Anda di halaman 1dari 26

MACAM & JENIS KURIKULUM |1

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan atas kehadiran Allah SWT yang
telah membarikan rahmad dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun makalah
ini dengan baik dan tepat pada waktunya tanpa ada halangan suatu apapun. Dalam
makalah ini kami membahas mengenai “MACAM-MACAM DAN JENIS-JENIS
KURIKULUM DI INDONESIA”

Makalah ini dapat terselesaikan tentunya tidak lepas dari peran semua pihak,
baik dari segi material maupun spiritual. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima
kasih yang se besar besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam
penyusunan makalah ini.

Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada


makalah ini. Oleh karena itu, kami mengundang pembaca untuk memberikan saran
serta kritik yang dapat membangun karya kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat
kami harapakan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Surabaya, 2019

Penyusun
MACAM & JENIS KURIKULUM |2

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................................1
DAFTAR ISI............................................................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN.........................................................................................................3
A. Latar belakang.............................................................................................................3
B. Rumusan Masalah...........................................................................................................3
BAB II PEMBAHASAN..........................................................................................................4
1.        Pengertian kurikulum..............................................................................................4
2.         Macam-macam model konsep Kurikulum.............................................................5
a) Kurikulum subjek akademis...................................................................................5
b) Kurikulum Humaniastik.........................................................................................6
c) Kurikulum Rekonstruksi Sosial..............................................................................7
d) Kurikulum Teknologi..............................................................................................8
3.  Pembagian Kurikulum.................................................................................................12
1. Separated Subject Curriculum............................................................................14
2. Correlated Curriculum (Pelajaran Saling Berhubungan)..................................16
3. Integrated curriculum (kurikulum yang dipadukan).........................................19
BAB III PENUTUP...............................................................................................................23
A. KESIMPULAN..........................................................................................................23
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................24
MACAM & JENIS KURIKULUM |3

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar belakang

Kurikulum merupakan alat yang sangat penting bagi keberhasilan suatu


pendidikan. Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit untuk mencapai
tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan. Dalam sejarah pendidikan di
Indonesia sudah beberapa kali diadakan perubahan dan perbaikan kurikulum
yang tujuannya sudah tentu untuk menyesuaikannya dengan perkembangan dan
kemajuan zaman, guna mencapai hasil yang maksimal.

Dalam pengembangan kurikulum telah diungkapkan empat aliran


pendidikan yaitu pendidikan klasik, pribadi, teknologi, interaksionis. Empat
aliran itu bertolak dari asumsi yang berbeda dan mempunyai pandangan yang
berbeda pula tentang kedudukan dan peranan pendidik, peserta didik, isi,
maupun proses pendidikan. Empat aliran atau teori pendidikan tersebut
memiliki model konsep kurikulum dan praktik pendidikan yang berbeda.
Model konsep kurikulum dan teori pendidikan klasik disebut kurikulum subjek
akademis, pendidikan pribadi disebut kurikulum humanistic, teknologi
pendidikan disebut kurikulum teknologis dan dari pendidikan interaksionis
disebut kurikulum rekonstruksi sosial.1

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian kurikulum?
2. Bagaimana Macam-macam Model Konsep Kurikulum dan macam-macam
kurikulum di Indonesia ?
3. Bagaimana Pembagian Kurikulum?
4. Apa Saja Jenis-Jenis Kurikulum?

1 . Nana Syaodih Sukmadinata, PENGEMBANGAN KURIKULUM Teori dan Praktek, PT. Remaja


Rosdakarya, Bandung, 1997, hlm. 81
MACAM & JENIS KURIKULUM |4

BAB II

PEMBAHASAN
1.        Pengertian kurikulum
Perkataan kurikulum dikenal sebagai istilah dalam dunia pendidikan
sejak kurang lebih satu abad yang lampau. Perkataan ini belum terdapat dalam
kamus Webster tahun 1812 dan baru timbul untuk pertama kalinya dalam
kamus tahun 1856. Artinya pada waktu itu ialah: “1. A race course; a placa for
running; a chariot. 2. A course in general; applied particulary to the course of
study in university”. Jadi ”kurikulum” dimaksud suatu jarak yang harus
ditempuh oleh pelari atau kereta dalam perlombaan, dari awal sampai akhir.
“Kurikulum” juga berarti “chariot” semacam kereta pacu pada zaman dahulu,
yakni suatu alat yang membawa seorang dari “start” sampai “finish”.

Definisi kurikulum menurut para ahli kurikulum

1. J. Galen Saylor dan William M. Alexander dalam buku Curriculum


Planning For Better Teaching and Learning (1956) menjelaskan arti
kurikulum sebagai berikut. “The curriculum is the sum total of school’s
efforts to influence learning, whether in the classroom, on the playground,
or out of school”. Jadi segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak
belajar, apakah dalam ruang kelas, di halaman sekolah atau di luar sekolah
termasuk kurikulum. Kurikulum meliputi juga apa yang disebut kegiatan
ekstra-kurikuler.
2. Harold B. Albertics. Dalam Reorganizing the High School
Curriculum (1965) memandang kurikulum sebagai “all of the activities that
are provided for students by the school”. Seperti halnya ddengan definisi
saylor dan Alexander, kurikulum tidak terbatas pada mata pelajaran, akan
tetapi juga meliputi kegiatan-kegiatan lain, di dalam dan luar kelas, yang
berada di bawah tanggung jawab sekolah. Definisi melihat manfaat
kegiatan dan pengalaman siswa di luar mata pelajaran tradisional.
MACAM & JENIS KURIKULUM |5

3. B. Othanel Smith, W.O. Stanley, dan J. Harlan Shores memandang


kurikulum sebagai “a sequence of potential experiences set up in the school
for the purpose of disciplining children and youth in group ways of
thinking and acting”. Mereka melihat kurikulum sebagai sejumlah
pengalaman yang secara potensial dapat diberikan kepada anak dan
pemuda, agar mereka dapat berpikir dan berbuat sesuai dengan
masyarakatnya.2

2.         Macam-macam model konsep Kurikulum


a) Kurikulum subjek akademis

Model konsep kurikulum ini adalah model yang tertua, sejak sekolah
yang pertama berdiri, kirikulumnya mirip dengan ini. Sampai sekarang
walaupun telah berkembang tipe-tipe lain, umumnya sekolah tidak dapat
melepaskan tipe ini. Mengapa demikian? Kurikulum ini sangat praktis, mudah
disusun, mudah digabungkan dengan tipe lainnya.

Kurikulum subjek akademis bersumber dari pendidikan klasik


(perenialisme dan esensialisme) yang beroriemtasi pada masa lalu. Semua ilmu
pengetahuan dan nilai-nilai telah ditemukan oleh para pemikir masa lalu.
Fungsi pendidikan memelihara dan mewariskan hasil-hasil budaya masa lalu
tersebut. Kurikulum ini lebih mengutamakan isi pendidikan. Belajar adalah
berusaha menguasai ilmu sebanyak-banyaknya. Orang yang berhasil dalam
belajar adalah orang yang menguasai seluruh atau sebagian besar isi
pendidikan yang diberikan atau disiapkan oleh guru.

Ciri-ciri Kurikulum Subjek Akademis

Tujuan kurikulum subjek akademis adalah member pengetahuan yang


solid serta melatih para siswa menggunakan ide-ide dan proses “penelitian”.
Dengan berpengetahuan dalam berbagai disiplin ilmu, para siswa diharapkan
memiliki konsep-konsep dan cara-cara yang dapat terus dikembangkan dalam

2. S. Nasution, Asas-Asas Kurikulum, PT. Bumi Aksara, Jakarta, 1994, hlm. 1-5


MACAM & JENIS KURIKULUM |6

masyarakat yang lebih luas. Para siswa harus belajar menggunakan pemikiran
dan dapat mengontrol dorongan-dorongannyasekolah harus memberi
kesempatan kepada para siswa untuk merealisasikan kemampuan mereka
mengusai  warisan budayadan jika mungkin memperkayanya.

Metode yang paling banyak digunakan dalam kurikulum subjek


akademis adalah metode ekspositori dan inkuiri. Ide-ide diberikan guru
kemudian dielaborasi (dilaksanakan) siswa sampai mereka kuasai. Konsep
utama disusun secara sistematis, dengan ilustrasi yang jelas untuk selanjutnya
dikaji. Dalam materi disiplin ilmu yang diperoleh, dicari berbagai masalah
penting, kemudian dirumuskan dan dicari cara pemecahannya.

Tentang kegiatan evaluasi, kurikulum subjek akademis menggunakan


bentuk evaluasi yang bervariasi disesuaikan tujuan dan sifat mata pelajaran.3

b) Kurikulum Humaniastik

Kurikulum Humanistik dikembangkan oleh para ahli pendidikan


humanistic. Kurikulum ini berdasarkan konsep aliran pendidikan konsep
pribadi (personalized education) yaitu John Dewey (progressive education)
dan J.J. Rousseau (Romantic education). Aliran ini lebih memberikan tempat
utama kepada siswa. Mereka percaya bahwa siswa mempunyai potensi, punya
kemampuan, dan kekuatan untuk berkembang. Para pendidik humanis juga
berpegang pada konsep Gestalt, bahwa individu atau anak merupakan satu
kesatuan yang menyeluruh. Pendidikan diarahkan kepada membina manusia
yang utuh bukan saja segi fisik dan intelektualnya, tetapi juga segi social dan
afektif (emosi, sikap, perasaan, nilai, dll).

Pendidikan mereka lebih menekankan bagaimana mengajar siswa


(mendorong siswa), dan bagaimana merasakan atau bersikap terhadap sesuatu.
Tujuan pengajaran adalah memperluas kesdaran diri sendiri dan mengurangi
kerenggangan dan keterasingan dari lingkungan. Ada beberapa aliran yang
3. Nana Syaodih Sukmadinata, Op.Cit, hlm. 81-85
MACAM & JENIS KURIKULUM |7

termasuk dalam pendidikan humanistic yaitu pendidikan konfluen, kritikisme


radikal, dan mistikisme modern.

Ciri-ciri kurikulum Humanistik

Tujuan kurikulum ini adalah proses perkembangan pribadi yang


dinamis yang diarahkan pada pertumbuhan, integritas, dan otonomi
kepribadian.

Kurikulum humanistic menekankan integrasi, yaitu kesatuan perilaku


bukan hanya bersifati intelektual tetapi juga emosional dan tindakan.

Model evaluasi lebih mengutamakan proses dari pada hasil.4

c) Kurikulum Rekonstruksi Sosial

Kurikulum ini berbeda dengan model kurikulum lainnya. Kurikulum ini


lebih memusatkan perhatian pada problema-problema yang dihadapinya dalam
masyarakat. Kurikulum ini bersumber pada aliran pendidikan interaksional.
Menurut mereka pendidikan bukan upaya sendiri, melainkan kegiatan bersama,
interaksi, kerja sama. Kerja sama atau interaksi bukan hanya terjadi antara
siswa dan guru, tetapi juga antara siswa dengan siswa, siswa dengan orang-
orang di lingkungannya, dan dengan sumber belajar lainnya. Melalui interaksi
dan kerja sama ini siswa berusaha memecahkan problema-problema  yang
dihadapinya dalam masyarakat menuju pembentukan masyarakat yang lebih
baik.

Para rekonstruksionis sosial tidak mau terlalu menekankan kebebasa


individu. Mereka ingin meyakinkan murid-murid bagaimana masyarakat
memenuhi kebutuhan pribadi warganya melalui consensus sosial.

4. Ibid, hlm. 86-91


MACAM & JENIS KURIKULUM |8

Ciri-ciri Kurikulum Rekontruksi Sosial

Tujuan utama kurikulum ini adalah menghadapkan para siswa pada


tantangan, hambatan-hambatan atau gangguan-gangguan yang dihadapi.
Kegiatan belajar dipusatkan pada masalah-masalah sosial yang mendesak.

Pola organisasi kurikulum disusun seperti sebuah roda di tengah-


tengahya sebagai poros dipilih sesusatu masalah yang menjadi tema utama dan
dibahas secara pleno. Dari tema di jabarkan sejumlah topik yang di bahas
dalam diskusi-diskusi kelompok.5

d)  Kurikulum Teknologi

Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi dibidang pendidikan


berkembang pula teknologi pendidikan. Aliran ini ada persamaanya dengan
pendidikan klasik yaitu menekankan isi kurikulum, tetapi di arahkan bukan
pada pemeliharaan dan pengawetan ilmu tersebut akan tetapi pada penguasaan
kompetensi. Suatu ompetensi yag besar di uraikan menjdi perilaku –prilaku
yang dpat di amati dan diukur.

Penerapan teknologi dalam bidang pendidikan khususnya kurikulum


adalah dalam dua bentuk, yaitu bentuk perangkat lunak (sofwere) dan
perangkat kersas (hardware). Penetapan teknologi perangkat keras dalam
pendidikan dikenal sebagai teknologi alat (tools technology), sedangkan
penerapan teknologi perangkat lunak disebut juga teknologi system (system
technology).

Teknologi  pendidikan dalam arti teknologi alat, lebih menekankan


kepada penggunaan alat-alat teknologis untuk menunjang efisiensi dan
efektifitas pendidikan. Kurikulumya berisi rencana-rencana penggunaan
berbagai alat contoh-contoh model pengajaran modul, pengajaran bantuan
computer, dan lain lain.

5. Ibid, hlm. 91-95


MACAM & JENIS KURIKULUM |9

Ciri-ciri Kurikulum Teknologi

Tujuanya diarahkan kepada penguasaan kompetensi, yang diruskan


dalam bentuk periaku.

Pengajaran bersifat indifidual tiap siswa menghadapi serentetan tugas


yang harus dikerjakanya dan maju sesuai kecepatan masing-masing. Evaluasi
dilakukan setiap saat, pada akhir suatu pelajaran, ataupun semester.6

Sedangkan macam-macam kurikulum yang ada di Indonesia, antara lain:

1. Kurikulum 1947 atau disebut Rentjana Pelajaran 1947

Ini adalah kurikulum pertama sejak Indonesia merdeka. Perubahan arah


pendidikan lebih bersifat politis, dari orientasi pendidikan Belanda ke
kepentingan nasional. Saat itu mulai ditetapkan asas pendidikan ditetapkan
Pancasila. Kurikulum ini sebutan Rentjana Pelajaran 1947, dan baru
dilaksanakan pada 1950.

Karena kurikulum ini lahir dikala Indonesia baru merdeka, maka


pendidikan yang diajarkan lebih menekankan pada pembentukan karakter
manusia Indonesia merdeka, berdaulat, dan sejajar dengan bangsa lain di muka
bumi ini. Fokus Rencana Pelajaran 1947 tidak menekankan pendidikan pikiran,
melainkan hanya pendidikan watak, kesadaran bernegara dan bermasyarakat.

2. Kurikulum 1952, Rentjana Pelajaran Terurai 1952

Adanya kurikulum ini merupakan penyempurnaan kurikulum


sebelumnya, merinci setiap mata pelajaran sehingga dinamakan Rentjana
Pelajaran Terurai 1952. Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem
pendidikan Indonesia. Seperti setiap pelajaran dihubungkan dengan kehidupan
sehari-hari. Silabus mata pelajaran menunjukkan secara jelas seorang guru
mengajar satu mata pelajaran.

6. Ibid. hlm. 96-97
M A C A M & J E N I S K U R I K U L U M | 10

3. Kurikulum 1964, Rentjana Pendidikan 1964

Pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum pada 1964,


namanya Rentjana Pendidikan 1964. Kurikulum ini bercirikan bahwa
pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan
akademik untuk pembekalan pada jenjang SD. Sehingga pembelajaran
dipusatkan pada program Pancawardhana, yaitu pengembangan moral,
kecerdasan, emosional atau artistik, keprigelan (keterampilan), dan jasmani.

4. Kurikulum 1968

Kurikulum pertama sejak jatuhnya Soekarno dan digantikan Soeharto.


Bersifat politis dan menggantikan Rentjana Pendidikan 1964 yang dicitrakan
sebagai produk Orde Lama. Kurikulum ini bertujuan membentuk manusia
Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan
keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama.
Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada
pelaksanaan UUD 1945 secara murni.

Cirinya, muatan materi pelajaran bersifat teoretis, tidak mengaitkan


dengan permasalahan faktual di lapangan. Titik beratnya pada materi apa saja
yang tepat diberikan kepada siswa di setiap jenjang pendidikan. Isi pendidikan
diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta
mengembangkan fisik sehat dan kuat.

5. Kurikulum 1975

Pemerintah memperbaiki kurikulum pada tahun itu. Kurikulum ini


menekankan pendidikan lebih efektif dan efisien. Menurut Mudjito, Direktur
Pembinaan TK dan SD Departemen Pendidikan Nasional kala itu, kurikulum
ini lahir karena pengaruh konsep di bidang manajemen MBO (management by
objective). Metode, materi, dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur
M A C A M & J E N I S K U R I K U L U M | 11

Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI), dikenal dengan istilah satuan


pelajaran, yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan.

6. Kurikulum 1984

Kurikulum ini mengusung pendekatan proses keahlian. Meski


mengutamakan pendekatan proses, tapi faktor tujuan tetap penting. Kurikulum
ini juga sering disebut “Kurikulum 1975 disempurnakan”. Posisi siswa
ditempatkan sebagai subjek belajar. Dari mengamati sesuatu,
mengelompokkan, mendiskusikan, hingga melaporkan. Model ini disebut Cara
Belajar Siswa Aktif (CBSA).

7. Kurikulum 1994 dan Suplemen Kurikulum 1999

Pada tahun 1994 pemerintah memperbarui kurikulum sebagai upaya


memadukan kurikulum kurikulum sebelumnya, terutama Kurikulum 1975 dan
1984. Namun, perpaduan antara tujuan dan proses belum berhasil. Sehingga
banyak kritik berdatangan, disebabkan oleh beban belajar siswa dinilai terlalu
berat, dari muatan nasional sampai muatan lokal. Misalnya bahasa daerah,
kesenian, keterampilan daerah, dan lain-lain.

8. Kurikulum 2004, KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi)

Pada 2004 diluncurkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)


sebagai pengganti Kurikulum 1994. Suatu program pendidikan berbasis
kompetensi harus mengandung tiga unsur pokok, yaitu pemilihan kompetensi
sesuai, spesifikasi indikator-indikator evaluasi untuk menentukan keberhasilan
pencapaian kompetensi, dan pengembangan pembelajaran.

KBK mempunyai ciri-ciri sebagai berikut, menekankan pada


ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal,
berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman. Kegiatan belajar
menggunakan pendekatan dan metode bervariasi, sumber belajar bukan hanya
guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.
M A C A M & J E N I S K U R I K U L U M | 12

9. Kurikulum 2006, KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)

Kurikulum ini hampir mirip dengan Kurikulum 2004. Perbedaan


menonjol terletak pada kewenangan dalam penyusunannya, yaitu mengacu
pada jiwa dari desentralisasi sistem pendidikan Indonesia. Pada Kurikulum
2006, pemerintah pusat menetapkan standar kompetensi dan kompetensi dasar.
Guru dituntut mampu mengembangkan sendiri silabus dan penilaian sesuai
kondisi sekolah dan daerahnya. Hasil pengembangan dari semua mata
pelajaran dihimpun menjadi sebuah perangkat dinamakan Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP).

10. Kurikulum 2013

Kurikulum ini adalah pengganti kurikulum KTSP. Kurikulum 2013


memiliki tiga aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan,
dan aspek sikap dan perilaku. Di dalam Kurikulum 2013, terutama di dalam
materi pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang
ditambahkan. Materi yang dirampingkan terlihat ada di materi Bahasa
Indonesia, IPS, PPKn, dsb., sedangkan materi yang ditambahkan adalah materi
Matematika.

3.  Pembagian Kurikulum
1. Berdasarkan Konsep dan Pelaksanaannya
a. Kurikulum ideal yakni kurikulum yang berisi sesuatu yang ideal dan yang
dicita-citakan. kurikulum ini diharapkan dapat dilaksanakan dan berfungsi
sebagai acuan atau pedoman guru dalam proses belajar dan mengajar.oleh
karena itu kurikulum ideal merupakan pedoman bagi guru, maka maka
kurikulum ini juga dinamakan kurikulum formal atau kurikulum tertulis
(written curriculum). contoh dari kurikulum ini adalah kurikulum sebagai
M A C A M & J E N I S K U R I K U L U M | 13

suatu dokumen seperti kurikulum SMU 1989,kurikulum SD 1975 yang


berlaku pada tahun itu dan lain sebagainya.
b. Kurikulum aktual yakni kurikulum yang dilaksanakan dalam proses
pengajaran dan pembelajaran. Kenyataan pada umumnya memang jauh
berbeda dengan harapan, namun seharusnya mendekati dengan kurikulum
ideal. Kurikulum dan pengajaran merupakan dua istilah yang tidak dapat
dipisahkan. Kurikulum merujuk kepada bahan ajar yang telah direncanakan
yang akan dilaksanakan dalam jangka panjang. Sedang pengajaran merujuk
kepada pelaksanaan kurikulum tersebut secara bertahap dalam belajar
mengajar. Selain itu kurikulum aktual juga dapat diartikan sebagai
kurikulum yang secara real dapat dilaksanakan oleh guru sesuai dengan
keadaan dan kondisi yang ada.. kondisi-kondisi yang dapat mempengaruhi
pelaksanaan kurikulum aktual diantaranya adalah sarana yang tersedia
disekolah, kemampuan sumberdaya manusia khususnya guru dan kebijakan-
kebijakan sekolah.
c. Kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) yakni segala sesuatu yang
terjadi pada saat pelaksanaan kurikulum ideal menjadi kurikulum aktual.
Segala sesuatu itu bisa berupa pengaruh guru, kepala sekolah, tenaga
administrasi, atau bahkan dari peserta didik itu sendiri. Makna lain dari
kurikulum tersembunyi yaitu segala sesuatu yang tidak direncanakan atau
tidak diprogramkan yang dapat mempengaruhi perubahan prilaku siswa.
segala segala sesuatu yang dapat mempengaruhi itu bisa adat
istiadat,kebudayaan,kebiasaan dan sebagainya termasuk prilaku guru dan
organisasi kelas. Segala sesuatu itu bisa berupa pengaruh guru, kepala
sekolah, tenaga administrasi, atau bahkan dari peserta didik itu sendiri.
Kebiasaan guru datang tepat waktu ketika mengajar di kelas, sebagai contoh,
akan menjadi kurikulum tersembunyi yang akan berpengaruh kepada
pembentukan kepribadian peserta didik.
M A C A M & J E N I S K U R I K U L U M | 14

Dalam konteks pengembangan kurikulum mikro hidden curriculum bisa


dilihat dari dua konteks, yakni tujuan yang tidak dideskripsikan (tersembunyi)
akan tetapi pencapaiannya harus dipertimbangkan serta kejadian yang tidak
direncanakan yang dapat digunakan sebagai jembatan untuk mengajarkan topik
tertentu.

2. Berdasarkan Struktur dan Materi Mata Pelajaran yang diajarkan. Kurikulum


mempunyai jenis-jenis kurikulum, antara lain :
1. Separated Subject Curriculum

Jenis kurikulum ini merupakan bentuk kurikulum kuno yang masih


bertahan hingga sekarang. Dimana setiap mata pelajaran disusun secara
terpisah satu sama lain dengan waktu yang dibatasi dan dipegang oleh guru,
baik oleh bidang studi maupun oleh guru kelas. Jenis kurikulum ini
merupakan model tertua diantara jenis kurikulum yang lain.

Dalam separated subject curriculum mata pelajaran dipisah


sedemikian rupa hingga berkembang menjadi berbagai macam disiplin ilmu
lain. Hingga pada akhirnya peserta didik tidak mampu menguasai
semuanya. untuk penyusunan kurikulum, berbagai bentuk kelompok mata
pelajaran tersebut dimasukkan menjadi bagian-bagian atau jurusan-jurusan.
Kemudian peserta didik bebas memilih mana diantara jurusan-jurusan yang
mereka minati. Dalam pelaksanaanya, separated subject curriculum
mempunyai keuntungan dan kelemahan. Adapun keuntungan dan
kelemahan tersebut dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu:

1. Kelebihan

a. Penyajian bahan pelajaran dapat disajikan/disusun secara logis dan


sisitematis.
b. Organisasinya sederhana, dan tidak terlalu sulit untuk direncanakan
dan dilaksanakan
c. Mudah dievaluasi dan dites
M A C A M & J E N I S K U R I K U L U M | 15

d. Dapat digunakan dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan


tinggi
e. Guru mempergunakannya lebih mudah
f. Tidak sulit untuk diadakan perubahan-perubahan
g. Lebih tersusun dan sistematis

2. Kelemahan

a. Bentuk pelajaran yang tidak terpisah dengan lainnya, sebenarnya


tidak relevan dengan kenyataan sekarang ini, dan kurang mendidik
siswa/anak dalam menghadapi situasi kehidupan mereka.
b. Tidak memperhatikan masalah-masalah sosial kemasyarakatan
yang dihadapi siswa dalam kehidupan mereka sehari-hari, sebab
hanya berpedoman pada apa yang tertera dalam buku/teks.
c. Kurang memperhatikan faktor-faktor kejiwaan anak, karena pada
kurikulum ini hanya menyampaikan apa yang dialami manusia
pada masa terdahulu dalam bentuk yang sistematis dan logis.
d. Tujuan kurikulum ini sangat terbatas dan kurang memperhatikan
pertumbuhan jasmani, perkembangan emosional dan sosial anak,
dan hanya memusatkan pada perkembangan intelektual anak.
e. Kurikulum semacam ini kurang mengembangkan kemampuan
berfikir, karena mengutamakan penguasaan dan pengetahuan
dengan cara ulangan dan hafalan, dan kurang membawa kepada
berfikir secara mandiri.
f. Kurikulum ini cenderung menjadi statis dan tidak bersifat inovatif,
karena hanya berdasarkan kepada buku yang telah ditetapkan,
tanpa mengalami perubahan dan penyesuaian yang berarti dengan
situasi dan kondisi masyarakat yang selalu berkembang dengan
pesat dan dinamis.
M A C A M & J E N I S K U R I K U L U M | 16

Berikut ini adalah contoh separated subject curricullum, peserta


menghendaki untuk mengambil sebuah mata pelajaran dengan disiplin
yang lebih banyak, seperti mata pelajaran bahasa Arab. Di dalam mata
pelajaran bahasa arab terdapat cabang ilmu khat, imlaq, qiraat, sharaf,
nahwu, muhadatsah, dan balaghah. Pelajaran tersebut biasanya
diajarkan secara terpisah dengan jadwal yang sudah ditentukan.

2. Correlated Curriculum (Pelajaran Saling Berhubungan)

Correlated berasal dari kata correlation yang di dalam bahasa


Indonesia berarti korelasi yaitu adanya hubungan antara satu dengan yang
lain. Mata pelajaran dalam kurikulum ini disajikan secara terpisah-pisah,
tetapi mata pelajaran yang memiliki kedekatan atau yang sejenis
dikelompokkan sehingga menjadi satu bidang studi (broadfield). Maksudnya,
dari organisasi ini mengandung makna sejumlah mata pelajaran itu
dihubungkan antara yang satu dengan yang lainnya sehingga ruang lingkup
bahan yang diajarkan tercakup lebih luas.

Untuk memadukan antara pelajaran yang satu dengan yang lainnya,


ditempuh dengan cara-cara korelasi antara lain:

a. Korelasi okasional atau incidental, yaitu korelasi yang diadakan


sewaktu-waktu bila ada hubungannya.
b. Korelasi etis, yaitu yang bertujuan mendidik budi pekerti sebagai pusat
pelajaran diambil pendidikan agama atau budi pekerti.
c. Korelasi sistematis, yaitu yang mana korelasi ini disusun oleh guru
sendiri.
d. Korelasi informal, yang mana kurikulum ini dapat berjalan dengan cara
antara beberapa guru saling bekerja sama, saling meminta untuk
mengkorelasikan antara mata pelajaran yang dipegang guru A dengan
mata pelajaran yang dipegang oleh guru B.
M A C A M & J E N I S K U R I K U L U M | 17

e. Korelasi formal, yaitu kurikulum ini sebenarnya telah direncanakan oleh


guru atau tim secara bersama-sama.
f. Korelasi meluas (broad field), di mana korelasi ini sebenarnya
merupakan fungsi dari beberapa bidang studi yang memiliki ciri khas
yang sama dipadukan menjadi satu bidang studi.

Correlated curiculum memiliki beberapa ciri sebagai berikut, yaitu:

1. Tujuan pengajaran

Untuk memecahkan masalah secara bulat, utuh dan luas

2. Bahan

a. Bahan dapat disusun secara fleksibel


b. Sumber bahan tidak terbatas
c. Penyusunan pokok bahasan tidak terfokus pada satu bidang
pengetahuan

3. Metode mengajar

a. Pendekatan student centered


b. CBSA dapat terlaksana secara wajar
c. Dan tidak membosankan

4. Evaluasi

Yang dievaluasi tidak hanya evaluasi pokok, tetapi juga evaluasi proses

5. Guru

a. Menjadikan guru lebih kreatif, inisiatif, dan tidak terfokus pada waktu
b. Guru akan mempunyai pengetahuan yang lebih luas dan dalam
c. Sacara team teaching tidak melelahkan
d. Peserta didik
e. Peserta didik mempunyai pengetahuan praktis dan luas
M A C A M & J E N I S K U R I K U L U M | 18

f. Peserta didik bisa memilih seseuai dengan minatnya


g. Pesarta didik tidak hanya diasah otaknya saja melainkan secara
keseluruhan

Kelemahannya:

1. Dilihat dari tujuan pengajaran

Kadang- kadang pergi karena ada sebuah kompleks

2. Bahan
a. bahan yang diguanakan tidak sistematis
b. luas bahan yang digunakan tidak ditentukan batasannya
c. sumber bahan yang digunakan tersebar
3. Dilihat dari sarana dan prasarana

Terkadang bahan yang dicari tidak tersedia atau mahal

4. Evaluasi

a) Ujian dilakukan secara local


b) Dalam nilai raport tidak menggambarkan peserta didik itu pandai
atau tidak
c) Hanya dapat dilakukan secara konsekuen yang dilakukan oleh
sekolah swasta

5. Guru

a) Guru kurang bisa melaksanakan, karena disekolah guru tidak dilatih


correlated curriculum
b) Pembagian tugas pada team teaching perlu penyesuaian
c) Dan tidak semua guru sanggup melaksanakan tugasnya

6. Pesreta didik

a) Kurang mempunyai pengetahuan yang luas dan dalam


M A C A M & J E N I S K U R I K U L U M | 19

b) Kurang mempunyai pengetahuan yang seimbang antar bidang studi.

Contoh correlated curiculum dapat dilihat dalam pelajaran fiqih yang


dihubungkan dengan mata pelajaran al-Qur’an dan hadits. Disaat peserta didik
mempelajari tentang sholat, pelajaran tersebut dapat dihubungkan dengan al-
Qur’an (surat al- fatihah) dan hadits yang berhubungan tentang sholat.

3. Integrated curriculum (kurikulum yang dipadukan)

Integrated curriculum adalah kurikulum yang pelaksanaanya disusun secara


menyeluruh untuk membahas suatu pokok masalah tertentu. Topik pembahasan
ditentukan secara demokratis antara peserta didik dengan guru.

Pada jenis kurikulum yang menggunakan metode ini, tidak menampakkan


nama pelajaran atau bidang studi. Belajar dari suatu pokok yang harus dipecahkan,
masalah tersebut kemudian dinamakan tema atau unit. Pembelajaran tidak lagi
mengacu pada nama-nama mata pelajaran atau bidang studi. Belajar berangkat dari
suatu pokok masalah yang harus dipecahkan.

Belajar berdasarkan tema atau unit bukan hanya menghafal sejumlah fakta,
tetapi juga mencari dan menganalisis fakta sebagai bahan untuk memecahkan masalah.
Dengan belajar melalui pemecahan masalah, diharapkan perkembangan siswa tidak
hanya terjadi pada segi intelektual, tetapi juga seluruh aspek seperti sikap, emosi, dan
ketrampilan siswa yang bisa menjadikan seorang siswa agar mempunyai pengetahuan
yang luas yang tinggi.

Ada dua sifat yang membedakan kurikulum ini dengan kurikulum lainnya, yaitu :

1. Kurikulum ini menekankan pada nilai-nilai sosial. Unsur universal dalam suatu
kebudayaan memberikan stabiltas dan kesatuan pada masyarakat. Kurikulum ini
sifatnya khas dengan keharusan yang disodorkan agar semua tujuan pendidikan
disekolah merefleksikan keperluan utama dari sistem sosial.
M A C A M & J E N I S K U R I K U L U M | 20

2. Struktur kurikulum ini ditentukan oleh problem social dan perikehidupan social.
Dalam bentuk yang murni kurikulum ini merupakan penghalusan dan
penyederhanaan dari unsur-unsur kebudayaan yang dimiliki oleh semua anggota
masyarakat, hukum-hukum normatif, prinsip-prinsip deskriptif, fakta dan
sebagainya. Unsur ini tidak diorganisasi menurut mata pelajaran maupun ketegori
perhatian melainkan dalam bentuk kategori social yang didasarkan pada lapangan
utama dari aktifitas social.

Menurut Prof. Dr. S. Nasution Ma, menyatakan bahwa memang sekolah-


sekolah modern sudah mulai berangsur-angsur meninggalkan kurikulum yang subject
centred karena tidak menghasilkan pribadi yang harmonis.

Oleh karena itu pelajaran disusun sebagai keseluruhan yang disebut “brood-
unit” dengan ciri-ciri sebagai berikut :

a. Unit merupakan suatu keseluruhan yang bulat.


b. Unit menghapus batas-batas pelajaran.
c. Unit didasarkan pada pendapat-pendapat modern mengenai cara belajar
(didasarkan pada pusat minat dari anak).
d. Unit didasarka pada kebutuhan anak.
e. Unit memerlukan waktu yang lebih panjang dibanding dengan mata
pelajaran yang biasa dari kurikulum tradisional.
f. Unit berasal dari “life centred” (berhubungan dengan kehidupan).
g. Unit memamfaatkan dengan wajar dari dalam diri anak yang belajar.
h. Dalam unit anak dihadapkan pada situasi-situasi yang mengandung
problema.
i. Unit dengan sengaja memajukan perkembangan social kepada anak-anak
sebab benyak memberi kesempatan untuk bekerjasama dalam kelompok.
j. Unit direncanakan oleh guru dan murid.

Dalam pengajaran unit dengan sengaja anak-anak dididik untuk berpikir secara
ilmiah menurut langkah-langkah yang disebut Dewey “the method of intelligence.”
M A C A M & J E N I S K U R I K U L U M | 21

1. Seorang berpikir bila ia menghadapi masalah


2. Ia memikirkan hipotesis
3. Mengumpulkan keterangan atau data
4. Menguji kebenaran hipotesis
5. Pemikiran yang benar dibuktikan secara factual dan dapat dijadikan tindakan
rasional.

Adapun Kelebihan dan kelemahan dari integrated kurikulum antara lain :

1) Kelebihan

a. Segala permasalahan yang dibicarakan dalam unit sangat bertalian erat


b. Sangat sesuai dengan perkembangan moderen tentang belajar mengajar
c. Memungkinkan adanya hubungan antara sekolah dan masyarakat
d. Sesuai dengan ide demokrasi, dimana peserta didik dirangsang untuk berpikir
sendiri, bekerja sendiri dan memikul tanggung jawab bersama serta bekerja
sama dalam kelompok
e. Penyajian bahan disesuaikan dengan kemampuan individu, minat dan
kematangan peserta didik baik secara individu maupun secara kelompok

2). Kelemahan

a. Pendidik atau guru tidak dilatih melakukan kurikulum seperti ini


b. Organisasinya tidak logis dan kurang sistematis
c. Terlalu memberatkan tugas pendidik
d. Kurang memungkinkan untuk dilaksanakan ujian umum
e. Peserta didik dianggap tidak mampu ikut serta dalam menentukan kurikulum
f. Sarana dan prasarana yang kurang memadai untuk menunjang pelaksanaan
kurikulum tersebut.

Contohnya dalam jenis ini adalah dalam mata pelajaran elektronika, disaat
peserta didik disuruh untuk belajar membuat sebuah radio, maka peserta didik akan
M A C A M & J E N I S K U R I K U L U M | 22

mengetahui sekaligus mempelajari hal- hal yang berkaitan dengan listrik, siaran dan
penerimaan informasi.
M A C A M & J E N I S K U R I K U L U M | 23

4. Berdasarkan Pengembangnya dan Penggunaannya,


1. Kurikulum nasional (national curriculum) yaitu kurikulum yang disusun oleh
tim pengembang tingkat nasional dan digunakan secara nasional.
2. Kurikulum negara bagian (state curriculum) yaitu kurikulum yang disusun
oleh masing-masing negara bagian (provinsi).
3. Kurikulum sekolah (school curriculum) yaitu kurikulum yang disusun oleh
satuan pendidikan sekolah. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
merupakan kurikulum sekolah yang lahir dari keinginan untuk melakukan
diferensiasi dalam kurikulum.7

7. E. Mulyasa, KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN Sebuah Panduan Praktis, PT. Remaja


Rosdakarya, Bandung, 2006, hlm. 4
M A C A M & J E N I S K U R I K U L U M | 24

BAB III

PENUTUP
A. KESIMPULAN

Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kurikulum


merupakan komponen pendidikan yang dijadikan acuan oleh setiap satuan
pendidikan, baik oleh pengelola maupun penyelenggara, khususnya oleh guru
dan kepala sekolah.8

Seiring perkembangan zaman dan teknologi, kurikulum banyak


mengalami perubahan. Dalam pengembangan kurikulum telah diungkapkan
empat aliran pendidikan yaitu pendidikan klasik, pribadi, teknologi,
interaksionis. Empat aliran itu bertolak dari asumsi yang berbeda dan
mempunyai pandangan yang berbeda pula tentang kedudukan dan peranan
pendidik, peserta didik, isi, maupun proses pendidikan. Empat aliran atau teori
pendidikan tersebut memiliki model konsep kurikulum dan praktik pendidikan
yang berbeda. Model konsep kurikulum dan teori pendidikan klasik disebut
kurikulum subjek akademis, pendidikan pribadi disebut kurikulum humanistic,
teknologi pendidikan disebut kurikulum teknologis dan dari pendidikan
interaksionis disebut kurikulum rekonstruksi sosial.9

Kurikulum juga diklasifikasikan menjadi beberapa klasifikasi, seperti


pembagian kurikulum berdasarka konsep dan pelaksanaannya, berdasarkan
struktur dan materi mata pelajaran yang diajarkan, dan berdasarkan
pengembangnya dan penggunaannya.

8. E. Mulyasa, KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN Sebuah Panduan Praktis, PT. Remaja


Rosdakarya, Bandung, 2006, hlm. 4
9. Nana Syaodih Sukmadinata, Loc. Cit. hlm. 81
M A C A M & J E N I S K U R I K U L U M | 25

DAFTAR PUSTAKA

      Mulyasa, E., KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN Sebuah


Panduan Praktis, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2006

Nasution, S., Asas-Asas Kurikulum, PT. Bumi Aksara, Jakarta, 1994

Sukmadinata, Nana Syaodih, PENGEMBANGAN KURIKULUM Teori dan Praktek,


PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 1997 Dakir. 2004. Perencanaan dan
Pengembangan Kurikulum. Jakarta: PT RINEKA CIPTA

Idi, Abdullah. 2007. Pengembangan Kurikulum Teori & Praktiki. Yogyakarta: AR-
RUZZ MEDIA

Nurdin, Syafruddin dan M.Basyiruddin Usman. 2003. Guru Profesional dan


Implementasi Kurikulum. Jakarta : Ciputat Press

Rusman. 2009. Manajemen Kurikulum. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2133096-jenis-jenis-
kurikulum/#ixzz1tQFSDcrO

http://wennybucu.blogspot.com/2010/11/pengembangan-materi-pai.html

http://www.asrori.com/2011/04/organisasi-kurikulum.html

http://www.kosmaext2010.com/pengembangan-kurikulum-pai-jenis-jenis-
kurikulum.php
M A C A M & J E N I S K U R I K U L U M | 26