Anda di halaman 1dari 20

INOKULASI DAN PEMURNIAN BAKTERI

(Laporan Praktikum Penyakit dan Parasit Organisme Akuatik)

Oleh
Evi Dwi Setiyowati
1814111002
Kelompok 4

LABORATORIUM PERIKANAN DAN KELAUTAN


PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN
JURUSAN PERIKANAN DAN KELAUTAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2019
LEMBAR PENGESAHAN

Judul Praktikum : Inokulasi dan Pemurnian Bakteri


Waktu Praktikum : Selasa, 24 September 2019
Tempat Praktikum : Laboratorium Perikanan dan Kelautan
Nama : Evi Dwi Setiyowati
NPM : 1814111002
Kelompok : 4 (empat)
Program Studi : Budidaya Perairan
Jurusan : Perikanan dan Kelautan
Fakultas : Pertanian
Universitas :Universitas Lampung

Bandar Lampung, 1 Oktober 2019


Mengetahui
Asisten Dosen

Arining Vita Ayu Nadya


NPM. 1714111039

Keterangan Nilai
INOKULASI DAN PEMURNIAN BAKTERI
Oleh
Evi Dwi Setiyowati
1814111002

ABSTRAK
Inokulasi didefinisikan sebagai proses memindahkan bakteri dari medium yang lama ke medium
yang baru dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi, atau dapat juga disebut dengan
menanamkan bakteri pada medium yang baru. Isolasi adalah mengambil mikroorganisme yang
terdapat di alam dan menumbuhkannya dalam suatu medium buatan. Praktikum ini dilaksanakan
pada hari selasa sampai dengan hari kamis , Tanggal 24-26 September 2019, pukul 17.00- Selesai
yang bertempat di Laboratorium Perikanan dan Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas
Lampung. Praktikum ini bertujuan agar mahasiswa mampu mengisolasi dan menginokulasi bakteri
dari lingkungan di alam. Metode yang digunakan yaitu dengan cara spread/sebar dan
gores/streakmedia ang diamati yaitu ikan lele, ikan nila, ikan mas, dan ikan komet serta air kolam
budidaya, air sungai dan air dari PDAM. Dari hasil pengamtan yang telah dilakukan didapatkan
hasil bahwa bakteri dapat tumbuh pada semua media.

Kata kunci : Air, Bakteri, Inokulasi, Isolasi, Medium, Mikroorganisme.

I. PENDAHULUAN hanya terdapat bakteri yang kita


1.1 Latar Belakang butuhkan tersebut tanpa adanya
Pada dasarnya bakteri yang
kontaminasi dari mikroba lain.
berkembang di alam terdapat dalam
Biakan yang semacam ini biasanya
bentuk populasi campuran. Hampir
dikenal dengan istilah biakan murni.
tidak ditemukan bakteri di alam
Pada saat proses pembiakan bakteri
dijumpai sebagai spesies yang
harus dengan bikan murni, hal ini
tunggal. Berbagai jenis mikro
diperlukan untuk mencegah
organisme merupakan mahluk hidup
pencemaran. Inokulasi dimaksudkan
yang sangat banyak, baik ditanah, air
untuk dapat menumbuhkan dan
maupun udara termasuk bakteri.
mendapatkan populasi mikroba yang
Oleh sebab itu perlu adanya isolasi
murni.
maupun sebuah solusi permurnian
untuk mendapatkan bakteri tersebut. Terdapat beberapa metode yang
Di dalam penelitian biologi, untuk digunakan untuk mengisolasi bakteri
dapat menelaah bakteri khususnya yaitu dengan menggunakan metode
dalam skala laboratorium, maka gores, metode tuang, metode sebar,
terlebih dahulu kita harus dapat metode pengenceran serta micro
menumbuhkan mereka dalam suatu manipulator. Metode yang paling
biakan yang mana di dalamnya sering digunakan adalah tekhnik
cawan tuang dan cawan gores. terdapat di habitat aslinya atau di
Kedua metode ini didasarkan pada alam dan menumbuhkannya dalam
prinsip satu dimana yang sama yaitu suatu medium buatan.
mengencerkan suatu jenis organisme
sedemikian rupa sehingga individu 1.2 TUJUAN PRAKTIKUM
Adapun tujuan dari dilakukannya
spesies individu spesies dapat
praktikum inokulasi dan pemurnian
dipisahkan dari lainnya.
bakteri yaitu agar mahasiswa mampu
Inokulasi merupakan proses kegiatan mengisolasi dan menginokulasi
memindahkan bakteri dari medium bakteri dari lingkungan di alam.
yang lama ke medium yang baru
II. TINJAUAN PUSTAKA
dengan tingkat ketelitian yang sangat 2.1 Isolasi Bakteri
tinggi. Media untuk membiakkan Isolasi merupakan suatu kegiatan
bakteri haruslah steril sebelum mengambil mikroorganisme yang
digunakan. Dalam suatu proses terdapat dihabitat atau di alam dan
pemindahan biakan bakteri yang menumbuhkannya di dalam suatu
dibiakkan harus sangat hati-hati dan medium buatan. isolasi mikroba
mematuhi prosedur laboratorium memiliki Prinsip yaitu memisahkan
agar tidak terjadi kontaminasi. Oleh satu jenis mikroba dengan mikroba
karena itu, diperlukan teknik-teknik lainnya yang berasal dari campuran
dalam pembiakan mikroorganisme bermacam-macam mikroba. Hal ini
yang disebut dengan teknik inokulasi dapat pula juga dilakukan dengan
biakan. Perlu pengetahuan mengenai menumbuhkannya dalam media
jenis dari bakteri yang akan diamati. padat dimana sel-sel mikroba akan
Pada pengamatan bakteri juga membentuk suatu koloni sel yang
diperlukan bentuk maupun sifat tetap pada tempatnya. Isolasi bakteri
bakteri, hal ini dilakukan untuk atau biakan yang terdiri dari satu
mengenali sifat dari bakteri yang jenis mikroorganisme (bakteri)
dikultur. Agar sifat-sifat tersebut dikenal sebagai biakan murni atau
tampak jelas, bakteri perlu dibiakkan biakan aksenik. Biakan yang berisi
pada medium padat yaitu dengan lebih dari satu jenis atau macam
cara isolasi bakteri. Isolasi adalah mikroorganisme (bakteri) dikenal
mengambil mikroorganisme yang sebagai biakan campuran, jika hanya
terdiri dari dua atau lebih jenis telah dibuat. Dalam melakukan
mikroorganisme, maka yang dengan isolasi harus diketahui cara-cara
sengaja dipelihara satu sama lain menanam dan menumbuhkan
dalam asosiasi, dikenal sebagai mikrobia pada medium biakan serta
biakan dua-jenis (Schlegel, 2009). syarat-syarat lain guna sebagai untuk
pertumbuhannya. Inokulasi atau
Isolasi bakteri merupakan usaha
memindahkan bakteri dari medium
yang dilakukan untuk memindahkan
lama kedalam medium yang baru
atau memisahkan mikroorganisme
diperlukan suatu ketelitian dan
tertentu dari lingkungan aslinya
pensterilan alat-alat yang digunakan,
sehingga diperoleh kultur atau
supaya dapat dihindari terjadinya
biakan murni. Terdapat beberapa
kontaminasi. Pada pemindahan
cara umum yang dapat dilakukan
bakteri dicawan petri setelah agar
dengan cara gores, cara tebar, cara
baru, maka cawan petri tersebut
tuang dan metode tusuk. Secara
harus dibalik, hal ini berfungsi untuk
alami, bakteri di alam ditemukan
menghindari adanya tetesan air yang
dalam populasi campuran. Hanya
mungkin melekat pada dinding tutup
dalam keadaan tertentu saja populasi
cawan petri (Gandjar, dkk, 2016).
ini ditemukan dalam keadaan murni .
Untuk dapat mempelajari sifat 2.2 Pemurnian Bakteri
Pemurnian merupakan suatu metode
biakan, morfologi, dan sifat aslinya,
yang dilakukan guna memurnikan
maka organisme yang akan diteliti
atau memotong senyawa-senyawa
harus dapat dipisahkan. Ini berarti
yang memiliki susunan kimia yang
bahwa harus ada biakan murni yang
bersumber dari bahan-bahan, baik
hanya mengandung satu jenis bakteri
dalam skala laboratorium maupun
saja (Sherman. 2009).
skala industri. Pada prinsipnya,

Isolasi mikroorganisme merupakan lingkaran yang dilakukan untuk

proses tahapan dalam memindahkan mengeluarkan zat atau lebih yang

jenis mikroorganisme tersebut dari bercampur, sedangkan pemurnian

lingkungan aslinya atau dari alam dilakukan untuk mendapatkan zat-zat

bebas dan menumbuhkannya sebagai murni dari zat yang telah tercemar

biakan murni dalam medium yang oleh zat lain (Murniati, 2010).
Pemurnian bakteri adalah proses teknik gores. Teknik gores
dalam usaha mendapatkan koloni merupakan teknik yang lebih
murni bakteri yang ditumbuhkan menguntungkan apabila ditinjau dari
sebelumnya. Proses pemurnian sudut ekonomi dan waktu, tetapi
dilakukan dengan cara memindah memerlukan suatu bakat atau
sebagian koloni bakteri ke dalam ketrampilan-ketrampilan juga yang
media pertumbuhan yang baru diperoleh selama dengan latihan.
sehingga di dapat koloni murni yang Penggoresan yang sempurna akan
di harapkan (Ali, 2013). menghasilkan koloni yang terpisah.
Inokulum digoreskan di permukaan
Pemurnian bakteri menjadi salah satu
media agar nutrien dalam cawaan
tahapan dalam upaya mendapatkan
petri dengan jarum pindah (lup
koloni tunggal yang tumbuh pada
inokulasi). Dalam pengerjaannya
media yang kita buat. Dalam upaya
terkadang berbeda pada masing-
mempelajari suatu jenis koloni dan
masing laboratorium tapi tujuannya
sifat mikroorganisme tersebut, kita
sama yaitu untuk membuat goresan
memerlukan teknik pembiakan
sebanyak mungkin pada lempeng
mikroorganisme terlebih dahulu.
medium pembiakan. Terdapat
Setelah dibiakan, maka kita perlu
beberapa teknik dalam metode
menghitung atau menentukan
goresan, yakni Goresan T, Goresan
banyaknya suatu mikroba untuk
kuadranc, Goresan Radiand, dan
mengetahui seberapa jauh sampel itu
Goresan Sinambung. Di antara garis-
tercemar oleh mikroba. Karena
garis goresan akan terdapat sel-sel
bakteri adalah mikroba uniseluler
yang cukup terpisah sehingga dapat
yang bersifat transparan (Waluyo,
tumbuh menjadi koloni. Teknik cara
2009).
penggarisan dilakukan pada medium
2.3 Teknik Isolasi pembiakan padat bentuk lempeng.
Dalam melakukan isolasi bakteri
Bila dilakukan dengan baik teknik
dapat dilakukan melai berbagai
inilah yang paling praktis oleh
teknik yaitu teknik gores, teknik atau
karenanya sering di pakai oleh
metode tebar, teknik tuang dan juga
seorang peneliti di suatu
teknik tusuk. Teknik yang sering
laboratorium (Pelezar, 2012).
digukan dalam isolasi bakteri adalah
Teknik yang sering digunakan didalamnya terdapat inokolum,
selanjutnya khususnya dalam kemudian dimasukkan ke dalam
pengujian bakteri yang ada pada air media (Wati, 2013).
adalah teknik atau metode tebar.
Teknik tebar ini dilakukan dengan 2.4 Teknik Pemurnian Bakteri
Teknik penggoresan merupakan
cara meletakan setetes inokolum ke
salah satu dari teknik Pemurnian
dalam sebuah medium agar nutrien
bakteri teknik ini dilakukan dengan
dalam cawan petridish dan dengan
menggunakan jarum ose yang
menggunakan batang kaca yang
dipanaskan terlebih dulu sampai
bengkok dan steril. Inokulasi itu
berwarna merah dan didiamkan
disebarkan dalam medium batang
sebentar hingga tidak panas lagi
yang sama dapat digunakan dapat
kemudian digunakan untuk
menginokulasikan pinggan kedua
mengambil koloni bakteri, setelah
untuk dapat menjamin penyebaran
pengambilan koloni bakteri baru
bakteri yang merata dengan baik.
dilakukan penggoresan dengan pola
Pada beberapa pinggan akan muncul
zig-zag pada cawan petri yang talah
koloni koloni yang terpisah-pisah
diberi media tumbuh bakteri
(Winarni, 2011).
(Ardan,2011).
Teknik yang dilakukan pada saat
Proses dari Pemurnian bakteri
melakukan isolasi di laboratorium
dilakukan di dalam ruang isolasi
adalah teknik tuang. Teknik ini
yang merupakan ruang bebas
digunakan saat melakukan isolasi
kontaminasi teknik pemurnian
menggunakan media cair dengan
dilakukan dengan cara menuangkan
cara pengenceran. Dasar melakukan
media Natrium Agar yang cair ke
pengenceran adalah penurunan
dalam media cawan petri. Kemudian
jumlah mikroorganisme sehingga
digores sesuai dengan prosedur
pada suatu saat hanyaditemukan satu
kerjanya. Dalam penggoresannya
sel di dalam tabung . Metode yang
menggunakan jarum ose yang
terakhir dalam isolasi adalah dengan
dipanaskan sampai berwarna merah
menggunakan metode tusuk yaitu
dan didiamkan sebentar lalu
dengan dengan cara meneteskan atau
dilakukan penggoresan. Bakteri
menusukan ujung jarumose yang
memiliki ciri berlendir sedangkan suatu senyawa melalui cara
jamur memiliki ciri yaitu berupa penambahan jumlah zat pelarut yang
hifa. Diawali dengan teknik aseptis. mempunyai sifat netral, zat pelarut
Jarum enten dan ose dibakar dari yang biasa digunakan adalah
bagian pangkal dalam terus hingga aquadest dengan ukuran tertentu.
ke bagian ujung sampai berpijar Penambahan zat yang melarutkan
merah, hal ini dilakukan agar jarum pada sebuah senyawa serta akan
enten dan ose bebas dari kontaminan bedampak pada turunnya kandungan
(Burrows, 2014). kepekatan dari maupun derajat
konsentrasi pada senyawa yang
Pada saat melakukan teknik
diencerkan atau dilarutkan (Pelezar,
pemurnian pada mikroorganisme
2011).
sangat diperlukan mengenai masalah
pemenuhan suatu nutrient bagi Proses pengenceran merupakan tahap
mikroorganisme atau bakteri dan pencampuran dari suatu larutan yang
mikroba lainnya agar dapat terus memiliki sifat homogen antara za
survive dan tumbuh optimal pada terlarut dan pelarut dalam larutan.
suatu lingkungan, sehingga perlu Zat yang berjumlah lebih sedikit di
ditemukannya media yang cocok dan dalam larutan disebut dengan zat
bagus untuk pertumbuhan bakteri. terlarut atau solut, sedangkan zat
Media tersebut dikenal sebagai yang jumlahnya lebih banyak
media agar. Media agar daripada zat-zat lain dalam larutan
memungkinkan suatu bakteri tetap disebut dengan pelrut atau solven.
tumbuh dengan baik di koloni yang Untuk mengetahui konsentrasi yang
telah ada dan sejenis dengan diriya. sebenarnya juga dapat dilakukan
Dalam isolasi kultur murni bakteri, sterilisasi dengan titrasi (Gunawan,
perlu diperhatikan komponen 2014).
komponen yang dibutuhkan untuuk
Pengenceran menjadi suatu usaha
menunjang kehidupan bakteri itu
yang dilakukan para peneliti bakteri
sendiri (Gobel, 2012).
dalam melarutkan atau melepasan
2.5 Pengenceran mikroba dari substratnya ke dalam
Pengenceran didefinisikan sebagai air sehingga akan lebih mudah pada
sebuah usaha yang digunakan dalam penanganannya. Fungsi pengenceran
yaitu untuk mengurangi kepadatan satu mili liter untuk diencerkan lebih
bakteri yang ditanam Pengenceran lanjut. Kemudian dari pengenceran
merupakan proses yang dilakukan yang ketiga ini diambil setetes untuk
untuk menurunkan atau memperkecil disebarkan pada suatu medium padat,
konsentrasi zat larutan dengan kemungkinan besar kita akan
menambah zat pelarut ke dalam mendapatkan beberapa koloni yang
larutan sehingga volume larutan akan tumbuh dalam medium
menjadi berubah (Nurohaianah, tersebut, akan tetapi mungkin juga
2012). kita hanya akan memperoleh satu
koloni saja. Hal yang demikian ini
2.6 Teknik Pengenceran
dapat kita jadikan biakan murni. Jika
Pada proses pengenceran yang
kita belum yakin, bahwa koloni
dilakukan pada prinsipnya memiliki
tunggal yang kita peroleh tersebut
teknik pengenceran yaitu dengan
merupakan koloni yang murni, maka
tujuan melarutkan atau melepaskan
kita dapat mengulang pengenceran
mikroba dari substratnya ke dalam
dengan menggunakan koloni ini
air sehingga akan lebih mudah pada
sebagai sampel (Trianda, 2011).
penangannya. Sampel yang telah
diambil kemudian disuspensikan Teknik pengenceran secara modern
dalam aquades steril. Penentuan dilakukan dengan melalui teknik
banyaknya tingkat perkiraan jumlah micromanipulator. Cara teknik ini
mikroba dalam sampel (Burrows, mengamati gerak satu bakteri dengan
2014). mikropipet yang ditempatkan dalam
mikromanipulator, yang kemudian
Dilution method atau juga disebut
ditempatkan pada sebuah dalam
teknik Pengenceran merupakan suatu
mikromanipulator, lalu kemudian
teknik yang dilakukan pada suatu
dipayangkan dalam medium encer
sampel dari suatu suspensi yang
untuk dibiakkan.Proses lisan /
berupa campuran heterogen dari
pemurnian dari mikroorganisme lain
spesies yang kemudian diencerkan
perlu dilakukan karena semua
dalam suatu tabung yang tersendiri.
pekerjaan mikrobiologi, misalnya
Setelag di;akukannya pengenceran
telah pada maka dan penemuan
ini kemudian diambil kurang lebih
mikroorganisme, termasuk yang
hanya terdiri dari satu macam Pada saat kita akan mengisolasi
mikroorganisme saja. Teknik ini mikroorganisme dari campurannya
dikenal dengan isolasi mikroba atau menetralkan kultur ke dalam
(Seiler, 2009). medium baru kita harus
menggunakan teknik pemurnian. Hal
2.7 Fungsi Pemurnian Bakteri
ini dilakukan untuk mendapatkan
Pemurnian bakteri ini dilakukan
kultur murni. Kultur murni adalah
sebagai cara untuk memudahkan
kultur yang sel-sel mikrobanya
dalam pengidentifikasian patogen
berasal dari pembelahan dari satu sel
tersebut. Pemurnian pada prinsipnya
tunggal, yang bahwa artinya mikroba
merupakan pemisahan satu jenis
ditumbuhkembangkan dari bakteri
mikroorganisme patogen dari media
yang dihomogenkan dengan kata lain
inokulasi yang terdiri mungkin saja,
bakteri di isolasikan agar didapatkan
dari beberapa jenis serta macam
bakteri murni yang dibutuhkan
mikroorganisme dalam satu media,
nantinya dalam kegiatan praktikum.
(Semangun, H. 2010).
Objek yang harus diperhatikan
Pemurnian bakteri berguna dalam adalah bakteri (Ratna, 2010).
upaya para peneliti bakteri atau
mikroba guna untuk mengisolasi 2.8 Biakan Murni
mikroorganisme dari campurannya Biakan murni merupakan suatu jenis

atau meremajakan kultur ke dalam dari biakana bakteri yang merupakan

medium baru. Kultur murni adalah biakan yang hanya terdiri dari satu

kultur yang sel-sel mikrobanya jenis populasi mikroba yang

berasal dari pembelahan dari satu sel semuanya berasal dari satu sel induk.

tunggal, yang artinya mikroba Isolasi bakteri artinya memisahkan

ditumbuhkembangkan dari bakteri dari satu jenis bakteri dari biakan

yang dihomogenkan dengan kata lain campuran menjadi biakan murni

bakteri di isolasikan agar didapatkan (Caray, 2013).

bakteri murni yang dibutuhkan Biakan murni dapat berguna dalam


nantinya dalam kegiatan praktikum pengidentifikasian pada suatu jenis
yang akan dilakukan dalam populasi mikroba dialam sekitar kita
laboratorium (Mila, 2011). besar lagi kompleks. Berates-ratus
spesies berbagai mikroba biasanya bagaimana memperoleh suatu biakan
menghuni bermacam-macam bagian murni, tetapi juga bagaimana
tubuh kita. Mereka terdapat dalam memelihara serta mencegah
jumlah yang luar biasa besarnya. pencemaran dari luar. Terdapat dari
Sebagai contoh sekali berdin dapat beberapa teknik biakan murni yaitu :
menyebabkan penambahan beribu- dari penuangan yaitu, menurunkan
ribu mikroorganisme. Alam sekitar jumlah mikroorganisme sehingga
kita udara, tanah, air juga dihuni oleh suatu saat hanya ditemukan suatu sel
kumpulan berbagai mikroorganisme. dalam satu tabung. Penggoresan
Penelitian yang layak mengenai yang sempurna akan menghasilkan
mmikroorganisme dalam berbagai koloni yang terpisah (Surbakti,
habitat, memerlukan teknik untuk 2010).
memisahkan populasi campuran
2.9 Teknik Pemindahan Bakteri
yang rumit ini atau biakan campuran Teknik aseptis sangat penting dalam
menjadi spesies-spesies yang pengerjaan mikrobiologi yang
berbeda sebagai biakan murni. memerlukan ketelitian dan
Biakan murni terdiri dari suatu keakuratan disamping kesterilan
populasi sel yang semuanya berasal yang harus selalu dijaga agar
dari sel indul, pupulasi mikroba terbebas dari kontaminan yang dapat
merupakan populasi campuran dari mencemari. Populasi mikroba di
berbagai mikroorganisme atau alam sekitar kita sangat besar dan
disebut juga biakan campuran. komplek. Udara merupakan media
Teknik biakan campuran digunakan masuknya suatu kontaminan ke
untuk memisahkan berbagai macam dalam wadah kultur bakteri.
bakteri tersebut (Wati, 2013). Keragaman yang luas dalam hal tipe

Teknik biakan murni ini biasanya nutrisi diantara bakteri, diimbangi

dengan media buatan, dengan oleh tersedianya berbagai macam

membuat suatu media agar yang media yang banyak macamnya untuk

diberi nutrisi, dan protein sebagai kultur murni. Macam media tersebut

makanan mikroba agar mikroba yang dapat dibagi berdasarkan bentuknya

ditumbuhkan tetap hidup. Manfaat dan susunannya. Berdasrkan

biakan murni, tidak saja diperlukan bentuknya, media dibagi atas media
cair, semi cair dan padat. Sedang aseptic ini sangat diperlukan dalam
menurut susunannya, media dapat keberhasilan penelitian laboratorium
dibagi atas media kompleks dan mikrobiologi dan hal tersebut
media sintetik. Adapun dalam merupakan salah satu metode
percobaan ini, jenis media yang permulaan yang dipelajari oleh ahli
digunakan adalah jenis media SWC mikrobiologi (Oram, 2011).
(Sea Water Complete) dan dan NB
III. METODOLOGI
(Nutrient Broth) serta bakteri yang 3.1 Waktu dan Tempat
digunakan ialah Pseudoalteromonas Pratikum dilakukan mulai dari hari
sp (Soetarto, 2010). Selasa, 24 September 2019 Pukul

Teknik aseptis adalah suatu metode 17.00 – 19.00 di Laboratorium

atau teknik didalam memindahkan perikanan dan kelautan , Fakultas

atau menstranfer kultur bakteria dari Pertanian, Universitas Lampung.

satu tempat ke tempat lain secara Praktikum Kemudian dilanjutkan

aseptis agar tidak terjadi kontaminasi dengan pengambilan bakteri, pada

oleh mikroba lain ke dalam kultur. tanggal 25 September 2019 pukul

Teknik transfer aseptis ini sangat 17.00 sampai selesai. Selanjutnya

esensial dan kunci keberhasilan pengamatan bakteri, pada tanggal 26

prosedur microbial yang harus September 2019 pukul 17.00 sampai

diketahui oleh seorang yang hendak dengan selesai.

melakukan analisis mikrobiologi 3.2 Alat dan Bahan


(Hadioetomo, 21013). Alat yang digunakan pada pratikum

Teknik aseptic diperlukan untuk ini antara lain tabung reaksi, tissue,

menghindarkan mikroorganisme dari cawan petri, mikropipet, spreader,

kontaminan yang dapat menghambat jarum ose, bunsen, wraping dan

pertumbuhan dari mikroorganisme . label.

Teknik aseptic ini dapat digunakan Bahan yang digunakan pada

sepanjang kegiatan berlangsung baik pratikum ini antara lain alkohol,

alat, bahan, lingkungan sekitar sampel air sungai, air PDAM, air

maupun praktikannya, untuk alat dan kolam budidaya, ikan mas, ikan nila,

bahan praktikum dapat diterapkan ikan lele, ikan komet, media TSA,

metode sterilitas. Penguasaan teknik dan media Zobell 2216E.


3.3 Cara Kerja Inokulasi dan pemurnian bakteri
Inokulasi dan pemurnian bakteri laut metode streak/gores
laut metode spread/sebar Diambil jarum ose steril , lalu
Mengambil 25 µl sampel air tawar diambil sebanyak 1 ose biakan
dengan menggunakan mikropipet, (mucus dari permukaan tubuh ikan)
meneteskan pada permukaan media kemudian gores pada permukaan
agar lempeng lalu ratakan dengan agar lempeng dengan bentuk zig-zag.
spreader. Memberi label (nama Beri label (nama, sumber sampel,
kelompok dan sampel yang tanggal).Inkubasi secara terbalik
digunakan). Menginkubasi secara pada suhu 30oC selama 24 jam.
terbalik pada suhu 30°C selama 24 Amati koloni yang tumbuh pada
jam. Mengamati koloni yang tumbuh permukaan agar lempeng dan cari
pada permukaan agar lempeng dan koloni-koloni yang memiliki
mencari koloni-koloni yang memiliki morfologi berbeda. Ambil koloni
morfologi berbeda. Mengambil tersebut menggunakan ose dan gores
koloni tersebut menggunakan ose pada permukaan agar lempeng. Tiap
dan gores pada permukaan agar lempeng agar dapat menampung 10-
lempeng. Tiap lempeng agar dapat 12 koloni yang berbeda. Inkubasi
menampung 10-12 koloni yang pada suhu 30oC selama 24 jam.
berbeda. Menginkubasi pada suhu Koloni yang telah murni dapat
30°C selama 24 jam. Menanam ditanam dalam media agar miring
koloni yang telah murni dalam media dengan cara goresan.
agar miring dengan cara goresan.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil Praktikum
Tabel 1.1 Hasil Pengamatan Kelas
Klp Gambar Sampel Warna Bentuk Tekstur
1. Ikan Nila Putih Bulat Halus
kekuning
an
2. Ginjal ikan Putih Batang halus

3. Bakteri Ikan Putih Bulat Halus


Lele ( kulit abu
dan insang)

4. Kolam Putih bulat Halus


budidaya abu

5. Air PDAM Kuning Bulat Cembung

6.
- - - - -
7. Bakteri putih bulat Halus
ikan mas
(kulit dan
insang)

4.2 Pembahasan kekuningan, berbentuk bulat dan


Dari pengamatan inokulasi bakteri teksturnya halus. Kemudian pada
yang dilakukan oleh kelompok satu pengamatan yang dilakukan oleh
yaitu menggunakan semple ikan nila kelompok dua yaitu ginjal ikan
didapatkan hasil warna putih didapatkan hasil warna putih, bentuk
batang dan teksturnya halus, tetapi penggunaan teknik gores
kemudian Pengamatan yang memerlukan suatu keterampilan-
dilakukan oleh kelompok tiga yaitu keterampilan yang diperoleh dengan
bakteri yang didapatkan dari ikan latihan. Penggoresan yang tepat serta
lelepada bagian kulit dan insang sempurna akan menghasilkan koloni
didapatkan hasil warna putih abu- dari mikroba yang terpisah.
abu, bentuk bulat dan teksturnya Inokulum digoreskan di permukaan
halus kemudian Pada pengamatan media agar nutrien dalam cawaan
yang dilakukan kelompok 4 yaitu petri dengan jarum pindah (lup
pada kolam budidaya di dapatkan inokulasi). Menurut Winarni (2011)
warna putih bentuk bulat dan tekstur di antara garis-garis goresan akan
yang halus. pada pengamatan yang terdapat sel-sel yang cukup terpisah
dilakukan kelompok 5 yaitu sampel sehingga dapat tumbuh menjadi
air PDAM dapatkan bentuk bulat, koloni. Cara penggarisan dilakukan
warna kuning dan teksturnya pada medium pembiakan padat
cembung. Pada pengamatan yang bentuk lempeng. Bila dilakukan
dilakukan oleh kelompok 7 yaitu dengan baik teknik inilah yang
pada bakteri ikan mas bagian kulit paling praktis. Dalam pengerjaannya
dan insang ikan didapatkan warna terkadang berbeda pada masing-
bakteri putih, berbentuk bulat dan masing laboratorium tapi tujuannya
teksturnya halus. Menurut Sherman. sama yaitu untuk membuat goresan
(2009) bentuk bakteri yang sebanyak mungkin pada lempeng
diinokulasi biasanya memilki bentuk medium pembiakan. Ada beberapa
sepeti batang bulat dan oval. teknik dalam metode goresan, yakni :
Goresan T, Goresan kuadran c,
Pada praktikum inokulasi dan
Goresan Radiand, Goresan
pemurnian bakteri ini, praktikan
Sinambung. Teknik yang ke dua
melakukan proses inokulasi dengan
praktikan melakukan teknik sebar
menggunakan 2 teknik yaitu teknik
yang dilakukan dengan cara pertama
gores dan teknik sebar . Diketahui
setetes inokolum diletakan dalam
bahwa teknik penggoresan tersebut
sebuah medium agar nutrien dalam
lebih menguntungkan bila ditinjau
cawan petridish dan dengan
dari sudut ekonomi dan waktu, akan
menggunakan batang kaca yang Faktor yang juga mempengaruhi
bengkok dan steril. Inokulasi itu keberhasilan praktikum inokulasi
disebarkan dalam medium batang dan pemurnian bakteri antara lain
yang sama dapat digunakan dalam adalah teknik pengambilan bakteri
menginokulasikan pinggan kedua yang telah sesuai prosedur mulai dari
untuk dapat menjamin penyebaran cara penggoresan dan juga
bakteri yang merata dengan baik. pemindahan media bakteri. Selain itu
Pada beberapa pinggan akan muncul telah sterilnya alat dan bahan juga
koloni koloni yang terpisah-pisah. turut membantu dalam proses
keberhasilan dari praktikum tersebut.
Dalam melakukan inokulasi dan
pemurnian bakteri pastilah terdapat V. PENUTUP
kegagalan. Adapun faktor yang 5.1 Kesimpulan
mempengaruhi gagalnya suatu Dalam melakuakn Isolasi dan
percobaan inokulasi dan pemurnian inokulasi bakteri harus sangat
bakteri yaitu kurang sterilnya alat memperhatikan sterilisasi baik dari
dan bahan yang di gunakan sehingga alat maupun kita sendiri yang akan
dapat mengakibatkan kontaminasi melakukan proses inokulasi dan
pada proses inokulasi, selain itu isolasi sebab jika tidak maka media
bagian dari tubuh praktikan yang yang akan kita biakkan akan
kurang steril saat melakukan mengalami kontaminasi.dari hasil
praktikum juga ketika membuka pengamatan dapat diketahui bahwa
tutup dari cawan terlalu besar tanda media yang ditumbuhi oleh
sehingga memudahkan bakteri yang bakteri adalah media yang ada kerak
ada diudara untuk masuk ke dalam berwarna putih.
inokulan, hal yang men jadi factor 5.2 Saran
kegagalan juga adalah keseriusan, Saran bagi praktikum ini
ketelitian, dan konsentrasi dari para bahwasannya sebelum melakuakn
praktikan juga di butuhkan agar kegiatan inokulasi dan isolasi bakteri
terhindar dari hal-hal yang tidak praktikan telah tahu secara detail
diinginkan serta mendapat hasil yang mengenai bagaimana teknik dan cara
baik. isolasi dan inokulasi sehingga
praktikan tidak bingung saat
memraktekannya langsung pada Oram, Paul. 2011. Biology Living
System. Glencoe Division Mc
media.
Milan Company. Waterville.
Pelezar, M.2011. Dasar-Dasar
DAFTAR PUSTAKA Mikrobiologi saya . Erlangga.
Ali, Alimuddin 2013. Mikrobiologi Jakarta.
Dasar. Jurusan Biologi
FMIPA UNM. Makassar. Pelezar, M.2012. Dasar-Dasar
Mikrobiologi I. Erlangga.
Ardan. 2011. Isolasi dan Inokulasi Jakarta.
Bakteri. Penerbit Alang
karaya. Makassar. Ratna. 2010. Penuntun Praktikum
Mikrobiologi
Burrows, edwad. 2014. Bakteri dan Dasar:FakultasPertanian
Perkembangbiakannya. UB UHO. Kendari.
Press. Malang.
Schlegel, J. P. 2009. Good
Caray, alexa, f . 2013. Dictionary of Laboratory Practice.
Microbiology And Molecular Springer-Verlag Berlin
Biology Third  Edition. John Heidelberg Media. Swiss.
wiley & Sons Inc. England.
Seiler, J. P. 2009. Excelent in
Gandjar, dkk. 2016. Mikrologi Laboratory Practice. Berlin
Dasar dan Terapan. Jakarta. Heidelberg Media. Brazil.
Yayasan Obor Indonesia.
Semangun, H. 2010. Penyakit-
Gobel, B. R. 2012. Mikrobiologi penyakit tanaman
Umum Dalam Praktek. hortikultura di Indonesia.
Universitas Hasanuddin. GadjahMada University
Makassar. Press, Yogyakarta.

Gunawan. 2014. Kimia Universitas: Sherman , Cappuccino, J.G and N.


Asas dan Struktur. Bina Rupa 2009 . Microbiology: a
Aksara. Jakarta. Laboratory Manual. Adison-
Wesley Publishing company.
Hadioetomo, R. 2013. Teknik dan California.
Prosedur Dasar
Laboratorium Mikrobiologi. Soetarto. 2010.Analisis
Jakarta. Gramedia. Mikroorganisme. EGC.
Jakarta.
Mila. 2011. Penuntun Praktikum
Mikrobiologi. Erlangga, Surbakti, T. 2010. Pemurnian
Jakarta. Mikroba. UNPAD. Bandung.
Trianda. 2011. Panduan
Murniati, Ani. 2009. Buku Penuntun Mikrobiologi. Erlangga.
Praktikum Mikrobiologi. IPB Jakarta.
Press. Bogor.
Waluyo, L. 2009. Mikrobiologi
Umum. MM Press: Malang.
Wati, Dwi Setiana, Rukmanasari
Dwi Prasetyani,wevi. 2013.
Pembuatan Biogas dari
Limbah Cair Industri
Bioetanol Melalui Proses
Anaerob (Fermentasi).
UniversitasDiponegoro.
Semarang.
Winarni, D. 2011. Diktat Teknik
Fermentasi. Program Studi
D3 Teknik Kimia FTI-ITS .
Surabaya.
LAMPIRAN

Lampiran 1. Foto dokumentasi

FOTO DOKUMENTASI
No Gambar Keterangan
1
Dipanaskan cawan petri
dan spreader pada
Bunsen untuk
menyeterilisasikan

2
Diambil sampel air
kolam budidaya

3 Di buka cawan petri


untuk memasukan
sampel air.

4 Di ratakan sampel air


secara zig- zag

5
Pengamatan setelah 24
jam

6 Cawan petri dipanaskan


supaya tidak
kontaminasi

7 Bakteri yang telah


diinokulasi di pindahkan
ke dalam tabung reaksi
setelah 3 hari