Anda di halaman 1dari 5

Praktikum TA.

Fisika dan Elektrokimia

KELOMPOK 2 :

1.RIZKA MAULIDA P
2.FRANSISCA CELLIA A.W
3.DANIA NOOR A
4.ALVYN FAHMY A
5. ALFINA
DAMAYANTI

1. Judul Praktikum

Penentuan Bobot Jenis Gliserin, TEA, Paracetamol

2. Tujuan Praktikum
Menganalisis bobot jenis zat padat atau cair untuk mempermudah formulasi obat, dengan
mengentahui bobot jenis maka kita bisa menentukan apakah suatu zat bisa bercampur
atau tidak dengan zat lainnya

3. Dasar Teori :
Bobot Jenis
 Definisi
Berat jenis didefinisikan sebagai massa suatu bahan per satuan volume bahan tersebut.
Bentuk persamaannya adalah :
m( massa)
bobot jenis ( ρ )=
V (volume)
Satuan dari berat jenis adalah kg/dm 3, gr/cm3 atau gr/ml. Berat jenis mempunyai harga
konstan pada suatu temperatur tertentu dan tidak tergantung pada bahan cuplikan atau sampel
(Rudolf, Voigt, 1994). Dikenal beberapa alat yang dapat digunakan untuk menentukan berat
jenis yaitu aerometer, piknometer, dan neraca whestpal.
Bobot jenis adalah perbandingan bobot zat di udara pada suhu yang di telah di tetapkan
terhadap bobot air dengan volume dan suhu yang sama. Zat padat adalah zat atau benda yang
memiliki bentuk dan volume yang tetap sebaiknya memakai suhu 25oC. Alat yang digunakan
yaitu, piknometer. Prinsip kerja piknometer adalah penimbangan sebuah sampel atau bobot
zat dengan bobot air yang di timbang menggunakan neraca.
Tabel Berat jenis dan suhu air (Farmakope Indonesia IV)
Suhu (oC ) Bobot per liter air (g)
20 997,18
25 996,0
30 994,62
Rumus untuk menghitung bobot zat padat
bobot zat ( zat+ pikno )−( piknokosong)
=
bobot air ( air + pikno− piknokosong )−(zat+ air+ pikno− pikno+ zat)

Pengujian bobot jenis dilakukan untuk menentukan 3 macam bobot jenis yaitu (Lachman, L,
1994)
a. Bobot jenis sejati
Massa partikel dibagi volume partikel tidak termasuk rongga yang terbuka
dan tertutup.
b. Bobot jenis nyata
Praktikum TA. Fisika dan Elektrokimia

Massa partikel dibagi volume partikel tidak termasuk pori/lubang terbuka, tetapi
termasuk pori yang tertutup.
c. Bobot jenis efektif
Massa partikel dibagi volume partikel termasuk pori yang tebuka dan tertutup.
 Macam-Macam Metode Penentuan Bobot Jenis .(Roth, Hermann J dan Gottfried
Blaschke., 1988):
1. Metode Piknometer. Prinsip metode ini didasarkan atas penentuan massa cairan dan
penentuan ruang, yang ditempati cairan ini. Untuk ini dibutuhkan wadah untuk
menimbang yang dinamakan piknometer. Ketelitian metode piknometer akan bertambah
hingga mencapai keoptimuman tertentu dengan bertambahnya volume piknometer.
Keoptimuman ini terletak pada sekitar isi ruang 30 ml.
2. Metode Neraca Hidrostatik. Metode ini berdasarkan hukum Archimedes yaitu suatu
benda yang dicelupkan ke dalam cairan akan kehilangan massa sebesar berat volume
cairan yang terdesak.
3. Metode Neraca Mohr-Westphal. Benda dari kaca dibenamkan tergantung pada balok
timbangan yang ditoreh menjadi 10 bagian sama dan disetimbangkan dengan bobot
lawan. Keuntungan penentuan kerapatan dengan neraca Mohr-Westphal adalah
penggunan waktu yang singkat dan mudah dilaksanakan.
4. Metode areometer. Penentuan kerapatan dengan areometer berskala (timbangan benam,
sumbu) didasarkan pada pembacaan seberapa dalamnya tabung gelas tercelup yang
sepihak diberati dan pada kedua ujung ditutup dengan pelelehan

4. Alat dan Bahan


Alat : Baskom Bahan : Air suling
Botol semprot Alkohol (Zat Cair)
Gelas ukur 500 mL Aluminium Foil
Oven Es Batu
Piknometer 25 mL Parafin Cair
Termometer TEA, Gliserin
Timbangan Analitik Tissue roll
Paracetamol Pulv (Zat Padat)
5. Prosedur
Prosedur Kalibrasi Piknometer :
1. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Dibersihkan piknometer dengan air suling kemudian dibilas dengan alkohol untuk
menghilangkan lemak dan kotoran yang melekat
3. Dimasukkan sejumlah air suling dalam piknometer sampai batas leher piknometer
4. Diberi tanda batas kalibrasi pada piknometer
5. Dituangkan air dalam piknometer ke dalam gelas ukur dan dilihat berapa mL air
tersebut.
Penentuan Bobot Jenis dengan Piknometer (Zat Cair)
1. Dipersiapkan piknometer 25 ml.
2. Dikeringkan dengan cara di hairdryer
3. Ditimbang piknometer kosong yang sudah bersih dan kering
4. Di ukur suhu aquadest
5. Diisi piknometer kosong dengan aquades hingga penuh dan tutup perlahan jangan
sampai berisi udara
6. Ditimbang masa piknometer berisi aquades.
7. Ditentukan volume pikno yang sebenarnya.
Praktikum TA. Fisika dan Elektrokimia

massa air
Vpikno= x massa air/ρ air
ρ air
8. Dibuang aquades dan dikeringkan seperti prosedur nomor 2-3
9. Diukur suhu zat cair sesuai suhu air
10. Diisi piknometer dengan zat cair penuh, jangan sampai berisi udara
11. Ditimbang massa piknometer berisi zat cair
12. Dihitung bobot jenis zat cair
mair
𝜌madu= V air x 𝜌air
(massa zat cair diperoleh dari massa air = massa pikno + air - berat pikno kosong)
Penentuan Bobot Jenis dengan Piknometer (Zat Padat):
Prosedur Sesuai FI 4
1. Dipersiapkan piknometer 10 ml.
2. Dikeringkan dengan cara di hairdryer
3. Ditimbang piknometer kosong yang sudah bersih dan kering
4. Di ukur suhu aquadest
5. Diisi piknometer kosong dengan aquades hingga penuh dan tutup perlahan jangan
sampai berisi udara
6. Ditimbang masa piknometer berisi aquades.
7. Ditentukan volume pikno yang sebenarnya.
massa air
Vpikno= omassa air/ρ air
ρ air
8. Diisi pikno dengan sampel zat padat 1/3 bagian,lalu timbang
9. Ditambahkan dengan aquadest sampai terisi penuh,tutup dan ditimbang
10. Dihitung bobot jenis zat padat

6. Hasil Praktikum
a. Zat cair

Pikno kosong 25mL 16, 7940 g


Pikno + air 42,0677 g
Air 25,2737 g
Suhu 25C 0,997 g/mL
Pikno + gliserin 48,7469 g
Gliserin 31,9529 g
Pikno + TEA 45, 2729 g
TEA 28, 4789 g

M gliserin M TEA
 gliserin = x air  TEA = x air
M air M air
31,9529 g g 28,4789 g g
= x 0,997 = x 0,997
25 ,2737 g mL 25 ,2737 g mL
g g
= 1,2642 x 0,997 = 1,1268 x 0,997
mL mL
g g
= 1,2064 = 1,1234
mL mL
Praktikum TA. Fisika dan Elektrokimia

b. Zat padat

Pikno kosong 10mL 10,1030 g


Pikno + air 20,8054 g
Air 10,7024 g
Pikno + 1/3 zat 10, 9932 g
Pikno + 1/3 zat + air 21, 0548 g
1/3 zat 0,8902 g
1/3 zat + air 10,9518 g

M PCT
 zat padat = x air
M air
0,8902 g g
= x 0,997
(10,7024 g – 10,0616 g) mL

0,8902 g g
= x 0,997
0,6408 g mL
g
= 1,3892 x 0,997
mL
g
= 1,3850
mL
zat 1,3850
S >< (BJ Zat Padat) = = =1,3891
air 0,997
7. Pembahasan
 gliserin suhu 25 C = 1,25802 g/cm3
 TEA suhu 25 C = 0,726 g/cm3
 PCT suhu 21 C = 1,293 g/cm3 (martindale 28th); 1,3 g/cm3 (ILO)

 BJ TEA berbeda dengan literatur karena kemungkinan TEA tidak murni /


tercampur bahan lain
 BJ Gliserin tidak terlalu jauh karena kemungkinan gliserin mendekati murni
sehingga tidak terlalu jauh dengan literatur.

8. Kesimpulan
 Jadi, hasil praktikum mendekati literatur
 Jadi BJ TEA sebesar 1, 1234 g/mL
 Jadi, BJ Gliserin sebesar 1,2604 g/mL
 Jadi, BJ PCT sebesar 1,3891 g/mL

9. Daftar Pustaka
Abay, R. Dini. 2010. Laporan Praktikum Bobot Jenis dan Kerapatan Jenis Zat. Lab.
Farmaseutika Fakultas Farmasi Univ Muslim Indonesia.
Praktikum TA. Fisika dan Elektrokimia

Dirjen, POM. FI Edisi IV. Jakarta: Depkes RI


Lachman, L. 1994. Teori dan Praktik Farmasi Industri. Jakarta: UI
Pratama, T. 2008. Penuntun Praktikum Farmasi Fisika. Makassar: Jurusan Farmasi
UNHAS
Roth, Hermann J dan Gottfried Blaschke., 1988.
Voight, . 1994. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Yogyakarta: UGM Press