Anda di halaman 1dari 6

Diskusikan topik berikut:

1. Manajemen strategik dalam bentuknya seperti yang kini saudara kenal tidak
terjadi seketika, melainkan melalui proses evolusi yang panjang.Jelaskan secara
detail proses perkembangan dan pasang surut manajemen strategik tersebut.
2. Apakah praktik manajemen strategik di Indonesia sebelum dan sesudah krisis
ekonomi benar-benar mengikuti apa yang dijelaskan secara teoritik. Jelaskan!
Manajemen strategik yang muncul saat ini tidaklah muncul dengan tiba-tiba, tetapi mengalami tahapan
yang sangat panjang. Di negara maju, tahapan manajemen strategis dibagi menjadi empat yaitu:
1. Anggaran dan kontrol keuangan.
2. Perencanaan jangka panjang,
3. Perencanaan strategik
4. Manajemen strategik.
Pada tahapan pertama, muncul awal tahun 1900-an pada saat lingkungan bisnis cenderung stabil dan
selalu seirama dengan kepentingan perusahaan, karena belum muncul para, pesaing, maka perusahaan
hanya membuat anggaran setiap talum dan mengontrol setiap akhir periode anggaran Jangka waktu
yang relatif pendek ini belum dapat mencerminkan suatu prencanaan strategik, sehingga
penekananannya hanyalah pada aspek pengendalian dan bukan untuk maksud strategik. Semangat yang
dianut manajemen pada, tahapan ini adalah pengendalian manajemen, dan target yang dijadikan
ukuran penilaian kinerja adalah memenuhi anggaran yang telah ditetapkan.
Tahapan yang kedua, terjadi pada saat ekonomi dunia mulai tumbuh. Pada. dasarnya tidak jauh berbeda
dengan tahapan pertama, di mana semua tehnik dan alat analisa yang digunakan pada tahapan pertama
tetap digunakan. Perbedaannya hanya terletak pada jangka waktu berlalunya anggaran adalah jangka
panjang, biasanya mencakup lima tahunan. Secara teknis, biasanya dimulai dengan melakukan
peramalan penjualan untuk beberapa tahun kedepan dan kemudian menerjemahkan hasil ramalan
tersebut lebih jauh ke dalam bidang produksi sumber daya manusia, keuangan, dan pemasaran. Dalam
tahapan ini mulai dikenalnya penganggaran modal 'Capital Budgeting' dengan teknik analisa ‘pay back'
dan 'discounted cash flow'.
Tahapan yang ketiga, pada pertengahan dasawarsa. 1960-an lingkungan bisnis mulai banyak berubah.
Perekonomian tidak lagi tumbuh sepesat sebelumnya dan perusahaan baru tumbuh dengan suburnya.
Hal ini berakibat adanya tingkat persaingan yang sangat tinggi dan tajam sehingga secara. tidak langsung
memperkuat posisi konsumen untuk mengadakan tawar menawar. Pimpinan perusahaan lebih
memusatkan pada soal pemasaran yang berorientasi pada pemenuhan kepuasan konsumen dengan
memperhitungkan para pesaing. Pada tahapan ini juga mulai berkembang teknik-teknik baru misalnya
segmentasi bisnis, model regresi program simulasi dan alat analisa matriks yang dikembangkan oleh
Boston Consulting Group, McKinsey dan Little. Konsep ini mulai digunakan perusahaan untuk menyusun
perencanaan strategiknya. Pada tahapan ketiga, ini mulai muncul kesadaran bahwa dengan adanya
perencanaan yang baik akan menjamin suatu rencana. strategik akan berhasil dan perusahaan yang
menerapkan proses tasebut akan mempunyai keuntungan yang tinggi.
Tahapan keempat, mulai mengkombinasikan pola berpikir strategik dengan proses manajemen. Segala,
sesuatu yang bersifat strategik tidak hanya berinti pada proses perencanaan saja tetapi dilanjutkan
sampai pada tingkat operasi dan pengawasan. Mobilisasi dana, daya serta. struktur organisasi juga mulai
dipertimbangkan secara lebih strategik dalam proses manajemen strategik Keberhasilan merencanakan,
menerapkan serta mengawasi penerapan rencana. bisnis akan membuat perusahaan tumbuh dan
berkembang
Sebelum Krisis
Dalam sejarahnya sejak tahun 1966 s.d. pertengahan 1997 ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan
yang tinggi di angka sekitar 7%. Ketika itu pemerintah Indonesia dikatakan sebagai salah satu
pemerintah yang kuat secara politik dan ekonomi, dimana hal tersebut dianggap sebagai faktor dominan
keberhasilan kinerja perusahaan. Produk hukum dan peraturan condong kepada kepentingan bisnis,
aparat terkesan pro pasar, monopoli masih dinikmati oleh sebagian besar perusahaan negara dan ada
halangan politik-hukum dalam memasuki pasar, sehingga persaingan pasar pada level oligopoli
dominan.
Dengan kondisi seperti itu, laba terkesan mudah diperoleh dan akumulasi modal dengan sendirinya
dapat diperoleh., tetapi hal tersebut bukan akibat langsung dari pilihan strategi dan implementasi visi.
Mereka juga tidak merasa perlu mengembangkan tata kelola perusahaan yang bagus (good corporate
governance) yang mungkin malah menjadi penghalang dalam komunikasi dan negosiasi pada pemangku
kepentingan. Etika bisnis terpinggirkan dan biaya tidak terduga besar karena harus selalu menjalin
kedekatan dengan pemerintah agar mendapatkan pasar. Sehingga dapat disimpulkan strategi dan visi
manajemen adalah sebagai pajangan saja.
1. Krisis ekonomi di Indonesia yang terjadi pada pertengahan kedua 1997 ditandai
antara lain oleh melemahnya nilai tukar mata uang rupiah, meroketnya suku
bunga, meningginya tingkat inflasi, dan menurunnya daya beli masyarakat.
Jelaskan secara detail implikasi bisnis yang mungkin ditimbulkannya!
2. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi terbentuknya struktur pasar? Apakah
struktur pasar akan mempengaruhi manajemen strategik suatu perusahaan?
 Silahkan berdiskusi.
JAWABAN 1
Secara umum keempat tanda-tanda krisis ekonomi Indonesia tersebut lebih banyak menimbulkan ancaman bisnis.
Beberapa diantaranya adalah:
1. Rendahnya daya beli dan meningginya inflasi menjadikan permintaan masyarakat terhadap produk menurun
karena jumlah barang yang dapat dibeli berkurang.
2. Suku bunga yang tinggi menjadikan bank sulit menyalurkan kredit yang pada gilirannya menghambat
pertumbuhan sector riil.
3. Tinggi dan fluktuaktifnya nilai tukar mata uang mempersulit pengambilan keputusan. Importir juga mengalami
kesulitan karena barang yang dibeli semakin mahal.
4. Aliran modal berbalik arah dari arus masuk (capital inflow) menjadi keluar (capital outflow).
5. Terjadinya kontraksi penurunan PDB dan pertumbuhan ekonomi Indonesia karena menurunnya permintaan
domestik.
Akan tetapi ancaman bisnis tersebut sesungguhnya tidak juga berlaku umum. Ada jenis usaha yang justru diuntungkan.
Beberapa diantaranya adalah:
1. Industri untuk ekspor sangat diuntungkan karena harga produknya tampak rendah.
2. Industri agrobisnis, pertambangan, perkebunan kelapa sawit, perikanan yang menjual barang barangnya di pasar
luar negeri.
Dengan kata lain, sesungguhnya lebih tepat jika analisis implikasi bisnis dilakukan per industri. Lebih baik lagi jika analisis
dilakukan per perusahaan.

JAWABAN 2
Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya struktur pasar antara lain :
1. tingkat kedewasaan industri
2. partisipasi pemerintah
3. struktur biaya
4. diferensiasi produk
5. derajat integrasi industri
6. jumlah dan tingkat konsentrasi pembeli
7. skala ekonomi
8. pangsa pasar
9. tingkat konsentrasi pasar
10. halangan memasuki pasar.
Setiap struktur pasar tempat di mana perusahaan beroperasi menimbulkan implikasi manajerial dan strategis
yangmberbeda. Perbedaan pilihan itulah yang kemudian berujung pada kinerjambaik buruknya perusahaan. Struktur pasar
tentunya akan mempengaruhi manajemen strategik suatu perusahaan dalam mengambil keputusan strategisnya, karena
paling tidak dengan memperhatikan tiga faktor terakhir yang merupakan faktor terpenting, maka struktur pasar tempat
perusahaan beroperasi telah dapat diketahui dengan kasar, yaitu :
1. Pangsa Pasar
Perusahaan akan mengetahui berapa banyak pesaing yang ada di pasar yang menjual barang-barang yang terkategori
dalam satu jenis industri. Dua dimensi pasar yang perlu diperhatikan adalah dimensi produk yaitu mencakup: tingkat
elastisitas, perbedaan segmen, kelengkapan informasi pasar, perbedaan harga antarprodusen dan indpendensi, sedangkan
dimensi geografis yaitu meliput kebakuan wilayah penjualan perusahaan dan perilaku konsumen.

2. Tingkat Konsentrasi Pasar


Digunakan untuk mengetahui kepekatan pasar oligopoli dari kombinasi beberapa perusahaan yang mendominasi pasar
sehingga akan tampak kekuasaan masing-masing perusahaan dalam mempengaruhi harga pasar.

3. Halangan Memasuki Pasar


Digunakan mengetahui halangan memasuki pasar, maka perusahaan dapat mengetahui apa saja yang mengurangi
kesempatan, kemudahan, kemungkinan dan tingkat kecepatan perusahaan baru (pesaing) dalam memasuki pasar.
Halangan ini dibagi jadi 2 kategoti yaitu endogen yaitu halangan yang secara langsung disebabkan oleh besarnya kekuatan
pengendalian pasar oleh perusahaan yang sudah terlebih dahulu ada dan eksogen yaitu halangan memasuki pasar yang
tidak sepenuhnya disebabkan perusahaan yang mendominasi pasar.
 

Sumber
BMP EKMA4414 Modul 2 KB 2 dan Modul 3 KB 1
Parafrase https://www.indonesia-investments.com/id/budaya/ekonomi/krisis-keuangan-asia/item246
1. Jelaskan keterkaitan antara analisis lingkungan bisnis dengan analisis kekuatan
dan kelemahan perusahaan!
2. Tumbuh-Otokratis adalah salah satu jenis keunikan kepemimpinan dalam
perusahaan. Jelaskan apa yang dimaksudkan dengan model kepemimpinan
tersebut dilihat dari keempat macam manajemen fungsional?
Selamat berdiskusi.

JAWABAN 1

Ujung dari analisis lingkungan bisnis adalah diketahuinya peluang dan ancaman bisnis yang dihadapi
perusahaan. Katakanlah ternyata lingkungan bisnis menyediakan peluang bisnis yang memadai. Ketika
dilihat dari variabel ekonomi misalnya ternyata pendapatan masyarakat meningkat secara memadai. Di
saat yang sama dilihat dari analisis lingkungan industri temyata pesaing yang menjual produk sama atau
serupa dengan milik perusahaan masih amat sedikit. Dengan demikian, sesungguhnya perusahaan
memiliki peluang untuk tumbuh dengan signifikan. Akan tetapi ternyata di sisi lain, perusahaan tidak
memiliki kekuatan modal kerja yang cukup untuk keperluan ekspansi. Dalam keadaan demikian, peluang
bisnis yang telah disediakan oleh lingkungan bisnis menjadi tidak berarti. Jika perusahaan kini tidak
memiliki modal kerja yang cukup, tetapi misalnya perusahaan memiliki hubungan yang baik dengan
perbankan dan oleh karena itu memiliki kemungkinan untuk dengan mudah mendapatkan pinjaman,
dan ini kekuatan perusahaan, maka peluang bisnis tersebut tidak tersia-siakan. Dengan demikian,
kekuatan dan kelemahan perusahaan menjadi salah satu penentu apakah perusahaan dapat memilih
berbagai opsi strategi yang tersedia ketika berhadapan dengan peluang dan ancaman bisnis tertentu.

JAWABAN 2

Tumbuh-Otokratis (T-0) dicirikan oleh sikap agresif dalam memilih strategi manajemen fungsionalnya.
Dilihat dari aspek pemasaran, mereka berorientasi pada pertumbuhan yang diwujudkan dalam
pengembangan produk baru, pengembangan wilayah pemasaran, dan peningkatan pangsa pasar yang
dikuasai. Dilihat dari aspek keuangan, kepemimpinan ini memiliki keberanian mengambil risiko, baik
risiko bisnis maupun finansial. Tidak segan-segan rnelakukan tambahan investasi, sepanjang dinilai
rnerniliki kernungkinan return yang tinggi. Pertirnbangan risiko tidak rnengedepan, pertirnbangan
kernungkinan tarnbahan pendapatan lebih rnengemuka. Dilihat dari sisi rnanajernen sumber day a man
usia, T-0 ditandai oleh adanya kepemimpinan yang kuat dan karisrnatik yang cenderung sentralistik
dalarn pengarnbilan keputusan. Tuntutan terhadap kepatuhan sang at tinggi. Dilihat dari aspek operasi,
T -0 lebih rnengedepankan inovasi yang dianggapnya sebagai pernbuka pintu untuk rnerebut peluang
bisnis. Pengembangan teknologi dan kemungkinan sebagai penentu aturan main di pasar menjadi
demikian penting.

Sumber: BMP EKMA4414/Modul 4