Anda di halaman 1dari 5

TUGAS MAKALAH MUTU KESELAMATAN PASIEN

“6 SASARAN KESELAMATAN PASIEN”

DISUSUN OLEH:

KELOMPOK 4

1. ARZUL LAILI IMTIHANI


2. BAIQ NADIA VIANKA PUTRI
3. FENTI RISTA DEPILIA
4. MARDIANA RAHMATIN
5. NURUL ULFA
6. MELINDA ANDRI ASTUTI
7. YUFITA SRI KARTINI

YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM NUSA TENGGARA BARAT

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YARSI MATARAM

PROGRAM STUDI ILMU KEBIDANAN JENJANG DIII

MATARAM

2018

1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia telah mengeluarkan Peraturan
Menteri Kesehatan no 1691/2011 tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit.
Peraturan ini menjadi tonggak utama operasionalisasi Keselamatan Pasien di
rumah sakit seluruh Indonesia. Banyak rumah sakit di Indonesia yang telah
berupaya membangun dan mengembangkan Keselamatan Pasien, namun upaya
tersebut dilaksanakan berdasarkan pemahaman manajemen terhadap Keselamatan
Pasien. Peraturan Menteri ini memberikan panduan bagi manajemen rumah sakit
agar dapat menjalankan spirit Keselamatan Pasien secara utuh.
Menurut PMK 1691/2011, Keselamatan Pasien adalah suatu sistem di rumah
sakit yang menjadikan pelayanan kepada pasien menjadi lebih aman, oleh karena
dilaksanakannya: asesmenresiko, identifikasi dan analisis insiden, kemampuan
belajar dari insiden dan tindaklanjutnya, serta implementasi solusi untuk
meminimalkan timbulnya resiko dan mencegah terjadinya cedera yang
disebabkan oleh kesalahan akibat tindakan medis atau tidak dilakukannya
tindakan medis yang seharusnya diambil. Sistem tersebut merupakan sistem yang
seharusnya dilaksanakan secara normatif.
Melihat lengkapnya urutan mekanisme Keselamatan Pasien dalam PMK
tersebut, maka, jika diterapkan oleh manajemen rumah sakit, diharapkan kinerja
pelayanan klinis rumah sakit dapat meningkat serta hal-hal yang merugikan
pasien (medicalerror, nursingerror, dan lainnya) dapat dikurangi semaksimal
mungkin.

2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Enam Sasaran Keselamatan Pasien
keselamatan pasien merupkan hal yang paling penting untuk mencapai
kesehatan.
1. Ketepatan identifikasi pasien
a. Menyambut pasien dengan sopan dan ramah
b. Menanyakan kartu berobat (bpjs kalau ada)
c. Menanyakan nama pasien
d. Menanyakan alamat
e. Tanggal berobat
f. Mengecek kartu pbjs (kalau ada)
g. Tujuan berobat
2. Peningkatan komunikasi efektif
a. Dokter menanyakan kondisi pasien dan tanda-tanda vital pasien kepada
bidan atau perawat
b. Melakukan kolaborasi antara tenaga kesehatan lainnya untuk mendapatkan
perawatan sesuai dengan keluhan pasien
c. Memeriksa keadaan pasien kembali
d. Jika pasien kemungkinan dirujuk maka siapkan resume dan buku rujukan
3. Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai
a. Menyiapkan obat
Contoh: LASAM (LOOK A LIKE SOUND A LIKE)
b. HIGH ALERT
Contoh : penandaan obat dengan stiker yang berwarna merah dan
ditempatkan di lemari terpisah
4. Kepastian tepat prosedur, tepat lokasi, tepat pasien operasi,
a. Dokter memperkenalkan diri
b. Menanyakan keluhan pasien
c. Menanyakan riwayat kesehatan pasien

3
d. Menanyakan kecukupan istirahat pasien
e. Melakukan tindakan pengobatan
5. Pengurangan resiko infeksi terkait pelayanan kesehatan
a. Mencuci tangan di air mengalir menggunakan 6 langkah dalam mencui
tangan
b. Memastika tangan tetap bersih
6. Pengurangan resiko pasien jatuh
a. Penandaan pasien dengan contoh pemakaian kalung warna kuning
Keselamatan pasien merupakan tanggung jawab kita bersama dan
utamakan keselamatan pasien

4
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Sasaran keselamatan pasien meliputi tercapainya ketepatan identifikasi pasien,
peningkatan komunikasi yang efektif , peningkatan keamanan obat yang perlu
diwaspadai , kepastian tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien operasi,
penguragan resiko infeksi terkait pelayanan kesehatan dan pengurangan resiko
pasien jatuh
3.2 SARAN
Dari paparan materi diatas diharapkan mahasiswa mampu memahami enam
sasaran dalam keselamatan pasien dan mampu untuk mengambil tindakan yang
sesuai