Anda di halaman 1dari 6

Nama : Risa Fitriana

NPM : 1906458615

1. Falsafah keperawatan mengkaji penyebab dan hukum-hukum yang mendasarirealitas,


serta keingintahuan tentang gambaran sesuatu yang lebih berdasakan pada alasan logis
daripada metoda empiris. Falsafah keilmuan harus menunjukkan bagaimana pengetahuan
ilmiah sebenarnya dapat diaplikasikan yang kemudian menghasilkan pengetahuan alam
semesta, dalam hal ini pengetahuan keperawatan, sehingga falsafah keperawatan adalah
keyakinan dasar tentang pengetahuan keperawatan yang mengandung pokok pemahaman
biologis manusia dan perilakunya dalam keadaan sehat dan sakit terutama berfokus
kepada respons mereka terhadap situasi.
Manfaatnya dari filsafat, dalam keperawatan, yaitu ;
a) Alat untuk menelusuri kebenaran segala hal-hal yang dapat disaksikan dengan
pancaindra dan dapat diterangkan serta dinilai secara ilmiah.Dalam hal ini
keperawatan merupakan suatu ilmu sehinggga dapat ditelusuri dan dibuktikan
kebenarannya
b) Memberikan pengertian tentang cara hidup dan pandangan hidup. Keperawatan
merupakan ilmu yang memberikan pelayanan kepada klien dapalm kondisi sehat
maupun sakit sehingga filsafat dapat memberikan pandangan tentang cara hidup dan
pandangan hidup yang sehat.
Panduan tentang ajaran moral dan etika. Dalam memberikan asuhan keperawatan
membutuhkan moral dan etika dalam pelaksanaannya.

2. Pengembangan Sains Keperawatan dan hubungan interaktif antara pendidikan ,


pelayanan/praktik dan riset keperawatan dalam pengembangan sains keperawatan
berdasarkan teori Florence Nightingale. Hubungan antara teori keperawatan Florence
Nightingale dengan praktik yaitu aspek lingkungan (ventilasi, kehangatan, ketenangan,
diet, dan kebersihan) tetap sebagai dasar praktik keperawatan saat ini. Sebagai perawat
yang melakukan praktik mereka telah meningkatkan relevansi sebagai masyarakat global
yang menghadapi masalah baru dalam pengendalian penyakit. Sedangkan dengan
pendidikan prinsip-prinsip teori Florence Nightingale tentang pelatihan perawat
menyediakan kerangka secara luas untuk pendidikan keperawatan. Pengaruh model
sistem pelatihan Florence Nightingale ini dan banyak dari prinsip-prinsipnya masih
terbukti dalam program keperawatan saat ini. Teori Florence Nightingale merupakan
langkah awal dalam formalisasi dan pengembangan ilmu keperawatan yang memberi
pedoman bagi perawat dalam merawat pasien. Ide-ide yang muncul mendorong
pemikiran produktif bagi profesi keperawatan. Sedangkan hubungannya dengan riset
keperawatan/ penelitian Florence Nightingale memiliki kemampuan yang sangat efisien
dan banyak ide dalam mengumpulkan dan mengannalisis data dan mampu
mempresentasikan data melaui grafik. Tulisan Florence Nightingale didefinisikan dan
dianalisis sebagai teori, tulisan menyajikan pendekatan filosofis untuk keperawatan
modern. Teori Florence Nightingale dijadikan sebagai dasar untuk penelitian menambah
ilmu dan praktik keperawatan di keperawatan modern yang berfokus pada lingkungan.

3. Paradigma keperawatan memfokuskan pada manusia, keperawatan, sehat sakit dan


lingkungan (Fawcett,2005). Hubungan keempat komponen tersebut dapat digambarkan
sebagai berikut :

HUMAN

NURSING HEALTH

ENVIRONMENT

1) Konsep paradigma tentang manusia yang mengacu sebagai penerimaan asuhan


keperawatan (Individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat).
2) Konsep paradigma tentang lingkungan yang berfokus kepada keadaan internal dan
eksternal yang mempengaruhi klien, hal ini meliputi lingkungan fisik.
3) Paradigma kesehatan meliputi derajat kesehatan dan kesejahteraan klien.
4) Paradigma tentang keperawatan mengacu pada atribut, karakteristik dan tindakan
dari perawat yang memberikan asuhan keperawatan.
Contoh Kasus:
Empat konsep menuerut Roy:
Manusia : Manusia dipandang sebagai makhluk biopsikososial yang merupakan satu
kesatuan yang utuh. Manusia menurut Roy merupakan sebuah sistem adaptif, manusia
dapat digambarkan secara holistik sebagai satu kesatuan yang mempunyai input, control,
output, dan proses umpan balik yang kemudian disebut sebagai mekanisme koping.
Secara spesifik manusia di diarrikan sabagai sebuah sistem adaptif dengan aktivitas
kognator dan regulator untuk mempertahankan adaptasi dalam empat cara adaptasi yaitu :
fungsi fisiologi, konsep diri, fungsi peran, dan interdependensi
Lingkungan :
Kesehatan : Kesehatan didefinisikan sebagai keadaan dan proses menjadi manusia secara
utuh dan terintegrasi yang merupakan refleks individu dan lingkungan yang saling
menguntungkan. Kesehatan diartikan lebih dari tidak adanya sakit tapi penekanan pada
kondisi sehat sejahtera yang dihubungkan dengan konsep adaptasi. Adaptasi
menunjukkan kondisi proses kehidupan yang menggambarkan tiga
perbedaan level yaitu : integrasi, kompensasi dan kompromi. Manusia diakatakan sehat
apabila mampu beradaptasi dan mengatasi stimulus yang merangsangnya.
Keperawatan : Keperawatan dipandang sebagai disiplin ilmu dan praktek yang
memperluas kemampuan adaptasi dan mempertinggi perubahan individu dan lingkungan.
Tujuannya adalah meningkatkan adaptasi untuk individu dan kelompok dalam empat
adaptasi model yang berkontribusi untuk kesehatan, kualitas hidup dan kematian dengan
bermartabat. Proses keperawatan menggambarkan pandangan Roy tentang manusia
sebagai sistem adaptif. Menurut Roy ada 6 (enam) tahap identifikasi dalam proses
keperawatan yaitu: pengkajian perilaku, pengkajian stimulus, penentuan diagnosa
keperawatan, penentuan
tujuan, intervensi, dan evaluasi
Pada konsepnya, teori model adaptasi dari Roy bertujuan untuk meningkatkan
pemenuhan dan harapan hidup. Pendekatan model adaptasi Roy mengevaluasi sisi
fisiologis, konsep diri, fungsi peran dan ketergantungan klien yang bertujuan untuk
mengembangkan holistic care. Dalam penerapan model teori adaptasi Roy, Ursavas et,al
(2014) mengaplikasikan keempat aspek dari model teori adaptasi yang berupa model
fisiologis, konsep diri, fungsi peran dan ketergantungan klien menjadi penerapan berupa
indikator-indikator. Model fisiologis berkaitan dengan proses fisik dan kimia di dalam
tubuh manusia. Kebutuhan model fisiologis terdiri atas 9 dasar kebutuhan manusia yaitu :
oksigen, nutrisi, eliminasi, aktivitas dan istirahat, perlindungan, perasa, keseimbangan
asam basa-cairan elektrolit,  fungsi neurologi, dan fungsi endokrin. Pada segi model
konsep diri didefinisikan bahwa gabungan antara kepercayaan dan perasaan tentang
dirinya atau tentang orang lain di waktu tertentu. Model konsep diri terdiri dari identitas
fisik dan personal. Identitas fisik terdiri dari body image dan perasaan tubuh. Identitas
personal dibentuk dari pemikiran , moral, etik dan spiritual sedangkan model fungsi peran
mendeskripsikan bahwa didalamnya dibagi menjadi peran utama sebagai gender; peran
kedua sebagai peran berbeda seperti ibu,ayah, guru dll ; dan peran ketiga seperti presiden,
pemimpin, dll. Selanjutnya model ketergantungan menjelaskan tentang perilaku dan
hubungan asaling berkaitan antar individu sesuai dengan model adaptasi Roy.
Pada pengembangan model adaptasi Roy ini peneliti  mengaplikasikan  diagnosa 
keperawatan  sesuai dengan kondisi klien. Jadi dapat disimpulkan pendekatan
keperawatan yang berdasarkan teori model adaptasi Roy pada klien kanker payudara
dengan perawatan operasi selama 45 hari menunjukkkan bahwa klien akan beradaptasi ke
hidup barunya dan peningkatan kualitas hidupnya. Karena alasan inilah penggunaan teori
dari keperawatan harus didukung dan diimplementasikan kepada praktek harus
ditingkatkan.
4.

FALSAFAH TEORI/MODEL
METHATHEORY
KEPERAWTAN KONSEPTUAL

PARADIGMA GRAND

KEPERAWATAN THEORY

MIDDLE RANGE
THEORY

PRACTICE
THEORY

Dari skema diatas dapat dijelaskan hubungan antara falsafah, paradigma, dan teori keperawatan
terdapat hubungan yang saling terkait, dimana falsafah keperawatan merupakan sistem nilai yang
mendasari munculnya beberapa teori/model konseptual seperti Metha Theory, Grand theory,
Middle range theory, dan nursing theory.
Falsafah keperawatan adalah sebagai keyakinan dasar dalam menerapkan teori keperawatan
terhadap metaparadigma keperawatan yang terdiri dari manusia, lingkungan, kesehatan dan
keperawatan. Dalam hal ini paradigma dapat dijadikan parameter dasar dan kerangka kerja untuk
mengatur sebuah disiplin ilmu pengetahuan. Fungsi paradigma selain sebagai parameter adalah
untuk mengidentifikasi batas-batas materi subjek yang menjadi perhatian sebuah disiplin ilmu,
paradigma juga memberikan kesimpulan intelektual dan tujuan sosial dalam penerapan disiplin
ilmu. Falsafah keperawatan yang merupakan landasan dasar praktik keperawatan harus dimiliki
oleh setiap perawat sebagai pedoman untuk mengambil keputusan dan bertindak. Falsafah ini
juga terkait dengan model konseptual keperawtan, yang diaplikasikan melalui metode ilmiah
akan menghasilkan teori-teori keperawatan baru. Teori-teori yang awalnya bersifat abstrak akan
menjadi konkret dengan melalui penelitian menggunakan metode ilmiah, sehingga penerapanya
dapat sesuai dengan tujuan.
Pada skema diatas grand theory yang merupakan konsep paling abstrak karena hanya terdiri dari
konsep global yang menguraikan perspektif yang luas tentang praktik dan cara melihat fenomena
keperawatan. Untuk menerapkan teori tersebut dalam praktik keperawatan masih perlu
penjabaran lebih spesifik. Untuk menjembatani kesenjangan antara grand theory dengan nursing
practice maka timbul pemikiran tentang middle range theory yang dapat dimanfaatkan untuk
riset dan praktik. Peterson, Bredow (2004) Dalam praktik middle range theory memfasilitasi
pemahaman terhadap perilaku pasien, menekankan intervensi, dan menjelaskan tingkat
efektifitas sebuah intervensi. Melalui penelitian ilmiah middle range theory ini akan menjadi
lebih spesifik dan aplikatif yang dijabarkan dalam nursing practice theory.

Referensi :
Aligood, MR. (2014). Nursing Theorist and Their Work(8thed).St. Louis: Mosby Elsevier Mosby.
Budiono. (2016). Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia
Fawcett, J. (2005). Contemporary Nursing Knowledge.Analysis and Evaluation of Nursing
Models and Theoris.Second Edition. F.A Davis. Philadelpia.
Eckardt, P., Culley, J. M., Corwin, E., Richmond, T., Pickler, R. H., Krause-parello, C. A., …
Devon, H. A. (2017). Author Note. Nursing Outlook. doi:10.1016/j.outlook.2017.06.002