Anda di halaman 1dari 13

1.

Bakteri Escherichia coli

a. Gejala : E. coli merupakan singkatan dari Escherichia coli yang mengacu pada
sekelompok bakteri yang biasanya ditemukan dalam makanan dan air. Kebanyakan
dari bakteri ini tidak berbahaya, tetapi beberapa jenis dapat menyebabkan
penyakit. Penyakit akibat E. coli timbul saat bakteri ini melepaskan racun yang
dinamakan Sehiga sehingga membuat orang sakit. Racun E. coli paling sering
menyebabkan masalah perut dan usus, seperti diare dan muntah. Sebagian kecil
kasus infeksi bisa mengancam jiwa, sementara penderita yang lain akan pulih setelah
sekitar satu minggu. Anak-anak, orang-orang dengan gangguan sistem kekebalan
tubuh, dan orang tua berada pada risiko tertinggi akibat serangan E. coli.
b. Ciri-Ciri : Berbentuk batang ,Bakteri gram negative ,Tidak memiliki spora ,Memiliki
pili ,Anaerobik fakultatif ,Suhu optimum 370C ,Flagella peritrikus ,Dapat
memfermentasi karbohidrat dan menghasilkan gas ,Patogenik, menyebabkan infeksi
saluran kemih.

2. Bakteri Clostridium Tetani


a. Gejala : Menyebabkan penyakit Tetanus ,Sakit kepala ,demam ,otot perut
mengeras ,gelisah diikuti rasa kaku ,sesak nafas yang dapat berakhir pada
kematian
b. Ciri-ciri : Bentuk batang, berukuran panjang 2-5 mikron, lebar 0,4-0,5 mikron,
dapat bergerak, termasuk gram positif anaerob berspora, membentuk exotoxin
yang disebut tetanospasmin (tetanus spasmin), dan ketika bakteri ini
mengeluarkan eksotoxin maka akan menghasilkan 2 eksotoxin yaitu
tetanospasmin dan tetanolisin. Tetanospasminlah yang dapat menyebabakan
penyakit tetanus karena bersifat neurotoxin yang mula-mula akan menyebabkan
kejang otot dan saraf parifer setempat, hidup anaerob, bentuk sporanya lebih
besar dari pada selnya, dan letaknya terminal (diujung) menyerupai sendok.
Bentuk sporanya dapat betahan hidup sampai bertahun-tahun.

3. Bakteri Clostridium botulinum

a. Gejala : Gejala botulisme biasanya terlihat antara 18 hingga 36 jam setelah toksin
dilepaskan dalam tubuh.

Beberapa gejala yang umum terlihat pada kasus botulisme makanan dan luka adalah:

 Kelumpuhan
 Penglihatan ganda
 Kesulitan dalam menelan dan berbicara
 Kesulitan bernapas
 Mual dan muntah

Terlepas dari hal ini, tanda pertama yang terlihat dalam kasus botulisme pada bayi
adalah sembelit. Beberapa gejala lain dari botulisme pada bayi adalah:

 Bayi kesulitan dalam mengendalikan gerakan kepala dan gerakan tubuh lain
 Kesulitan mengisap dan makan
 Kelumpuhan
 Tangisan lemah

Karena bakteri mempengaruhi semua otot dalam tubuh, gejala pertama yang akan
terlihat adalah kesulitan bernafas yang menjadi penyebab kematian paling umum.

Gejala selanjutnya yang tampak adalah kesulitan berbicara dan menelan.

b. Ciri-ciri : bakteri berbentuk bacill (batang), anaerobik (tidak dapat tumbuh di


lingkungan yang mengandung oksigen bebas), Gram-positif, dapat membentuk
spora, dan dapat memproduksi racun syaraf yang kuat. Sporanya tahan panas dan
dapat bertahan hidup dalam makanan dengan pemrosesan yang kurang sesuai atau
tidak benar, Panjangnya antara 3 μm hingga 7 – 8 μm. Lebarnya antara 0,4 μm
hingga 1,2 μm, bakteri yang bersifat mesophilic dengan suhu optimum untuk tumbuh
yaitu 370 C untuk strain jenis A dan B serta 300 C untuk strain jenis E. Suhu terendah
dari strain jenis A dan B adalah 12,50 C namun pernah juga dilaporkan bahwa kuman
dapat tumbuh pada suhu 100 C.

4. Bakteri Salmonella typhosa

a. Gejala : diare, keram perut, dan demam dalam waktu 8-72 jam setelah
memakan makanan yang terkontaminasi oleh Salmonella. Gejala lainnya
adalah demam, sakit kepala, mual dan muntah-muntah, menyebabkan
penyakit tifus.

b. Ciri-ciri : bakteri gram negatif berbentuk batang. Bakteri gram negatif tidak
mempertahankan pewarna kristal violet yang digunakan dalam metode
pewarnaan gram karena fakta bahwa mereka memiliki dinding sel yang tipis.
Bakteri gram negatif sering berbahaya bagi inang, yang merupakan kasus
untuk banyak bakteri Salmonella.
Bakteri Salmonella memiliki panjang antara 2 dan 5 mikrometer dan diameter
0,7-1,5 mikrometer. Mereka memiliki flagela, yang proyeksi seperti ekor yang
terbuat dari protein yang membantu bakteri untuk bergerak.

5. Bakteri Nitrosomonas

a. Gejala : pada anak ayam berupa sesak napas dan hidung berlendir.

b. Ciri-ciri : bakteri aerob,menyuburkan tanah, menggunakan oksigen bebas dalam


proses respirasinya.

6. Bakteri Thiobacillus denitrificans

a. Gejala : mengurangi nitrit dan menghasilkan N atau disebut denitrifikasi


b. Ciri-ciri : tergolong organisme autotrofik, acidophilic, mes ophile terjadi di
tunggal atau kadang-kadang berpasangan atau rantai, tergantung pada kondisi
pertumbuhan. Strain yang sangat motil telah digambarkan maupun non-motil ,
memperoleh makanannya berasal dari sisa-sisa organism yang telah
mati,sampah,kotoran, bangkai.
7. Bakteri lactobacillus bulgaricus

a. Gejala : Meningkatkan kemampuan usus besar menyerap zat mutagenik dan


mencegah kanker ,Meningkatkan kekebalan tubuh dengan kandungan zat
antitumor ,Alternatif untuk diet sehat karena memiliki kandungan gizi sangat tinggi,
sedangkan kandungan lemaknya justru rendah ,Menurunkan risiko infeksi candida
pada penderita diabetes ,Mencegah osteoporosis.
b. Ciri-ciri : berbentuk basil (batang) tunggal, digunakan untuk membuat yogurt,
memperoleh makanannya berasal dari sisa-sisa organism yang telah
mati,sampah,kotoran, bangkai.

8. Bakteri Mycobacterium tuberculosis

a. Gejala : demam, menggigil, berkeringat di malam hari, hilangnya nafsu


makan, berat badan turun, dan lesu. Dapat pula terjadijari tabuh yang
signifikan.
b. Ciri-ciri :
1. Merupakan jenis kuman berbentuk batang berukuran panjang 1-4 mm
dengan tebal 0,3-0,6mm.
2. Bakteri tidak berspora dan tidak berkapsul.
3.PewarnaanZiehl- Nellse n tampak berwarna merah dengan latar belakang
biru.
4. Bakteri sulit diwarnai dengan Gram tapi jika berhasil hasilnya Gram positif.
5. Pemeriksaan menggunakan mikroskop elektron dinding sel tebal, mesosom
mengandung lemak (lipid) dengan kandungan 25%, kandungan lipid memberi
sifat yang khas pada bakteri yaitu tahan terhadap kekeringan, alkohol, zat
asam, alkalis dan germisida tertentu.
6. Sifat tahan asam karena adanya perangkap fuksin intrasel, suatu
pertahanan yang dihasilkan dari komplek mikolat fuksin yang terbentuk di
dinding.
7.Pertumbuhan sangat lambat, dengan waktu pembelahan 12-18 jam dengan
suhu optimum 37oC
8. Kuman kering dapat hidup di tempat gelap berbulan-bulan dan tetap
virulen.
9. Kuman mati dengan penyinaran langsung matahari.

9. Bakteri Neisseria gonorrhoeae

a. Gejala : Sekitar 10 persen pria yang terinfeksi dan 50 persen dari wanita yang
terinfeksi tidak mengalami gejala sehingga banyak penderita gonore menularkannya
kepada pasangan mereka tanpa disadari.
Biasanya lebih mudah untuk mengenali gejala gonore pada pria dibandingkan wanita
karena gejala awal pada wanita mungkin sangat ringan atau tidak begitu jelas
sehingga sering keliru dianggap sebagai infeksi vagina atau infeksi saluran kemih.
Infeksi akan menjalar ke organ panggul wanita jika tidak segera diobati dan bisa
menyebabkan pendarahan pada vagina, sakit pada perut bagian bawah, demam, dan
sakit saat melakukan hubungan seksual.
Gejala gonore yang sering muncul, baik pada pria maupun wanita, di antaranya
adalah saat buang air kecil akan terasa sakit atau perih dan keluarnya cairan kental
berwarna kuning atau
hijau dari vagina atau penis. Oleh karena itu, penyakit ini dikenal dengan sebutan
‘kencing nanah’.
b. Ciri-ciri :
1. bulat, lonjong, dengan sisi saling berhadapan seperti biji kopi
2. bakteri gram negatif, 
3. diplokokus non motil, 
4. berdiameter mendekati 0,8 μm
5. tidak berflagel
6. tidak berspora
7. tidak berkapsul 

10. Bacterium papaya

a. Gejala : menyebabkan penyakit pada tumbuhan pepaya yang menyebabkan


daunnya terkulai dan gugur. Serta pucuk tanaman akan membusuk yang akan
terus menjalar ke seluruh tubuh tanaman.
b. Ciri-ciri :
1.Uniseluler prokariotik
2.Memiliki dinding sel yang tersusun atas peptidoglikan (gula dan protein)
3.Ukuran tubuhnya sekitar 1 – 5 mikron
4.Apabila berada di lingkungan yang kurang menguntungkan akan membentuk
endospora
5.Ada yang memiliki flagel dan ada juga yang tidak memiliki flagel
6.Hidup kosmopolitan, artinya dapat hidup di segala tempat, misalnya di darat,
udara, air, bahkan tubuh manusia
7.Berkembang biak dengan cara membelah diri, konjugasi (perkawinan dua
individu yang belum diketahui jenis kelaminnya), transformasi (pemindahan
materi genetik) dan transduksi (pemindahan sebagian materi genetik melalui
perantara virus).
8.Dapat mensekresikan lendir ke permukaan dinding sel membentuk Kapsul yang
terdiri dari glikoprotein (protein dan glikogen) yang memiliki fungi sebagai
perlindungan dari kekeringan
9.Ada yang memiliki klorofil, ada pula yang tidak berklorofil

11. Bakteri Bacillus anthracis

a. Gejala :

Terdapat tiga jenis antrax, masing-masing dengan tanda dan gejala yang
berbeda.Dalam kebanyakan kasus, gejala berkembang dalam waktu tujuh hari
setelah terpapar oleh bakteri.Berikut adalah 3 jenis anthrax dan gejalanya:

1. Anthrax kulit (cutaneous anthrax)

Anthrax jenis ini masuk ke dalam tubuh melalui luka pada kulit dan menjadi jenis
paling umum dari anthrax.Anthrax kulit juga paling ringan dan dengan
pengobatan yang tepat jarang berakibat fatal.

Tanda dan gejala antrax kulit meliputi:

– Kulit yang bengkak dan benjol serta gatal menyerupai gigitan serangga yang
cepat berkembang menjadi sakit dengan pusat bengkak berwarna kehitaman
– Pembengkakan pada kelenjar getah bening dekat area yang terkena

2. Antrax gastrointestinal

Anthrax jenis ini terjadi saat seseorang memakan daging tidak matang dari
hewan yang terinfeksi.Tanda dan gejala anthrax gastrointestinal meliputi:

– Mual
– Muntah, yang sering disertai darah pada tahap lanjut penyakit
– Kehilangan nafsu makan
– Demam
– Diare parah disertai darah pada tahap akhir penyakit
– Sakit tenggorokan dan kesulitan menelan
– Leher bengkak

3. Anthrax Inhalasi (inhalation anthrax)

Anthrax inhalasi terjadi ketika seseorang menghirup spora anthrax dan menjadi
jenis yang paling mematikan.Tanda dan gejala awal antrax inhalasi meliputi:

– Gejala seperti flu, seperti sakit tenggorokan, demam ringan, kelelahan dan
nyeri otot yang dapat berlangsung beberapa jam atau beberapa hari

– Ketidaknyamanan pada dada

Seiring penyakit semakin berkembang, gejala akan meliputi:

– Demam tinggi

– Kesulitan bernapas

– Shock

– Meningitis – peradangan otak dan sumsum tulang belakang yang berpotensi


mengancam nyawa

b. Ciri-ciri : ukuran panjang 3-5 mikrometer, lebar mereka adalah 1-1,2 mikrometer.
Bacillus anthracis adalah bakteri Gram-positif dengan tubuh berbentuk batang.

12. Bakteri termofil


a. Gejala : diare yang berair dan lengket, sakit kepala, mual, pusing, kram perut,
nyeri otot, dan demam.
b. Ciri-ciri : bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C,
terdapat pada tempat bersuhu tinggi,di tanah ,air laut, pada suhu.

13. Bakteri Treponema pallidum

a. Gejala : menyebabkan penyakit sifilis

Sifilis primer

Penderita sifilis mengalami gejala yang dimulai dengan lesi atau luka pada alat
kelamin atau di dalam dan sekitar di mulut. Luka yang terjadi berbentuk seperti
gigitan serangga tapi tidak menimbulkan rasa sakit. Pada tahap ini, jika orang yang
terinfeksi berhubungan seksual dengan orang lain, penularan sangat mudah terjadi.
Luka ini bertahan selama 1-2 bulan. Pada akhirnya, lesi ini akan sembuh tanpa
meninggalkan bekas.

Sifilis sekunder

Penderita sifilis sekunder akan mengalami ruam merah seukuran koin kecil dan
biasanya ruam ini muncul pada telapak tangan dan telapak kaki. Gejala lain yang
mungkin muncul adalah demam, turunnya nafsu makan, radang tenggorokan dan
kutil kelamin. Fase ini bisa bertahan selama satu hingga tiga bulan.

Sifilis laten

Setelah fase sifilis sekunder, sifilis seakan-akan menghilang dan tidak menimbulkan
gejala sama sekali. Masa laten ini bisa bertahan sekitar dua tahun sebelum kemudian
lanjut ke masa yang paling berbahaya dalam infeksi sifilis yaitu sifilis tersier.

Sifilis tersier

Jika infeksi tidak terobati, sifilis akan berkembang ke tahapan akhir, yaitu sifilis
tersier. Pada tahap ini, infeksi bisa memberi efek yang serius pada tubuh. Beberapa
akibat dari infeksi pada tahapan ini adalah kelumpuhan, kebutaan, demensia,
masalah pendengaran, impotensi, dan bahkan kematian jika tetap tidak ditangani.

Sifilis paling mudah menular pada fase sifilis primer dan sekunder. Jika Anda merasa
terinfeksi sifilis, segera periksakan diri ke dokter atau klinik spesialis penyakit
kelamin untuk memastikan diagnosis terhadap sifilis. Makin cepat sifilis diobati,
maka makin kecil kemungkinan sifilis berkembang menjadi penyakit yang serius.

b. Ciri-ciri :

1. Berbentuk spiral

2. Berukuran panjang : 6 – 15 mm, tebal 0,25 mm

3. Terdiri dari 8 – 24 kumparan

4. Dapat bergerak maju mundur, berotasi, undulasi dari sisi yang satu ke sisi
yang lain

5. Berkembang biak dengan cara membelah secara melintang

6. Stadium aktif berlangsung setiap 30 jam

7. Tidak dapat bertahan di udara kering, suhu panas, desinfektans, sabun

8. Tidak dapat dibiak di media buatan, namun dapat diinokulasi pada hewan
percobaan

14. Bakteri streptomyces griseus


a. Gejala : sebagai antibiotic dan bakteri yang tidak menimbulkan penyakit pada
hospes/inang.

b. Ciri-ciri : bakteri gram positif yang menghasilkan spora yang dapat ditemukan di
tanah. Bakteri ini nonmotil dan berfilamen. Selain ditemukan pada tanah, bakteri
ini juga dapat ditemukan pada tumbuhan yang membusuk. koloni mereka yang
keras, berbulu dan tidak/jarang berpigmen.

15. Bakteri staphylococcus aurens

a. Gejala : bernanah dapat menyebabkan demam tinggi, menggigil, dan tekanan


darah rendah, Infeksi kulit

b. Ciri-ciri :

1.    Berbentuk bulat dengan diameter kira-kira 0,5 – 1,5 µm.


2.    Warna koloni putih susu atau agak krem
3.    Tersusun dalam kelompok secara tidak beraturan.
4.    Bersifat fakultatif anaerobic
5.    Pada umumnya tidak memiliki kapsul
6.    Bakteri ini juga termasuk juga bakteri nonsporogenous (tidak berspora)
7.    Sel-selnya bersifat positif-Gram, dan tidak aktif melakukan pergerakan
(non motile)
8.    Bersifat pathogen dan menyebabkan lesi local yang oportunistik
9.    Menghasilkan katalase
10.  Tahan terhadap pengeringan, panas dan Sodium Khlorida (NaCl) 9 %
11.  Pertumbuhannya dapat dihambat dengan cepat oleh bahan kimia tertentu
seperti Hexachlorophene 3%.
12.  Sebagian besar adalah saprofit yang hidup di alam bebas, namun habibat
Alamiahnya adalah pada permukaan epitel golongan primate/mamalia.