Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bhineka Tunggal Ika adalah motto atau semboyan Indonesia. Frasa ini berasal
dari bahasa Jawa Kuna dan seringkali diterjemahkan dengan kalimat “Berbeda-beda
tetapi tetap satu”. Jika diterjemahkan per patah kata, kata bhinneka berarti "beraneka
ragam" atau berbeda-beda. Kata neka dalam bahasa Sanskerta berarti "macam" dan
meenjadi pembentuk kata "aneka" dalam Bahasa Indonesia. Kata tunggal berarti "satu".
Kataika berarti "itu". Secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan "Beraneka
Satu Itu", yang bermakna meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa
Indonesia tetap adalah satu kesatuan. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan
persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri
atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.
Bhinneka Tunggal Ika terdapat dalam  Garuda Pancasila   sebagai Lambang
Negara Republik Indonesia. Lambang negara Indonesia adalah Garuda
Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika  Lambang
negara Indonesia berbentuk burung Garuda yang kepalanya menoleh ke sebelah kanan
(dari sudut pandang Garuda), perisai berbentuk menyerupai jantung yang digantung
dengan rantai pada leher Garuda, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti
“Berbeda-beda tetapi tetap satu” ditulis di atas pita yang dicengkeram oleh Garuda.
Lambang ini dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak, yang kemudian
disempurnakan oleh Presiden Soekarno dan diresmikan pemakaiannya sebagai lambang
negara pertama kali pada Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat tanggal 11
Februari 1950. Penggunaan lambang negara diatur dalam UUD 1945 pasal 36A dan UU
No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu
Kebangsaan. (LN 2009 Nomor 109, TLN 5035). Sebelumnya lambang negara diatur
dalam Konstitusi RIS, UUD Sementara 1950, dan Peraturan Pemerintah No. 43/1958 
Pasal 36 A, yaitu Lambang Negara Ialah Garuda Pancasila dengan semboyan
Bhinneka Tunggal Ika dan Pasal 36 B: Lagu Kebangsaaan ialah Indonesia Raya.
Menurut risalah sidang MPR tahun 2000, bahwa masuknya ketentuan mengenai
lambang negara dan lagu kebangsaan kedalam Undang-Undang Dasar Negara Republik

1
Indonesia 1945 yang melengkapi pengaturan mengenai bendera negara dan bahasa
negara yang telah ada sebelumnya merupakan ikhtiar untuk memperkukuh kedudukan
dan makna atribut kenegaraan ditengah kehidupan global dan hubungan internasional
yang terus berubah. Dengan kata lain, kendatipun atribut itu tampaknya simbolis, hal
tersebut tetap penting, karena menunjukkan identitas dan kedaulatan suatu negara dalam
pergaulan internasional. Atribut kenegaraan itu menjadi simbol pemersatu seluruh
bangsa Indonesia ditengah perubahan dunia yang tidak jarang berpotensi mengancam
keutuhan dan kebersamaan sebuah negara dan bangsa tak terkecuali bangsa dan negara
Indonesia.
(http://komunitasgurupkn.blogspot.com/2014/08/pengertian-dan-makna-bhinneka-
tunggal.html). Diakses 15 Februari 2017 pada waktu 20.25 WITA.
Seperti dijelaskan dalam GBHN (1963, 1968, dan 1983) pada butir 2 huruf F Bab
II, tertulis perihal Hambatan-hambatan, Tantangan-tantangan, Ancaman-ancaman, dan
Gangguan-gangguan yang timbul baik dari luar maupun dari dalam perlu secara efektif
dielakan untuk tetap memungkinkan berjalannya pembangunan nasional yang selalu
harus menuju ke tujuan yang ingin dicapai terus menerus memupuk Ketahanan
Nasional.
Sedangkan dalam UU No. 20 Tahun 1982 tentang ketentuan-ketentuan Pokok
Pertahanan Keamanan Republik Indonesia Bab I Pasal 1 butir 13 tertulis : “Ancaman
adalah ancaman, gangguan hambatan, dan tantangan. Dalam kedua sumber tersebut
diatas tidak terdapat uraian lebih lanjut mengenai pengertian keempat istilah itu”.
Kebhinekaan Bangsa Indonesia merupakan sebuah tantangan bahkan ancaman.
Adanya kebhinekaan membuat penduduk Indonesia mudah berbeda pendapat dan
mudah tumbuhnya perasaan kedaerahan yang sempit sehingga sewaktu-waktu bisa
menjadi ledakan yang akan mengancam integrasi nasional atau persatuan dan kesatuan
bangsa. Oleh karena itu, semua warga negara harus mewaspadai segala bentuk ancaman
yang dapat memecah belah persatuan.

2
1.2 Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dalam makalah ini adalah:
a. Untuk menjelaskan pengertian ancaman terhadap negara
b. Untuk menjelaskan macam-macam ancaman terhadap negara
c. Untuk menjelaskan berbagai ancaman yang ada di Indonesia
d. Peran masyarakat untuk mengatasi berbagai ancaman

1.3 Manfaat
Dengan penulisan makalah ini semoga bermanfaat bagi:
a. Memberi pemahaman yang lebih mendalam tentang ancaman terhadap Negara dalam
bingkai Bhinneka Tunggal Ika
b. Siswa sebagai pengalaman membuat makalah yang baik dan benar.
c. Siswa dapat lebih memahami upaya untuk mengatasi berbagai ancaman yang ada di
Indonesia
d. Memiliki kesadaran akan pentingnya integrasi nasional.

3
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Ancaman Terhadap Integrasi Nasional


Ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan, baik dari dalam negeri maupun luar
negeri, yang dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan
keselamatan segenap bangsa. Ancaman  bisa berbentuk tindakan fisik atau nonfisik,
baik secara terang-terangan (menifest) atau secara tertutup (latent). Ancaman bagi
integrasi nasional tersebut datang dari luar maupun dari dalam negeri Indonesia sendiri
dalam berbagai dimensi kehidupan.
Tantangan adalah suatu hal atau upaya yang bersifat atau bertujuan menggugah
kemampuan. Wujudnya bisa berbentuk tindakan fisik atau nonfisik yang diakukan baik
secara manifest atau latent.Hambatan adalah usaha yang diakukan dari diri sendiri yang
bersifat atau bertujuan untuk melemahkan atau menghalangi secara tidak konsepsional.
Wujudnya bisa berbentuk tindakan fisik atau nonfisik yang diakukan baik secara
manifest atau latent.Gangguan adalah usaha yang berasal dari luar yang bersifat atau
bertujuan untuk melemahkan atau menghalangi secara tidak konsepsional(tidak terarah).
Wujudnya bisa berbentuk tindakan fisik atau nonfisik yang diakukan baik secara
manifest atau latent.
2.1.1 Macam-Macam Ancaman Terhadap Negara
Ancaman bagi Integrasi nasional datang dari luar maupun dari dalam maupun dari
dalam negeri Indonesia sendiri dalam berbagai dimensikehidupan. Ancaman tersebut
biasanya berupa ancaman militer dan non-militer.
a. Ancaman Militer
Ancaman yang menggunakan kekuatan bersenjata yang terorganisasi yang mempunyai
kemampuan yang membahayakan segenap bangsa. Ancaman ini diniai mempunyai
kemampuan membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan
segenap bangsa. Ancaman miiter bisa berupa  :
1. Agresi/invasi.
Agresi, yaitu serangan bersenjata dari negara lain terhadap negara RI.Agresi berupa
penggunaan kekuatan bersenjata oleh negara lain terahadap kedulatan negara, keutuhan

4
wilayah , dan keselamatan segenap bangsa. Agresi mempunyai bentuk-bentuk dari yang
berskala paling besar sampai dangan yang terendah. Invansi merupakan bentuk agresi
yang berskala besar menggunakan kekuatan militer yang bersenjata yang dikerahkan
untuk menyerang dan menduduki wilayah negara lain.
2. Pelanggaran wilayah
Wilayah yang dilakukan suatu negara terhadap negara lain. Hal ini juga pernah
dilakukan Indonesia. Ada negara yang pernah mengakui wilayah Indonesia sebagai
wilayah mereka. Bahkan kasus ini telah dibawa ke Mahkamah Internasional. Sebagai
negara yang memiliki wilayah yang sangat luas, tentu berpotensi terjadi pelanggaran.
3. Pemberontakan bersenjata
Pemberontakan bersenjata termasuk ancaman militer yang harus mendapat penanganan
yang serius. Pada dasarnya pemberontakan bersenjata yang terjadi di Indonesia
merupakan ancaman yang timbul dan dilakukan oleh pihak-pihak tertentu di dalam
negeri. Meskipun demikian, ada juga pemberontakan yang dilakukan dengan dukungan
dari pihak luar negeri baik secara material maupun persediaan persenjataan dan
dilakukan baik secara terbuka maupun secara tertutup.
4. Sabotase
Dilakukan pihak lain untuk merusak instaasi penting dan objek vital nasional. Setiap
negara pasti mempunyasi sejumlah objek vital nasional dan instalasi strategis yang
rawan terhadap aksi sabotase. Misalnya objek vital yang dimiliki Indonesia yang harus
mendapat perlindungan ekstra, misalnya istana negara, gedung MPR/DPR , tempat
wisata, dan tempat pengelolaan sumber daya alam.
5. Spionase
Spionase merupakan kegiatan yang biasanya dilakukan oleh agen-agen rahasia dalam
mencari dan mendapatkan rahasia pertahanan negara dari negara lain. Kegiatan spionase
dilakukan secara tertutup menggunakan kemajuan ilmu pengetahuan  dan teknologi.
Spionase diperlukan penanganan secara khusus untuk melindungi kepentingan
pertahanan dari kebocoran yang akan dimanfaatkan oleh pihak lawan.
6. Aksi Teror Bersenjata
Beberapa tahun belakangan ini kita sering dikejutkan dengan pemberitaan adanya aksi
teror yang dilakukan dengan persenjataan yang lengkap dan canggih. Aksi ini dilakukan

5
secara terbuka. Aksi teror ini dapat dikatakan sebagai bentuk terorisme yang
mengancam keselamatan bangsa dengan menebarkan rasa ketakutan dan trauma serta
menimbulkan korban tanpa mengenal rasa perikemanusiaan.
7.  Ancaan Keamanan Laut dan Udara
Gangguan di laut dan udara merupakan bentuk ancaman militer yang mengganggu
stabilitas keamanan wilayah nasional Indonesia. Kondisi geografis Indonesia yang
memiliki wilayah perairan dan wilayah udara terbentang luas menjadikan pelintasan
transportasi dunia yang padat, baik transportasi meritim maupun dirgantara. Hal ini
berimplikasi terhadap tingginya potensi gangguan ancaman keamanan laut dan udara.
Ancaman keamanan laut dan udara yang perlu diwaspadai antara lain sebagai berikut :
a) Pembajakan atau perompakan;
b) Penyelundupan narkoba, senjata, amunisi, dan bahan peledak atau bahan lain yang
membahayakan keselamatan bangsa;
c) Penangkapan ikan secara ilegal atau pencurian kekayaan laut.
8. Konflik Komunal
Konflik komunal yang terjadi antarkelompok masyarakat yang dapat membahayakan
keselamatan bangsa misalnya perang saudara antarkelompok bersenjata.
(http://blogkupengetahun.blogspot.co.id/2017/03/makalah-ppkn-ancaman-terhadap-
negara_9.html)
b. Ancaman Nonmiliter
Ancaman nonmiliter adalah ancaman yang menggunakan faktor-faktor non militer yang
diniai mempunyai kemampuan yang membahayakan kedaulatan negara, keutuhan
wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman nonmiliter tidak berbentuk
fisik dan tidak terlihat. Faktor penyebab ancaman ini adalah pengaruh negatif dari
globalisasi. Contoh ancaman nonmiliter seperti pengaruh gaya hidup (lifestyle) kebarat-
baratan, sudah tidak mencintai budaya sendiri, tidak menggunakan produk dalam
negeri, dan sebagainya.

6
Ancaman di Bidang Ideologi
Secara umum Indonesia menolak dengan tegas paham komunis dan zionis. Akibat dari
penolakan tersebut, tentu saja pengaruh dari negara-negara komunis dapat dikatakan
tidak dirasakan oleh bangsa Indonesia, kalaupun ada pengaruh tersebut sangat kecil
ukurannya. Akan tetapi, meskipun demikian bukan berarti bangsa Indonesia terbebas
dari pengaruh paham lainnya, misalnya pengaruh liberalisme. Saat ini kehidupan
masyarakat Indonesia cenderung mengarah pada kehidupan liberal yang menekankan
pada aspek kebebasan individual. Sebenarnya liberalisme yang disokong oleh Amerika
Serikat tidak hanya mempengaruhi bangsa Indonesia, akan tetapi hampir semua negara
di dunia. Hal ini sebagai akibat dari era globalisasi. Globalisasi ternyata mampu
meyakinkan kepada masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa manusia
ke arah kemajuan dan kemakmuran. Tidak jarang hal ini mempengaruhi pikiran
masyarakat Indonesia untuk tertarik pada ideologi tersebut. Akan tetapi, pada umumnya
pengaruh yang diambil justru yang bernilai negatif, misalnya dalam gaya hidup yang
diliputi kemewahan, pergaulan bebas yang cenderung mengaruh pada dilakukannya
perilaku seks bebas dan sebagainya. Hal tesebut tentu saja apabila tidak diatasi akan
menjadi ancaman bagi kepribadian bangsa Indonesia yang sesungguhnya .
1. Ancaman di Bidang Politik
Ancaman di bidang politik dapat bersumber dari luar negeri maupun dalam negeri. Dari
luar negeri, ancaman di bidang politik dilakukan oleh suatu negara dengan melakukan
tekanan politik terhadap Indonesia. Intimidasi, provokasi, atau blokade politik
merupakan bentuk ancaman non-militer berdimensi politik yang sering kali digunakan
oleh pihak-pihak lain untuk menekan negara lain. Kedepan, bentuk ancaman yang
berasal dari luar negeri diperkirakan masih berpotensi terhadap Indonesia, yang
memerlukan peran dari fungsi pertahanan non-militer untuk menghadapinya.
Ancaman yang berdimensi politik yang bersumber dari dalam negeri dapat berupa
penggunaan kekuatan berupa pengerahan massa untuk menumbangkan suatu
pemerintahan yang berkuasa, atau menggalang kekuatan politik untuk melemahkan
kekuasaan pemerintah. Selain itu, ancaman separatisme merupakan bentuk lain dari
ancaman politik yang timbul di dalam negeri. Sebagai bentuk ancaman politik,
separatisme dapat menempuh pola perjuangan politik tanpa senjata dan perjuangan

7
bersenjata. Pola perjuangan tidak bersenjata sering ditempuh untuk menarik simpati
masyarakat internasional. Oleh karena itu, separatisme sulit dihadapi dengan
menggunakan kekuatan militer. Hal ini membuktikan bahwa ancaman di bidang politik
memiliki tingkat resiko yang besar yang mengancam kedaulatan, keutuhan, dan
keselamatan bangsa.
2. Ancaman di Bidang Ekonomi
Pada saat ini ekonomi suatu negara tidak bisa berdiri sendiri. Hal tersebut merupakan
bukti nyata dari pengaruh globalisasi. Dapat dikatakan, saat ini tidak ada lagi negara
yang mempunyai kebijakan ekonomi yang tertutup dari pengaruh negara lainnya.
Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan
dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin
terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian
mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang
dan jasa. Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi
kabur dan keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan
semakin erat. Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasar
produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya juga
membuka peluang masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik.
Hal tersebut tentu saja selain menjadi keuntungan, juga menjadi ancaman bagi
kedaulatan ekonomi suatu negara. Adapun pengaruh negatif globalisasi ekonomi yang
dapat menjadi ancaman kedaulatan Indonesia khususnya dalam bidang ekonomi
diantaranya:
a) Indonesia akan dibanjiri oleh barang-barang dari luar seiring dengan
adanya perdagangan bebas yang tidak mengenal adanya bataa-batas negara. Hal
ini mengakibatkan semakin terdesaknya barang-barang lokal terutama yang tradisional,
karena kalah bersaing dengan barang-barang dari luar negeri.
b) Cepat atau lambat perekonomian negara kita akan dikuasai oleh pihak asing, seiring
dengan semakin mudahnya orang asing menanamkan modalnya di Indonesia, yang pada
akhirnya mereka dapat mendikte atau menekan pemerintah atau bangsa kita. Dengan
demikian bangsa kita akan dijajah secara ekonomi oleh negara investor.

8
c) Timbulnya kesenjangan sosial yang tajam sebagai akibat dari adanya persaingan
bebas. Persaingan bebas tersebut akan menimbulkan adanya pelaku ekonomi yang kelah
dan yang menang. Pihak yang menangakan dengan leluasa memonopoli pasar,
sedangkan yang kalah akan menjadi penonton yang senantiasa tertindas.
d) Sektor-sektor ekonomi rakyat yang diberikan subsidi semakin berkurang, koperasi
semakin sulit berkembang dan penyerapan tenaga kerja dengan pola padat karya
semakin ditinggalkan, sehingga angka pengangguran dan kemiskinan susah
dikendalikan.
e) Memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Apabila hal-hal yang
dinyatakan di atas berlaku dalam suatu negara, maka dalam jangka pendek pertumbuhan
ekonominya menjadi tidak stabil. Dalam jangka panjang pertumbuhan yang seperti ini
akan mengurangi lajunya pertumbuhan ekonomi. Pendapatan nasional dan kesempatan
kerja akan semakin lambat pertumbuhannya dan masalah pengangguran tidak dapat
diatasi atau malah semakin memburuk. Pada akhirnya, apabila globalisasi menimbulkan
efek buruk kepada prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang suatu
negara, distribusi pendapatan menjadi semakin tidak adil dan masalah sosial
ekonomi masyarakat semakin bertambah buruk .

3. Ancaman di Bidang Sosial dan Budaya


Ancaman yang berdimensi sosial budaya dapat dibedakan atas ancaman dari dalam, dan
ancaman dari luar. Ancaman dari dalam didorong oleh isu-isu kemiskinan, kebodohan,
keterbelakangan, dan ketidakadilan. Isu tersebut menjadi titik pangkal timbulnya
permasalahan, seperti separatisme, terorisme, kekerasan, dan bencana akibat perbuatan
manusia. Isu tersebut akan mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, nasionalisme,
dan patriotisme. Ancaman dari luar timbul sebagai akibat dari pengaruh negatif
globalisasi, diantaranyaadalah:
a) Munculnya gaya hidup konsumtif dan selalu mengkonsumsi barang-barang dari luar
negeri.
b) Munculnya sifat hedonisme, yaitu kenikmatan pribadi dianggap sebagai suatu nilai
hidup tertinggi. Hal ini membuat manusia suka memaksakan diri untuk mencapai
kepuasan dan kenikmatan pribadinya tersebut, meskipun harus melanggar norma-norma

9
yang berlaku di masyarakat. Seperti mabukmabukan, pergaulan bebas, foya-foya dan
sebagainya.
c) Adanya sikap individualisme, yaitu sikap selalu mementingkan diri sendiri serta
memandang orang lain itu tidak ada dan tidak bermakna. Sikap seperti ini dapat
menimbulkan ketidakpedulian terhadap orang lain, misalnya sikap selalu menghardik
pengemis, pengamen dan sebagainya.
d) Munculnya gejala westernisasi, yaitu gaya hidup yang selalu berorientasi kepada
budaya barat tanpa diseleksi terlebih dahulu, seperti meniru model pakain yang biasa
dipakai orang-orang barat yang sebenarnya bertentangan dengan nilai dan norma-norma
yang berlaku misalnya memakai rok mini, lelaki memakai anting-anting dan
sebagainya.
e) Semakin memudarnya semangat gotong royong, solidaritas, kepedulian dan
kesetiakawanan sosial.
f) Semakin lunturnya nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
2.1.2 Macam-macam bentuk tantangan terhadap negara
a. Percobaan Invasi Asing
Percobaan invasi asing adalah merupakan salah satu tantangan dalam menjaga keutuhan
NKRI. Beberapa perwujudan percobaan Invasi Asing :
1. Manuver yang dilakukan oleh angkatan bersenjata Negara tetangga di wiayah NKRI.
2. Penangkapan neayan Indonesia oleh Tentara Malaysia dan Australia.
3. Hukuman mati warga negara Indonesia dan tenaga kerja Indonesia di negara lain
4. Kedatangan imigran gelap di Indonesia
b. Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN)
Contoh korupsi misalnya seseorang yang menggunakan uang milik rakyat atau negara
untuk kepentingan dirinya sendiri. Contoh kolusi misalnya seseorang yang ingin
mencari pekerjaan dengan cara menyogok, kong-kalikong dengan orang kepercayaan di
kantor dimana dia ingin kerja. Contoh nepotisme misalnya seorang pejabat, bila instansi
yang sipimpinnya menerima calon pegawai, dia mendahulukan menerima pegawai
dengan mendahulukan saudara atau kerabat dekatnya terlebih dahulu, baru yang lain.
c. Kriminalitas

10
Kriminalitas dapat menimbulkan rasa tidak aman bagi masyarakat seperti rasa ketakutan
yang tinggi, timbul rasa curiga kepada lingkungannya, rendahnya kepercayaan
mesyarakat kepada aparat, dan terjadi pertikaian dengan pihak-pihak yang tidak jela
untuk masalah yang tidak jelas. Contoh tindak kriminal :
1. Perang antar suku
2. Demonstrasi yang anarkis
3. Perkelahian pelajar
4. Gerakan sparatis
5. Bom bunuh diri.
2.1.3 Macam-macam bentuk tantangan terhadap negara
a. Konflik dan persaingan
b. Penyaahgunaan narkoba dan miniman beralkohol
c. Kriminalitas
d. Kemiskinan
e. Ekskusivitas kelompok
f. Penetrasi budaya dan ideology
g. Separatisme.
2.1.4 Macam-macam bentuk hambatanterhadap negara
a. Sosial ekonomi masyarakat Indonesia yang beragam memicu muncunya kesenjangan
dan keompok-kelompok eksklusif yang tidak mau berinteraksi dengan kelompok
lainnya.
b. Sumber daya alam yang minus menyebabkan masyarakat bertindak apa saja untuk
memenuhi kebutuhan hidup, di antaranya meanggar kebijakan negara dan mengambil
hak milik orang lain
c. Kesadaran masyarakat terhadap ancaman, gangguan dari luar
d. Rendahnya rasa aman dan tenteram yang dirasakan masyarakat.
2.2 Ancaman di Bidang Ipoleksosbudhankam
a. Ancaman di bidang Ideologi
Adalah ancaman yang dinilai mempunyai kemampuan yang membahayakan pemikiran
masyarakat suatu negara sehingga akan mengancam terhadap dasar falsafah Negara
yaitu Pancasila. Adanya berbagai paham ideologi lain tetap menjadi ancaman bagi

11
bangsa Indonesia. Apaagi dengan adanya globalisasi yang dengan mudahnya membawa
pengaruh dari satu negara ke negara lain. Globalisasi seakan meyakinkan kepada
masyarakat dunia bahwa liberalisme dapat membawa manusia ke arah kemajuan dan
kemakmuran. Hal ini dapat memengaruhi pemikiran masyarakat Indonesia untuk
tertarik pada ideoogi tersebut. Akan tetapi, hal ini akan berdampak negatif, misalnya
dalam gaya hidup yang diiputi kemewahan, budaya konsumtif, serta pergaulan bebas.
b. Ancaman di Bidang Politik
Ancaman di bidang Politik adalah setiap usaha dan kegiatan baik dalam negeri maupun
luar negeri yang dikategorikan sebagai hal yang membahayakan dan memecah belah
persatuan dengan mengatas namakan politik. Ancaman di bidang politik bisa berasa dari
dalam negeri maupun luar negeri. Ancaman yang berasal dari dalam negeri,
misalnya Aksi demonstrasi yang menunjukkan penolakan terhadap suatu rezim
pemerintahan. Sedangkan ancaman yang berasal dari luar negeri misalnya intimidasi.
c. Ancaman di Bidang Ekonomi
Ancaman di bidang Ekonomi adalah setiap usaha dan kegiatan baik internal maupun
eksternal yang dapat mengancam kesejahteraan masyarakat dan kehidupan
perekonomian yang adil dan merata. Perekonomian di setiap negara bertujuan
mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan kehidupan perekonomian yang adil dan
merata. Ancaman di didang ekonomi bagi bangsa Indonesia antara lain sebagai berikut:
1. Masuknya barang-barang luar negeri
2. Terjadi persaingan bebas
3. Bangsa asing akan menanamkan modalnya di Indonesia, sehingga membuat
perekonomian Indonesia menjadi di kuasai bangsa asing.
d. Ancaman di Bidang Sosial Budaya
Sosial adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau
semi terbuka)yang sebagian besar berinteraksi antara individu-individu yang berada
dalam kelompok tersebut. Sedang, Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang,
dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke
generasi. Ancaman di bidang sosial budaya bisa berasa dari dalam atau luar negeri.
Dari dalam negeri :
Isu kemiskinan

12
Keterbelakangan
Kebodohan
Ketidakadilan
Dari Luar Negeri :
Munculnya gaya hidup konsumtif
Adanya sikap individualisme
Muncul gejala westernisasi

e. Ancaman di Bidang Pertahanan dan Keamanan


Pertahanan negara disebut juga pertahanan nasional adalah segala usaha untuk
mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah sebuah negaradan keselamatan
segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.
Sedang, Keamanan merupakan istilah yang secara sederhana dapat dimengerti sebagai
suasana "bebas dari segala bentuk ancaman bahaya, kecemasan, dan
ketakutan.”(https://ppknkelasxwithsyf.wordpress.com/2016/12/05/ancaman-terhadap-
negara-dalam-bingkai-bhinneka-tunggal-ika/).
2.3 Peran Serta Masyarakat untuk MengatasiBerbagai Ancaman dalamMembangun
Integrasi Nasional
Bela negara merupakan wujud keikutsertaan warga negara dalam mengatasi
berbagai anacaman dalam membangun integrasi nasional. Peran serata dan kesadaran
masyarakat mempunyai makna bahwa individu harus mempunyai sikap dan perilaku
diri yang tumbuh dari kemauan diri yang dilandasi keikhlasan/kerelaan bertindak demi
kebaikan bangsa dan negara Indonesia untuk mengatasi ancaman dalam membangun
integrasi nasional. Contoh upaya bela negara yang dilakukan oleh kita semua di
berbagai lingkungan, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan juga
negara. Dan berikut ini beberapa contoh upaya bela negara di berbagai lingkungan.

13
2.3.1 Contoh Upaya Bela Negara di Lingkungan Keluarga
a. Mengembangkan sikap saling mengasihi, saling menolong,saling menghormati dan
menghargai antar anggota keluarga.
b. Menciptakan suasana rukun, damai, dan harmonisdalamkeluarga.
c. Membentuk keluarga yang sadar hukum
d. Menjaga kebersihan dan kesehatan keluarga
e. Saling mengingatkan kepada sesama anggota keluarga apabila ada yang akan berbuat
kejahatan, misalnya : minum minuman keras di rumah dan lain sebagainya.
f. Memberikan pengertian kepada anak supaya cinta kepada tanah air dan mencintai
produk-produk dalam negeri
g. Memberikan pengertian kepada anggota keluarga agar selalu berusaha untuk selalu
menggunakan produk-produk dalam negeri
h. Menjaga nama baik keluarga dengan perilaku yang terpuji
i. Saling mengingatkan sesama anggota keluaraga untuk selalu patuh pada hukum yang
berlaku
j. Menciptakan keluarga yang sadar dan patuh terhadap hukum/peraturan yang berlaku.
2.3.2 Contoh Upaya Bela Negara di Lingkungan Sekolah
a. Meningkatkan imtaq dan iptek
b. Membudayakan GDN (Gerakan Disiplin Nasional) di sekolah meliputi : budaya
tertib, budaya bersih, dan budaya kerja/belajar
c. Mengembangkan kepedulian sosial di sekolah, misalnya dengan keihklasan
mengumplkan dana sosial, infak, zakat, shodaqoh, untuk membantu warga sekolah yang
membutuhkan.
d. Kesadaran untuk menaati tata tertib sekolah
e. Menjaga nama baik sekolah dengan tidak melakukan perbuatan yang berdampak
negatif bagi sekolah dan sebagainya
f. Belajar dengan giat terutama pada materi Pendidikan Kewarganegaraan
g. Belajar dengan giat supaya mendapatan prestasi yang baik
h. Saling mengingatkan sesama siswa apabila ada yang akan melanggar peraturan
sekolah
i. Menjadi siswa yang berprestasi dan mengharumkan nama baik sekolah dan negara.

14
2.3.3 Contoh Upaya Bela Negara di Lingkungan Masyarakat
a. Mengembangkan sikap tenggang rasa dan tolong menolong antar warga negara
masyarakat.
b. Bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat
c. Meningkatan kegiatan gotong royong dan semangant persatuan dan kesatuan
d. Menjaga keamanan lingkungan melalui kegiatan siskamling/ronda
e. Menciptakan suasana rukun, damai, dan tentram dalam masyarakat
f. Menghargai adanya perbedaan dan memperkuat persamaan
g. Menjaga keamanan kampung secara bersama-sama
h. Selalu aktif dalam kegiatan sosial seperti kerja bakti, dll.
2.3.4 Contoh Upaya Bela Negara di Lingkungan Negara
a. Mematuhi peraturan hukum yang berlaku
b. Mengamalkan nilai-nila yang terkandung dalam Pancasila sebagai ideologi dan dasar
negara
c. Membayar pajak tepat pada waktunya
d. Mendukung program GDN, GNOTA, dan wajib belajar 9 tahun
e. Memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan bangsa
f. Bersikap selektif terhadap masuknya budaya asing ke Indonesia
(https://lussychandra.blogspot.co.id/2015/09/makalah-ancaman-dan gangguan-
yang.html).
2.4 Strategi dalam Mengatasi Berbagai Ancaman Dalam Membangun Integrasi Nasional
ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan, baik dalam negeri maupun luar negeri
yang dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan
keselamatan segenap bangsa. Ancaman merupakan sebuah bagian dari risiko,
sedangkan risiko itu sendiri adalah buah pikiran dari sebuah ancaman.Dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, suatu ancaman tidak pernah luput dari
kehidupan kita sehari-hari. Oleh karena itu, sasaran dari suatu ancaman biasanya tertuju
pada berbagai tingkatan, mulai dari suatu individu, masyarakat, pemerintah, wilayah,
bangsa, dan negara. Ancaman tersebut dapat berupa ancaman militer maupun ancaman
non militer.

15
1 Strategi dalam Mengatasi Ancaman Militer
Ancaman militer akan sangat berbahaya apabila tidak diatasi. Oleh karena itu, harus
diterapkan startegi yang tepat untuk mengatasinya. UUD Negara Republik Indonesia
Tahun 1945 telah mengatur strategi pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia dalam
mengatasi ancaman militer tersebut.
a. Pasal 30 ayat sampai (5) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang
menyatakan bahwa: (1) Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha
pertahanan dan keamanan negara.
b. Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan
keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara
Indonesia Republik Indonesia, sebagai kekuatan utama, dan rakyat, sebagai kekuatan
pendukung.
c. Tentara Nasional Indonesia terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan Laut dan
Angkatan Udara sebagai alat negara bertugas mempertahankan, melindungi, dan
memelihara keutuhan dan kedaulatan negara.
d. Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga kemanan
dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat,
serta menegakkan hukum.
Ketentuan di atas menegaskan bahwa usaha pertahanan dan keamanan negara
Indonesia merupakan tanggungjawab seluruh Warga Negara Indonesia. Dengan kata
lain, pertahanan dan keamanan negara tidak hanya menjadi tanggung jawab TNI dan
POLRI saja, tetapi masyarakat sipil juga sangat bertanggung jawab terhadap pertahanan
dan kemanan negara, sehingga TNI dan POLRI manunggal bersama masyarakat sipil
dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. UUD Negara Republik
Indonesia Tahun 1945 juga memberikan gambaran bahwa strategi pertahanan dan
kemanan negara untuk mengatasi berbagai macam ancaman militer dilaksanakan
dengan menggunakan sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata).
Sistem pertahanan dan kemanan rakyat semesta pada hakikatnya merupakan segala
upaya menjaga pertahanan dan keamanan negara yang seluruh rakyat dan segenap
sumber daya nasional, sarana dan prasarana nasional, serta seluruh wilayah negara
sebagai satu kesatuan pertahanan yang utuh dan menyeluruh. Dengan kata lain,

16
Sishankamrata penyelenggaraannya didasarkan pada kesadaran akan hak dan kewajiban
seluruh warga negara serta Di unduh dari : Bukupaket.com PPKn | 29 keyakinan akan
kekuatan sendiri untuk mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara
Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Sistem pertahanan dan
kemanan yang bersifat semesta merupakan pilihan yang paling tepat bagi pertahanan
Indonesia yang diselenggarakan dengan keyakinan pada kekuatan sendiri serta
berdasarkan atas hak dan kewajiban warga negara dalam usaha pertahanan negara.
Meskipun Indonesia telah mencapai tingkat kemajuan yang cukup tinggi nantinya,
model tersebut tetap menjadi pilihan strategis untuk dikembangkan, dengan
menempatkan warga negara sebagai subjek pertahanan negara.

2. Strategi dalam Mengatasi Ancaman Non-Militer


Seperti yang diungkapkan pada bagian sebelumnya, bahwa globalisasi telah
berpengaruh kepada semua bidang kehidupan, diantaranya dalam bidang politik,
ekonomi, sosial budaya serta pertahanan dan keamanan. Hal tersebut membawa dampak
bahwa ancaman yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia dalam membangun integrasi
nasional tidak hanya bersifat militer, tetapi ancaman non-militer pun tidak kalah
bahanya. Oleh karena itu diperlukan strategi pertahanan non-militer yang tidak kalah
hebat dengan strataegi untuk mengatasi ancaman militer. Strategi pertahanan non-
militer merupakan segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan
wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan keselamatan segenap bangsa dari
ancaman aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, keamanan, teknologi,
informasi, komunikasi, keselamatan umum, dan hukum. Dengan kata lain sebagai
subsistem pertahanan negara, pertahanan normiliter memiliki kepentingan pertahanan,
yakni kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan
keselamatan segenap bangsa. Sekaitan dengan hal tersebut, Indonesia sebagai bangsa
yang besar harus mempunyai sikap yang tegas terhadap segala pengaruh negatif yang
datang dari luar sebagai wujud dari globalisasi. Hal itu penting dilakukan untuk
menjalankan strategi pertahanan non-milter dalam menghadapi berbagai macam
ancaman yang bersifat non-milter. Berikut ini dipaparkan strategi yang dilakukan oleh
bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai macam ancaman non-militer.

17
a. Strategi Mengatasi Ancaman di Bidang Ideologi dan Politik
Ada empat hal yang selalu dikedepankan oleh globalisasi dalam bidang ideologi dan
politik, yaitu demokratisasi, kebebasan, keterbukaan dan hak asasi manusia. Keempat
hal tersebut oleh negara-negara adidaya (Amerika Serikat dan sekutunya) dijadikan
standar atau acuan bagi negara-negara lainnya yang tergolong sebagai negara
berkembang. Acuan tersebut dibuat berdasarkan kepentingan negara adidaya tersebut,
tidak berdasarkan kondisi negara yang bersangkutan. Tidak jarang jika suatu negara
tidak mengedepankan empat hal tersebut dalam kehidupan politik di negaranya, maka
negara tersebut akan dianggap sebagai musuh bersama, bahkan lebih menyedihkan lagi
dianggap sebagai teroris dunia serta akan diberikan sanksi berupa embargo dalam segala
hal yang menyebabkan timbulnya kesengsaraan seperti kelaparan, konflik dan
sebagainya. Sebagai contoh Indonesia pernah diembargo dalam bidang ekonomi oleh
Amerika Serikat, yaitu tidak memberikan suku cadang pesawat F-16 dan bantuan militer
lainnya, karena pada waktu itu Indonesia dituduh tidak demokratis dan melanggar hak
asasi manusia. Sanksi tersebut hanya diberlakukan kepada negara-negara yang tidak
menjadi sekutu Amerika Serikat, sementara sekutunya tetap dibiarkan meskipun
melakukan pelanggaran. Misalnya Israel yang banyak membunuh rakyat Palestina dan
meyerang Libanon tetap direstui tindakannya tersebut oleh Amerika Serikat. Di sisi lain,
isu demokratisasi pada saat ini benar-benar mempengaruhi kehidupan berbangsa dan
bernegara. Segala peristiwa selalu dikaitkan dengan demokratisasi. Akan tetapi
demokratisasi yang diusung adalah demokrasi yang dikehendaki oleh negara-negara
adidaya yang digunakan untuk menekan bahkan menyerang negara-negara berkembang
yang bukan sekutunya. Akibatnya adalah selalu terjadi konflik kepentingan yang pada
akhirnya mengarah pada pertikaian antar negara.
b. Strategi Mengatasi Ancaman di Bidang Ekonomi
Sebenarnya sebelum menyentuh bidang politik, globalisasi lebih dahulu terjadi pada
bidang ekonomi. Sejak digulirkannya liberalisasi ekonomi oleh Adam Smith sekita abad
ke-15 telah melahirkan perusahaan-perusahaan multinasional yang melakukan aktivitas
perdagangannya ke berbagai negara. Mulai abad 20, paham liberal kembali banyak
dianut oleh negara-negara di dunia terutama negara maju. Hal ini membuat globalisasi
ekonomi semakin mempercepat perluasan jangkauannya ke semua tingkatan negara

18
mulai negara maju sampai negara berkembang seperti Indonesia. Kenyataan yang
terjadi, globalisasi ekonomi lebih dikendalikan oleh negaranegara maju. Sementara
negara-negara berkembang kurang diberi ruang dan kesempatan untuk memperkuat
perekonomiannya. Negara-negara berkembang semacam Indonesia lebih sering
dijadikan objek yang hanya bertugas melaksanakan keinginan-keinginan negara maju.
Keberadaan lembaga-lembaga ekonomi dunia seperti IMF (International Monetary
Fund), Bank Dunia (World Bank) dan WTO (World Trade Organization) belum
sepenuhnya memihak kepentingan negaranegara berkembang. Dengan kata lain negara-
negara berkembang hanya mendapat sedikit manfaat bahkan menderita karena
kebijakan yang salah dan aturannya yang tidak jelas. Hal tersebut dikarenakan ketiga
lembaga tersebut selama ini Di unduh dari : Bukupaket.com PPKn | 33 selalu berada di
bawah pengawasan pemerintahan negara-negara maju, sehingga semua kebijakannya
selalu memihak kepentingan-kepentingan negara maju.
c. Strategi Mengatasi Ancaman di Bidang Sosial Budaya
d. Kehidupan sosial budaya di negara-negara berkembang, perlu diperhatikan gejala
perubahan yang terjadi, terutama mengenai sebab-sebabnya. Banyak faktor yang
mungkin menimbulkan perubahan sosial, diantaranya yang memegang peranan penting,
ialah faktor teknologi dan kebudayaan. Faktor–faktor itu berasal dari dalam maupun
dari luar. Biasanya, yang berasal dari luar lebih banyak menimbulkan perubahan. Agar
dapat memahami perubahan sosial yang terjadi, perlu dipelajari bagaimana proses
perubahan itu terjadi, dan bagaimana perubahan itu diterima masyarakat. Pengaruh dari
luar perlu diperhatikan adalah hal-hal yang tidak menguntungkan serta dapat
membahayakan kelangsungan hidup kebudayaan nasional. Bangsa Indonesia harus
selalu waspada akan kemungkinan adanya kesengajaan pihak luar untuk memecah
kesatuan bangsa dan negara Indonesia. Dalam menghadapi pengaruh dari luar yang
dapat membahayakan kelangsungan hidup sosial budaya, bangsa Indonesia berusaha
memelihara keseimbangan dan keselarasan fundamental, yaitu keseimbangan antara
manusia dengan alam semesta, manusia dengan masyarakat, manusia dengan Tuhan,
keseimbangan kemajuan lahir dan kesejahteraan batin. Kesadaran akan perlunya
keseimbangan dan keserasian melahirkan toleransi yang tinggi. (Pendidikan Pancasila

19
dan Kewarganegaraan untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta : Kementrian dan
Kebudayaan).Strategi menghadapi ancaman politik dengan pendekatan dari dalam
Strategi pendekatan dari dalam adalah dengan melakukan penataan beserta
pembangunan suatu sistem politik Negara yang dinamis dan sehat di dalam kerangka
negara yang bersifat demokratis (menghargai perbedaan dan kebhinekaan yang terdapat
di indonesia). Dengan menerapkan strategi ini diharapkan suatu stabilitas sistem politik
dalam negeri secara dinamis dan berdampak baik sebagai panangkal perpecahan. Selain
itu penguatan penguatan di berbagai lembaga negara juga dapat menjadi pilar penopang
kesuksesan strategi dan upaya ini.
e. Strategi menghadapi ancaman dengan pendekatan politik dari luar
Upaya indonesia menghadapi ancaman politik dengan pendekatan dari luar bermaksud
mengusahakan upaya dan strategi diplomatik dengan melakukan pendekatan politik luar
negeri yang bertujuan membangun sebuah kerja sama antar negara. Upaya ini dapat
meningkatkan rasa saling percaya antar negara dan mencegah terjadinya konflik antar
negara. Pendekatan dari luar. (Indah. 2016. Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan Untuk SMA/SMK Semester 2. Karanganyar : Mitra Pustaka).

2.5 Upaya Antisipasi Ancaman Bangsa


ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan, baik dalam negeri maupun luar negeri
yang dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan
keselamatan segenap bangsa. Ancaman merupakan sebuah bagian dari risiko,
sedangkan risiko itu sendiri adalah buah pikiran dari sebuah ancaman.Dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, suatu ancaman tidak pernah luput dari
kehidupan kita sehari-hari. Oleh karena itu, sasaran dari suatu ancaman biasanya tertuju
pada berbagai tingkatan, mulai dari suatu individu, masyarakat, pemerintah, wilayah,
bangsa, dan negara. Ancaman tersebut dapat berupa ancaman militer maupun ancaman
non militer.
a. Dampak dari Berbagai Ancaman
Dampak atau akibat yang ditimbulkan dari suatu ancaman tergantung dari jenis
ancaman yang muncul. Pada umumnya dampak dari ancaman militer bersifat fisik,
seperti kerusakan fasilitas umum. Akibat jangka panjang dari ancaman militer bisa

20
meluas.Ancaman militer dalam negeri seperti pemberontakan dan gerak sparatis juga
memberi dampak buruk luar biasa pada bangsa dan rakyat negara yang bersangkutan.
Ancaman nir militer juga memberikan akibat buruk yang tidak kalah dari ancaman
militer. Jika ancaman militer seperti serangan dari tentara asing umumnya ditujukan
pada pangkalan militer dan objek-objek militer saja maka sebuah bencana alam akan
merusak bahkan meluluhlantakkan semua objek yang ada di wilayah tersebut.
Upaya Antisipasi

Bangsa indonesia dalam masa sekarang telah berupaya bagaimana membangun integrasi
bangsa. Membangun integrasi bangsa pada dasarnya adalah membangun persatuan dan
kesatuan bangsa indonesia. Upaya tersebut salah satunya dirumuskan dalam ketetapan
MPR No. V/MPR/2000 tentang pemantapan persatuan dan kesatuan bangsa. Ketetapan
MPR ini sampai sekarang masih berlaku berdasar ketetapan MPR No. I /MPR/2003
sebagai Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat sementar dan Ketetapan Majelis
Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia yang tetap berlaku sampai dengan
terbentuknya undang undang. (Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan 2B untuk
SMA/MA Kelas XI. Jakarta : Pendekatan Saintifik).

21
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Terbentuknya negara Indonesia terjadi karena perjuangan seluruh bangsa. Sudah
sejak lama Indonesia menjadi incaran banyak negara atau bangsa lain, karena
potensinya yang besar dilihat dari wilayahnya yang luas dengan kekayaan alam yang
banyak. Terbukti, setelah perjuangan bangsa tercapai dengan terbentuknya NKRI,
ancaman dan gangguan sering muncul, mulai dari yang bersifat fisik sampai yang
ideologis. Meski demikian, bangsa Indonesia memegang satu komitmen bersama untuk
tegaknya negara kesatuan Indonesia. Dorongan kesadaran bangsa yang dipengaruhi
kondisi dan letak geografis dengan dihadapkan pada lingkungan dunia yangs serba
berubah akan memberikan motivasi dalam menciptakan suasana damai.
Cara agar dapat menghadapi ancaman-ancaman tersebut, bangsa Indonesia harus
memiliki kemampuan, keuletan, dan daya tahan dalam mengahadapi berbagai ancaman.
Kondisi atau situasi dan juga bisa dikatakan sikon bangsa kita ini selalu berubah-ubah
tidak statik. Ancaman yang dihadapi juga tidak sama, baik jenisnya maupun besarnya.
Karena itu kita sebagai warga Indonesia harus selalu siap dengan kondisi serta ancaman
yang akan dihadapi.
3.2 Saran
Dengan adanya wawasan nusantara, kita harus dapat memiliki sikap dan perilaku
yang sesuai kejuangan, cinta tanah air serta rela berkorban bagi nusa dan bangsa. Dalam
kaitannya dengan pemuda penerus bangsa hendaknya ditanamkan sikap cinta tanah air
sejak dini sehingga kecintaan mereka terhadap bangsa dan negara lebih meyakini dan
lebih dalam.
Untuk itulah perlu kiranya pendidikan yang membahas/mempelajari tentang
ancaman terhadap Negara dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika dimasukan ke dalam
kurikulum yang sekarang diterapkan dalam dunia pendidikan di Indonesia (misalnya :
pelajaran Kewarganegaraan, Pancasila, PPKn dan lain - lain).

22
DAFTAR PUSTAKA

Chandra, Lussy. 2015. Makalah Ancaman dan Gangguan yang Dialami Bangsa Indonesia
dalam Mempertahankan Negara.https://lussychandra.blogspot.co.id/2015/09/makalah-
ancaman-dan gangguan-yang.html. Diakses 16 Februari 2018 pada waktu 19:31 WITA.
Indah. 2016. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Untuk SMA/SMK Semester
2. Karanganyar : Mitra Pustaka

Komunitasgurupkn. 2014. Pengertian dan Makna Bhinneka Tunggal Ika.

http://komunitasgurupkn.blogspot.com/2014/08/pengertian-dan-makna-bhinneka-
tunggal.html .Diakses 15 Februari 2017 pada waktu 20.25 WITA.

Lestari, Muspita. 2017. Makalah PPKnAncaman terhadap Negara dalam Bingkai Bhinneka
Tunggal Ika.http://blogkupengetahun.blogspot. co.id/2017/03/makalah-ppkn-ancaman-
terhadap-negara_9.html. Diakses 15 Februari 2018 pada waktu 20.40 WITA.

Lubis, Yusnawan dan Sodeli, Mohamad. 2014. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta : Kementrian dan Kebudayaan.
Pusptasari, Dewi, dkk. 2017. Menelusuri Dinamika Kehidupan Bernegara dalam Konteks
Geopolitik Indonesia. Makalah SMA Negeri 1 Tanjung Selor
Suyasyafitri. 2016. Ancaman terhadap Negara dalam Bingkai Bhinneka Tunggal
Ika.https://ppknkelasxwithsyf.wordpress.com/2016/12/05/ancaman-terhadap-negara-
dalam-bingkai-bhinneka-tunggal-ika/. Diakses 16 Februari 2018 pada waktu 19:17
WITA

Winarno dan Supardi. 2014. Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan 2B untuk SMA/MA
Kelas XI. Jakarta : Pendekatan Saintifik
LAMPIRAN

Sumber: https://m.tempo.co/

Gambar 1. TNI AD dalam menjaga patok perbatasan indonesia

Sumber: www.dw.com

Gambar 2. Ankatan Laut Indonesia menenggelamkan kapal penangkap ikan ilegal


sumber:

wartakota.co
Gambar 3. Tawuran antar warga di Narama, Papua

sumb
er: www.pustaka.com

Gambar 4. Keaneka ragaman suku bangsa di Indonesia