianut oleh negara-negara
seperti indonesia, Malaysia, Belanda, Perancis, swedia. Sistem ini lebih
menitikberatkan peranan partai pada lembaga legislatif sehingga peranan badan
eksekutif sering lemah dan ragu-ragu.
Trias Politika

9. Eksekutif, pelaksanaan pemerintah yang dikepalai oleh presiden yang dibantu


pejabat, pegawai negeri, baik sipil maupun militer
10. Yudikatif, lembaga ketiga dari tatanan politik Trias Politica yang berfungsi
mengontrol seluruh lembaga negara yang menyimpang atas hukum yang berlaku
pada negara tersebut.
11. Legislatif, bermakna lembaga yang bertugas membuat undang-undang. Namun tidak
hanya sebatas membuat undang-undang, melainkan juga merupakan wakil rakyat
atau badan parlemen

Perilaku memilih pada Pemilu

12. Pendekatan perilaku memilih


 Perilaku pemilih merupakan tindakan seseorang untuk memberikan suara dalam
pemilihan umum, dimana yang menjadi perhatian adalah mengapa seorang
pemilih memilih partai tertentu atau kandidat tertentu dan bukan partai lainnya
atau kandidat lainnya.
13. Teori-teori perilaku memilih dalam pemilu
1 Teori sosiologis. Seseorang tidak ikut dalam pemilihan dijelaskan sebagai
akibat dari latar belakang sosiologis tertentu, seperti agama, pendidikan,
pekerjaan, ras dan sebagainya. Faktor jenis pekerjaan juga dinilai bisa
mempengaruhi keputusan orang ikut pemilihan atau tidak.
2 Teori psikologis. Keputusan seseorang untuk ikut memilih atau tidak
ditentukan oleh kedekatan dengan partai atau kandidat yang maju dalam
pemilihan. Makin dekat seseorang dengan partai atau kandidat tertentu makin
besar kemungkinan seseorang terlibat dalam pemilihan.
3 Teori sosial ekonomi. Teori ini menyatakan keputusan untuk memilih atau
tidak dilandasi oleh pertimbangan rasional, seperti ketidakpercayaan dengan
pemilihan yang bisa membawa perubahan lebih baik.