Anda di halaman 1dari 6

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

INDONESIAN MEDICAL COUNCIL


Nomor HK.o t.o2 | 03 I r<K N I q7) po2o of April 2020
Lampiran 1 (satu) berkas
Hal Penyampaian Surat Edaran KKI

Yth.
1. Ketua PB IDI
2. Ketua PB PDGI
3. Ketua ARSPI
4. KetUaARSGMP
5. Ketua PP PERSI
6. Ketua MKKI
7. Ketua MKKGI
8. Ketua AIPKI
9. KetuaAFDOKGI
lO. Dokter dan Dokter Gigi
11. Relawan Dokter dan Dokter Gigi
12. Pimpinan Fasilitas Pelayanan Kesehatan

di-
Tempat

Dalam rangka kesiapsiagaan Dokter dan Dokter Gigi dalam penanganan pasien di
fasilitan pelayanan kesehatan pada masa darurat bencana wabah penyakit akibat
arona uints disease 2Ol9 (covid- 19) di lndonesia.
Bersama ini kami sampaikan Surat E<laran (terlarrpir) untuk dapat digunakan
sebagaimana mestinya sesuai peraturan perundang-undangan.
Demikian karni sampaikan, atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu kami
ucapkan terima kasih.

Ketua,

0>r-r+
Prof.Dr.dr.Bar"bang Supriyatno,Sp.A (K)

Tembusan:
1. Menteri Kesehatan Republik Indonesia
2. Menteri Pendidikan Kebudayaan Republik Indonesia
3. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana

Anttota/mem bet of :
. Medical council Network of WHO-SEAR (Since 2007), Email : mcnwho-inamc@kki.go.id
. lnternational Association of Medical Regulatory Authority (IAMRA) (Since 2010), Email : iamra-inamc@kki.go.id
. ASEAN Association of Medical Regulatory Authority (AAMRA) (Since 2010), Email : aamra-inamc@kki.go.id

Alamat sekreta rlat/S€cretarlat :


Jl. Teuku Cik Ditiro No.6 Gondangdia Menteng, Jakarta Pusat, Telp : +52(021)31923199, Fax : +62(02U31923185
Email : inamc@kki.go.id, Website : kki.go.id
KONSIL KEDOKTERAN I NDONESIA
IN DO N ESIAN M EDICAL COU NCI L

Yang terhormat,
1. Dokter dan Dokter Gigi
2. Relawan Dokter dan Dolrter Gigi
3. Pimpinan Fasilitas Pelayanan Kesehatan
di Seluruh Indonesia

SURAT EDARAN
NOMOR HK.O2.O3 / 4 I KKr / m I OesO / 2O2O

TENTANG
PENINGKATAN KESI,APSTAGAAN DOIiTER DAN DOKTER GIGI
DAI.AM PENANGANAN PASIEN DI FASILITAS PEI"AYANAN KESEHATAN
PADA MASA DARURAT BENCANA WABAH PET.IYAKIT
AKIBAT CORONA TZTRUS DTSEIISE 20 19 (COVID_ 1 9) Dr TNDONESTA

Konsil Kedokteran Indonesia memiliki fungsi pengaturan, pengesahan,


penetapan, serta pembinaan Dokter dan Dokter Gigi yang menjalankan praktik
kedokteran, dalam rangka meningkatlan mutu pelayanan medis. Fungsi
tersebut dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 29
tahun 2OO4 tentang Praktik Kedokteran.

Surat Edaran ini dimaksudkan untuk memberi penjelasan mengenai


pelaksanaan Pasal 6 Undang-Undang Nomor 29 tahun 2OO4 sebagaimana
tersebut di atas, khususnya bagi pelaksanaan pralrtik kedokteran yang
profesional oleh seluruh tenaga medis dalam rangka peningkatan
kesiapsiagaan dan penanganan pasien Corona Wus Disease 2019 (Covid-l9)
pada fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

Anttota/member of :
o Medical Council Network of WHO-SEAR (5ince 2007), Email : mcnwho_inamc@kki.go.id
. lnternational Association of Medical Regulatory Authority (IAMRA) (Since 201O), Email : iamra_inamc@kki.go.id
. ASEAN Associafion of Medical Regulatory Authority (AAMRA) (since 201o), Email : aamra_inamc@kki.go.id

Alamat S€kretariat/Secreta riat :


Jl. Teuku cik Ditiro No.6 Gondangdia Menteng, Jakarta pusat, Telp : +62(021)31923199, Fax: +62(o2U31923186
Email : inamc@kki.go.id, Websate : kki.go.id
Mengingat ketentuan:

1. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2OO4 tentang Praktik Kedokteran


(kmbaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 116,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4431);

2. Undang-Undang Nomor 36 tahun 2OO9 tentang Kesehatan


(Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2OO9 Nomor 144,
Tambahan kmbaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063);

3. Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan


kesehatan (kmbaran Negara Tahun 2018 Nomor 128, Tambahan
kmbaran Negara Republik Indonesia Nomor 6236);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 40 tahun 1991 tentang


Penanggulangan Wabah Penyakit Me nular;
5. Keputusan Presiden Nomor ll Tahun 2O2O Penetapan Kedaruratan
Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (Covid-l9);

6. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor Ol.O7/Menkes /LO4/2O2O


tentang Penetapan Infeksi Novel Coronavirus (Infeksi 2019-nCoV)
Sebagai Penyakit Yang Dapat Menimbulkan Wabah Dan Upaya
Penanggulangannya;

7. Surat Keputusan Kepala BNPB Nomor 13 A tahun 2O2O tentang


Masa Perpanjangan Kondisi Status Keadaan Tertentu Darurat
Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia.

KKI sangat menghargai kontribusi dari para Dokter dan Dokter Gigi yang terus
membaktikan diri untuk tujuan kemanusiaan di tengah wabah bencana
penyakit akibat Corona Virus Disease 2019 (Covid- 19).

Dengan tetap memperhatikan berbagai pedoman dan panduan dari Pemerintah


dan/ atau organisasi profesi kedokteran yang telah disebarluaskan terkait
praktik kedokteran oleh Dokter dan Dokter gigi dalam menanggulangi wabah
penyakit akibat Corona Virus Disease 2019 (Covid-l9) di Indonesia, sel/
au)o;renr,ss bagi seluruh dokter dan dokter gigi, serta untuk memutus mata
rantai penyebaran Corona Vnts Dbease 2019 (Covid-l9), maka disampaikan
hal-hal sebagai berikut:
A. Kepada Dokter dan Dokter Gigi, agar:

l. Senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan dalam menjalankan praktik


kedokteran dengan menjaga profesionalisme dan tradisi luhur profesi
kedokteran dan kedokteran glgl serta tetap mengupayakan perlindungan
pada pasien dan keselamatan diri.

2. Dokter dan dokter spesialis-subspesialis yang berhubungan dengan


Pneumonia mengambil peran utama di bidang kuratif dan rehabilitatif
dalam penanganan pasien Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)' dan
KKI menghimbau agar Dokter dan Dokter Gigi mengaktilkan tugas
promotif dan preventif pada masyarakat dan pihak-pihak terkait sebogai
upaya peningkatan kesiapsiagaan dan penanggulangan wabah penyakit
akibat CoronaVirus Drsease 2019 (Covid-19).

3. Menjalankan praktik kedokteran sesuai dengan standar profesi dengan


memperhatikan aspek keselamatan diri, dan keselamatan pasien dengan
memakai Alat Pelindung Diri (APD).

4. Meningkatkan kesiapsiagaan dan keselamatan pasien secara profesional


sesuai dengan standar dalam upaya pertolongan pasien agar tidak
mengakibatkan risiko pada dirinya dan pada keluarga atau pasien lain'

5. Melakukan edukasi kepada pasien untuk menunda berobat ke Dokter


dan Dokter Gigi, bila masih bisa ditunda untuk mengurangi risiko
penularan.

6. Menghindari segala hal yang menimbulkan perpindahan virus


sebagaimana karalrteristik Corona Virus Diseorse 2019 (Covid-l9) yang
telah diketahui, termasuk isolasi diri apabila telah kontak dengan Orang
Dalam Pemantauan (ODP) dan/ atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP)'

7. Memberi pemahaman kepada keluarga dan orang disekitar untuk selalu


melakukan phg sial distancing.

8. Selalu memperhatikan Pedoman dan Panduan penanggulangan wabah


penyakit akibat Corona Virus Disecrse 2019 (Covid-lg) dari Pemerintah
dan/atau organisasi profesi kedolrteran / kedolcteran gigi yang sudah
diedarkan.
B. Kepada Relawan/ Volunteer penangolangan wabah penyakit aklbat Corona
Virus Disease 2019 (Covid-l9) dolrter, dokter gigi, dokter spesialis, dokter
spesialis-subspesialis, dokter gigi spesialis yang menjadi relawan untuk
menangani pasien Infeksi Corona Vints Disease 2Ol9 (Covid- 19) harus
memiliki Surat Tanda Registrasi (STR).

C. Kepada Pimpinan Fasilitas Pelayanan Kesehatan, agar :

1. Memastikan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD), terutama untuk


yang b€rtugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD), /ntenstle Care Unit (lCU),
Ruang Isolasi, Laboratorium, Ruang Radiologi, Kamar Jenazah dan
pelayanan berisiko lain sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan
baik oleh Tim Penanggulangan Tanggap Darurat Bencana dari berbogai
profesi terkait.

2. Menentukan kewenangan klinis dokter, dokter spesialis, dokter spesialis-


subspesialis untuk menjadi dokter penanggung jawab penanganan
pasien Corona Virus Disease 2019 (Covid-l9) di fasilitas pelayanan
kesehatan sesuai kompetensinya, dengan kompetensi tambahan
penatalaksan aan Corona Virus Disease 2OL9 (Covid- 19), berdasarkan
modul tambahan yang diberikan oleh Kolegium masing-masing.

3. Membatasi pelayanan yang masih bisa ditunda, sebagaimana panduan


yang sudah diedarkan oleh masing-masing profesi.

4. Memfasilitasi kondisi pelayanan di RS agar prinsip menjoga jarak


Qthysical distanciryjl bagi para pengunjung/petugas dapat dilaksanakan.
5. Memberi edukasi terus menerus, melalui media komunikasi RS tentang
penggunaan masker, cuci tangan memakai sabun atau hand sanitirer,
dan phgsial distancing.

6. Membuka jalur komunikasi online untuk konsultasi Dolrter dan Dolrter


Gigi yang bukan gawat darurat.
Berkaitan dengan hal-hal tersebut di atas, guna mendukung
penanggulangan wabah penyakit akibat Corona Wrus Disease 2Ol9 (Covid-l9)
diIndonesia sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, agar Surat
Edaran ini dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Jalarta
pada tanggal 3 I Maret 2O2O
NSIL KEDOKTERAN INDONESIA,
v
'-Y

o
elrr-+
* SUPRTYATNO

Tembusan t ETU l^
1. Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

2. Menteri Pendidikan Kebudayaan Republik Indonesia.

3. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

4. Ketua PB IDI.

5. Kehra PB PDGI.

6. KetuaARSPI

7. KetUaARSGMP

8. Ketua PPPERSI
9. Ketua MKKI

10. Ketua MKKGI


11. KetuaAIPKI
12. KetuaAFDOKGI