Anda di halaman 1dari 8

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN E-LEARNING

BE-SMART PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI INFORMATIKA


UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

TUGAS AKHIR SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta untuk Memenuhi


Sebagian Persyaratan Guna Memenuhi Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh :
YOEDA TRIANJAYA
NIM. 13520244035

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2017
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah

Seiring perkembangan zaman yang semakin pesat, teknologi

berkembang secara cepat dan menyeluruh baik di dalam maupun di luar

negeri. Kemajuan teknologi khususnya komputer telah mengubah cara hidup

masyarakat di dunia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kemajuan

teknologi komputer tersebut membuat masyarakat menjadi lebih cepat,

efisien, efektif dan akurat dalam menjalankan pekerjaannya. Keberadaan dan

peranan teknologi informasi di segala sektor kehidupan ini tanpa sadar telah

membawa dunia memasuki era globalisasi menjadi lebih cepat.

Pengaruh teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan

semakin terasa sejalan dengan adanya pergeseran pola pembelajaran dari

tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka dan

bermedia. Dengan masuknya pengaruh globalisasi, pendidikan masa

mendatang akan lebih bersifat terbuka dan dua arah, beragam,

multidisipliner, serta terkait pada produktifitas kerja dan kompetitif.

Salah satu sistem atau konsep pemanfaatan TIK dalam bidang

pendidikan adalah e-learning (Chandrawati, 2010). E-learning merupakan

salah satu bentuk perkembangan teknologi informasi yang dapat

dimanfaatkan oleh lembaga pendidikan untuk meningkatkan efektivitas dan

fleksibilitas pembelajaran. Perkembangan e-learning yang masih relatif baru

menyebabkan definisi dan implementasi sistem e-learning sangat bervariasi

dan belum ada standar implementasi yang baku. Selama ini terdapat
beragam implementasi e-learning mulai dari model sederhana yang hanya

berupa kumpulan bahan pembelajaran yang diletakkan di web server dengan

tambahan forum komunikasi lewat e-mail atau milist secara terpisah sampai

dengan model terpadu, yakni berupa portal e-learning yang berisi berbagai

objek pembelajaran yang diperkaya dengan multimedia serta dipadukan

dengan sistem informasi akademik, evaluasi, komunikasi diskusi dan berbagai

educational tools lainnya (Surjono, 2013: 1).

Universitas Negeri Yogyakarta telah menerapkan e-learning, yang

diberi nama Be-smart. Pada pelaksanaannya, Be-smart  menjadi suatu media

pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh civitas akademik baik

dosen dan mahasiswa di UNY.

Tujuan pemanfaatan e-learning ini adalah untuk transfer

pengetahuan, informasi agar dapat diakses dengan mudah, cepat, serta

dapat dimanfaatkan kapan dan dimana saja. Perlu diperhatikan dalam hal ini

adalah pemanfaatan dari media elektronik yang belum maksimal, baik dari

sisi dosen atau mahasiswa, sehingga sistem   yang diberikan ini menjadi tidak

efektif.

Menurut Nursalam (2008:14), kekurangan E-learning adalah proses

belajar mengajar cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan, peserta

didik dapat merasa terisolasi, dan berubahnya peran pengajar dari yang

semula menguasai teknik pembelajaran konvensional kini juga dituntut

mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT ( information,

communication, dan technology).


Kebanyakan dari mahasiswa tidak memanfaatkan sepenuhnya

kegunaan dari Be-smart, sebagian dari mereka menggunakan hanya untuk

mengirim tugas atau sekedar melihat deadline dari tugas tersebut. Padahal

fungsi atau tujuan yang diharapkan dalam penggunaannya sangat melebihi

itu. Mahasiswa dapat menggunakan berbagai fitur yang ada di dalamnya

seperti mendownload materi, bertukar gagasan, atau mengobrol bertukar

informasi via chat seperti layaknya aplikasi lain.

Pada program studi teknik informatika beberapa dosen yang

mengajarkan mata kuliah umum sangat jarang menggunakan Be-smart

dalam proses pembelajarannya , hal ini dapat dilihat dari konten yang ada

didalamnya tidak pernah di update atau diperbaharui.

Dahulu banyak sistem informasi yang gagal karena sistemnya, namun

dewasa ini sistem informasi banyak gagal karena aspek perilaku dari

penggunanya.

Dalam kasus penerapan e-learning di program studi teknik

informatika, pengguna utama e-learning adalah mahasiswa yang ternyata

belum memiliki kemauan untuk memanfaatkan e-learning Be-smart. Faktor-

faktor yang mempengaruhi mahasiswa untuk menggunakan e-learning

berbasis Moodle selanjutnya dianalisis dengan pendekatan Technology

Acceptance Model (TAM).

Technology Acceptance Model (TAM) dikembangkan oleh Davis pada

tahun 1985 untuk menjelaskan dan memprediksi penggunaan dari suatu

sistem (Chuttur, 2009). Model ini merupakan adaptasi dari model Theory of

Reasoned Action (TRA) oleh Fishbein dan Ajzen. Dalam TAM, ada 2 konstruk
yang utama, yaitu kegunaan (perceived usefulness) dan kemudahan

penggunaan (perceived ease of use). Konstruk kegunaan didefinisikan

sebagai tingkat dimana seseorang memercayai bahwa menggunakan suatu

sistem tertentu akan memaksimalkan kinerja mereka, sedangkan konstruk

kemudahan penggunaan merupakan tingkat dimana seseorang percaya

bahwa dalam menggunakan suatu sistem tanpa diperlukan usaha yang keras

(Davis, 1985: 26). Namun seiring berjalannya waktu, model TAM banyak

dimodifikasi dengan menambahkan faktor-faktor eksternal. Dari sekian

banyak faktor eksternal yang telah digunakan dalam penelitian sebelumnya,

dalam penelitian ini difokuskan pada 2 faktor eksternal yaitu e-learning self-

efficacy, kerumitan (complexity).

Faktor eksternal yang pertama adalah e-learning self-efficacy. Konsep

selfefficacy didefinisikan oleh Bandura (Jogiyanto, 2008: 129) sebagai suatu

kepercayaan bahwa seseorang memiliki kemampuan untuk melakukan

perilaku tertentu. Karena penelitian ini mengkaji tentang e-learning, maka

istilah self-efficacy disesuaikan menjadi e-learning self-efficacy. Faktor

eksternal yang kedua adalah kerumitan ( complexity). Kerumitan merupakan

salah satu faktor utama yang mempengaruhi penggunaan dari suatu

teknologi baru. Hal tersebut diukur dari tingkatan dimana teknologi baru

terasa tidak mudah untuk digunakan dan dipelajari (Al-Zegaier dkk, 2012:

37)

Tujuan penelitian ini untuk melihat penerimaan mahasiswa program

studi Pendidikan Teknik Informatika terhadap mata kuliah yang

menggunakan software Be-Smart sebagai media pembelajaran elektronik.


Berdasarkan latar belakang masalah ini penulis tertarik untuk meneliti faktor-

faktor yang mempengaruhi penggunaan software Be-Smart serta Penulis

mengambil judul “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

PENGGUNAAN E-LEARNING BE-SMART PADA MAHASISWA

PROGRAM STUDI INFORMATIKA UNIVERSITAS NEGERI

YOGYAKARTA”.

B. Identifikasi masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka peneliti

mengidentifikasi permasalahan yang ada sebagai berikut :

1. Sistem e-learning yang tersedia di Program Studi Teknik Informatika

universitas Negeri Yogyakarta, yaitu Be-Smart belum dimanfaatkan secara

maksimal untuk menunjang kegiatan perkuliahan.

2. Mahasiswa program studi informatika tidak memanfaatkan sepenuhnya

fungsi dari sistem e-learning Be-Smart.

3. Masih ada dosen yang jarang memperbaharui informasi atau materi mata

kuliahnya sehingga konten yang tersedia tidak ter- update

4. Implementasi sistem e-learning di Prodi Informatika mengalami banyak

hambatan terutama dari sisi pengguna.

5. Belum pernah dilakukan analisis faktor yang memengaruhi penggunaan

e-learning Be-Smart oleh mahasiswa prodi Informatika.

C. Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka permasalahan dalam

penelitian ini dibatasi pada:


1. Portal e-learning yang diteliti adalah milik Universitas Negeri Yogyakarta,

yaitu Be-Smart.

2. Sasaran penelitian adalah mahasiswa prodi informatika.

3. Faktor-faktor yang diteliti yaitu kegunaan dan kemudaahan penggunaan

sedangkan faktor-faktor eksternal yang diteliti hanya 2 faktor, yaitu e-

learning selfefficacy, kerumitan (complexity) dan keterbatasan waktu

(lack of time).

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah

sebagai berikut:

1. Bagaimana pengaruh faktor e-learning self-efficacy terhadap penggunaan

e-learning Be-Smart?

2. Bagaimana pengaruh faktor kerumitan ( complexity) terhadap penggunaan

e-learning Be-Smart?

3. Bagaimana pengaruh kegunaan (perceived usefulness) terhadap

penggunaan e-learning Be-smart?

4. Bagaimana pengaruh kemudahan penggunaan ( perceived ease of use )

terhadap penggunaan e-learning Be-smart?

E. Tujuan Penelitian

Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui:

1. Pengaruh faktor e-learning self-efficacy terhadap penggunaan e-learning

Be-Smart oleh mahasiswa prodi informatika.

2. Pengaruh faktor kerumitan (complexity) terhadap penggunaan e-learning


Be-Smart oleh mahasiswa prodi informatika.

3. Pengaruh faktor kegunaan (perceived usefulness) terhadap penggunaan

e-learning.

4. Pengaruh faktor kemudahaan penggunaan ( perceived ease of use)

terhadap penggunaan e-learning.

F. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan 2 manfaat, yaitu:

1. Manfaat teoretis, yaitu penelitian ini dapat mengidentifikasi pengaruh

faktor-faktor tertentu yang memengaruhi penggunaan e-learning Be-

Smart oleh mahasiswa prodi informatika dengan pendekatan Technology

Acceptance Model (TAM).

2. Manfaat praktis, yaitu penelitian ini dapat memberikan masukan terhadap

civitas UNY khususnya prodi Informatika terkait dengan penggunaan e-

learning Be-Smart.