Anda di halaman 1dari 6

Praktikum TA.

Fisika dan Elektrokimia


Kelompok 2: 1. Rizka Maulida P.

2. Fransisca Cellia A.W.

3. Alvyn Fahmi

4. Alfina Damayanti

5. Dania Noor Aini

1. Judul Praktikum : Rotasioptik

2. Tujuan Praktikum
1. Mengenal metode penentuan sudut putar untuk penentuan konsentrasi suatu
senyawa yang bersifat optic aktif.
2. Mengukur sudut putar bidang polarisasi larutan sukrosa.
3. Menentukan kadar sukrosa dalam larutan cuplikan.

3. Dasar Teori :
Polarimeter merupakan suatu alat yang tersusun atas polarisator dan analisator.
Polarimeter adalah Polaroid yang dapat mempolarisasi cahaya, sedangkan
anlisator adalah Polaroid yang dapat menganalisa/mempolarisasikan cahaya.
Polarimetri adalah suatu metoda analisa yang berdasarkan pada pengukuran daya
putaran optis dari suatu larutan. Daya putaran optis adalah kemampuan suatu zat
untuk memutar bidang getar sinar terpolarisir. Sinar terpolarisir merupakan suatu
sinar yang mempunyai satu arah bidang getar dan arah tersebut tegak lurus
terhadap arah rambatannya. Senyawa optis aktif adalah senyawa yang dapat
memutar bidang getar sinar terpolarisir. Zat yang optis ditandai dengan adanya
atom karbon asimetris atau atom C kiral dalam senyawa organik, contoh :kuarsa
( SiO2 ), fruktosa.
Polarimeter dapat digunakan untuk :
1. Menganalisa zat yang optis aktif
2. Mengukur kadar gula
3. Penentuan antibiotic dan enzim
Syarat senyawa yang bisa dianalisis dengan polarimetri adalah :
1. Memilikistrukturbidang Kristal
tertentu( dijumpaipadazatpadat),strukturkristaladalahsuatusususnankas atom
atomdalamsuatukristal.suatustrukturkristal di bangunolehsel unit ,sekumpulan
atom yang tersusunsecarakhusus ,yang secara periodic berulangdalam 3
dimensidalamsuatukis.spasiantarsel unit dalamsegalaarahdisebut parameter
kisi.sifatsimetrikristalnyaterwadahidalamgugusspasinya.
strukturdansimetrisuatimemainkanperanpentingdalammenentukansiafatsifatnyase
pertisifatpembelahan ,strktur pita listrikdanoptiknya.
Praktikum TA. Fisika dan Elektrokimia

2. Memiliki struktur molekul tertentu atau biasanya dijumpai pada zat cair.
Struktur molekul adalah struktur yang asimetris, seperti pada glukosa. Prinsip
dasar polarimetris ini adalah pengukuran daya putar optis suatu zat yang
menimbulkan terjadinya putaran bidang getar sinar terpolarisir.
Tujuanmelihatrotasirotasi optic di bidangfarmasidanmakanan
Industrifarmasi
Menentukankemurnianprodukdenganmengukurrotasispesifikdanrotasioptic :
a) Asam amino
b) Gula amino
c) Antibiotic
d) Dekstrosa
e) Steroid,kokain,diuretik,obatpenenang,analgesic,kodein,serum,vitamin
Industrimakanan
Memastikanprudukdenganmengukurkonsentrasidankemurniansenyawaberikutdal
ammakananberbasisgula,serealdansirp:karbihidrat
,laktosa,raffinosa,berbagaiamilum ,sukrosa,levulosa,sukrosa,
monosakaridaalami,glukosa ,maltosa,xylose
Menentukankalibrasi
a)

Menghubungkanalatpolarimetridengansumberaruslistrikdannyalakanalattersebut
b) Alatmenampilkanangka 000 danskala Z akanmenunjukkan
0,0.biarkanbeberapamenithinggalampu LED menyalastabil
c) Mengisitabugdenganaquadesdnmemasangpadaalat.lampu zero set
tetapmenyala,jikalamputidakmenyala,makaaturposisizeo +3 derajat ,lalumenekan
shift key dan left rotatiton (R-)atau shift key dan left rotation (L-)
bersamaanlampumenyala
d) Mengamaticahayaapabilasisikananterangmakamenekantombol R+
untukmenyamaknnya ,jikasebaliknyamakamenekantombol L- agar
keduasisisamaterang
e) Setelahsamaterangnyamenekan zero set kalibrasitelahselesai

Faktorfaktor yang mempengaruhirotasi optic


1.Jeniszat
Masingmasingzatmemberikanputaran yang
berbedaterhadapbidanggetarsinarterpolarisir
2.panjanglajularutandanpanjangtabng
Jikalajurlarutan di perbesarmakanputarannyajugamakinbesar
3.suhu
Makin
tinggisuhumakasudutputarannyamakinkecilhalinidisebabkankarenazatakanmemu
aidengannaiknyasuhusehinggazat yang beradadalamtabungakanberkurang
4.konsentrasizat
Praktikum TA. Fisika dan Elektrokimia

Konsentarsisebandingdengansudutbputaranjikakonsentarsi di
naikkanmakanputarannyasemakinbesar
5.jenissinar(pajanggelombang)
Padapanjanggelombangyangtberbedazat yang samamempunyainialiputaran yang
berbeda.
6. pelarut
Zat yang samamempunyainilaiputaran yang berbedadalampelarut yang berbeda.

4. Alat dan Bahan

-Alat:

Botol semprot

Polarimeter dengan tabung

Labu takar 25 mL

Pipit tetes dan pipet ukur 10 mL

Gelas kimia 250 mL

Batang pengaduk

Neraca analitik

Spatula

Bahan

• Sukrosa

• Aquades

5. Prosedur
Pengukuran sampel
Tidakurang65,9°, lakukanpenetapanmenggunakanlarutan 2,6 gram dalam 10mL,
zatsebelumnyadikeringkanpadasuhu 105° selama 2 jam (FI IV)
Prosedurmenggunakanpolarimeter:
1. Untuk memulai penggunaan polarimeter pastikan tombol power pada posisi on
dan biarkan selama 5-10 menit agar lampu natriumnya siap digunakan.
Praktikum TA. Fisika dan Elektrokimia

2. Selalu mulai dengan menentukan keadaan nol (zero point) dengan mengisi
tabung sampel dengan pelarut saja. Keadaan nol ini perlu untuk mengkoreksi
pembacaan atau pengamatan rotasi optik. Tabung sampel harus dibersihkan
sebelum digunakan agar larutan yang diisikan tidak terkontaminasi zat lain.
3. Pembacaan/pengamatan bergantung kepada tabung sampel yang berisi
larutan/pelarut dengan penuh. Perhatikan saat menutup tabung sampel, harus
dilakukan hati-hati agar di dalam tabung tidak terdapat gelembung udara.
4. Bila sebelum tabung diisi larutan didapat keadaan terang, maka setelah tabung
diisi larutan putarlah analisator sampai didapat keadaan terang kembali.
Sebaliknya bila awalnya keadaan gelap harus kembali kekeadaan gelap.
5. Catat besarnya rotasi optik yang dapat terbaca pada skala. Tetapi jangan hanya
besar rotasi optiknya, arah rotasinya juga harus dicatat searah jarum jam atau
berlawanan arah jarum jam.
6. Lakukan pembacaan berkali-kali sampai diperoleh nilai yang dapat dirata-
ratakan.

6. Hasil Praktikum
Air:

T G T Samar G T G

3,6° 0° 6,2°

Sukrosa:

T G T Samar G T G

23,45° 13,3° 22,6°

Konsentrasi sampel
Praktikum TA. Fisika dan Elektrokimia

2,6092 gram× 100 mL


25 mL
.

260,92
= 10,4368%
25

= 10,4368 g/100mL

Rotasi Optik

[ α ] = 100. α .
l×c
100 ×13,3 °
g
1,05× 10,4365
100 mL
=
1330
10,9586
¿ 121,58

7. Pembahasan
 Rotasi optik adalah cahay terpolarisasi melewati larutan yang bersifat optis
polarisasi cahaya akan berputar
 Sukrosa masuk pada syarat senyawa yang bisa dianalisis polarimeternya
karena sukrosa memiliki struktur bidang kristal tertentu
 Salah satu larutan yang mampu memutar bidang getar cahaya terpolarisasi
adallah larutan sukrosa

8. Kesimpulan
 Jadi, kadar sukrosa dalam larutan cuplikan sebesar 10,4368 g/100mL
 Jadi, sudut putar bidang polarisasi larutan sukrosa adalah 121,3658.
Praktikum TA. Fisika dan Elektrokimia

9. Daftar Pustaka