Anda di halaman 1dari 38

2 Cara Sederhana Dan Mudah

Membuat Laporan Arus Kas


20 Agustus 2019 Oleh Wadiyo, SE

Daftar isi [Buka]

Laporan Arus Kas  (statement of cash flow) adalah laporan yang menyajikan


informasi yang relevan mengenai arus kas masuk dan arus kas keluar sebuah
perusahaan selama periode tertentu.
Dan kali ini saya akan sajikan tips sederhana, praktis, dan mudah membuat
Laporan Arus Kas.

Dan tentu langsung bisa diterapkan dalam pekerjaan Anda.

Mari langsung saja dimulai pembahasannya…

01. Pengertian Laporan Arus Kas


Pngertian laporan arus kas secara umum sudah disampaikan di awal paragraf di
atas.

Dan secara rinci definis Laporan Arus Kas adalah:

“Jenis Laporan Keuangan yang melaporkan arus kas yang berasak dari kegiatan
operasi, investasi, dan pendanaan”

Dari pengertian tersebut jelas bahwa laporan arus kas adalah salah satu jenis
laporan keuangan selain:
 Llaporan laba rugi
 Neraca
 Laporan perubahan modal
 Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK)
Sebenarnya apa tujuan Laporan Arus Kas?
Tujuan laporan arus kas adalah untuk mengetahui realisasi penerimaan dan
pengeluaran kas perusahaan, sehingga akan bisa diketahui potensi realisasi kas
di masa yang akan datang.

Selain itu perusahaan akan bisa mengetahui potensi kemampuan perusahaan


untuk membagikan dividen dalam bentuk kas.
Bila ada yang mengatakan : “bukankah saldo akhir kas sudah ada di
neraca?”
Lalu mengapa perlu dibuat Laporan Arus Kas?

Iya benar, di neraca sudah dicantumkan saldo akhir kas, tapi belum dirinci
mengenai asal kas dan untuk apa saja kas itu dikeluarkan.

Sehingga diperlukan Laporan Arus Kas (statement of cash flow).


Dan Inilah kelebihan Laporan Arus Kas!

02. Komponen Laporan Arus Kas

Setelah kita mengetahui dan memahami pengertian laporan arus kas, dan juga
tujuan laporan arus kas, selanjutnya kita perlu mengetahui elemen apa saja yang
menyusun laporan arus kas?

Apakah sama laporan kas perusahaan jasa, laporan arus kas perusahaan


dagang, laporan arus kas perusahaan manufaktur?

Yuk ikuti pembahasan selanjutnya…

Pada prinsipnya sama, yakni ada 3 aktivitas Laporan Arus Kas, yaitu:
a. Arus Kas dari Kegiatan Operasi (Cash Flow from Operating
Activities) 
Arus kas baik pemasukan maupun pengeluaran  yang berasal dari kegiatan
usaha perusahaan.

Kegiatan yang diklasifikasikan dalam kelompok ini tercermin dari Laporan Laba
Rugi perusahaan.

Dengan kata lain arus kas dari aktivitas operasi adalah arus kas yang berasal
dari transaksi yang memengaruhi LABA BERSIH.

Contoh : penerimaan uang dari pelanggan, pengeluaran uang untuk membayar


utang dan gaji, penerimaan dividen, penerimaan bunga dan pelunasan pajak.

b. Arus Kas dari  Kegiatan Investasi (Cash Flow from Investing


Activities) 
Arus kas baik pemasukan maupun pengeluaran yang berasal dari kegiatan
investasi.

Kegiatan yang diklasifikasikan ke dalam kelompok ini adalah semua kegiatan


yang terkait dengan aktifitas pembelian dan penjualan aktiva perusahaan serta
kegiatan yang terkait dengan piutang perusahaan dengan entitas lain.

Dengan kata lain, pengertian arus kas dari aktivitas investasi adalah arus kas
yang berasal dari transaksi yang memengaruhi investasi dalam aset non lancar.

Contoh : transaksi yang mencakup penjualan dan pembelian aset tetap seperti
mesin, gedung.

c. Arus Kas dari Kegiatan Pendanaan (Cash Flow from Financing


Activities) 
Arus kas atau aliran kas yang berasal dari kegiatan pendanaan perusahaan.

Atau dengan penjelasan lain, arus kas dari aktivitas pendanaan adalah arus kas
yang berasal dari transaksi yang memengaruhi utang dan ekuitas perusahaan.

Misalnya : penjualan obligasi, emisi saham, pembayaran dividen, pelunasan


kredit dari bank.
Arus kas dari kegiatan operasi disajikan paling awal, diikuti arus kas dari
kegiatan investasi dan kegiatan pendanaan.

Total arus kas bersih dari kegiatan-kegiatan tersebut adalah kenaikan atau
penurunan bersih dalam kas untuk periode tertentu.

Saldo kas pada awal periode ditambahkan ke kenaikan atau penurunan dalam
kas bersih sehingga menghasilkan saldo kas pada akhir periode.

Saldo kas akhir di Laporan Arus Kas SAMA DENGAN kas yang dilaporkan
dalam NERACA.

03. Cara Membuat Laporan Arus Kas

Ada 2 cara membuat Laporan Arus Kas, yaitu: format laporan arus kas metode
langsung dan tidak langsung.

Setiap cara memiliki kelebihan dan kekurangan.

Ada keuntungan dan kerugian metode tidak langsung dalam penyusunan


laporan arus kas, demikian juga dengan metode langsung.
yuk dibahas masing-masing metode tersebut, lets go….
 

04. Laporan Arus Kas Metode Tidak Langsung

Cara membuat laporan arus kas metode langsung adalah metode yang
menyusun komponen laporan arus kas dalam 3 aktivitas, yaitu:

 untuk elemen kas dari kegiatan usaha diletakkan paling atas


 selanjutnya diikuti arus kas dari kegiatan investasi dan
 arus kas dari kegiatan pendanaan.
Perhatikan langkah-langkah membuat Laporan Arus Kas berikut ini:
Ada 2 sumber data yang digunakan untuk membuat Laporan Arus Kas, yaitu:

1. Laporan Laba Rugi periode Berjalan.


2. Neraca periode Berjalan dengan Neraca periode sebelumnya
Agar lebih jelas, berikut ini saya sajikan contoh laporan perusahaan manufaktur
tahun 2015 sebagai studi kasus penyusunan Laporan Arus Kas metode tidak
langsung.
begini langkahnya…

 
Langkah #1. Data Laporan Laba Rugi Tahun 2015

Perhatikan contoh Laporan Laba Rugi berikut ini:


Perhatikan Laba Bersih sebelum pajak dari contoh Laporan Laba Rugi di atas,
kita bisa melihat perusahaan dalam keadaan merugi sebesar Rp. 244.473.335,–
Seluk beluk Laporan Laba Rugi bisa anda pelajari di artikel: Ternyata ada
Informasi Super Penting Bagi Bisnis Anda dari Laporan Laba Rugi (Case Study)
Langkah #2. Mengumpulkan data Neraca tahun 2014 dan 2015
Untuk langkah kedua, perhatikan dua contoh Neraca berikut ini:

Neraca tahun 2014:


Neraca tahun 2015:
 

Langkah #3. Membandingkan Neraca periode sebelumnya


dengan Neraca periode Berjalan.
Langkah ketiga ini tujuannya adalah untuk memperoleh data aktivitas keuangan
perusahaan pada periode tahun berjalan (dalam studi kasus ini, menggunakan
neraca tahun 2014 dan 2015).

Dari dua contoh Neraca di langkah ke-2 di atas, kita akan memperoleh data
laporan sebagai berikut :
Perhatikan pada kolom Net Change menunjukkan aktivitas atau kegiatan yang
terjadi sejak 01 Januari 2015 sampai dengan 31 Desember 2015.
Kolom net change merupakan selisih antara data neraca tahun 2015
dengan 2014 :
1. Kelompok AKTIVA :
Bila angka yang dihasilkan pada kolom net change bertanda positif, artinya :
terjadi pengeluaran kas.
Contohnya  pada rekening “BANK”, net change-nya adalah  Rp. 159.031.548
artinya untuk rekening BANK perusahaan mengeluarkan kas sebesar Rp.
159.031.548,-
Sebaliknya jika angka pada kolom net change ini bertanda negatif, artinya :
terjadi penerimaan kas.
Contohnya pada rekening “KAS” net change-nya adalah  (Rp. 2.352.092.580),
artinya telah terjadi realisasi kas masuk sebesar Rp. 2.352.092.580,-
 

2. Kelompok KEWAJIBAN dan EKUITAS  (Passiva) :


Bika angka yang dihasilkan pada kolom net change bertanda positif, artinya :
telah terjadi realisasi kas masuk, sebaliknya bila angka pada kolom net
change bertanda negatif maka telah terjadi penerimaan kas.
 
Langkah #4. Menyusun Laporan Arus Kas

Dari Laporan Laba Rugi  dan perbandingan neraca tahun 2014 dengan 2015
seperti diatas, kita sudah siap untuk menyusun Laporan Arus Kas.

Sebagaimana telah disebutkan di bagian awal artikel ini bahwa Laporan Arus
Kas terdiri 3 elemen.

Mari perhatikan tiap elemennya untuk menyusun laporan arus kas (masih
menggunakan contoh Laporan Laba Rugi dan Neraca di atas).

1. Arus Kas dari Kegiatan Operasi (Operating Activities)


Berdasarkan sumber data dari Laporan Laba Rugi Tahun 2015, selama tahun
2015 perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp. 244.473.335,-.

Kerugian itu bisa dilihat dari angkanya yang bertanda negatif (Jika perusahaan
memperoleh laba, maka tandanya akan positif).

Laba atau rugi dikurangi dengan Cost/Expense non cash (depreciation &


amortization).
Maka akan diperoleh Arus kas dari aktifitas operasi. Dalam contoh di atas nilai
kas dari operating activities sebesar (Rp. 32. 886.142.667,-)
 
2. Arus Kas dari Kegiatan Investasi (Investing Activities)
Arus Kas dari Kegiatan Investasi diperoleh dari kolom net change pada
perbandingan neraca periode berjalan dengan neraca periode sebelumnya.
Angka yang bertanda positif diganti  menjadi negatif, begitu juga sebaliknya
angka yang bertanda negatif diganti dengan tanda negatif.

Kebetulan dalan contoh di atas hanya ada satu rekening untuk item ini yaitu
aktiva tetap.

Bila jumlah item-nya banyak  maka jumlahkan semua angka  sehingga  akan
diperoleh Arus Kas dari Aktifitas Investasi.

Dari contoh di atas diperoleh jumlah arus kas dari kegiatan investasi adalah Rp.
16.843.930.

3. Arus Kas dari Kegiatan Pendanaan (Financing Activities)


Arus Kas dari Kegiatan Pendanaan diperoleh dengan memindahkan angka dari
kolom net change pada perbandingan neraca tahun 2014 dengan neraca tahun
2015 dari kelompok KEWAJIBAN dan EKUITAS.
Angka bertanda positif dibiarkan tetap positif,  dan yang bertanda negatif
dibiarkan tetap negatif.

Kemudian tinggal menjumlahkan sehingga akan diperoleh Arus Kas dari Aktifitas
Pendanaan.

Dari contoh di atas diperoleh jumlah arus kas dari kegiatan pendanaan adalah
Rp. 30.709.925.565,-

Baca juga artikel bagus yang akan membantu meningkatkan omset bisnis Anda


berikut ini : Accounting Tools dan SOP Akuntansi Keuangan.
 

4. Total Kegiatan Kas (Total Cash Activities)


Total Kegiatan Kas diperoleh dengan menjumlahkan angka total dari masing-
masing kelompok A, B & C di atas.

Dari contoh di atas diperoleh Total Kegiatan Kas sebesar (Rp. 2.193.061.032,-)


5. Saldo Awal Kas (Cash Beginning Balance)
Saldo Awal Kas (Cash Beginning Balance) diambil dari Neraca Tahun 2014.
Data yang diperoleh dari Neraca tahun 2014 diperoleh angkanya sebesar
Rp. 2.510.230.120,-
 

6. Saldo Kas yang Seharusnya (Expected Cash Ending Balance)


Diperoleh dengan menjumlahkan Total Aktivitas Kas dengan Saldo Awal Kas.
Dari data-data di atas diperoleh nilainya sebesar Rp. 317.169.097,-
 

7. Saldo Akhir Kenyataannya (Actual Cash Ending Balance)


Diambil dari data Kas pada Neraca Tahun 2015, nilainya Rp.  317.169.097
 

8. Selisih (Variance)
Untuk memeriksa apakah laporan Arus Kas sudah selesai atau belum dengan
melakukan pengajian akhir dengan membandingkan antara Saldo Kas yang
seharusnya dengan saldo Akhir Kenyataannya (Actual Cash Ending Balance).
“Bila hasil dari perhitungan ditersebut nilai variance-nya 0
(nol), maka laporan arus  kas tersebut sudah sesuai.”
Bila semua langkah di atas telah selesai dibuat, maka hasilnya akhirnya akan
nampak seperti dibawah ini :

Bila disusun dalam bentuk resmi sebuah Laporan Arus Kas akan nampak seperti
berikut ini:
 

05. Laporan Arus Kas Metode Langsung (Direct


Method) 

Berikut ini contoh laporan arus kas metode langsung (Direct Method) :


Elemen laporan arus kas metode langsung (Direct Method) sama saja
dengan Indirect method, yang berbeda adalah sumber data dan langkah-
langkahnya.
Cara atau metode pembuatan Laporan Arus Kas dengan metode langsung
sumber datanya  adalah :

 Buku Kas Bank.


 Buku Kas Kecil (Petty Cash).
Perhatikan 4 (empat) langkah untuk membuat Laporan Arus Kas dengan
metode langsung berikut ini:
Langkah #1. Lakukan pemeriksaan silang
Pemeriksaan terhadap Buku Kas Bank, Rekening Koran (Bank Statement),
Bonggol Check, dan Buku Kas Kecil.
Bila rekonsiliasi bank dan rekonsiliasi petty cash sudah dilaksanakan secara
teratur, angkah #1 ini bisa dilewati.
 
Langkah #2. Eliminasi (menghapuskan) semua transaksi silang antar
buku kas.
 

Langkah #3. Klasifikasikan semua jenis pengeluaran dan pemasukan


kas ke dalam elemen-elemen laporan arus kas.
Aktivitas ini akan memakan banyak waktu, namun bila anda membuatnya pada
saat semua catatan sudah selesai dan laporan arus kas sudah harus selesai.

Dan cara terbaik untuk mengatasi persoalan ini adalah melakukan pekerjaan ini
sejak dari awal dan dilakukan setiap hari dengan seperti itu maka akan terasa
ringan.

Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa elemen-elemen Laporan Arus


Kas adalah  Kegiatan Operasi , Kegiatan Investasi dan Kegiatan pendanaan.

Bagaimana cara memasukan setiap transaksi ke dalam masing-masing


kegiatan tersebut?
Untuk menentukan transaksi apa saja yang tergolong ke dalam masing-masing
kegiatan tersebut, maka dapat menggunakan panduan berikut ini:

Kegiatan Operasi: adalah  semua transaksi yang terkait dengan kegiatan utama
perusahaan.
Yang tergolong ke dalam kegiatan utama perusahaan adalah semua transaksi
yang akan masuk ke dalam laporan Laba Rugi, yaitu transaksi Pendapatan
(revenue), Harga Pokok Penjualan, dan Biaya operasional.
Kegiatan Investasi: adalah semua transaksi yang terkait dengan penjualan dan
pembelian aktiva tetap, penerimaan kas dari piutang, pengembalian cash
advance, pengeluaran kas yang mengakibatkan piutang meningkat.
Termasuk juga dalam hal ini adalah pemberian cash bon (cash advance),
deposit, dan uang muka biaya.
Kegiatan Pendanaan : adalah transaksi-transaksi yang terkait dengan modal
dan kewajiban, yaitu: pengeluaran kas untuk pelunasan utang, penerimaan kas
dari hasil utang baru (bank loans & credit loans).
Penerimaan atas penjualan saham atau surat berharga lainnya.

Langkah #4. Setelah melakukan klasifikasi terhadap semua transaksi,


selanjutnya adalah  mulai menyusun Laporan Arus Kas.
Caranya dengan menjumlahkan setiap jenis kegiatan yang telah dikelompokkan
sesuai dengan  jenis kegiatannya, yaitu operasional, investasi dan pendanaan.
Sehingga menjadi bentuk laporan arus kas.

Saat melakukan langkah-langkah ini tidak perlu lagi berpikir tentang eliminasi
atas transaksi-transaksi accrual atau transaksi-transaksi non cash basis.
Karena pengelompokkan ini telah dilakukan pada buku kas. Sehingga apapun
jenis transaksinya sudah pasti menggunakan kas,.

06. Cara Membuat Laporan Arus Kas Metode Langsung


Excel

Untuk mempermudah pemahaman tentang penyusunan laporan  arus kas 


metode langsung ini, maka saya akan memberikan contoh laporan arus kas
(cash flow) berikut ini:
Langkah Pertama:

Kita akan mengambil contoh data dari Buku Kas Bank, bentuknya bisa seperti ini
:
Dan data dari contoh Buku Petty Cash seperti ini :

Langkah Kedua:

Setelah kita mengambil data dari buku kas bank & buku petty cash seperti pada
langkah pertama.
Langkah selanjutnya adalah :

 Tambahkan 2 (dua) kolom baru di sebelah kiri kolom TRANSAKSI,


masing-masing beri nama kolom KEGIATAN dan CREDIT ACCT.
 Pada kolom Credit Acct, masukkan lawan rekening dari masing-masing
transaksi.
 Pada kolom Kegiatan, masukkan salah satu jenis kegiatan yang sesuai
dengan elemen-elemen dari laporan arus kas, yaitu kegiatan Operasi,
Investasi & Pendanaan hingga semua baris terisi.
Sehingga buku kas bank akan menjadi nampak seperti ini :

Lakukan hal yang sama pada buku petty cash.


Langkah Ketiga:

Selanjutnya gabungkan buku kas bank dengan buku petty cash, caranya


dengan copy paste saja.
Bila sudah digabungkan langkah berikutnya adalah menghitung sub total dengan
cara sebagai berikut :

Blok lembar kerja mulai dari header utama, klik menu DATA – Sub Total
(perhatikan screen shoot dibawah) dengan kondisi : setiap perubahan pada
kolom KEGIATAN jumlahkan kolom JUMLAH.
Klik kotak “replace current subtotal” dan “summary below data”.
Jika sudah, maka hasilnya akan nampak seperti dibawah ini :

Perhatikan : Sekarang masing-masing KEGIATAN sudah ter-subtotal ya.


Langkah Ke-empat:

Lakukan cara yang sama untuk kolom Credit Acct, yaitu dengan


memblok worksheet seperti screen shoot di bawah.
Lalu klik menu DATA-Sub Total dengan kondisi yang berbeda, yaitu: Setiap
perubahan pada kolom CREDIT ACCT jumlahkan lah kolom JUMLAH.
Perhatikan screen shoot dibawah, hilangkan tanda centang pada kotak “replace
current subtotal”.
Instruksi ini bertujuan agar pengelompokan berdasarkan aktivitas tadi, dipecah-
pecah lagi berdasarkan lawan rekeningnya (“credit account”).

Hasilnya akan seperti screen shoot dibawah. Perhatikan angka yang berderet di


pojok kiri atas ( yang tadinya hanya angka 1,2,3 saja sekarang menjadi 1,2,3,4,5.
Bila di-klik angka 3, maka anda akan mendapat laporan seperti dibawah ini :
Semua transaksi dikelompokkan menjadi 3 kelompok besar saja, yaitu :
OPERASI, INVESTASI dan FINANCE dengan jumlahnya masing-masing
tentunya.
Perhatikan kelompok “silang” yang saya kasih tanda di screen shoot, nilainya
jadi nol dengan sendirinya (tanpa perlu di-eliminasi),
Kenapa ?
Karena di kas bank bertanda negatif sedangkan di petty cash bertanda positif,
jika ditotal hasilnya 0 (nol).
Namun kenapa rincian kegiatan dari masing-masing  rekeningnya jadi tidak
kelihatan ya?

Tunggu dulu belum selesai…

Sekarang… coba klik angka 4 di pojok kiri atas, maka anda akan memperoleh
laporan seperti di bawah ini :

Dari contoh-contoh di atas kita bisa melihat bahwa menyusun Laporan Arus Kas
dengan metode langsung lebih lengkap bila dibandingkan dengan metode tidak
langsung.

 
07. Contoh Laporan Arus Kas
A. Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan Dagang
Laporan Arus Kas PT Hero Supermarket
 

B. Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan Jasa


Laporan Arus Kas PT Pelindo III
 

C. Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan Manufaktur


Laporan Arus Kas PT Gudang Garam
 

08. Template Laporan Arus Kas Excel


Untuk mempercepat proses pembuatan Laporan maka saya akan
memberikan template Laporan Arus Kas.
Template  ini disusun sesuai dengan standar akuntansi keuangan (SAK) yang
berlaku di Indonesia.

Sehingga bagi mereka yang belum pernah membuat laporan arus kas pun bisa
membuatnya.

Anda tinggal memasukkan saldo-saldo dari buku besar.

Untuk rekening-rekening yang ada bisa diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan.

Bentuknya adalah seperti berikut ini:


Cara menggunakan template laporan arus kas Excel
Cara menggunakannya sangat mudah:

1. Input data ke sel yang berwarna putih saja, selain yang berwarna putih
anda tidak perlu isi, karena Excel yang akan melakukannya untuk anda.
2. Nama rekening bisa diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan anda.
Ada juga cara lain yang sederhana untuk membuat Laporan Arus Kas, yaitu
dengan membuat kerta kerja/neraca lajur Excel, langkah-langkahnya dapat Anda
baca di Cara Mudah Membuat Laporan Arus Kas dengan Kertas Kerja
Sederhana
 

09. Video Tutorial Cara Membuat Laporan Arus Kas


Sebelum saya akhiri artikel ini, sebagai tambahan pembahasan mengenai cara
membuat arus kas berikut ini saya sajikan 2 video pembelajaran:

Video pertama berisi pengenalan tentang apa itu laporan arus kas beserta
elemen-elemen penyusunnya:

Video kedua ini berisi cara membuat laporan arus kas Excel:

10. Kesimpulan
Demikian pembahasan tentang materi Laporan Arus Kas LENGKAP dari
pengertian, tujuan, bentuk, contoh hingga cara membuat laporan, step by step.
Perhatikan bahwa Laporan ini berorientasi pada ability to perform sebuah
perusahaan.
Ia menunjukkan berapa uang masuk dan uang keluar. Namun tidak peduli pada
apakah perusahaan untung atau tidak.

Sedangkan laba adalah membangun performa perusahaan dan kas adalah


upaya perusahaan untuk mampu membangun performa-nya.

Maka, perhatikan dan amankan arus kas anda untuk membuat perusahaan tetap
hidup dan memiliki performa yang fit.
Dan disertai contoh dan template yang bisa langsung di-implementasikan dalam
pekerjaan atau tugas-tugas Anda.

Semua data dari contoh-contoh di atas telah dilakukan pengujian terhadap


tingkat akurasinya.

Bila terjadi perubahan dan pembaharuan terhadap kebijakan maka kami secara
berkala akan melakukan pembaharuan.