Anda di halaman 1dari 13

BETULKAH MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH DI BUMI

Di susun oleh:
Tri Prabowo Mukti
M27190087

PRODI MANAJEMEN EKONOMI


SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI ATMA BHAKTI
2019
MAKALAH AL-QUR’AN HADIS
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan
Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Manusia
Sebagai Hamba Allah dan Khalifah di bumi”.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena
itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami
harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga
Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Surakarta, 21 Desember 2019

                                                                                                           

                                                                                                     Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...............................................................................................i

DAFTAR ISI .............................................................................................................ii

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah ......................................................................................1


B. Rumusan Masalah ...............................................................................................1
C. Tujuan Masalah ...................................................................................................1

BAB 2 PEMBAHASAN

A. Pengertian Manusia .............................................................................................3


B. Tujuan Penciptaan Manusia ................................................................................4
C. Peranan Manusia..................................................................................................5
D. Konsep Manusia Sebagai Khalifah dan Hamba Allah ........................................5
E. Peranan dan Tanggungjawab Manusia Sebagai Khalifah dan Hamba Allah ......7

BAB 3 PENUTUP

A. Kesimpulan .........................................................................................................9
B. Saran ....................................................................................................................9

DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Seperti apakah Hakikat Manusia itu? Manusia adalah Hamba Allah dan
sebagai Hamba Allah, manusia wajib beribadah kepadaNya, menjalankan
segala perintahNya dan menjauhi laranganNya. Karena sebagai Hamba Allah
yang harus menjalankan segala perintahnya, manusia pun harus menjaga
kelestarian bumi. Bumi dan segala isi didalamnya adalah alam semesta yang
diciptakan Allah untuk dapat dinikmati manusia, secara otomatis pun manusia
harus menjaga apa-apa saja yang terdapat di bumi dan isinya. Betapa banyak
isi bumi yang merupakan keindahan dunia yang diciptakan Allah, mulai dari
laut, samudra, pegunungan, hutan, gurun, dan masih banyak lagi ciptaan Allah
yang harus dijaga kelestariannya.
Manusia bukan lah satu-satunya makhluk hidup yang diciptakan Tuhan,
ada hewan dan tumbuhan. Yang membedakan manusia dengan makhluk
lainnya adalah akal. Jelas jika tumbuhan dan hewan tidak memiliki akal sehat
seperti layaknya manusia, manusia harus bisa memahami hakikat diri dan
kehidupannya.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian hakikat dan manusia itu ?
2. Apa saja tujuan penciptaan manusia serta fungsi dan peran manusia ?
3. Bagaimana tanggung jawab manusia sebagai hamba dan khalifah Allah
SWT ?
4. Apa saja hakikat manusia itu ?

C. Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui pengertian hakikat dan manusia.


2. Untuk mengetahui tujuan penciptaan manusia serta fungsi dan peran
manusia

1
3. Untuk mengetahui tanggung jawab manusia sebagai hamba dan khalifah
Allah SWT
4. Untuk mengetahui Apa saja hakikat manusia itu.
5. Dan menambah ilmu dan wawasan bagi pembaca.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Manusia

Manusia adalah makhluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh


Allah Swt. Kesempurnaan yang dimiliki manusia merupakan suatu
konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah di muka dumi ini. Al-
Quran menerangkan bahwa manusia berasal dari tanah.

Membicarakan tentang manusia dalam pandangan ilmu pengetahuan


sangat bergantung metodologi yang digunakan dan terhadap filosofis yang
mendasari.

Para penganut teori psikoanalisis menyebut manusia sebagai homo volens


(makhluk berkeinginan). Menurut aliran ini, manusia adalah makhluk yang
memiliki perilaku interaksi antara komponen biologis (id), psikologis (ego),
dan social (superego). Di dalam diri manusia tedapat unsur animal (hewani),
rasional (akali), dan moral (nilai).

Para penganut teori behaviorisme menyebut manusia sebagai homo


mehanibcus (manusia mesin). Behavior lahir sebagai reaksi terhadap
introspeksionisme (aliran yang menganalisa jiwa manusia berdasarkan laporan
subjektif dan psikoanalisis (aliran yang berbicara tentang alam bawah sadar
yang tidak nampak). Behavior yang menganalisis prilaku yang Nampak saja.
Menurut aliran ini segala tingkah laku manusia terbentuk sebagai hasil proses
pembelajaran terhadap lingkungannya, tidak disebabkan aspek.

Para penganut teori kognitif menyebut manusia sebagai homo sapiens


(manusia berpikir). Menurut aliran ini manusia tidak di pandang lagi sebagai
makhluk yang bereaksi secara pasif pada lingkungannya, makhluk yang selalu
berfikir. Penganut teori kognitif mengecam pendapat yang cenderung
menganggap pikiran itu tidak nyata karena tampak tidak mempengaruhi

3
peristiwa. Padahal berpikir , memutuskan, menyatakan, memahami, dan
sebagainya adalah fakta kehidupan manusia.

Sebenarnya manusia itu terdiri dari 3 unsur yaitu :

1. Jasmani. Terdiri dari air, kapur, angin, api dan tanah.


2. Ruh. Terbuat dari cahaya (nur). Fungsinya hanya untuk
menghidupkan jasmani saja.
3. Jiwa. Manusia memiliki fitrah dalam arti potensi yaitu kelengkapan
yang diberikan pada saat dilahirkan ke dunia. Potensi yang dimiliki
manusia dapat di kelompokkan pada dua hal yaitu potensi fisik dan
potensi rohania. Ibnu sina yang terkenal dengan filsafat jiwanya
menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk social dan sekaligus
makhluk ekonomi. Manusia adalah makhluk social untuk
menyempurnakan jiwa manusia demi kebaikan hidupnya, karena
manusia tidak hidup dengan baik tanpa ada orang lain. Dengan kata
lain manusia baru bisa mencapai kepuasan dan memenuhi segala
kepuasannya bila hidup berkumpul bersama manusia.
B. Tujuan Penciptaan Manusia

Tujuan penciptaan manusia adalah menyembah kepada penciptanya yaitu


Allah. Pengertian penyembahan kepada Allah tidak bisa di artikan secara
sempit, dengan hanya membayangkan aspek ritual yang tercermin dalam
shalat saja. Penyembahan berarti ketundukan manusia dalam hukum Allah
dalam menjalankan kehidupan di muka bumi, baik yamg menyangkut
hubungan manusia dengan tuhan maupun manusia dengan manusia.

Oleh kerena penyembahan harus dilakukan secara suka rela, karena Allah
tidak membutuhkan sedikitpun pada manusia karena termasuk ritual-ritual
penyembahannya.

Penyembahan yang sempurna dari seorang manusia adalah akan


menjadikan dirinya sebagai khalifah Allah di muka bumi dalam mengelolah
alam semesta. Keseimbangan pada kehidupan manusia dapat terjaga dengan
hukum-hukum kemanusiaan yang telah Allah ciptakan.

4
C. Peranan Manusia

Manusia dijadikan oleh Allah bukan secara sia-sia dan main-main bahkan,
mempunyai peranan dan matlamat yang tertentu. Firman Allah SWT :

َ‫أَفَ َح ِس ْبتُ ْم أَنَّ َما خَ لَ ْقنَا ُك ْم َعبَثًا َوأَنَّ ُك ْم إِلَ ْينَا اَل تُرْ َجعُون‬

 “Adakah kamu menyangka bahawa Kami menciptakan kamu (dari tiada


kepada ada) hanya saja-saja (sia-sia tanpa ada sesuatu hikmah pada penciptaan
itu?) dan kamu (menyangka pula) kamu tidak akan dikembalikan kepada
Kami?” (Q.S Al-Mu’minun:115)

Di antaranya ialah sebagai khalifah Allah yang akan mentadbir, mengurus


dan membangunkan bumi ini mengikut syariat dan peraturan Allah dan juga
sebagai hamba yang sentiasa beribadah kepadaNya.

D. Konsep manusia sebagai khalifah dan hamba Allah


1. Tanggungjawab Manusia Sebagai Hamba.

Allah SWT dengan kehendak kebijaksanaanNya telah mencipta


makhluk-makhluk yang di tempatkan di alam penciptaanNya. Manusia di
antara makhluk Allah dan menjadi hamba Allah SWT. Sebagai hamba
Allah tanggungjawab manusia adalah amat luas di dalam kehidupannya,
meliputi semua keadaan dan tugas yang ditentukan kepadanya.
Tanggungjawab manusia secara umum digambarkan oleh
Rasulullah SAW di dalam hadis berikut. Dari Ibnu Umar RA katanya;
“Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:
“Semua orang dari engkau sekalian adalah pengembala dan
dipertanggungjawabkan terhadap apa yang digembalainya.Seorang laki-
laki adalah pengembala dalam keluarganya dan akan ditanya tentang
pengembalaannya. Seorang isteri adalah pengembala di rumah suaminya
dan akan ditanya tentang pengembalaannya.Seorang khadam juga
pengembala dalam harta tuannya dan akan ditanya tentang
pengembalaannya. Maka semua orang dari kamu sekalian adalah

5
pengembala dan akan ditanya tentang pengembalaannya.”(Muttafaq
‘alaih)
Allah mencipta manusia ada tujuan-tujuannya yang tertentu.
Manusia dicipta untuk dikembalikan semula kepada Allah dan setiap
manusia akan ditanya setiap usaha dan amal yang dilakukan selama ia
hidup di dunia. Apabila pengakuan terhadap kenyataan dan hakikat
wujudnya hari pembalasan telah dibuat maka tugas yang diwajibkan atas
dirinya perlu dilaksanakan.

2. Manusia Sebagai Khalifah Allah.

Antara anugerah utama Allah kepada manusia ialah pemilihan


manusia untuk menjadi khalifah atau wakilNya di bumi. Dengan ini
manusia berkewajiban menegakkan kebenaran, kebaikan, mewujudkan
kedamaian, menghapuskan kemungkaran serta penyelewengan dan
penyimpangan dari jalan Allah.Firman Allah SWT :

ُ ِ‫ض َخلِي َف ًة ۖ َقالُوا أَتَجْ َع ُل فِيهَا َم ْن يُ ْف ِس ُد فِيهَا َويَ ْسف‬


‫ك ال ِّد َما َء َونَحْ نُ ُن َس ِّب ُح‬ ِ ْ‫ك ل ِْل َماَل ِئ َك ِة إِ ِّني َجاعِ ٌل فِي اأْل َر‬
َ ُّ‫َوإِ ْذ قَا َل َرب‬
َ
َ‫ك ۖ َقا َل إِ ِّني أعْ لَ ُم َما اَل تَ ْعلَ ُمون‬
َ َ‫ك َو ُن َق ِّدسُ ل‬
َ ‫ِب َح ْم ِد‬

Artinya : “Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat:


Sesungguhnya Aku jadikan di bumi seorang Khalifah.Berkata Malaikat:
Adakah Engkau hendak jadikan di muka bumi ini orang yang melakukan
kerusakan dan menumpahkan darah, sedangkan kami sentiasa bertasbih
dan bertaqdis dengan memuji Engkau?Jawab Allah: Aku lebih
mengetahui apa yang kamu tidak ketahui.” (QS.Al-Baqarah:30)

Di kalangan makhluk ciptaan Allah, manusia telah dipilih oleh Allah


melaksanakan tanggungjawab tersebut. Ini sudah tentu karena manusia
merupakan makhluk yang paling istimewa.

6
E. Peranan dan Tanggungjawab Manusia Sebagai Khalifah dan Hamba
Allah

Tanggungjawab manusia sebagai hamba dan khalifah kepada Allah secara


khususnya meliputi perkara-perkara yang berkaitan dengan kehidupan.
Tanggungjawab tersebut bolehlah dirumuskan seperti berikut:

1. Mengabdikan diri kepada Allah menerusi beriman kepada Allah dan


melakukan amal soleh dalam bentuk yang sempurna.
2. Sebagai hamba, manusia perlu melaksanakan amanah Allah, memelihara
serta mengawal agama Allah serta ajaran Allah SWT.
3. Ke arah melaksanakan amanah sebagai khalifah Allah ini, manusia
hendaklah menyedari dan memahami bahawa kewajipan berdakwah
dengan menyebarkan dan memperluaskan ajaran Islam ke arah
menegakkan syiar Islam serta meninggikan kalimah Allah di atas muka
bumi ini, dengan berperanan menegakkan amar makruf serta mencegah
kemungkaran.

Firman Allah Ta’ala :

َ ‫ُون ِب ْال َمعْ رُوفِ َو َي ْن َه ْو َن َع ِن ْال ُم ْن َك ِر ۚ َوأُو ٰلَ ِئ‬


َ ‫ك ُه ُم ْال ُم ْفلِح‬
‫ُون‬ َ ‫ُون إِلَى ْال َخي ِْر َو َيأْ ُمر‬
َ ‫َو ْل َت ُكنْ ِم ْن ُك ْم أُم ٌَّة َي ْدع‬

Artinya :

“Dan hendaklah ada di antara kamu satu puak yang menyeru


(berdakwah) kepada kebajikan (mengembangkan Islam). Dan menyuruh
berbuat segala perkara yang baik, serta melarang daripada segala yang
salah (buruk dan keji). Dan mereka yang bersifat demikian ialah orang-
orang yang berjaya. (QS. Ali Imran: 104)

Apabila tugas menyeru kepada Islam dilakukan secara meluas dan


menyeluruh dan dapat memberi kesadaran dan keinsafan niscaya akan
dapat mewujudkan manusia yang faham akan tanggungjawab dan menjadi
manusia yang bertanggungjawab.

4. Sebagai khalifah Allah, yang dimaksudkan dengan wakil Allah, wajiblah


manusia menjaga agama dengan melaksanakan dua perkara:

7
a) Menegakkan Islam. Dengan berdakwah kepada manusia seperti yang
dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat RA dan
membuktikan kebaikan ajaran Islam dan hukumnya di samping
mempertahankan agamanya dari ancaman musuh.
b) Melaksanakan Islam. Dengan mengamalkan perintahNya dan
meninggalkan laranganNya, dalam semua urusan termasuk juga urusan
kemasyarakatan dan kenegaraan.

8
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan berbagai aspek yang telah kami bahas, maka kami dapat
menyimpulkan bahwa hakekat manusia dalam pandangan islam yaitu sebagai
khalifah di bumi ini. Yang mampu merubah bumi ini kearah yang lebih baik.
Hal yang menjadikan manusia sebagai khalifah adalah karena manusia
memiliki kelebihan yang tidak dimiliki makhluk lainnya, seperti akal dan
perasaan. Selain itu manusia diciptakan Allah dalam bentuk yang paling baik,
ciptaan Allah yang paling sempurna. Dari paparan di atas tadi, jelaslah
bahwasanya peran dan tanggungjawab manusia baik sebagai hamba Allah dan
makhluk sosial serta sebagai khalifah fil ardl sangat berat dan dan harus
dipertanggungjawaban. Namun demikian Allah memberikan amanah tersebut
kepada manusia dikarenakan adanya potensi manusia untuk melaksanakan
mandat tersebut. Sebagai hamba Alllah, manusia sudah dibekali potensi tauhid
di dalam dirinya semenjak ia masih dalam rahim ibunya. Sebagai makhluk
sosial, fitrah manusia tidak bisa hidup sendiri, satu sama lainnya saling
membutuhkan. Dan perannya sebagai khalifah fil ardl, manusia dibekali ilmu
pengetahuan agar dapat mengekspolarasi sumber daya alam untuk
kesejahteraan umat, bukan mengeksploitasinya.Tolak ukur seseorang telah
secara maksimal melaksanakan ketiga peran dan tanggungjawabnya tersebut,
dapat dilihat bagaimana upayanya dalam memanfaatkan umur (nikmat) untuk
senantiasa berbuat kebajikan, baik hubungannya secara vertikal,
maupun sosial horizontal

B. Saran

Berdasarkan uraian-uraian diatas, penulis menyarankan:

1. Hendaknya kita sebagai manusia menyadari Fungsi dan Tugas kita


sebagai manusia yang hidup dimukabumi.
2. Hendaknya pemahaman tentang seluk beluk manusia dikenalkan sedini 
mungkin

9
DAFTAR PUSTAKA

https://www.scribd.com/doc/213994796/ Fungsi-Dan-Tugas-Manusia-Menurut-
Al-qur-An

http://www.tugasku4u.com/2013/05/ hakikat-manusia-menurut-islam.html

http://limubermanfaat.blogspot.com/2011/01/fungsi-dan-peran-manusia.html http:
//www.scribd.com/doc/48595986/6/Tanggung-Jawab-Manusia-sebagai-Hamba-
dan-Khalifah-Allah

10