Anda di halaman 1dari 6

BAB 14

PENENTUAN BIAYA VARIABEL DAN PELAPORAN SEGMEN

OLEH

NAMA : DEWI NURTIKA

NIM : 105731111817

AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

2019
A. ANALISIS DAN PERBANDINGAN ANTARA METODE PENENTUAN BIAYA VARIABEL
DAN METODE PENENTUAN BIAYA PENUH

Terdapat dua metode penentuan biaya produk yaitu metode penentuan biaya
variabel (PBV) dan metode penentuan biaya penuh (PBP). Perbedaan diantara kedua
metode penentuan biaya tersebut adalah pada perlakuan terhadap biaya overhead
pabrik tetap.

Meotde PBV membedakan antara biaya produksi variabel dengan biaya produksi
teetap.Meotde PBV hanya membebankan biaya produksi variabel ke produk yang
meliputi biaya bahan baku,biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik
variabel.Biaya overhead tetap tidak dimasukkan sebagai biaya biaya produk dan
diperlakukan sebagai biaya periodik karena biaya overhead tetap adalah biaya
kapasitas.

Metode PBP membebankan semua biaya produksi ke produksi yang meliputi


biaya bahan baku,biaya tenaga kerja langsung,biaya overhead pabrik variabel,dan
biaya overhead pabrik tetap.Dalam PBP,biaya overhead pabrik tetap dipandang
sebagai biaya produk,bukan biaya periodik.Pada metodoe ini biaya overhead pabrik
tetap dibebankan ke produk melalu penggunaan tarif biaya overheadpabrik tetap
dan tidak diakui sebagai biaya sampai dengan produk dijual.

a. Penilaian persedian

Perbedaan metode penentuan biaya produk akan memengaruhi nilai


persediaan. Pada metode PBV nilai persediaan hanya meliputi biaya produksi
variabel saja.Sdangkan pada metode PBP nilai persediaan meliputi semua biaya
produksi.

b. Laporan Laba Rugi:Analisis dan Rekonsiliasi

Oleh karena biaya produk per unit merupakan dasar penentuan harga
pokok penjualan,maka perbedaan penggunaan metode PBV atau metode PBP
akan mengakibatkan angka laba yang berbeda.Perbedaan angka laba terjadi
karena jumlah biaya overhead pabrik tetap yang diakui sebagai biaya periodik
adalah berbeda di antara kedua metode penentuan biaya produk.

c. Hubungan antara Produksi,Penjualan,dan Laba

Hubungan antara menurut metode PBV dengan metode PBP berubah


sejalan dengan perubahan antaraproduksi dengan penjualan.Apabila jumlah unit
yang dijual lebih banyak daripada jumlah unit yang diproduksi,maka labametode
menurut PBV akan lebih besar daripada laba dengan metode PBP.Penyebabnya
adalah bahwa jumlah unit dijual lebih banyak daripada jumlah unit diproduksi
berarti terdapat persediaan akhir periode yang sebelumnya yang ikut
terjual.Pada metode PBP,dalam jumlah unit persediaan akhir periode
sebelumnya yang ikut terjual melekat biaya overhead pabrik tetap,sehinggapada
metode PBP,biaya overhead total yang diakui sebagai biaya periodik lebih besar
daripada metode PBV.

Jika jumlah unit produksi lebih kecil daripada jumlah unit yang dijual,maka
pada metode PBP biaya overhead pabrik yang diakui sebagai biaya meliputi
biaya overhead pabrik tetap pada periode yang bersangkutan ditambah dengan
biaya overhead pabrik tetap yang melekat pada unit persediaan akhir periode
sebelumnnya yang ikut dijual dalam periode yang bersangkutan.Namun,pada
metode PBV, biaya overhead pabrik tetap yang diakui sebagai biaya periodek
hanya meliputi biaya overhead pabrik tetap yang timbul pada periode yang
bersangkutan saja.

Apabila jumlah unit yang dijual lebih kecil daripada jumlah unit yang
diproduksi,maka menurut metode PBV akan lebih kecil daripada laba menurut
metode PBP.Dalam kasus ini berarti terdapat sejumlah unit yang diproduksi
dalam periode tersebutyang belum dijual yang didalamnya melekat sebagai biya
overhead pabrik tetap yang timbul dalam periode yang bersangkutan.Hal ini
meningkatkan jumlah unit persediaan akhir periode yang bersangkutan.

Jika jumlah unit produksi lebih besar daripada jumlah unit yang dijual,maka
pada metode PBP,biaya overhead pabrik yang diakui sebagai biaya periodik
hanya meliputi biaya overhead pabrik tetap yang melekat pada jumlah unit yang
dijual dalam periode yang bersangkutan saja,dan masih terdapat biaya overhead
pabrik tetap yang melekat pada persediaan akhir yang belum terjual ysng
berasal dari produksi dalam periode yang bersangkutan.Di pihak lain, pada
metode PBV ,biaya overhead pabrik yang diakui sebagai biaya meliputi semua
biaya overhead pabrik tetap yang timbul pada periode yang bersangkutan.

Apabila jumlah unit produksi sama dengan jumlah unit dijual,maka tidak ada
perbedaan di antara laba operasi menurut metode PBP dengan metode
PBV.Oleh karena jumlah unit yang diproduksi sama dengan yang dijual,maka
biaya overhead pabrik tetaptotal yang diakui adalah sama dengan metode PBP
maupun metode PBV,dan tidak ada biaya overhead pabrik tetap yang melekat
pada persediaan yang ikut terjual.

d. Perlakuan Biaya Overhead Pabrik Tetap dalam Metode Penentuan Biaya


Penuh

Perbedaan antara metode PBP dengan metode PBV adalah pada pengakuan
biaya yang berhubungan dengan biaya overhead pabrik tetap.Dalam metode
PBP, biaya overhead pabrik tetap tersebut mempunyai dua masalah sebagai
berikut.
1. Bgaiamana mengonversikan biaya overhead pabrik yang dibebankan
tidak berdasarkanunit,misalnya jam tenaga kerja langsung atau jam mesin
menjadi biaya overhead pabrik yang dibebankan ke unit-unit yang
diproduksi?

2. Apa yang harus dilakukanjika biaya overhead pabrik sesungguhnya


berbeda dengan biaya overhead pabrik yang dibebankan?

Masalah pertama dapat diatasi dengan mudah.Biaya overhead pabrik


dibebankan berdasarkan tenaga kerja langsung.Misalnya satu unitproduksi
membutuhkan 0,5 jam tenaga kerja langsung.Jika tarif biaya overhead pabrik
tetap per jam tenaga kerja langsung addalah Rp.20 , maka biaya overhead pabrik
tetap yang dibebankan ke setiap unit produk adalah Rp.10 (0,5 x Rp.20).

Masalah kedua dapat diatasi dengan beberapa langkah.Pertama, tarif biaya


overhead pabrik tetap harus dihitung dan kemudian dibebankan ke unit-unit
produk.Kedua,biaya overhead pabrik tetap total yang dibebankan dibandingksn
dengan biaya overhead pabrik tetap yang sesungguhnnya.Jika kelebihan atau
kekurangan pembebanan tidak material,maka dibebankan ke harga pokok
penjualan.Jika kelebihan atau kekurangan pembebanan adalah material,maka
dialokasikan di antara barang dalam proses akhir,barang jadi akhir,dan harga
pokok penjualan.

B. METODE PENENTUAN BIAYA VARIABEL DAN EVALUASI KINERJA MANAJER

Evaluasi kinerja manajer sering dihubungkan dengan profitabilitas unit-unit


bisnis yang mereka kendalikan.Perubahan laba dari periode ke periode dan
perbandingan antara laba sesungguhnya dengan laba dianggarkan sering digunakan
sebagai sinyal kinerja manajerial.Namun demikian,agar laba dapat menjadi sinyal
yang tepat,laba harus mencerminkan usaha manajerial yang dilakukan oleh
manajer.Misalnya,apabila manajer telah bekerjakeras meningkatkan penjualan
dengan menggunakan biaya total yang sama,maka laba akan lebih besar daripada
periode sebelumnya.Peningkatan laba tersebut merupakan sinyal keberhasilan
manajer.Secara umum,jika kinerja laba mencerminkan kinerja manajerial,manajer
dapat berharap tigal hal berikut ini.

1. Jika terjadi peningkatan penjualan,hal-hal lain dianggap tetap,maka laba


akan meningkat.

2. Jika terjadi penurunan penjualan,hal-hallain dianggap tetap,maka laba akan


menurun

3. Jika tidak terjadi perubahan penjualan,hal-hal lain dianggap tetap,maka laba


juga tidak berubah.
Metode PBV selalu mengikuti hubungan antara penjualan dan laba seperti
diatas,tetapi tidak demikian dengan metode PBP.

C. METODE PENENTUAN BIAYA VARIABEL DAN PELAPORAN SEGMEN

Pelaporan kontribusi dari setiap aktivitas atau daerah pemasaran atau unit bisnis
terhadap laba perusahaan disebut Pelaporan Segmen (segmented reporting).
Laporan segmen disiapkan berdasarkan metode PBV untuk menghasilkan evaluasi
dan keputusan yang lebih baik daripada jika disiapkan dengan metode PBP.

Manajer memerlukan informasi yang lebih terperinci daripada informasi ringkas


yang ada dalam laporan laba rugi untuk melakukan evaluasi berbagai aktivitas dalam
perusahaan.Laporan laba rugi divisi yang dihasilkan oleh sautu sistem akuntansi
manajemen mungkin masih belum cukup.SSegementasi yang lebih tepat dan jelas
diperlukan oleh manajer untuk melaksanakan pertanggungjawaban secara
benar.Pabrik-pabrik memproduksi produk dan informasi profitiabilitas setiap produk
adalah penting.Sebagian produk munngkin menguntungkan,sedangkan sebagian
produk yang lain merugikan .Demikian juga,infiormasi laba berdasarkan daerah
pemasaran ,proyek khusus,dan tenaga penjualan individual adalah penting.

a. Pelaporan Segmen Berdasarkan Metode Penentuan Biaya Penuh

b. Pelaporan Segmen Berdasarkan Metode Biaya Variabel

c. Pelaporan Segmen dengan Pendekatan Penentuan Biaya Berdasarkan


Aktivitas

D. METODE PENENTUAN BIAYA VARIABEL UNTUK PERENCANAAN DAN


PENGENDALIAN

Perencanaan keuangan mengharuskan manajer untuk mengestimasi


penjualan,produksi,biaya pada masa mendatang,dan sebagainya.Oleh karena
peramalan penjualanyang menjadi dasar anggaran bersifat tidak pasti,manajemen
berusaha menentukan beberapa tingkatan volume penjualan yang berbeda untuk
memperkirakan berbagai kemungkinan yang dihadapi oleh perusahaan.Biaya tidak
bervariasi dengan perubahan volume aktivitas dalam suatu rentang relevan
tertentu,pembedaan antara biaya tetap dan biaya variabel penting untuk perkiraan
membuat perkiraan biaya secara akurat pada berbagai level volume produksi dan
pennjualan.

Ketika manajemen telah memilih suatu level volume produksi dan penjualan
yang diharapkan untuk tahun yang akan datang,biaya yang diharapkan terrjadi juga
dapat ditentukan.Kemudian,rencana keuangan terdiri atas level aktivitas dan level
biaya yang diharapkan.Rencana keuangan digunakan sebagai pedoman untuk
pelaksanaan operasi.Jika kinerja sesugguhnya berbeda dari kinerja yang
diharapkan,tindakan koreksi mungkin diperlukan dengan membandingkan hasil
sesungguuhnya dengan hasil yang diharapkan.Adanya tindakan koreksi yang
diperlukan,manajerdapat melakukan aktivitas pengendalian.Agar proses
pengendalian berjalan,perilaku biaya harus diketahui terlebih dahulu.