Anda di halaman 1dari 4

Nomor : 004/KTD/SA-00/UND/III/2020 Jakarta, 29 Maret 2020

Lamp. : Rundown

Kepada Yth:
Ibu Khofifah Indar Parawansa
Gubernur Jawa Timur
di Tempat

Undangan Pembicara di Webinar Katadata:


KESIAPAN DAERAH MENGHADAPI PUNCAK PANDEMI COVID-19

Dengan hormat,

Bersama surat ini kami bermaksud mengundang Ibu Khofifah Indar Parawansa untuk menjadi
pembicara dalam event Webinar Katadata “Kesiapan Daerah Menghadapi Puncak
Pandemi Covid-19,” pada 3 April 2020 di tempat masing-masing, mulai jam 14.25 sampai
14.35.

Webinar Katadata ini akan membahas puncak pandemi Covid-19 di Indonesia yang otomatis
berdampak kepada perekonomian nasional dan daerah. Tantangan pemerintah pusat dan
daerah akan semakin besar seiring dengan bulan Ramadan yang semakin dekat.

Pembatasan pergerakan warga harus tetap dilakukan dan ini akan berpengaruh kepada
tradisi mudik Lebaran. Karena itu, perlu kebijakan khusus apabila mudik Lebaran tetap
dilakukan sehingga tidak mempengaruhi upaya pemerintah melawan Covid-19.

Katadata Insight Center (KIC) meluncurkan dua indeks terkait covid-19 yaitu Indeks
Kerentanan Daerah dan Indeks Layanan Kesehatan Daerah. Dua indeks ini diharapkan bisa
menjadi acuan bagi pusat dan juga daerah dalam menghadapi pandemi covid-19.

Dalam Webinar Katadata ini, kami berharap Ibu bisa menjadi salah satu pembicara yang
memaparkan langkah-langkah yang sudah dan akan diambil Pemprov Jawa Timur terkait
pandemi ini. Kami berharap Ibu bersedia meluangkan waktu untuk menghadiri undangan ini.
Terima kasih atas bantuan dan perhatian Ibu.

Hormat kami,

Metta Dharmasaputra
Chief Executive Officer of Katadata

Contact Person:
- Doddy Rosadi (doddy.rosadi@katadata.co.id, mobile: 0812-9530-2195
MATERI PEMBICARA

Sejumlah pihak memperkirakan puncak pandemi Corona di Indonesia akan terjadi pada April
2020. Perkiraan ini sejalan dengan tren kenaikan orang yang terinfeksi virus Covid-19 ini,
yang per 25 Maret 2020 sebanyak 790 atau melonjak lebih dua kali lipat dalam kurun satu
pekan.

Tim peneliti matematika epidemiologi dari Pusat Pemodelan Matematika dan Simulasi ITB
(PPMS ITB) menghitung puncak pandemi di Indonesia pada pekan ke-2 atau 3 April hingga
Mei mendatang, dengan kasus harian mencapai 600 kasus. Tim juga memprediksi jumlah
kasus Corona di Indonesia bakal mencapai lebih 8.000 kasus.

Sementara itu, pemerintah melalui Juru bicara penanganan virus Covid-19 Achmad Yurianto
memperkirakan, 600 ribu hingga 700 ribu warga berisiko terinfeksi virus tersebut. Perkiraan
ini berdasarkan penelusuran kontak dekat terhadap pasien positif Corona.

Melonjaknya jumlah kasus positif Corona di Indonesia akan segera terungkap seiring dengan
telah dimulainya tes massal secara cepat (rapid test) terhadap Orang Dalam Pengawasan
(ODP). Pemerintah menyiapkan 1 juta alat uji untuk tes cepat tersebut, yang akan
berlangsung hingga bulan April.

Selain prediksi berpuncak pada bulan April, pandemi Corona di Indonesia terancam makin
meluas ke daerah bersamaan dengan datangnya bulan Ramadan pada akhir April dan
Lebaran pada Mei 2020. Sebab, lazimnya tradisi mudik di Indonesia, orang-orang dari kota,
khususnya Ibu Kota Jakarta, berpotensi membawa virus ke kampung halamannya.

Sedangkan Provinsi DKI Jakarta saat ini masih menjadi episentrum Covid-19 dengan kasus
positif sekitar 90% dari total kasus di Indonesia.
Persoalannya, masing-masing daerah punya kerentanan berbeda ketika terpapar pandemi
corona. Kerentanan ini berdasarkan jumlah penduduk, kerapatan hunian atau tempat tinggal,
aktivitas sosial, dan sebagainya.

Sementara itu, kesiapan daerah dalam menghadapi suatu pandemi juga tidak sama alias tidak
merata. Hal ini tergantung kepada ketersediaan tenaga medis dan fasilitas kesehatan di
masing-masing daerah, serta perbandingannya dengan jumlah penduduk.

Berkaca dari kondisi tersebut, penting untuk mengetahui kerentanan dan kesiapan setiap
daerah dalam menghadapi puncak pandemi Covid-19 yang diprediksi pada pertengahan April
2020. Sebagai acuan, Katadata telah menyusun Indeks Kerentanan dan Indeks Layanan
Kesehatan Daerah.

Berdasarkan data tersebut, bagaimana daerah melalui pemerintah provinsi dan kota
menghadapi potensi penyebaran pandemi tersebut dan cara mengatasi serta mengobati para
penderitanya? Apa saja langkah dan kebijakan yang dilakukan pemerintah daerah dan
warganya?
PEMBICARA
Direktur Riset Katadata Insight Center Mulya Amri
➔ KIC mempunyai indeks kerentanan dan layanan kesehatan daerah menghadapi
Covid-19, bisa digambarkan bagaimana indeks itu melihat kesiapan daerah
menghadapi pandemi ini?
➔ Apa saja yang diukur dalam Indeks Kerentanan dan Layanan Kesehatan Daerah
terkait Covid19?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan


➔ Kondisi dan faktor-faktor kerentanan DKI Jakarta terhadap wabah penyakit?
➔ Kesiapan infrastruktur kesehatan dan tenaga medis?
➔ Koordinasi dengan pemerintah?
➔ Kebijakan terkait aktivitas ekonomi di DKI Jakarta?
➔ Kebijakan di lapangan dan sinergi dengan warga?

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil


➔ Kebijakan apa yang akan diambil apabila pandemi Covid-19 berlangsung lama?
➔ Terkait dampak di sektor ekonomi, apakah ada alokasi dana dari APBD untuk
membantu warga atau industri yang terkena dampak Covid-19?
➔ Bagaimana kesiapan fasilitas kesehatan dan tenaga medis?
➔ Apakah akan ada imbauan kepada warga Jawa Barat di perantauan untuk tidak mudik
Lebaran?

Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa


➔ Jumlah kasus Covid-19 terus bertambah, apakah pemprov Jawa Timur akan membuat
RS khusus?
➔ Apakah tenaga medis siap menghadapi kemungkinan terjadinya lonjakan kasus
Covid-19?
➔ Apakah status darurat bencana di Jawa Timur akan diperpanjang?
➔ Kebijakan apa yang akan dikeluarkan terkait mudik Lebaran?

Gubernur Bengkulu Rohidin


➔ Apa faktor utama yang membuat jumlah pasien positif Covid19 terus bertambah?
➔ Bagaimana kesiapan tenaga medis dan fasilitas kesehatan di Bengkulu?
➔ Karena sebentar lagi memasuki Ramadhan, apakah ada imbauan kepada warga Jawa
Tengah di perantauan untuk tidak mudik Lebaran?
➔ Bagaimana koordinasi dengan pemerintah pusat selama ini?

Ketua Umum Asosiasi Rumah Sakit Swasta Seluruh Indonesia Susi Setiyawati
➔ Apakah fasilitas kesehatan serta tenaga medis di rumah sakit di daerah sudah cukup
untuk menangani pasien Covid19
➔ Bagaimana penanganan kepada ODP dan PDP, apakah mereka sebaiknya diisolasi
di Rumah Sakit?
➔ Apakah sebaiknya ditunjuk RS khusus pasien Covid-19 di daerah?

Ketua Gugus Tugas Covid 19 Doni Monardo


➔ Apa saja koordinasi dan arahan kepada kepala daerah dalam menangani Covid-19?
➔ Apakah akan ada arahan kepada kepala daerah untuk menutup pintu masuk dan
keluar
➔ Bagaimana dengan mudik Lebaran, apakah akan bisa dijalankan namun dengan
pengawasan super ketat dari pusat?
AGENDA ACARA

Waktu Aktivitas

14:00 – 14:05 Pembukaan oleh MC & Moderator

14:05 – 14:15 Pemaparan langkah nyata Pemprov DKI terkait COVID-19 oleh Anies
Baswedan – Gubernur DKI Jakarta
14:15 – 14:25 Pemaparan langkah nyata Pemprov Jawa Barat terkait COVID-19
oleh Ridwan Kamil – Gubernur Jawa Barat
14:25 – 14:35 Pemaparan langkah nyata Pemprov Jawa Timur terkait COVID-19
oleh Khofifah Indar Parawansa – Gubernur Jawa Timur
14:35 – 14.45 Pemaparan langkah nyata Pemprov Bengkulu terkait COVID-19 oleh
Rohidin – Gubernur Bengkulu
14.45 – 14.55 Pemaparan kesiapan fasilitas kesehatan dan tenaga medis
menghadapi COVID-19 oleh Susi Setiyawaty - Ketua Umum
Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI)
14.55 – 15:10 Pemaparan arahan terbaru terkait kebijakan pusat dan daerah terkait
COVID-19 oleh Doni Monardo - Ketua Gugus Tugas Penanganan
COVID-19
15:10 – 15:25 Sesi Tanya Jawab
15:25 – 15.30 Kesimpulan oleh Moderator & Penutupan oleh MC

Tentang Katadata:

Katadata adalah perusahaan media, data dan riset online di bidang ekonomi dan bisnis.
Didirikan pada 1 April 2012 di Jakarta, perusahaan ini menyajikan berita, informasi, data,
dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil
kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik. Karena
itu, berita dan informasi tak hanya disajikan dalam bentuk teks, melainkan juga dalam
tampilan visual yang memikat. Tim Katadata terdiri dari para jurnalis dan periset
berpengalaman di bidang energi, finansial, makroekonomi, perdagangan dan
infrastruktur.
https://katadata.co.id/ https://kic.katadata.co.id/